
✦ Lapangan akademi Rushwood.
Disana ada puluhan anak-anak berusia 10 tahun memakai pakaian olahraga akademi Rushwood sedang melakukan peregangan yang dipimpin sendiri oleh Mal.
Anak-anak tersebut adalah murid-murid kelas satu S yang diajar oleh Mal, awalnya Mal tidak yakin dengan cara dia mengajar. Dia lebih banyak memberikan praktek langsung daripada harus menulis materi seperti yang dilakukan kebanyankan oleh pengajar di akademi Rushwood.
Dalam kelasnya dia menerapkan 95% praktek, dan 5% materi. Tentu saja, awalnya itu mendapatkan banyak penolakan dari pengajar akademi Rushwood. Sebenarnya Mal menjadi pengajar di akademi Rushwood juga ditolak oleh banyak pengajar lainnya, karena umur Mal yang masih muda dan tidak punya kemampuan untuk mengajar, ketika Mal memperkenalkan dirinya.
Namun kepala sekolah orang yang satu-satunya di akademi Rushwood yanh mengetahui siapa Mal yang sebenarnya tidak bisa menyetujui penolakan dari pengajar lainnya. Bahkan dia ingin menjadikan Mal sebagai salah satu tetua diakademi Rushwood, tentu saja Mal menolaknya. Karena menurutnya sangat merepotkan.
"Yuki, hari ini kau tidak berkonsentrasi. Apa yang sedang kau pikirkan?," tanya Mal, ketika melihat salah satu murid perempuannya yang mempunyai rambut berwarna merah yang dikuncir dua, yang dari tadi melamun dan tidak melakukan peregangan dengan baik.
Murid lainnya menjadi melirik ke Murid perempuan yang bernama Yuki tersebut, dia adalah salah satu murid paling berbakat di kelas S. Walaupun semua murid di kelas S adalah yang paling berbakat dari semua kelas, namun bakat dia lebih tinggi dari bakat murid lainnya.
"Tidak ada guru," jawab Yuki.
"Kau harusnya sudah tau, tidak ada yang bisa berbohong didepan ku. Hari ini Guru akan melakukan penilaian kepada kalian, guru tidak ingin nilai kalian menjadi jelek karena kurangnya konsentrasi kalian," ucap Mal.
"Apa guru akan meninggalkan akademi setelah kami naik kelas dua?," teriak Yuki dengan nada marah.
"EHH?,"
Semua murid dari kelas S terkejut, bukan karena perilaku Yuki yang tidak sopan kepada Mal. Tapi terkejut karena mendengar bahwa Mal akan meninggalkan akademi Rushwood ketika mereka semua akan naik kelas dua.
"Guru, apa benar?," tanya murid perempuan yang memiliki wajah sekelas Putri kerajaan dengan rambut perak yang panjang.
Kelas satu tingkat S, yaitu kelas dengan jumlah murid paling sedikit dan kelas yang didalamnya semuanya adalah anak-anak paling berbakat. Ketika Mal pertama kali masuk kekelas ini, awalnya mereka tidak yakin bisa menggantikan wali kelas mereka yang pertama.
Lambat laun, sistem pengajaran yang diberikan oleh Mal disukai oleh murid-murid dari kelas S, dan dia menjadi pengajar paling Favorit dari kelas S dan kelas lainnya. Seperti kelas 2 tingkat B, dan kelas 3 tingkat A. Yang dimana Mal hanya mengajarkan dua kali dalam satu Minggu dikelas tersebut, tidak seperti kelas satu tingkat S. Mal mengajar setiap hari dikelas tersebut, karena dia adalah wali kelas dari kelas tersebut.
"Sepertinya dia mendengar percakapan ku dengan kakaknya ketika aku berada dirumahnya," batin Mal.
"Guru?,"
Melihat pengajar Favorit sekaligus Wali kelas terbaik mereka yang hanya diam tidak menjawab pertanyaan mereka, membuat para murid semakin yakin kalo jawaban yang adalah 'Iya'.
"Ya," ucap Mal.
"Terus?," sambung nya.
"Terus?," ucap murid-murid serentak tidak mengerti maksud perkataan dari Mal.
"Terus apa itu akan membuat kalian berhenti bersekolah?," ucap Mal dengan nada seriusnya, membuat murid-murid kelas S hanya diam tidak bisa menjawab.
"Haha, tenang saja. Lagipula itu masih beberapa bulan lagi, Guru harap kalian bisa membanggakan Guru dengan memenangkan turnamen antar kelas," ucap Mal tertawa lantang, membuat suasana menjadi lebih baik dari yang pertama.
"Baik," jawab serentak Murid-murid kelas S kembali bersemangat, tapi tidak untuk Yuki dan anak perempuan berambut panjang berwarna silver.
•10 menit kemudian.
"Baiklah peregangan nya sudah selesai, apa kalian ingin beristirahat terlebih dahulu atau langsung melanjutkan ke Penilaian?," tanya Mal.
"Istirahat," teriak murid-murid kelas S bersemangat meminta beristirahat terlebih dahulu.
"Dasar kalian pemalas, baiklah 10 menit saja," ucap Mal.
"Yuki," ucap Mal memanggil salah satu muridnya. Namun yang menghampirinya bukan satu murid, tapi 3 murid perempuan yang datang menghampirinya.
"Tolong belikan nasi makanan di kantin akademi," ucap Mal sambil menggaruk pipinya yang tertutup oleh topeng.
Sebenarnya seorang pengajar tidak diperbolehkan untuk membeli makanan, apalagi makan ketika masih jam pelajaran. Namun apa daya, ketika Mal login ternyata dia sudah mendapatkan efek 'Kelaparan LV3', karena tidak makan apapun selain menyerang core monster selama dua hari kemarin nya.
"Guru, sepertinya bukan kita kita yang ingin beristirahat. Tapi guru sendiri yang ingin beristirahat," ucap perempuan yang mempunyai pupil mata berwarna emas, yang dikatakan pupil mata paling langka dan setiap orang yang memempunyai pupil mata berwarna emas memiliki kemampuan Suci yang kuat.
"Haha, begitulah," ucap Mal.
"Baik, guru," ucap Yuki bersedia membelikan makanan untuk gurunya.
"Tolong ya, seperti biasa," ucap Mal sambil memberikan 10 koin emas pada Yuki.
"Aku akan menunggu di sana," ucap Mal menunjuk ke sebuah pohon yang disana ada satu murid Laki-laki dari kelas S, yang sedang terbaring di rumah dibawah rindangnya dedaunan pohon.
Mal berjalan ke pohon tersebut, dia tidak mengiharaukan murid laki-laki itu yang sepertinya sedang tertidur. Dia sekarang sedang membuka membaca sebuah surat yang dikirimkan oleh Putri Rapunzel.
"Tangkap Marquis dari kerajaan Maryam, dan bawa dia kepadaku," batin Mal membaca isi surat yang dikirimkan oleh Putri Rapunzel padanya.
Surat itu dia dapatkan ketika sedang melakukan peregangan bersama murid-muridnya, dia melihat ada gulungan surat yang melayang di udara. Tanpa di sadari oleh murid-murid nya dia langsung mengambil surat tersebut dan mengistirahatkan murid-muridnya terlebih dahulu.
Setelah selesai membaca surat tersebut, sebuah Hologram pemberitahuan Quest muncul didepannya.
**
★Special Quest King Ancient Dragon★
Grade: B
King Ancient Dragon meminta anda menangkap Marquis dari kerajaan Maryam.
Reward:
•?????
⌛: 7hari.
***
Surat yang ada ditangan Mal hangus terbakar oleh api berwarna biru, percaya atau tidak walaupun dia seorang Assasins tapindia memiliki kemampuan untuk mengendalikan elemen api.
Itu karena Embryo yang dia dapatkan 3 bulan kemarin, dan sudah mengakui Mal sebagai tuan dia.
"Waktunya leveling," batin Mal, dia sangat senang mendapatkan perintah untuk membunuh. Karena selama ini dia selalu menahan emosi nya untuk tidak melukai orang-orang yang menghinanya, dan orang-orang dari kerajaan Maryam yang diam-diam melakukan sesuatu yang bebahaya untuk kerajaan dibenua Hevia bagian barat.
"Goto bangunlah, ada ayah mu," ucap Mal berbisik ketelinga anak laki-laki yang sedang tidur dibawah pohon.
"Ayah aku tidak tidur, Guru itu menyuruhku untuk beristirahat," ucap Goto panik, dan tiba-tiba berdiri tegak. Padahal tadi dia sedang nyenyak tidur.
"Ada ayah mu diistana," ucap Mal.
Goto ini adalah murid satu-satunya yang sangat tidak menghormati Mal sebagai gurunya, dan murid paling susah untuk diatur. Namun karena ayah yaitu raja dari kerajaan Erz, tahu siapa Mal. Dia memarahi Anaknya habis-habisan sampai-sampai dia tidak lagi berani melawan perintah Mal.