Dream World Online

Dream World Online
Episode 57



"Hey mari lihat, sepertinya kelas satu tingkat S sedang melakukan permainan," ucap murid kelas lainnya yang melihat murid-murid dari kelas satu S sedang berkumpul di lapangan akademi.


"Mari kita lihat, permainan apa lagi yang dibuat oleh Guru note,"


"Mari,"


 


***


Mal yang melihar lapangan akademi penuh karena murid kelas satu dan dua yang keluar dari kelasnya, sangat geram karena tempat untuk dia menilai kemampuan murid-muridnya menjadi terganggu.


"KALIAN!!, Apa yang kalian lakukan disini, cepat kembali ke kelas kalian masing-masing untuk kembali belajar!!," teriak Mal kesal.


"Guru Note, sebenarnya saya yang meminta murid kelas dua C untuk keluar dan melihat. Supaya mereka bisa melakukan nya nanti," ucap laki-laki paruh baya, Mal kenal siapa dia. Dia adalah wali kelas dari kelas Dua tingkat C.


"Guru, kelas satu tingkat B dan A sedang tidak apa pengajar. Oleh karena itu kami kesini," ucap seorang murid laki-laki kelas satu.


"Baiklah, tapi jangan menggangu. Kelas satu S sedang melakukan penilaian yang ke pertama kalinya," teriak Mal.


"EHHH?," semua orang selain dari kelas satu S terkejut mendengar itu, karena kelas lain setiap minggunya selalu mengadakan penilaian kemampuan.


"Benar, kami baru pertama kali. Guru bilang, dia hanya akan melakukan penilaian kemampuan sebanyak dua kali saja," ucap salah satu murid perempuan kelas satu S.


"Kenapa begitu Guru Note?," tanya wali kelas dari kelas dua C, dia bernama Guru Tufo.


"Karena melakukan setiap Minggu itu tidak Efisien, melelahkan murid, dan yang paling penting itu sangat merepotkan untuk dilakukan setiap Minggu," ucap Mal, padahal sistem pengajaran yang dia berikan kepada murid-muridnya adalah sistem pengajaran yang berlaku direal wolrd.


"Benar Guru," ucap murid kelas dua C, pada wali kelas mereka.


"Ssstt... Berisik jika kalian tidak ingin diusir dari sini," ucap Mal.


***


Setelah memisahkan murid-muridnya sesuai job mereka, Mal meminta Job yang tidak dites untuk yaitu Job Swordman berlari mengelilingi lapangan akademi sebanyak satu putaran.


Ada 21 murid di kelas satu tingkat S, 10 Murid dengan Job Swordman, 6 murid dengan Job Archer, dan 5 murid dengan Job Mage.


"Yang pertama adalah penilaian Akurasi, untuk yang mempunyai Job Archer kalian bersiap lah," ucap Mal, dia melakukan penilaian untuk Job Archer seperti latihan yang diberikan untuk seorang sniper di Realworld.


Seperti menembak benda yang bergerak cepat, dan bagaimanapun juga mereka harus bisa mengenainya.


Kelimanya berhasil dengan satu kali percobaan.


"Boleh juga kalian," ucap Mal memuji ke-lima muridnya yang mempunyai Job Archer.


"Hehe," kelima murid tertawa seakan-akan berkata kalo ujian yang diberikan oleh Mal sama sekali tidak ada apa-apanya.


"Selain memiliki akurasi yang bagus, seorang Archer juga harus selalu siap untuk menembak musuh dengan panah," ucap Mal, dia mengerluarkan banyak piring putih dari cincin penyimpanan nya.


"Selanjutnya penilaian Kecepatan dan akurasi. Ditangan guru, ada 25 piring tugas kalian adalah mengenai piring ini dengan anak panah," tanpa ada aba-aba terlebih dahulu, Mal langsung melemparkan 25 piring dengan sekali lempar ke atas.


Dari lima murid yang mempunyai Job Archer, hanya ada satu orang yang mengenai 3 piring. Sisanya mereka tak punya kesempatan untuk menembak, karena ketika mereka akqn mendidik. Piring-piring nya sudah mengenai tanah, dan hancur berkeping-keping.


"Benar," ucap ketiga murid Job Archer yang tadi juga tidak menembakan satu panah pun.


"Carla, coba ulang perkataan guru yang membuat mu bisa mengenai 3 piring," ucap Mal kepada murid perempuan nya yang memiliki rambut perak panjang.


"Selain memiliki akurasi yang bagus, seorang Archer juga harus selalu siap untuk menembak musuh dengan panah," jawab Carla.


"Bagus, Selanjutnya penilaian yang terakhir. Insting & Akurasi dan kecepatan," ucap Mal.


Yang terakhir ini adalah yang paling sulit untuk dilakukan oleh murid kelas satu, karena mereka disuruh untuk mengenai target yang sudah di tentukan dengan mata yang tertutup sekaligus harus sambil berlari.


"Bagus, walaupun kalian tidak bisa mengenainya tapi kalian sudah mempunyai insting yang bagus. Terus asah insting kalian supaya bisa menjadi seorang Archer yang hebat," ucap Mal.


"Baik, Guru," ucap kelima murid Job Archer.


Sekarang giliran Job Mage yang dinilai, penilaian Job Mage sangat cepat karena Mal hanya menilai dampak sihir mereka, serta seberapa cepat rapalan mereka.


"Ternyata kalian sudah bisa menguasai cara merapal mantra guru berikan," ucap Mal.


"King Ancient Dragon maksudnya," batin Mal, dia tidak mau mengatakan kalo semua latihan untuk meningkatkan kualitas muridnya diberikan oleh King Ancient Dragon.


"Tentu, kami sering berlatih bersama-sama," ucap Yukiho.


 


"Sekarang Job Swordman," ketika dia berbalik kepada murid-muridnya yang memiliki Job Swordman mereka semua ternyata terbaring lemas di rumput lapangan akademi.


"Lihat disana sudah ada 10 Batang pohon yang berdiri, tugas kalian adalah menebas kayu tersebut dengan pedang kalian. Semakin cepat, semakin tinggi nilai yang didapatkan," ucap Mal.


10 murid yang memiliki Job Swordman, walaupun kelelahan karena baru saja berhenti setelah berlari mengelilingi lapangan akademi. Langsung kembali berdiri dan kembali berlari menuju 10 batang pohon.


Tak ada satupun yang bisa menebas batang pohon, selain sudah kelelahan karena berlari, batang kayu tersebut juga sedikit membeku karena telah ditusuk-tusuk oleh jarum Es.


"Bagus, kalian punya stamina yang banyak, dan cara menebas kalian juga sudah benar tidak seperti waktu itu," ucap Mal, dia memberikan waktu istirahat selama 20 menit pada seluruh muridnya sebelum melanjutkan ke ujian yang terakhir.


Guru Goto, sangat kagum dengan perkembangan murid kelas S. Walaupun mereka memang berbakat, tapi perkembangan mereka sangat cepat tidak perkembangan murid kelas lainnya. Dia meminta banyak saran pelatihan yang sebaiknya dia lakukan untuk murid-muridnya kepada.


"Boleh, nanti kuberikan daftar latihannya. Dengan syarat kau jangan memberitahukan ini pada Guru yang lain," ucap Mal, mungkin kalo bukan Selain guru Tofu dia sama sekali tidak akan pernah memberikan cara-cara meningkatkan kemampuan dengan cepat yang diberikan oleh Ancient Dragon kepadanya.


"Terimakasih Guru Note, tentu," ucap Tofu.


•20 Menit kemudian.


Karena sudah hampir waktunya pulang, ada semakin banyak murid dari kelas lain yang juga ikut menonton. Seperti kelas 3S, 3A, dan murid kelas 2B.


"Guru kami sudah siap," ucap murid-murid kelas 1S secara serentak.


"Kalian bekerja samalah, Dragon keluar," ucap Mal


Butiran cahaya membentuk suatu tubuh seekor naga yang lumayan besar, dan ketika butiran cahaya tersebut menghilang terlihat tubuh Naga asli yang berwarna putih.


"Kalahkan dia," ucap Mal dengan nada tegas.