
H-6 before marriage
Semalaman Ara berpikir keras, mencari cara agar bisa membatalkan perjodohannya dengan Indra. Dan tercetuslah sebuah ide konyol Ara untuk berunding dengan Indra, menanyakan apakah Indra sudah punya pacar atau belum "Hari ini aku harus nanya ke ka Indra, dia punya pacar apa ngga. Kan kalo dia punya pacar ada alesan buat ngebatalin pernikahan ini". Wajah ara bahagia sekali nampaknya karena punya ide bagus. Ara jadi terkekeh sendiri dikamarnya.
Selesai bersiap ara membawa langkahnya menuruni anak tangga menuju lantai bawah. Seperti biasanya, karena ini bukan hari libur jadi jam 07.30 sarapan sudah tersedia di meja makan. Semua anggota rumah sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan. Arapun segera menarik kursinya disamping Tania kemudian mengambil nasi dan beberapa lauk ke piringnya.
Ara masih belum lepas dari pikirannya tentang ide yang baru saja ia temukan. Wajahnya sumringah dan terus saja menampakkan senyum, membuat Tania dan Hansa keheranan melihatnya. Sampai akhirnya Tania bertanya."Kamu kenapa ra menang lotre?. Kayaknya seneng banget gitu".
Senyum Ara malah semakin melebar menunjukkn deretan giginya yang rapih dan putih.
"Ngga papa mah, Ara lagi seneng aja".
Ara senang karena dibenaknya rencana yang ia pikirkan semalam pasti berhasil. Ara hanya tinggal meminta Indra untuk menikah dengan kekasihnya maka semuanya beres. Pikir Ara, ngga mungkin kan gue dinikahin sama orang yang udah beristri pikirnya.
"Tumben happy banget. Emang ada apa? ". Tanya Tania lagi, masih belum puas dengan kelakuan putrinya yang tidak seperti biasa. Padahal sejak malam itu, Ara terlihat lebih diam dari sebelumnya, tapi sekarang kembali lagi ke mode normal. Bahkan sampai makanan habis pun Ara masih mengulum senyum dibibirnya.
"Ngga papa mah. Yaudah yah Ara berangkat dulu takut telat." Mencium tangan Tania dan Hansa kemudian berlalu meninggalkan rumah dengan mobil berwarna kuning cerah kesayangannya.
Sedangkan di meja makan Tania dan Hansa saling bertukar pandang menyaksikan keanehan putrinya, seperti sedang saling bertanya 'Ara kenapa?' tapi tidak mengeluarkan suara.
***
Sampai diambang pintu rumah Indra, Ara ragu-ragu untuk menekan bel, berkali-kali ia bolak balik diluar rumah. Sampai akhirnya Ara memberanikan diri. ning nong, ning nong. Terdengar beberapa kali bel dipencet.
Cklek. Akhirnya pintu terbuka. Ara merapihkan pakaian dan rambutnya dengan cepat, menghela nafas dan memasang senyum sejuta ceria. Ternyata Sahila ibunya Indra yang keluar.
"Selamat pagi tante" Mengulurkan tangan dan mencium tangan sahila.
"Eh Tiara. Pagi sayang. ayo masuk". Ajak Sahila.
"Iya tante". Keduanya pun masuk dan duduk disofa ruang tamu.
"Tumben pagi-pagi kesini ada apa? mau ketemu Indra?". Sahila bertanya dengan tatapan menggoda.
Aku tau apa yang tante pikirin. Gumam ara.
Dengan senyum terpaksa ara mengiyakan pertanyaaan sahila.
"Hehe iya tante. Kak Indranya ada?". Tanya Ara.
"Ada. Sebentar ya tante panggilin dulu. Oh iya Tiara mau minum apa? Udah sarapan belum? ". Sahila sudah berdiri dan hendak melangkahkan kakinya ke kamar Indra.
"Sudah ko tante. Ngga usah repot-repot Ara cuma sebentar ko". Jawab Ara masih dengan senyum.
"Yasudah sebentar ya tante panggilin Indranya dulu". Tutur Sahila yang hanya dibalas dengan anggukan kepala Ara.
Dilantai atas "Indra" Suara Sahila memanggil dari balik pintu.
"Iya bun" Jawabnya cepat sambil merapihkan pakaiannya didepan cermin.
"Ada Tiara tuh dibawah, katanya mau ketemu kamu. Temuin dulu sana".
"Oh, suruh tunggu bentar lagi". Ucap Indra dengan santainya.
Didalam kamar Indra hampir selesai dengan urusannya. Hanya tinggal memakai dasi dan jas serta merapihkan rambutnya. Tapi tidak rambutnya sengaja dibuat sedikit berantakan namun malah menambah kesan cool diwajah tampannya.
"Ini tante buatin susu buat Tiara. Sebentar lagi Indra turun". Ujar Sahila.
"Makasih tante". Ucap Ara sopan sambil meneguk susu dihadapannya.
Tak berapa lama Indra turun dari kamar dengan pakaian rapi, dipadukan dengan wajah tampannya membuat Indra semakin sempurna. Ara tertegun melihat ketampanan calon suaminya itu. Meski tidak mencintai Indra tapi Ara sadar kalau Indra memang sangat tampan. Kemudian Indra duduk di sofa depan Ara. menyilangkan kakinya dan menyandarkan punggungnya ke sofa. Tanpa sadar ternyata ara masih belum mengedipkan matanya dari tadi, masih asik memandangi Indra seolah dia adalah tontonan.
"Tante tinggal dulu ya, kalian ngobrol aja. Anggap aja rumah sendiri ya sayang". Sahila berlalu sambil menepuk pundak Ara dari belakang. Sontak saja tepukan Sahila membuat Ara terperanjat kaget dan sadar dari lamunanya. Membuat Indra dan Sahila terkekeh kecil.
"Eh iya tante, maaf Ara ngelamun". Wajahnya langsung terasa panas dan memerah karena malu terciduk memandangi Indra sampai tidak berkedip. Sahila hanya membalasnya dengan senyuman.
Sekarang tinggal mereka berdua di ruang tamu, ke canggungan tidak bisa dielakkan dari keduanya. Untuk beberapa saat mereka hanya saling diam tidak berkata apapun, Indra malah sibuk dengan ponsel ditangannya. Arapun tidak kunjung mengutarakan maksud dan tujuannya menemui Indra.
Akhirnya Indra yang memulai pembicaraan. "Jadi ada apa kesini? Mau duduk disini lagi" Menepuk pahanya sendiri.
"Bukan. Ish kenapa lagi ngebahas itu". Wajah Ara langsung berubah tidak suka.
"Terus? ". Tambah Indra.
"Aku kesini cuma mau tanya apa kita ngga bisa ngebatalin perjodohan ini? ". Tanya Ara dengan keraguan.
"Ngga bisa". Jawab Indra singkat.
Ara bertanya dengan tatapan heran sekaligus kesal "loh kenapa? ka Indra pasti punya pacar kan?".
"Punya". Jawab Indra dengan tetap memasang wajah santainya.
"Nah". Wajah Ara langsung berbinar seketika mendengar jawaban Indra.
Ternyata dugaanku benar, si Indra ini pasti punya pacar. Gumam Ara dalam hati. "Bagus itu, kaka nikah aja sama pacar ka Indra sebelum hari pernikahan kita, nanti kan aku ada alesan buat ngebatalin pernikahan ini. Aku bisa bebas lagi terus ka Indra bisa hidup bahagia deh sama istri ka Indra nanti. ck" Ara menjentikan jarinya di depan Indra dengan senyum penuh kemenangan. "Gimana bagus ngga ide aku?".
Indra malah geleng-geleng kepala dengan kata-kata konyol yang keluar dari mulut Tiara. "Kamu pikir segampang itu? Memangnya kamu bisa mastiin kalo orangtuaku akan menerima kekasihku? Kamu pikir orangtua kita akan membatalkan pernikahan kita kalau tau aku sudah menikah? ". Tanya Indra dengan tatapan lekat pada Ara.
Arapun tak mau kalah, ia memajukan wajahnya sampai hanya berjarak dua jengkal dari wajah Indra dengan tatapan lekat. "Tentu saja".
Indra menoyor dahi Ara dengan telunjuknya sampai Ara berada di posisi semula. "Kalau kamu mau ngebatalin pernikahan ini, kamu bicara sendiri sama orangtua kamu. Sebenarnya aku bisa aja nikah sama kekasihku, tapi orangtuaku tidak merestui kami, karena kamu ngga tau wajar kamu berasumsi kalau orangtuaku bakalan nerima pacarku. Karena aku bukan tipe orang yang suka ngelawan sama orangtua, jadi aku lebih memilih akan mengakhiri hubungan kami. aku sudah pacaran dengan Hana selama 7 tahun dan selama itu juga orangtuaku tak merestui kami. Jadi menurutku apalagi yang perlu dipertahankan".
Ara berpikir jelas saja kalau dia bicara pada orangtuanya itu tidak akan berhasil. Dan jalan satu-satunyapun sekarang malah jadi seperti ini.
"Sekarang aku tanya, apa kamu punya pacar?". Tanya Indra mencoba mencari tau mungkin alasan Tiara ingin membatalkan perjodohan ini karena Tiara punya pacar.
"Ng-ngga, aku ngga punya pacar cuma belum siap aja kalo harus menikah". Jawab Ara dengan gugup. Tadi dirinya begitu antusias tapi sekarang malah jadi kikuk begini. Ara tidak pernah berpikir bahwa Indra akan berkata demikian padanya, Ara hanya berpikir bahwa Indra akan menyetujui usulannya, ternyata tidak.
"Kamu bisa mengenalku lebih jauh setelah menikah, tenang saja aku bukan psycopath, aku tidak akan menyakitimu". Jelas Indra.
Ara menatap jam ditangannya 30 menit lagi dia akan terlambat "Kalo gitu aku pamit dulu, sudah hampir telat, salam buat om sama tante". Tanpa menunggu jawaban dari Indra, Tiara langsung ngibrit keluar rumah, kakinya sampai keseleo. Indra yang melihatnya lantas berdiri hendak menghampiri Ara, tapi perempuan itu sudah lebih dulu bangun dan berjalan terpincang-pincang menuju mobilnya.
**
Jangan lupa tap love:)