
Tiara Kinanti, seorang gadis cantik yang mandiri sejak masih berstatus pelajar. Dia memiliki butik sendiri dari hasil berjualan online sejak masih kelas 1 SMP, meski memang sebagian dibantu oleh papanya.
Pembeli yang masuk ke butik Ara bermacam macam, mulai dari kelas bawah sampai kelas atas juga lumayan banyak.
Butik yang sudah berdiri sejak 3 tahun itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Ara sendiri. Apapun yang ia mau selalu ia dapatkan. Kecuali soal asmara.
Kejadian empat tahun lalu membuat Ara enggan untuk mengenal kehidupan percintaan. Baginya tidak ada yang lebih penting selain keluarga saat ini.
Meski Ara masih berstatus mahasiswa, tapi bisa menyeimbangkan antara pelajaran dan pekerjaan. Ada 4 orang karyawannya yang akan menjaga butik selama ia di kampus.
Sekarang sedang musim penghujan, tapi udara pagi ini cukup bersahabat. Tidak panas tapi tidak hujan, awan hitam masih terbendung dilangit. Membuat udara teduh.
Seperti biasa, Ara berangkat ke butik hari ini, hari sabtu. Karena tidak ada jadwal mk apapun dihari sabtu. Dari lantai atas Ara mengayunkan langkahnya menuruni anak tangga menuju ruang makan.
"pagi mah pah". Menghampiri kedua orangtuanya yang sedang duduk di meja makan sambil menciumi pipi mereka bergantian.
"pagi sayang" sapa Tania sambil mengusap lembut kepala Ara.
Ara langsung menarik kursi dan duduk dihadapan papanya. Tidak ada yang bicara saat sarapan berlangsung, hanya beberapa dentingan sendok dan garpu yang mengenai piring dihadapan mereka.
***
Selesai dengan sarapannya Ara langsung berangkat menggunakan mobil kesayangannya setelah berpamitan. Sampai di parkiran gedung dua lantai dengan pintu dan dinding depan terbuat dari kaca. Logo besar yang bertuliskan TB (Tiara Boutique) terpampang didepan gedung. Ia, gedung yang menampakkan semua isinya bila dilihat dari depan. Ukurannya tidak terlalu luas jadi terlihat padat dengan pakaian yang terpajang disetiap sudut, namun tetap terlihat rapi dan bersih.
Ara membawa langkahnya memasuki gedung, yang langsung mendapat sambutan hangat dari para karyawannya.
"Selamat pagi mbak ara" sahut para karyawannya berbarengan.
"Selamat pagi" menjawab sambil melemparkan senyum sejuta cerianya seperti biasa.
"Ambil ini, tadi saya mampir membeli makanan untuk kalian" berjalan menghampiri mereka yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Wahh terimakasih mbak Ara, tau aja kalo kami belum makan. hehe".Ana menyahut dengan senyum sumringah. Yang lain pun begitu, mereka mengucapkan terimakasih dan menganggukan kepala.
"Baik mbak" Jawab Ana.
Ana adalah orang kepercayaan Ara. Selama Ara ada dikampus atau ada urusan lain, dia menitipkan butik padanya. Ana sudah lebih dulu bekerja dengan papanya Ara dikantor, sebelum dipindah kerjakan ke butik Ara. Otomatis Ara percaya pada Ana sepenuhnya. Papanya tidak mungkin memberikan karyawan yang tidak terpercaya kepada anaknya.
***
Drrt drrrt. Telpon Ara bergetar.
Dilihatnya. Pesan masuk dari kontak bernama 'Tara'
Tara:
"Ra, maafin aku. Aku bener-bener minta maaf. Please kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku mau ketemu sama kamu. Aku mau jelasin kalo semua itu ngga kayak yang kamu liat. Aku tunggu kamu hari senin jam 14.00 di cafe tempat kita sering makan dulu" memasang emoticon sedih dan memohon.
Dilihat.
Raut wajah Ara tidak berubah. Meski jujur hatinya masih sakit atas kelakuan Tara, tapi Ara tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan jadi Ara selalu bersikap senormal mungkin seolah tidak terjadi apapun.
Mengingat sudah lama kejadian itu berlalu, tapi sakit dihati Ara masih belum sepenuhnya sembuh.
Setelah apa yang kamu lakukan, apa aku bisa percaya lagi sama kamu tar. Gumam Ara.
Kepercayaan ibarat gelas kaca, masih bisa disusun tapi tidak akan sama seperti semula. Begitulah Yang dirasakan ara saat ini. Dia sudah memaafkan tara untuk semuanya, tapi tidak bisa melupakan penghianatannya. Keparcayaan Yang dibangun sejak lama dihancurkan berkeping keping dalam sehari.
Kalau saja tara minta maaf lebih awal mungkin semuanya tidak akan seperti ini. Sekarang untuk minta maaf sudah bisa dibilang kadaluarsa. Makanan saja kalau sudah kadaluarsa tetap dimakan, bukan menyehatkan malah membuat sakit.
***
Hi readers. Maaf kalo ada kesalah atau kata Yang sulit dimengerti. Ini novel pertama author, tolong dimaklum :) Jangan lupa tap favorite juga.