
Dikediaman Banu seorang lelaki paruh baya dengan kacamata terpasang di matanya, sedang duduk diteras rumah membaca koran. Tak lama sebuah mobil sport berwarna hitam keluaran terbaru memasuki garasi rumah. Banu hanya melirik kearah mobil Indra yang baru saja tiba.
Saat Indra hendak melangkahkan kakinya kedalam rumah, langkahnya terpotong oleh ucapan Hansa. "Kenapa kamu masih berhubungan dengan perempuan itu?" kata Banu dengan nada tegas.
Indra melirik ke arah koran yang dipegang oleh Banu, samar-samar terlihat fotonya dengan Hana ada dikoran itu. pantas ayah tau pikirnya..
Akhirnya Indra memutuskan untuk duduk dikursi sebelah Banu dan menghela nafas panjang "aku sudah putus dengan dia, mungkin dia tidak terima jadi membuat rumor yang tidak-tidak" jelas Indra.
"Apa kata pak Hansa dan bu Tania nanti kalau sampai mereka melihat berita ini?" Banu berbicara dengan sedikit marah.
"Ayah tenang aja, besok pagi sudah tidak akan ada lagi berita ini dimana-mana" kata Indra santai. "Yaudah aku masuk dulu. Ayah juga masuk, angin malam ngga bagus buat kesehatan" kata Indra sembari berlalu meninggalkan Banu diteras.
Tak lama Banu pun beranjak dari tempatnya dan meletakkan koran diatas meja diluar.
***
H-4 before marriage
Matahari pagi sudah bangun dari upuk timur, menyinari seisi dunia dengan sinarnya, orang-orang mulai disibukkan dengan aktivitas pagi mereka ada yang berlari santai, ada yang bersepeda, ada yang sedang menikmati sarapannya, dan juga yang masih terlelap.
Indra adalah salah satu golongan orang yang sedang menikmati sarapan, dia dan keluarganya kini tengah berada di meja makan melahap makanan yang tersedia guna menambah energi yang terkuras saat tidur semalam.
"Ndra, kamu sudah fitting baju belum?" tanya Sahila sambil terus menyuap makanannya.
"Udah bun kemaren". kata Indra.
"Syukurlah, apa Tiara suka sama bajunya?". tanya Sahila lagi.
"Dia suka banget ko bun, bunda pasti ketawa kalo liat ekspresinya saat itu". kata Indra dengan dibarengi tawa kecil khasnya.
"Cie yang lagi kasmaran, baru ngebayangin mukanya aja langsung ketawa-ketawa gitu" celetuk Angela di samping Indra.
"Anak kecil fokus belajar aja jangan main cinta-cintaan" kata Indra.
"Siapa yang main cinta-cintaan? aku inget ko aku ngga boleh pacaran sebelum lulus SMA" kata Angela dengan nada kesal dan langsung menggigit ujung rotinya.
"Nah itu tau" jawab Indra santai.
Banu dan Sahila yang menyaksikan kedua anaknya asik saling meledek itu hanya bisa tertawa sambil terus menghabiskan makanannya.
"Angela sudah selesai belum, ayo berangkat" kata Hansa pada Angela yang sedang meneguk susu digelasnya.
"Sudah yah" Angela segera beranjak dari tempat duduknya. "Bun aku berangkat dulu" kata Angela dan menyalami tangan Sahila.
"Eh sama gue ngga?". Tanya Indra dengan sedikit berteriak saat Anggela sudah ada diambang pintu keluar. Sedangkan yang di teriaki hanya balik badan dan menjulurkan lidahnya.
"Sudah sudah, ayo habiskan makanannya" kata Sahila pada Indra yang masih memandangi kepergian Angela.
Sejenak hanya ada keheningan di meja makan, Sahila sudah menghabiskan makanannya begitu juga dengan Indra.
"Hari ini kamu ngga jemput Tiara?". kata Sahila.
"Ngga bun, hari ini aku ada meeting diluar kota, jadi ngga bisa jemput Tiara" jelas Indra.
Pertanyaan Sahila membuat Indra kesusahan untuk menjawab, mengingat kejadian semalam Indra memberikan Tiara dua pilihan, jika hari ini Tiara berkata ya maka besok Indra akan mengajak Tiara mencari cincin, tapi jika Tiara berkata tidak maka terpaksa akan diundur. Dan sampai sekarang belum ada jawaban apapun dari Tiara, apa yang harus Indra katakan pada Sahila.
"Mungkin besok atau lusa, Indra harus tanya Tiara dulu" begitulah kata yang Indra rasa sesuai dengan keadaan sekarang.
"Oh, bunda pikir harus secepatnya, pernikahan kalian kan tinggal beberapa hari lagi" balas Sahila. Dan hanya dibalas anggukan oleh Indra.
***
Saat oranglain sudah ada di tempat tujuannya masing-masing, Tiara baru selasai mandi dan bersiap. masih dirumahnya. Hansa sudah berangkat kerja, dan Tania sedang menonton siaran televisi diruang keluarga. Tiara segera keluar dari kamar menuruni anak tangga satu persatu. Hari ini Tiara menggunakan celana jeans berwarna biru muda yang dipadukan dengan baju warna hitam yang dibalut jaket kulit warna hitam juga. Sedangkan untuk sepatu Tiara memakai heels warna hitam. Rambutnya di ikat sembarang membuat wajah Tiara semakin segar dan cantik natural.
"Udah bangun sayang?" kata Tania saat mendengar langkah kaki berjalan mendekatinya.
"He'em" ucap Tiara sambil mencium pucuk kepala ibunya.
Tiara segera berjalan ke meja makan untuk menyantap sarapannya. Ia hanya memakan roti yang dibalut dengan selai stroberi kesukaannya dan meneguk segelas susu yang sudah disiapkan oleh Tania sesaat sebelum Tiara keluar kamar.
"Mah Ara berangkat dulu ya" kata Tiara pada Tania yang masih fokus menonton siaran kesukaannya "kayaknya Ara pulang telat soalnya abis dari kampus mau langsung ke butik" tambah Ara.
"Iya sayang hati-hati, kalau ada apa-apa kabari yah" imbuh Tania.
"Iya, bye mah" lagi-lagi kata Tiara sambil berjalan menuju pintu,
"bye-bye".
Tak lama terdengar suara mobil Tiara melaju keluar gerbang utama rumahnya. Di mobil Ara terpikir tentang jawaban yang akan dia katakan pada Indra. Ara memencet tombol panggilan yang ada dimobilnya untuk menghubungi Indra. Panggilan terhubung.
"Halo" Sapa Indra diujung earphone yang Ara pakai.
"Halo" jawab Ara.
"Kenapa Ra?" tanya Indra.
"Emmm hari ini ada waktu ngga? Aku mau ngasih jawaban soal semalem". kata Ara.
"Aku lagi diluar kota, mungkin pulangnya malam, kalau begitu pulang dari sini nanti aku kerumah" kata Indra.
"Oh, oke" kata Ara singkat.
"Ada lagi yang mau disampaikan?". Tanya Indra.
"Emh ngga, kalau gitu aku tutup dulu ya, emmm bye bye". Tut. Entah kenapa Ara merasa gugup saat bicara dengan Indra. Kata-kata yang ia keluarkan pun sampai terbata-bata.
Lagi-lagi Ara mengulum senyum di bibir ranumnya saat mengingat kejadian semalam dan kejadian saat anniversary orangtuanya.
Kayaknya gue bener-bener jatuh cinta. Gumam Ara. sambil melajukan mobilnya lebih kencang.
***
Hi readers apa kabar hari ini? semoga baik-baik aja yaa:)