Do You Really Love Me?

Do You Really Love Me?
Bab 63. Mencelakai Keluarga Kami!



Dengan jelas hanya satu malam, tetapi kenapa perubahannya begitu besar?


Ini sepertinya menguatkan dugaanku kemarin!


Ada orang yang sedang membimbing Istri Garry berbicara dan bertindak.


Aku memandangi Istri Garry, lalu bertanya, “Ada banyak orang di perusahaan ini dan rata-rata adalah wanita, bagaimana mungkin tebakan kamu tepat kepada Nesya?”


Ketika Aku bertanya, Istri Garry mulai kelihatan panik, matanya menatap ke lantai lalu berhenti sejenak baru berkata, “Kamu, kelihatan dari wajahmu jika kamu bukan seseorang yang baik! Jika bukan kamu siapa lagi!”


Aku memandangi polisi yang datang bersamanya, antara senyum dan tidak, berkata, “Pak Polisi, orang ini sangat hebat, dalam sekejap saja dapat melihat siapa orang jahat di sini, Anda harus mempertimbangkan untuk mempekerjakannya.”


“Apa maksudmu!” Istri Garry terlihat gelisah, berdiri dan mulai marah, “Kamu adalah orang yang mencelakai suamiku! Suamiku begitu sehat, jika bukan karena ada orang lain yang mencelakai, bagaimana mungkin dia bisa meninggal!?”


Polisi berasumsi, Istri Garry terus memarahiku di sini, merasa ada yang tidak beres.


Membujuk dan berkata, “Dua hal ini berbeda dan tidak ada barang bukti, tidak bisa menggabungkan permasalahan ini.”


Istri Garry ketika mendengar perkataan polisi, langsung menunjuk ke arah polisi dan protes “Kalian para polisi hanya akan membantu orang yang punya uang saja, menindas orang miskin. Benar tidak?”


Ketika dia berteriak, sepasang bayi kembar itu, langsung menangis!


“Saya hanya memilah permasalahan saja.”


Polisi juga merasa pusing.


Masalah bukannya diselesaikan malahan menarikku masuk ke dalam.


Rekan-rekan di sekitarku, dengan tatapan yang tidak bersahabat, semuanya mulai berbisik-bisik.


Ada yang langsung berkata, “Kalau begitu, lebih baik kita memecat Nesya saja.”


“Memecat? Dengan memecat dia apakah nyawa suami saya akan kembali?” Istri Garry langsung memaki orang tersebut, “Yang meninggal bukanlah keluargamu, jelas kamu tidak mengerti perasaan saya!”


Orang tersebut tidak berani berkata apa-apa lagi.


Demi tidak menggangu jam kerja semua orang, Riley langsung mengajak istri Garry ke dalam ruangan.


Tetapi dia malah membuat keributan di sini.


Kejadian ini terus berlangsung selama tiga hari.


Dihari ketiga, Istri Garry datang dan membawa sebuah hasil tes dari rumah sakit, Universe Design memeras semua pekerjanya, suaminya terkena penyakit maag dikarenakan tidak dapat makan tepat waktu.


Kompensasi dari kejadian ini, biasanya hanya empat sampai enam ratus juta saja, paling banyak hanya sejumlah satu milyar.


Dikarenakan permasalahan ini telah melibatkanku, Riley dengan bermaksud baik akan memberikan dua milyar.


Tetapi Istri Garry bukan hanya menolaknya.


Dihari ke lima, tidak tahu istri Garry menggunakan cara apalagi.


Dipagi hari, dia meletakkan jenazah Garry di depan pintu masuk gedung kantor.


Sebelumnya, aku dan Riley telah membelikan kain kafan dan menyewa seorang perias mayat untuk merias jenazah tersebut.


Jenazah ini terbaring di depan pintu, siapapun yang melihat jenazah itu, akan kaget setengah mati!


Aku melihat seklias dari kejauhan, istri Garry melihatku, seperti orang gila yang datang, dengan marah berkata, “Nesya, kamu, kamu yang memperbudak suami saya, mengakibatkan suamiku merasa berhutang kepada perusahaan, kemudian bekerja dengan begitu keras hingga mati.”


Banyak yang melihat keramaian ini, tetapi tidak ada seorang pun yang berani mendekat.


Istri Garry datang menghampiriku, semua orang yang melihat dengan penuh semangat.


“Kejadian ini, termasuk proyek waktu itu, tidak ada hubungannya sama sekali denganku.”


Aku berusaha menjelaskannya.


Tapi dia tidak mau mendengarkan ini, malah menghentikan pembicaraan ini dan marah sekeras mungkin.


Lalu menangis dan meminta tolong semua orang untuk membantunya.


Tidak ada satu pun yang berani maju ke depan, kelakuan istri Garry sekarang seperti orang gila.


Selang berapa lama, polisi datang, membawanya masuk ke lantai atas.


Ingin menyuruhnya membawa kembali jenazah tersebut ke rumah duka dan mengguburkan jenazah.


Tetapi Istri Garry tidak bersedia.


Ingin memasukkan aku ke dalam penjara!


Siapa sebenarnya orang yang di belakang Istrinya Garry, permasalahan ini menjadi semakin jelas


Universe Design hanya menyewa gedung ini, permasalahan ini semakin besar, penyewa gedung ini sudah tidak bersedia menyewakan gedung ini lagi, lalu mencari pengurus kantor ini, jika dalam tiga hari permasalahan ini tidak dapat diselesaikan, Universe Design harus segera pindah dari sini!


Lagi pula seorang mayat ditaruh di depan pintu, siapa pun tidak akan bersedia.


Semua permasalahan ini datang mendadak, tidak sesederhana pengunduran diriku dan aku kemungkinan akan dipenjara gara-gara hal yang begini.


Pada siang hari, aku berpikir untuk turun ke bawah malah melihat putri dari Garry yang menjaga jenazah Garry, lalu memandangi adik kembarnya tersebut.


Takut mereka kelaparan.


Aku memesan makanan, lalu mengambil ketel yang berisi air hangat dan sebuah gelas.


Sebenarnya beberapa hari ini merasa, anak perempuan dari Garry tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


Mungkin aku bisa berbicara padanya agar dia bisa memberikan informasi.


Ketika aku menyerahkan makanan dan minuman kepadanya, dia tidak berkata apapun, langsung memakannya dengan rakus.


Dipertengahan, aku masih menuangkan air lagi kepadanya.


Hampir habis makanan yang dimakannya, dengan suara yang pelan berkata, “Terimakasih.”


“Siapa namamu? Sudah umur berapa.”


Setelah selesai, duduk di sebelahnya, sambil melihat ke arah jenazah Garry.


“Namaku Jennie Chen.” Putri Garry menjawab, melihat aku duduk di sebelah jenazah, dia berkata, “Tante, semua orang takut melihat jenazah, apakah tante tidak takut?”


Aku menggelengkan kepala, berkata kepadanya, aku dan Riley yang mengantarkan jenazah ayahnya ke rumah duka, lalu membelikan kain kafan untuknya.


Ketika Jennie mendengar ini, dia mulai menangis dengan terseduh-seduh, memegang tanganku lalu berkata, “Tante, aku tahu tante orang yang baik, ibuku telah diancam oleh orang yang mirip dengan tante! Tetapi aku sudah membujuknya dan tidak berhasil!”


Perkataan dia, membuatku terkejut!


Aku bertanya padanya maukah dia memceritakan hal ini kepada polisi.


Jennie terlihat bimbang, tetapi mengganggukan kepalanya.


Aku memanggil polisi untuk turun.


Tetapi, polisi dan istri Garry turun bersama, di depan istri Garry, bagaimanpun aku membujuk Jennie untuk menceritakan ulang hal tersebut, anak itu hanya menundukkan kepala, hanya menggelengkan kepalanya.


Sepatah katapun tidak keluar dari mulutnya, seperti orang bisu.


Istri Garry seperti menyadari sesuatu, mulai mendorongku, “Kamu wanita yang licik, kamu ingin memaksa putriku menjadi saksi! Suamiku telah meninggal, kamu masih ingin menggunakan putriku. Apakah kamu ingin membunuh seluruh keluargaku? !”


Aku menggelengkan kepala, mulai menjelaskan, tetapi tidak ada yang percaya padaku.


Pada saat itu aku sangat putus asa, aku hanya takut karena permasalahan diri sendiri, menyusahkan Riley.


Ditengah keputusasaan ini, ponselku berdering.


Aku mengangkatnya, walau hanya teknisi komputer, dia dengan tidak senang bertanya padaku kapan harus mengambil laptop, sudah lewat beberapa hari.


Laptop.


Seketika memberikanku harapan yang baru!


Tetap dalam pembicaraan di telepon, “Aku akan pergi sekarang!”


Sambil berlari ke tepi jalan memanggil taksi!


Ketika istri Garry berusaha mengejar, taksi telah melaju dalam kecepatan.


Satu jam berlalu, aku telah sampai di tempat perbaikan komputer.


Aku mulai menyalakan laptop di toko komputer dan segera menemukan serangkaian gambar yang diberikan Bianca kepadaku dan laptop telah kembali seperti semula, waktu juga dipulihkan.


Untuk mencegah komputer rusak kembali, aku segera membeli USB flash drive di toko dan menyalin foto tersebut.


Kemudian memindahkan foto tersebut ke ponsel, lalu mengirimkan kepada Adoria.