
Aku tiba di kantor polisi, baru mengetahui bahwa Adoria menghilang setelah bertemu denganku di sore hari, tim pencarian mencari beberapa jam, barulah pada jam 10 malam di kaki gunung, menemukan dia yang pingsan dan terluka parah.
Menurut dugaan, dia jatuh dari bukit gunung.
Alasan menemukanku karena semalam aku memiliki catatan panggilan dengannya dan pesan terakhir sebelum dia menghilang dikirimkan kepadaku.
Kontennya adalah: [Nesya, aku sudah tiba, kamu di mana ?]
Aku kebingungan dan segera membantah, “Bagaimana aku bisa memiliki catatan panggilan dengannya? Bercanda, aku tidak pernah berhubungan dengannya dan lagi tidak berhubungan selama berbulan-bulan!”
Meskipun aku membantahnya, tapi polisi malah langsung mengambil catatan panggilan Adoria sebulan terakhir ini.
Tampilan di atas menunjukan bahwa aku dan dia setiap beberapa hari akan telepon satu kali.
Dari frekuensi ini polisi mendapatkan, hubunganku dengannya sangat baik.
“Ini palsu!” Aku membantah.
“Ini adalah data panggilan perusahaan telekomunikasi untuk polisi, apakah kamu merasa perusahaan telekomunikasi memalsukan atau polisi yang memalsukan?” Tanya polisi.
Aku termenung.
Setelah merekam pernyataanku, baru saja dikunci oleh polisi, Merrick datang.
Pria itu langsung masuk ke ruang penjaga.
Hari sudah gelap, tidak ada cahaya di ruang penjaga, tapi aku masih bisa merasakan aura kengerian dari pria itu.
“Bukan aku yang melakukannya, aku tidak tahu bagaimana ……”
“Diam,”
Tanpa menunggu aku selesai berbicara, Merrick menyela perkataanku, dia mengulurkan tangan mati-matian meraih kerah pakaianku dan menarikku ke sisinya. “Nesya, aku benar-benar meremehkanmu, kemarin, Adoria bilang dia ingin pergi ke gunung untuk berdoa, aku bertanya dengan siapa dia pergi, katanya, pihak lain ingin dia merahasiakannya! ”
“Bukan! Dia yang menjebakku! Aku sama sekali tidak pernah menghubunginya!” Aku berusaha keras untuk menjelaskannya kepada Merrick.
Cahaya bulan yang dingin masuk melalui celah-celah jendela besi dan menyinari wajah pria itu.
Aku bisa melihat di dalam matanya yang hitam itu penuh dengan kebencian.
Tanganku ada di atas perutku dan aku tidak ada tenaga untuk menjelaskan, “Aku tidak menyentuhnya, pesan dan telepon itu palsu! Aku tidak pernah menghubunginya!”
Menurut pendapatku, hanya bukti dari pesan panggilan telepon tidak dapat membuktikan bahwa aku adalah pelakunya!
Namun, Merrick tidak hanya tidak mendengarkan perkataanku itu malahan menarikku lebih erat lagi, senyum di sudut mulutnya semakin dingin. “Serbuk kulit yang diambil dari kuku Adoria terverifikasi dengan DNA adalah milikmu! Apalagi di sana ada saksi mata, membuktikan bahwa kamu pergi ke gunung!”
Otakku tiba-tiba menjadi kosong.
Tidak heran, tidak heran disaat itu Adoria ingin mencakarku.
“Aku pergi mencari klienku Jamie!”
Kata-kata ini, aku sejak awal sudah memberitahukannya kepada polisi.
“Jamie berkata bahwa hari itu dia sedang syuting di luar dan tidak pernah menyuruhmu untuk pergi ke atas gunung.” Merrick menjawab dengan acuh tak acuh.
Aku menyadari bahwa pada hari itu, aku sama sekali tidak melihat Jamie, aku hanya melihat seseorang yang mengaku dirinya sebagai Asisten Jamie ……
Tiba-tiba aku merasa terjebak dalam rencana yang telah disusun dengan rapi.
Semua bukti itu tidak benar ……
Tiba-tiba aku merasa konyol, aku tidak mengerti sudah melakukan kesalahan apa?
Aku hanya mencintai Merrick, tetapi pada akhirnya, harus masuk penjara!
Merrick berpikir bahwa aku tidak berbicara hanya karena tidak bisa membantah, dengan kejam langsung mendorongku, satu per satu kata yang dingin dilontarkan. “Kuberitahu ya, Nesya, jika terjadi sesuatu kepada Adoria, aku akan membiarkanmu menghabiskan sisa hidup di dalam penjara!”