
“Katakanlah.” Kata Merrick.
“Aku ingin pergi bekerja di Universe Design dan kamu berjanji padaku bahwa kamu tidak akan mencari masalah lagi pada Universe Design.”
Aku ingin melindungi perusahaan Riley.
“Ya, aku berjanji padamu.” Merrick mengangguk.
Aku masih khawatir, “Presiden Merrick, aku harap kamu bisa dipercaya, jangan seperti terakhir kali lagi, jelas setuju, tapi diam-diam terlibat dalam Universe Design.”
Merrick menatapku, wajahnya agak suram. “Hal yang sudah aku janjikan tidak pernah ingkar. Setelah itu, aku tidak pernah cari masalah pada Universe Design.”
“Ada atau pun tidak, Presiden Merrick mengetahuinya dengan jelas di dalam hati.”
Sekarang, aku tidak bisa mempercayai Merrick lagi.
Tapi aku juga terpaksa harus percaya padanya lagi.
Hari berikutnya, aku kembali ke Universe Design.
Riley menyambutku, tetapi yang lain tidak begitu.
Ketika aku keluar dari kantor Riley dan kembali ke mejaku, seekor tikus mati tergeletak di sana.
Darah menodai meja.
Jika sebelumnya, aku akan bersabar, tetapi sekarang aku memutuskan untuk membuat kemajuan dan membantu Riley bukan malah menyusahkannya.
Aku memandangi tikus yang mati, menarik ekor, menahan rasa muak lalu membuangnya ke tempat sampah.
Kemudian aku berkata sambil menepuk tanganku, “Kalian pasti sudah tahu masalah aku pernah dipenjara bukan, apakah masih belum jelas alasannya kenapa aku dipenjara?”
Saat ini, meskipun rekan-rekan kantor di sekitar tidak memperdulikanku..
Tetapi aku tahu bahwa mereka sedang memasangan telingan untuk mendengarkan.
Aku kemudian berkata, “Percobaan Pembunuhan .”
Ketika aku mengucapkan kalimat ini, aku melihat bahwa semua rekanku berhenti kerja sesaat.
Bahkan ada yang minum seteguk kopi.
Seluruh kantor menjadi sangat tenang.
Aku melanjutkan dengan mengatakan, “Tentu saja masih ada alasan lainnya. Sekarang aku sudah bebas dan aku akan rukun dengan semua orang.”
Ketika selesai berkata, aku kemudian duduk.
Hari itu, sangat tenang.
Tidak ada yang terjadi seperti sebelumnya, tetapi semua rekanku ketika melihatku akan menjauh.
Karena masalah terakhir, aku benar-benar menyinggung Angie, tetapi aku yang sekarang sudah mulai bisa berbaur dengan masyarakat, ditambahkan dengan transaksi perusahaan sekarang kebanyakan adalah hunian biasa.
Aku pada dasarnya dapat melakukan pekerjaan tersebut.
Maka aku pun kembali ke posisi desainer.
Aku bertemu beberapa klien di sore hari dan berkomunikasi dengan lancar, aku berhasil mendapatkan dua klien.
Teringat aku akan mengukur ke lokasi konstruksi besok dan membuat denah renderingnya, Malam ini bisa dikatakan adalah waktu luang terakhir, maka aku pun menghubungi Elise dan ingin mengembalikan uang kepadanya secara langsung.
Kebetulan sekali, dia ada di Kota A.
Kita janji akan bertemu sekitar jam setengah tujuh di restoran hot pot dekat perusahaan.
Setelah aku menyelesaikan pekerjaanku dimalam hari, baru keluar dari gedung kantor, aku melihat Merrick berdiri di pintu dan mobilnya berhenti tidak jauh.
Dia melihatku dan bertanya langsung kepadaku, “Sudah pulang, mau makan apa?”
Tindakannya sangatlah santai, seolah-olah kami adalah pasangan suami istri yang saling mencintai.
Dia menungguku pulang kerja dan menemaniku makan malam.
Orang-orang yang satu gedung pulang bekerja berjalan keluar masuk, pandangannya terlihat iri dan cemburu.
Namun, apa yang ada di balik kebaikan ini? Aku sangatlah jelas.
Aku tidak punya berkah untuk menikmati ini.
Aku berdiri dan berkata kepada Merrick, “Presiden Merrick, kamu tidak usah mengkhawatirkanku. Aku telah berjanji bahwa tidak akan melanjutkan masalah ini lagi maka pasti tidak akan mengingkarinya.”
Setelah itu, aku masih tidak lupa menunjukkan senyum sopan.
Merrick menatapku, wajahnya menjadi suram dan suaranya merendah, “Apakah kamu pikir aku menjemputmu untuk makan malam hanya untuk masalah ini?”
“Kalau tidak? Apakah Presiden Merrick rindu padaku?”
“Bagaimana mungkin?”
Bantahan Merrick hampir meledak, seolah-olah dia telah ditebak apa yang sedang dipikirnya.
Jika itu orang lain, aku akan berpikir bahwa dia benar-benar merindukanku.
Hanya dia.
Tidak mungkin.
Aku melihat jam tangan dan sekarang sudah jam 6.10. “Presiden Merrick, aku akan makan dengan Elise, jadi aku pergi dulu.”
Ketika aku selesai dan ingin pergi, tetapi tidak disangka Merrick mengikutiku dan berkata, “Aku akan mengantarmu.”
“Presiden Merrick, tepat di depan, tidak perlu.”
Aku telah berulang kali menolak, sepertinya sudah membuat Merrick marah.
Aku terus berjalan ke depan dan hanya mendengarnya berkata di belakang, “Kalau begitu kamu selamanya jangan membutuhkanku lagi.”
Perkataannya menurutku seperti sedang merajuk.
Namun, aku masih belum menoleh ke belakang, aku tahu bahwa aku tidak membutuhkan suami yang tidak mencintaiku.
“Adik kelas.” Aku berjalan beberapa langkah, Riley mengejarku. “Kemana? Aku akan mengantarmu.”
“Aku pergi makan bersama Elise , jalan kaki saja sudah sampai.”
Dengan ucapan yang sama, aku juga memberi tahu Riley.
Riley tampaknya tidak keberatan sama sekali. Dia tersenyum ringan, “Benarkah? Aku kebetulan juga ingin pergi ke arah sana dan membeli segelas kopi, mari kita pergi bersama.”
Aku tentu tahu bahwa dia berbohong untuk menemaniku, tetapi aku tidak dapat menemukan alasan penolakan.
Aku sedikit menoleh dan melihat sisi jalan. Mobil Merrick masih berhenti di sana.
Dia seharusnya melihatnya?
Hatinya sedikit panik, seperti tertangkap karena membuat suatu kesalahan.
Setelah dua langkah lagi, aku berhenti dan menunjuk ke mobil di sana, aku mengatakan yang sebenarnya kepada Riley, sehingga dia tidak perlu mengantarku secara khusus dan menemani aku sampai sejauh ini.
Meskipun Riley tidak keberatan, aku bersikeras, “Aku akan pergi sendiri.”
Setelah beberapa alasan, dia baru kembali.
Baru saja dia pergi, aku melihat mobil Merrick juga pergi meninggalkan tempat itu.
Aku mengembalikan uang itu kepada Elise ketika aku sedang makan.
Setelah dia menerimanya, dia bertanya kepadaku sambil makan, “Apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu mau melepaskan Adoria dengan begitu saja?”
“Aku harus memikirkannya lagi.”
Aku tidak mungkin melepaskan Adoria dengan begitu saja.
Namun, aku juga takut akan Merrick, takut kalau dia marah dan serius melakukan suatu hal kepada panti asuhan.
Setelah hari itu, mungkin Merrick terluka harga dirinya olehku, aku tidak melihatnya selama dua bulan berturut-turut.
Cuaca menjadi dingin, karena kejahatan yang aku terima di penjara, kesehatan aku buruk, sangat takut dingin, bahkan jika aku memakai banyak pun tangan dan kakiku masih dingin.
Minggu, hari libur yang dinanti-nantikan.
Aku tidak ingin keluar dan membungkus diri dengan selimutdi rumah untuk menonton TV.
“Putra perusahaan Atlas Group baru-baru ini mengadakan konferensi pers dengan Doria Studio yang baru bergabung dengannya, dalam konferensi pers ini, Doria Studio akan memamerkan desain baru musim semi ……”
Aku mendengar kata-kata Atlas Group, membuatku menarik kembali jari yang awalnya berencana mengganti saluran TV.
Kemudian, Adoria muncul di berita.
Dia mengenakan gaun putih berdiri di atas panggung, dia mulai berbicara tentang filosofi desain dan elemen.
Ia menekankan sekali lagi bahwa ini adalah desain pertama yang diselesaikan oleh dirinya sendiri.
Para wartawan di bawahnya memuji bakatnya berulang kali.
Ketika aku melihat desain itu, hatiku terkejut!
Aku melihat desain ini untuk pertama kalinya, tetapi terasa sangat akrab.
Aku pasti pernah melihatnya di mana!