Do You Really Love Me?

Do You Really Love Me?
Bab 23. Apa Yang Tertulis Di Atas Perjanjian Pernikahan?



Setelah menyelesaikan semuanya, Riley mematikan komputer dan berkata kepadaku, “Ayo, antar kamu pulang.”


Aku dengan cepat menolak, “Tidak perlu, sudah semalam ini, kamu juga cepat pulang untuk beristirahat.”


Soalnya sekarang juga sudah mau jam 12.


Riley mengerutkan keningnya, “Kenapa? Baru selesai memanfaatkanku, ini sudah mau membuangnya?”


Dikatakan begini, aku sedikit malu, hanya bisa mengiyakan.


Setelah aku turun, dia menunjuk sebuah mobil sport biru dan sebuah sepeda, bertanya, “Mau naik yang mana.”


Aku menunjuk sepeda.


Riley tersenyum, “Aku tahu kamu pasti pilih ini.”


Setelah itu pun pergi mengendarai sepeda.


Aku duduk di belakang, walau dia mengatakan jika merasa cepat boleh pegang pinggangnya, tetapi aku menolaknya.


Sewaktu kuliah, Riley adalah pria idaman banyak wanita, tempat duduk belakang sepedanya, ada berapa banyak orang yang menginginkannya.


Malam di akhir musim panas, angin sejuk, aku duduk di tempat duduk belakang sepeda, melihat pemandangan di pinggiran jalan.


Seketika seperti kembali ke masa kuliah.


Sesampai di depan gedung rumah Elise, dia melihat gedung yang tua, bertanya, “Kamu tinggal di sini?”


“Ya…… Sudah pindah keluar dari rumah, tinggal sama teman.” Aku sedikit menjelaskan.


Riley mendengar dan mengangguk kepalanya.


Tidak banyak bertanya.


Tunggu dia pergi, aku baru sadar, Riley kenapa ada di kantor kami? Dia baru pindah ke sini?


Aku sambil berpikir, sambil berjalan menuju bangunan, baru mau masuk bangunan, lengangku ditarik sebuah tangan besar dan seluruh tubuh dipojokkan ke dinding!


Seketika mendengar suara, “Nesya, apakah kamu lupa, diatas perjanjian pernikahan kita tertulis apa?”


Lorong tidak terdapat lampu, tetapi aku juga bisa mengenali ini suara Merrick.


“Tentu saja ingat.”


Walau aku tidak tahu Merrick kenapa ada di sini, tetapi aku tidak berbuat salah.


Membuatku seperti ikut mabuk.


Aku mengangkat kepala, menatap mata pria, “Merrick, pernikahan ini dari awal sampai sekarang, aku tidak bersalah terhadap diriku dan hatiku, kamu mau percaya atau tidak, terserah!”


Aku selesai berkata, menundukkan kepala, keluar dari celah di bawah tangan pria.


Naik ke atas.


Dari persimpangan, aku sedikit melihat ke arahnya, pria yang di bawah sinar bulan, seketika aku merasa, bayangannya kelihatan seperti sangatlah menyedihkan.


……


Keesokan harinya aku ke kantor, di panggil Leon.


Dia memberitahuku, manager yang baru setelah mengetahui keadaanku, memutuskan untuk menyiapkan sebuah asrama kantor.


“Untukku?” Aku tidak bisa percaya apa yang di dengar telingaku.


Setahuku, asrama kantor hanya untuk atasan kantor, bagaimana mungkin bisa untuk aku yang baru masuk setahun.


“Ya, Direktur Lu yang baru datang memerintahkan.” Leon mengungkapkan, memberikan sebuah kunci dan berkata, “Rumah ini di komplek belakang kantor, jalan kaki tidak sampai 5 menit.”


“Direktur Lu?”


Aku mendengar namanya, langsung kebayang seorang.


Leon masih ada urusan lain, lalu menyuruhnya keluar dulu.


Aku kembali ke tempatku, memikirkan dan merasa Direktur Lu ini pasti Riley.


Siang aku makan di kantin, baru mengambil nasi dan duduk, di luar ada kebisingan, aku pun melihat ke sana, melihat Riley juga baru ambil nasi.


Seperjalanan ada karyawan yang mengundangnya duduk di sampingnya.


Tetapi dia tidak melihatnya, langsung berjalan ke arahku.


----------------


bab selanjutnya


---------