
"Kaili!! Kaili! Apa kau baik-baik saja?". Paman Jiang dan istrinya tampak begitu panik, paman Jiang memegang bahu Naomi dan memeriksa kondisi badan keponakannya.
Naomi memasang wajah terkejut sekaligus bingung. "Hm? Kenapa paman?".
"Apa...Apa si brengsek Lui mendatangi rumahmu tadi malam?".
Naomi semakin terkejut. "Apa maksud paman si brengsek Lui datang ke rumah? Apa yang sebenarnya terjadi?".
Paman Jiang dan para warga pun menyadari bahwa Naomi tidak tau apa-apa, mereka lega, curiga dan heran. Apa Lui Zhen berbohong pada Xia Zhiqing? tapi wajah babak belur dan raut muka penuh kebencian itu tidak seperti orang yang sedang berbohong, terlebih pemuda tersebut mengeluarkan sapu tangan kesayangan Xia Zhiqing, berbagai pertanyaan bergelayut di hati para warga. Namun satu yang pasti, Naomi tidak ada sangkut paut apapun dalam masalah tersebut.
Paman Jiang lalu menceritakan tentang berita yang disampaikan oleh Lui Zhen, Naomi begitu terkejut hingga menutup mulutnya dengan kedua tangan sembari menatap dengan mata tidak percaya pada pamannya.
"Bagaimana mungkin? jadi Xia Zhiqing yang memberitahu Lui Zhen untuk menyelamatkanku di sungai? walaupun aku tidak membutuhkannya? Kena...apa Xia Zhiqing juga yang mendorongku jatuh?". Naomi memundurkan langkahnya, matanya membesar dan memerah ingin menangis seakan baru mengetahui pengkhianatan besar dalam hidupnya.
Paman Jiang menjadi curiga, ibu-ibu juga menjadi heran dan mata mereka berkilat setelah memikirkan sesuatu. "Kaili? Kenapa kau berkesimpulan bahwa Xia Zhiqing yang mendorongmu?"
"Ya, apa ada sesuatu petunjuk yang mengarahkanmu berpikir demikian?".
Ibu-ibu tersebut bertanya seakan seperti detektif yang handal. Naomi diam sesaat hingga air matanya mengalir.
"Jiang Shu mendatangiku dan mengatakan bahwa ada seseorang yang ingin bertemu denganku di sungai, katanya dia ingin memberitahu sesuatu yang penting, jadi aku pergi ke sungai namun di sana tidak ada siapa-siapa sampai seseorang mendorongku dengan kuat hingga aku terjatuh ke sungai".
Ibu-ibu yang tidak suka dengan Xia Zhiqing langsung menyimpulkan bahwa memang gadis itulah pelakunya, namun paman Jiang tidak langsung menghakimi.
"Lebih baik kita panggil Jiang Shu dan bertanya siapa yang menyuruhnya untuk memanggil Kaili".
Para warga mengangguk setuju lalu salah satu dari mereka memanggil Jiang Shu yang berusia 7 tahun.
"Apa ada paman kepala desa Jiang?".
"Jiang Shu, apa kau masih ingat siapa yang menyuruhmu memanggil kak Kaili beberapa waktu yang lalu? Sebelum kak Kaili jatuh ke sungai".
Jiang Shu terkejut dan merasa bersalah, ia menundukkan wajahnya lalu menoleh pada Naomi. "Maaf kak Kaili, gara-gara aku kau jadi jatuh ke sungai?" Ketika mendengar bahwa Naomi jatuh ke sungai, ia begitu ketakutan dan khawatir di saat bersamaan, ia tidak punya keberanian untuk mengatakan bahwa ialah yang memanggil Naomi hingga kakak perempuan itu terjatuh ke sungai.
"Untuk apa meminta maaf? Kau sama sekali tidak bersalah Jiang Shu, kau hanya menempati amanah yang disampaikan untukmu, jadi itu sama sekali bukan salahmu" Naomi menjelaskan dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak kecil sembari mengelus rambut Jiang Shu.
Jiang Shu melihat bahwa Naomi tidak marah atau kecewa padanya, ia pun bernapas lega dan menceritakan siapa yang menyuruhnya memanggil Naomi ke sungai.
"Kak Wang Yuze yang menyuruhku, dia memberiku sebuah permen sebagai imbalan memanggil kak Kaili ke sungai".
Mendengar penjelasan tersebut, semua mata menatap Naomi namun menjadi heran ketika melihat reaksi gadis itu yang juga ikut bingung.
"Wang Yuze? Aku tidak pernah mengobrol dengannya sebelumnya? Kenapa dia ingin membicara denganku di sungai?".
Istri paman Jiang masih curiga. "Kau benar-benar tidak mengenal satu sama lain sebelumnya?".
Naomi menggelengkan kepala. "Tidak bibi, aku tau Wang Yuze karena dia seorang pelajar muda yang dikirim ke desa kita, tapi hanya itu saja".
"Ayo kita tanyakan Wang Yuze?".
Mereka pun pergi beramai-ramai ke rumah perkumpulan pelajar muda dan memanggil Wang Yuze.
"Ada apa bapak kepala desa Jiang?".
"Wang Yuze, apa kau yang menyuruh Jiang Shu untuk memanggil Jiang Kaili?".
Wang Yuze tertegun dan mengangguk.
Mata istri paman Jiang membesar. "Jadi kau yang mendorong keponakan suamiku ke sungai?".
Naomi menyembunyikan senyumnya, kadang pig teammate sangat mematikan.
"Ap-apa maksudmu nyonya Jiang? aku tidak melakukannya". Wang Yuze begitu terkejut oleh tuduhan tersebut dan ketika mengingat sesuatu wajahnya sedikit pucat.
"Jadi siapa lagi yang mendorong Kaili kalau bukan kau? Tidak ada orang lain yang tau tentang pertemuan kalian berdua".
"Aku..aku sama sekali tidak melakukan itu, bagaimana mungkin aku mendorong Jiang Kaili jika kami saja tidak saling menge...".
"Jadi hal penting apa yang ingin kau sampaikan? Aku pergi ke sungai karena Jiang Shu bilang kau ingin mengatakan sesuatu yang penting?" Potong Naomi, ia yakin bahwa Wang Yuze hanya di manipulasi oleh Xia Zhiqing agar tidak ada yang mencurigainya ketika sang pemilik tubuh jatuh ke sungai.
"Aku..aku..." Wang Yuze mengeratkan gigi dengan kuat, tangannya terkepal tajam mengingat gadis yang ia anggap malaikat namun ternyata adalah iblis.
"Aku ingin menyatakan cintaku padamu Kaili?" Tidak ada alasan lain yang dapat Wang Yuze pergunakan selain pernyataan cinta, lebih baik mengorbankan reputasinya daripada terjebak konspirasi yang dipasang oleh Xia Zhiqing.
Xia Zhiqing!! Kenapa kau lakukan itu padaku!!.
Wang Yuze teringat ekspresi Xia Zhiqing ketika ia ketahuan mencuri makanan yang disimpan oleh pemimpin pelajar muda karena tidak lagi memiliki tiket untuk membeli makanan, gadis itu tidak mempermasalahkan dan melaporkannya ke Ling Xiao.
"Tidak apa-apa senior Yuze, kau hanya terpaksa. Semua orang pernah melakukan kesalahan". Itulah yang dikatakan oleh Xia Zhiqing, gadis itu lalu memberikan beberapa tiket untuknya membuat Wang Yuze begitu terharu dan jatuh cinta pada sang gadis berhati malaikat.
Ketika Xia Zhiqing menyuruhnya untuk mengatakan hal itu pada Jiang Shu, Wang Yuze sama sekali tidak curiga dan menjalankan perintah tersebut dengan sukarela namun sekarang... Wang Yuze tersenyum nanar.
Naomi terkejut, ia melihat mata ibu-ibu yang suka bergosip bersinar membuat bibirnya berdenyut speechless. "Kau menyukaiku? tapi kita sama sekali tidak mengenal satu sama lain".
"Aku..aku jatuh cinta padamu Jiang Kaili".
Para warga menatap antisipasi pada Naomi namun Naomi sendiri menggelengkan kepala. "Maaf, aku tidak memiliki perasaan yang sama denganmu. Terlebih setelah apa yang terjadi, jika aku tidak mengatakan ini pada pamanku maka kau sama sekali tidak berniat mengaku duluan bukan? Di mataku, kau tidak ada bedanya dengan orang yang mendorongku ke sungai dari belakang". Naomi menatap kecewa dan pergi setelah pamit pada paman dan para warga.
Ucapan Naomi membuat mata para warga berubah ketika menatap Wang Yuze. "Wang Yuze, gajimu dipotong 10 poin karena tidak bisa bertangung jawab tentang apa yang sudah lakukan. Apa kau keberatan?"
10 poin bukan angka yang besar namun cukup untuk satu hari makan. Wang Yuze mengangguk pasrah dan meminta maaf pada semua warga atas apa yang ia perbuat. Dalam hati cinta yang terpendam berubah menjadi kebencian.
Naomi berjalan pulang dan terkejut melihat Shen Xuan yang duduk di kursi roda tidak jauh dari rumahnya.