
Keesokan harinya, kejadian pemutusan hubungan ibu dan anak oleh Wang Yihua kepada Shen Xuan menyebar ke seluruh desa termasuk pelajar muda, mereka tau bahwa Wang Yihua memutuskan hubungan karena wanita itu memaksa ingin merampas uang 800 yuan dari tangan anak laki-lakinya dan tidak peduli jika anak laki-laki pertamanya tidak memiliki uang untuk melamar Naomi ataupun berobat kakinya yang terluka.
Pasangan Shen tidak suka anak mereka yang sudah menjadi cacat dan tidak bisa berkontrbusi lagi kepada keluarga sehingga memilih untuk mengeluarkan Shen Xuan dari kartu keluarga, ditambah dengan perkataan Naomi tentang pengorbanan prajurit, semua orang desa jadi tidak suka dengan pasangan tersebut.
Berita lainnya juga menyebar bahwa alasan Wang Yihua merampas uang 800 yuan itu karena Shen Jianggou juga akan melamar Xia Zhiqing dengan mahar 800 yuan, berita itu muncul dari pelajar muda yang mendengar Xia Zhiqing berbicara bahwa pacarnya ingin memberikan mahar tinggi untuknya, mereka iri dan cemburu dan menyebar kabar tersebut. Hal itu menambah topik buah bibir baru, mereka membandingkan perlakuan wang Yihua pada Shen Jianggou dan Shen Xuan dan menggelengkan kepala. Perbedaan perlakuan itu membuat mereka penasaran apakah Shen Xuan benar-benar anak dari pasangan Shen.
Jianggou sendiri baru malamnya mengetahui tentang kejadian besar yang dialami oleh keluarganya, walaupun ia terkejut namun dalam hati terdalamnya ia merasa senang orangtuanya memutuskan hubungan Shen Xuan karena sejak kecil orang-orang terus membandingkannya dengan kakak laki-lakinya yang serba bisa menyebabkan ia merasa iri dan dengki pada Shen Xuan.
Karena kejadian itu orang-orang menatap aneh pada keluarga Shen ketika mereka pergi bekerja di ladang.
"Mereka masih bisa bekerja dengan santai".
"Sudah kubilang kalau mereka tidak punya hati".
"Ya, mereka tega mengeluarkan anak dari keluarga hanya karena dia tidak bisa menghasilkan uang lagi".
"Apa kau pikir Shen Jianggou juga berpikir begitu?".
"Aku berpikir begitu, lihat saja. Dia dan Xia Zhiqing bisa tertawa lepas walaupun menggunakan uang pengobatan kakaknya".
Keluarga Shen dan Xia Zhiqing adalah orang yang biasa dicemburui oleh orang-orang, pasangan Shen dicemburui karena memiliki dua anak laki-laki yang tampan dan juga dapat menghasilkan uang, sedangkan Xia Zhiqing dicemburui karena memiliki paras yang cantik sehingga ketika tatapan aneh pada warga membuat mereka tidak nyaman.
Shen Xuan dan Naomi tidak tau dan tidak peduli akan apa yang terjadi pada keluarga Shen dan Xia Zhiqing, keduanya pergi ke kota untuk pengobatan Shen Xuan.
"Perkenalkan ini Lao Ming Hao, dialah yang mengobati kakiku setiap seminggu sekali, kakek Lao Ming, ini tunangan ku Jiang Kaili".
Lao Ming Hao tertegun, ia telah mengenal Shen Xuan sepuluh tahun lamanya walaupun setelah dua tahun laki-laki masuk militer dan jarang berjumpa namun keduanya sesekali menggunakan surat untuk mengabarkan kabar masing-masing sehingga tali pertemanan mereka tidak putus.
Lao Ming sangat ingat pertemuan pertamanya dengan Shen Xuan, anak laki-laki yang baru berumur 12 tahun menjual ginseng padanya, raut wajahnya dingin dan bengis bak binatang buas dan sekarang ia melihat sinar tatapan lembut dari mata Shen Xuan membuatnya sesaat menjadi ragu apakah di hadapannya benar-benar Shen Xuan yang pernah menjual ginseng padanya.
"Senang bertemu dengan anda kakek Lao Ming, saya sudah lama ingin bertemu dengan anda".
"Hm?" Baik Shen Xuan maupun Lao Ming Hao sama-sama tertegun.
"Baru-baru ini saya membaca dan mempelajari pengobatan tradisional dan ketika tau bahwa Shen Xuan mengobati kaki dengan cara pengobatan tradisional dan akupunktur, saya sangat senang dan tidak sabar bertemu dengan anda".
Lao Ming Hao mengelus janggutnya yang memutih sembari mengangguk mengerti.
"Kalau kau mau, aku bisa mengajarimu cara pengobatan tradisional tapi kau harus melewati tes dulu dariku".
"Terimakasih kakek Lao Ming, kau bisa mengetes ku. Aku sudah menghafal cara dasar pengobatan tradisional dan jenis-jenis tanaman herbal serta dasar dari ilmu akupunktur". Naomi menjawab dengan penuh hormat.
Lao Ming Hao menatap dalam pada gadis di hadapannya, walaupun ia senang ada yang menyukai pengobatan tradisional yang tidak begitu terkenal setelah masa perang karena sudah masuk ilmu pengetahuan pengobatan barat akan tetapi bualan gadis ini membuatnya sedikit tidak suka. Bagaimana mungkin orang bisa menghafal tiga buku sekaligus dalam waktu singkat namun ia tetap mencoba mengetes ilmu yang Naomi punya.
Setelah beberapa pertanyaan dan di jawab dengan cepat dan benar oleh Naomi, Lao Ming Hao mulai serius dan bertanya lebih dalam.
"Kakek pikir kau membual ternyata kau benar-benar menghafalnya. Ayo kesini, aku akan memberitahu tentang ilmu pengobatan lebih lanjut dan bagaimana cara melakukan memeriksa denyut nadi dan apa penyakitnya dalam denyut jadi yang berbeda".
Pertemuan yang awalnya bertujuan untuk memeriksa dan mengobati kaki Shen Xuan berubah menjadi acar diskusi antara Lao Ming Hao dan Naomi. Pasien sendiri tidak keberatan dan memandang lembut dan kagum pada Naomi yang memiliki hafalan yang kuat, gadis bertalenta dan cantik ini akan menjadi miliknya tidak lama lagi dan tidak ada seorang pun yang dapat memisahkan mereka.
Tanpa Shen Xuan sadari benih-benih posesif dan obsesi mulai tumbuh di hati dan pikirannya hingga tumbuh menjadi pohon dengan akar yang kuat.
Setelah satu jam lebih Lao Ming Hao dan Naomi berdiskusi dan memperagakan ilmu yang baru saja mereka bahas, barulah Lao Ming Hao memeriksa kondisi kaki Shen Xuan dan melakukan akupunktur serta memberikan obat herbal.
"Kaili, jangan lupa untuk tetap belajar. Ini buku catatan yang kakek buat, di dalamnya berisi tentang ilmu akupunktur dan titik-titik akupunktur di tubuh manusia dan fungsinya. Kau harus menghafalnya dan aku akan mengetes ku di pertemuan berikutnya".
"Baik kek Ming Xu, aku akan belajar dengan keras" Naomi mengambil buku tersebut dan berterimakasih dengan serius.
Lao Ming Hao mengangguk puas lalu menoleh pada Shen Xuan. "Kondisi kakimu sudah membaik. Kau akan bisa berjalan normal dalam waktu dua bulan ke depan. Ini obat yang harus kau minum, ini obat untuk dipakai di kakimu dan ini obat untuk kakimu berendam. Aku sudah mempersiapkannya untuk pemakaian seminggu, kau harus kembali minggu depan".
"Baik Lao Ming".
Shen Xuan dan Naomi berpamitan dan pergi ke supermarket milik negara untuk membeli kain kasa, baju, kasur futon dan alat-alat makan untuk Shen Xuan serta perlengkapan lainnya.
"Kau membeli semua ini untukku?".
"Ya"
Shen Xuan menatap dalam Naomi, ia merasa terharu bahwa gadis di sampingnya begitu perhatian padanya.
"Jangan menolak. Kau membutuhkan ini Shen Xuan, kita akan menikah jadi uangku adalah uangmu juga dan begitu sebaliknya. Setelah kau bisa bekerja dan memiliki uang maka uangmu akan menjadi milikku".
Sikap percaya diri dan menggemaskan itu membuat Shen Xuan ingin memeluk erat Naomi namun waktu dan tempat tidak memperbolehkannya, ia hanya memegang dan mengelus tangan calon istrinya.
"Terimakasih baby".
"Pfftt! Baiklah" Naomi tertawa lucu akan panggilan untuknya.
Selesai belanja dan menyimpan barang ke kereta sapi keduanya pergi ke kantor polisi tempat kolega Shen Xuan bekerja.
"Jiang Kaili?".
Merasa dipanggil, Naomi menoleh dan melihat laki-laki yang menatap tidak yakin namun matanya bersinar ketika ia menoleh.
"Kau benar Jiang Kaili kan? Aku sudah lama menunggumu disini!!".
Shen Xuan segera menarik tangan Naomi dan menatap waspada pada laki-laki berusia hampir kepala tiga itu, terlebih melihat pakaian bagus yang laki-laki itu kenakan.
Siapa laki-laki yang sangat senang bertemu dengan Naomi?!