Devil's Wish

Devil's Wish
1.20 Terlahir kembali di tahun 1980



"Ibu" Shen Jianggou menatap harap pada ibunya, ia berharap bahwa ibunya mau melakukan apa yang ayahnya perintahkan demi dirinya.


Tatapan harap anaknya membuat hati Wang Yihua tergerak, jika sebelumnya ia merasa terhina untuk meminta maaf pada Shen Xuan karena seharusnya Shen Xuan lah yang harus minta maaf padanya sebagai seorang anak. Walaupun ia juga ingin memanfaatkan koneksi dan kehadiran Feng Weimin melalui anak pertamanya namun jika itu harus ditukar dengan permintaan maaf yang tulus darinya maka lebih baik ia mati daripada harus merendah diri di hadapan anak sialan yang selalu membuatnya marah.


Namun sekarang ketika mendengar bahwa masa depan anaknya akan terganggu jika Shen Xuan menggunakan Feng Weimin untuk membalaskan dendam kepadanya maka ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Wang Yihua mengambil napas dalam lalu mengangguk. "Baiklah, ibu akan meminta maaf pada Shen Xuan, kau jangan khawatir Jianggou, aku tidak akan membiarkan masa depanmu hancur oleh anak sialan itu!!".


Shen Daniu menatap tajam istrinya. "Jaga ekspresi mu ketika meminta maaf".


"Aku tau".


Keluarga Shen dan Xia Zhiqing pun pergi ke rumah sementara Shen Xuan. Wang Yihua memerahkan matanya dengan mengucek keras sebelum berlari masuk ke dalam setelah pintu dibuka.


Naomi yang membukakan pintu hampir saja bertabrakan dengan Wang Yihua jika saja ia tidak tangkas menghindar, matanya menatap terkejut melihat ekspresi Wang Yihua yang memandang lembut ke arah Shen Xuan yang duduk di kursi roda.


Mata Shen Xuan mendadak dingin melihat kekasihnya hampir ditabrak oleh ibunya, dengan tubuh besar wanita itu maka Naomi pasti akan terjatuh keras di tanah.


"Xiao Li, apa kau baik-baik saja?". Shen Xuan menatap khawatir.


Naomi tersenyum lembut dan menggeleng pelan. "Aku baik-baik saja, tapi untuk apa mereka kesini?". Ia bertanya dengan berbisik.


Wang Yihua menjadi kesal melihat anaknya tidak peduli dan malah memperhatikan orang lain, ia ingin menghardik Shen Xuan karena sudah terbiasa dengan tindakan tersebut namun tangan ditarik oleh Shen Daniu yang memperhatikan ekspresinya.


"Xuan, ibumu sudah tau bahwa ia salah. Dia sebenarnya menyayangimu, kau tau sendiri bahwa mulutmu pedas tapi hatinya lembut, kemarin itu dia hanya khilaf dan tidak sengaja memutuskan hubungan denganmu. Lupakan itu semua dan pulanglah, kita ini masih tetap keluarga Xuan".


 "Ya nak! ibu kesini untuk meminta maaf atas apa yang ibu lakukan selama ini. Ibu tidak bermaksud untuk melakukan itu semua, ibu hanya teringat kepada ibu mertua ketika melihatmu dan itu membuat ibu tidak nyaman. Kau tau sendiri bukan bahwa ibu mertua tidak merestui pernikahan ibu dengan ayahmu, dia selalu memarahi dan menghinaku serta mengatakan bahwa aku tidak pantas bersanding dengan Shen Daniu. Ibu sangat sakit hati setiap kali mendengar makian itu. Hiks!hiks!".


Wang Yihua menangis tersedu-sedu dan mengatakan setengah benar dan setengah bohong lalu melirik ke arah Shen Xuan melihat reaksi tersebut, ia mengerat giginya ketika melihat bahwa tidak ada perubahan ekspresi apapun di wajah anak pertamanya.


"Ibumu memang salah dengan perkataannya tempo hari. Aku sudah memberinya pelajaran lagipula tidak ada kebencian semalam antara ibu dan anak, bukan begitu Xuan?"


Wang Yihua akhirnya memutuskan untuk berlutut dan memeluk kaki anaknya karena apapun yang ia dan Shen Daniu katakan tidak memiliki efek apapun pada Shen Xuan, namun ia tidak menyangka bahwa Naomi menarik kursi roda dengan cepat sehingga ia tidak dapat meraih lutut anaknya.


Naomi tentu saja tidak akan membiarkan Wang Yihua berlutut dan memeluk kaki kekasihnya, jika kejadian ini sampai terdengar keluar maka orang-orang tidak akan lagi bersimpati pada Shen Xuan dan berbalik menyalahkan laki-laki itu karena membiarkan ibunya berlutut hanya untuk meminta maaf.


"Xuan Xuan. Ibu tau bahwa apa yang ibu lakukan benar-benar salah salah. Ibu sangat menyesal atas itu semua Xuan Xuan. Ibu berjanji akan mengubahnya, pulanglah ke rumah. Ibu merindukanmu makan bersama seperti dulu lagi".


"Kesalahan apa yang ibu lakukan kepadaku?".


Pertanyaan Shen Xuan membuat Wang Yihua tertegun, ia menatap anaknya yang menatapnya sembari tersenyum ironis. Manusia akan ringan dalam meminta maaf atas kesalahan mereka jika itu menguntungkannya namun ketika harus dijabarkan sendiri kesalahan mereka maka lidah mereka akan menjadi kelu.


Karena meminta maaf tidak membuat beban apapun karena perkataan tersebut terdengar ringan namun lainnya hal jika harus dijabarkan dengan detail tentang apa yang membuat mereka meminta maaf.


"Kenapa ibu diam? Apa ibu melupakan semua kesalahan yang telah ibu lakukan kepadaku? Apa ibu mau aku jabarkan satu persatu?".


Xia Zhiqing melihat Wang Yihua yang diam dan merasa jengkel, ia ingin melangkah maju untuk membela calon ibu mertuanya namun melihat tatapan dingin yang kelam milik Shen Xuan, tubuhnya menjadi kaku. Ini pertama kalinya ia melihat seseorang menatap penuh mengerikan, ia merasa bahwa laki-laki itu menatapnya bukan sebagai manusia hidup namun sebagai benda mati dan itu benar-benar membuatnya ketakutan.


"Xuan Xuan, apa kau benar-benar tega tidak memaafkan ibu? Ibu sangat menyesal atas tindakan ibu kepadamu. Ibu mohon maafkan lah ibu Xuan". Wang Yihua berusaha menangis lebih keras dan dalam agar Shen Xuan merasa iba dan mau memaafkannya.


"Sepertinya ibu lupa. Biar aku ingatkan kembali, ketika aku berumur 14 tahun kau ibu menyuruhku untuk berhenti sekolah dan bekerja di ladang padahal aku tidak menggunakan uang sepersen pun darimu. Setelah aku pulang dari berladang, aku yang sangat lelah dan lapar tapi kau tidak memberiku makan dan mengatakan bahwa makanan sudah habis, lauk pauk kau sembunyikan di lemari yang telah kau kunci, aku begitu lapar sampai pergi ke hutan walaupun tau bahwa di sana sangat bahaya. Beruntung bahwa aku mendapatkan kelinci tapi setelah aku pulang kau malah mengambil kelinci itu dariku dan mengatakan..."


Shen Xuan mengingat kembali apa yang Wang Yihua katakan secara detil. "Ya. Kau bilang bahwa aku tidak pantas makan daging. Kalian makan daging kelinci yang aku tangkap keesokan harinya tanpa memberiku sedikitpun".


Shen Xuan tersenyum nanar. "Ketika aku pulang tidak membawa pulang buruan dan terluka. Kau tidak bertanya apakah aku baik-baik saja tapi malah menuduhku memakan buruan itu di hutan karena tidak ingin membagikannya kepadamu dan Jianggou. Tidak hanya menuduh tapi kau juga memukulku dengan kayu tanpa ampun sampai aku pingsan, itu terjadi berkali-kali selama dua tahun dan kau tau ibu..."


Shen Xuan menatap Wang Yihua yang menatap tidak percaya. Ia tersenyum semakin lebar. "Karena itulah aku memilih bergabung ke militer karena setidaknya jika aku mati aku akan dikenang karena jasa yang aku lakukan. Tapi jika aku mati di tanganmu maka tidak akan ada yang mengenang ku sedikitpun".


Shen Xuan menoleh pada ayahnya. "Jangan bilang bahwa kau peduli padaku. Kau hanya berdiri diam dan menonton setiap kali aku dipukul. Kau bahkan tidak berani memberikan obat atas luka di badanku atau membawaku ke rumah sakit, kau hanya diam ayah. diam tidak melakukan apapun".


Hati Naomi berdenyut sakit mendengar semua penderitaan kekasihnya, tidak sepertinya yang baru muncul di tubuh Jiang Kaili, Shen Xuan merasakan semua penderitaan itu dari awal sampai akhir dan yang lebih menyedihkan adalah orang yang membuatnya sangat sakit adalah keluarganya sendiri. Naomi meremas pelan kedua bahu Shen Xuan mencoba menghibur dan mengatakan bahwa sekarang ada ia yang akan menjaga dan melindungi laki-laki itu.


Shen Xuan merasakan perasaan Naomi, ia menoleh dan tersenyum lembut pada kekasihnya seakan berkata bahwa sekarang ia baik-baik saja sebelum kembali menatap pada ibunya dengan ekspresi datar. 


"Ibu, apa kau ingat ketika aku pergi ke militer, anak orang lain banyak membawa barang, makanan dan perlengkapan tapi aku hanya membawa beberapa baju yang sudah sempit karena kau tidak pernah menjahit ku baju sekalipun. dan haha, setelah aku pulang 8 tahun kemudian hanya karena aku terluka kau malah menghinaku dan mengatakan bahwa aku anak cacat yang menjadi beban keluarga. Kau tidak pernah sekalipun menanyakan kenapa aku sampai terluka walaupun kita tidak bertemu selama 8 tahun lamanya".


Shen Xuan memajukan badannya menatap tersenyum kepada Wang Yihua, senyuman itu membuat wanita itu bergidik ngeri walaupun senyuman tersebut begitu lembut.


"Kenapa kau berpikir bahwa selama kau meminta maaf, aku akan memaafkan ku dan melupakan semua luka yang telah kau gores di hati dan badanku?"


Senyuman Shen Xuan mendadak menghilang.