
Baik para warga dan man Shen Xuan, semua mengucapkan selamat kepadanya dengan tulus. Setelah acara ritual selesai, pihak perempuan menuntun Naomi yang wajahnya masih tertutup kain merah ke kamar pengantin untuk menunggu suaminya untuk membuka hijab miliknya.
"Kaili, aku melihat satu kotak yang dibawakan oleh Shen Xuan. Apa kau tau isinya?" Seorang gadis yang bernama Jiang Yuyu bertanya penasaran.
Naomi berpikir sesaat. "Sepertinya itu mahar dari Xuan janjikan". Ia memutuskan untuk memberitahu mereka agar tidak ada orang yang berani membuka kotak tersebut karena rasa penasaran.
"Apa?! Tapi bukannya Shen Xuan tidak punya uang?". Tanya Yuyu dengan nada tajam, ia salah satu orang yang iri kepada Naomi serta senang ketika mendengar bahwa gadis itu tidak menerima mahar.
Beberapa gadis dan seorang wanita yang sudah menikah menyerngit mendengar nada tajam itu namun mereka juga penasaran darimana datangnya uang mahar Shen Xuan, secara uang tersebut sudah diserahkan kepada Wang Yihua.
"Walaupun Xuan tidak lagi aktif di militer tapi status dan pangkatnya masih ada, setelah dia mengajukan pensiun ia mendapatkan dana pensiun dini".
Para gadis itu mengangguk mengerti, hanya Jiang Yuyu mengernyit tidak puas akan jawaban Naomi. "Berapa uang pensiun yang diterima Shen Xuan? Apa kau tau?".
"Sekitar 2000 yuan lebih".
Mereka terkesiap mendengar nominal yang sangat banyak itu, mereka hanya gadis dan wanita kampung yang tidak pernah melihat uang banyak lebih dari 1000 yuan sehingga mereka sangat iri ketika mendengar bahwa mahar Naomi dan Xia Zhiqing adalah 800 yuan, hampir 4-5 kali lipat lebih besar dari yang biasa mereka lihat ketika seorang laki-laki melamar seorang gadis.
Jiang Yuyu sangat cemburu dengan Naomi karena mendapatkan laki-laki yang memiliki uang banyak, ia juga ingin mendapatkan seorang suami yang memberikan mahar tinggi seperti gadis itu.
"Itu..uang yang sangat banyak Naomi, untuk apa kau gunakan uang itu?".
Ini sudah ketiga kalinya Jiang Yuyu menanyakan hal privasi yang tidak pantas untuk ditanyakan oleh teman biasa, Naomi menatap gadis itu dari balik hijab merah yang menutupi kepalanya. "Kenapa kau menanyakan itu?".
Jiang Yuyu menyadari bahwa pertanyaannya tidak pantas untuk ditanyakan. "Maaf Kaili, aku hanya penasaran. Aku tidak pernah melihat uang sebanyak itu dalam hidupku".
Naomi menghela napas panjang, aura cemburu dan iri dari mata Jiang Yuyu terpancar jelas oleh kekuatan mentalnya, ia tau bahwa banyak gadis yang akan cemburu padanya jika mendengar hal tersebut namun ia memilih menyebarkannya agar tidak ada warga yang penasaran darimana datangnya uang Shen Xuan dan berspekulasi buruk.
"Aku tidak tau. Itu uang Xuan dan dia tau bagaimana mengelolanya".
Di luar, Shen kembali duduk di kursi roda dan menyapa para tamu terlebih temannya Feng Weimin dan Lao Hao Ming.
"Selamat Shen Xuan, sekarang kau sudah punya keluarga sendiri".
"Ya. Setelah kakimu sembuh total maka rencanakan mempunyai momongan dengan Kaili". Lao Hao Ming menggoda Shen Xuan.
Feng Weimin bersuit mendengar hal tersebut seakan merayakan hal itu terjadi namun Shen Xuan menggelengkan kepala tidak setuju.
"Xiao Li masih belum terlalu dewasa, aku tidak ingin membahayakannya. Aku dengar bahwa melahirkan di usia dibawah 18 tahun akan sulit". Shen Xuan sebenarnya tidak ingin memiliki anak karena perhatian Naomi pasti akan terbagi dua, ia menyadari bahwa semakin hari ia semakin posesif kepada gadis itu dan takut jika Naomi merasa tertekan dan takut padanya sehingga ia menekan kuat rasa posesifnya dari perhatian Naomi.
Lao Hao Ming mengangguk puas, ia mengerti pengobatan tradisional dan mengerti bahwa melahirkan di bawah 18 tahun akan sulit dan membebani sang wanita hamil namun , keluarga yang menikah harus segera memiliki anak khususnya anak laki-laki tanpa memikirkan kondisi sang menantu. Ia puas akan perhatian Shen Xuan kepada anak muridnya, itu menunjukkan bahwa Shen Xuan lebih memprioritaskan Naomi daripada keinginannya ingin segera memiliki anggota keluarga baru.
Tangan Xia Zhiqing mengepal erat berusaha untuk tetap tenang dan mengontrol emosinya, ia begitu iri dan cemburu kepada Naomi karena baik di kehidupan pertama maupun di kehidupan kedua, gadis itu sangat beruntung, walaupun tidak menikah dengan Shen Jianggou namun ia bisa menikah dengan Shen Xuan dan tetap memiliki backing Feng Weimin.
Kepada Naomi begitu beruntung padahal dia tidak terlahir kembali seperti dirinya? Kenapa justru ia yang tidak beruntung walaupun mengalami keajaiban yang tidak pernah di alami oleh siapapun sebelumnya?.
Xia Zhiqing melirik kekasihnya, ia sekarang merasa ragu apakah Shen Jianggou masih akan kaya seperti di kehidupan pertamanya? Ia ingin berhenti berharap dan merencanakan rencana yang baru, bagaimanapun ia sedikit tau akan apa yang terjadi di masa depan namun bayangan Shen Jianggou menjadi kaya selalu membuatnya ragu, bagaimana setelah ia meninggalkan laki-laki itu dan Shen Jianggou malah menjadi kaya seperti sebelumnya? Perasaan dilema ini sangat membebani hatinya.
Shen Xuan berpura-pura mulai mabuk untuk para laki-laki melepaskannya, ia ingin segera menemui Naomi, walaupun belum lama ia tidak melihat gadis itu namun ia sudah merindukan istrinya.
Para laki-laki akhirnya tidak lagi memaksa Shen Xuan untuk minum, mereka bersorak dan menyemangati laki-laki itu ketika masuk rumah.
Shen Xuan masuk kamar dan melihat Naomi yang duduk di atas tempat tidur menunggunya, seketika hatinya terenyuh dan merasakan manis yang tidak bisa ia jabarkan.
"Apa kau sudah makan baby?".
Naomi mengangkat kepalanya dan mengangguk. "Apa kau mabuk Xuan?".
"Tidak. Sebentar". Shen Xuan menyibak hijab wajah Naomi dan tertegun oleh kecantikan gadis di hadapannya, sesaat ia termenung dan fokus kepada ayunya wajah bak seperti dewi tersebut.
"Apa aku terlihat sangat cantik hari ini?".
Suara Naomi menyadarkan Shen Xuan, ia menangkup kedua pipi gadis itu dengan lembut lalu mengecup kening gadis yang sudah menjadi miliknya. "Kau selalu cantik seperti biasanya dan sekarang kecantikanmu bertambah. Baby, aku jatuh cinta lagi padamu, apa yang harus aku lakukan?".
Naomi terkekeh lucu oleh rayuan Shen Xuan dan wajahnya sedikit bersemu, ia sudah banyak mendengar rayuan dari para laki-laki ketika menjalankan misi terpaksa dari sistem namun baru kali ini ia merasa senang sekaligus malu mendengar rayuan dari suaminya.
"Kau sangat pandai merayu gadis, darimana kau mempelajarinya?".
Shen Xuan menggeleng pelan. "Kata-kata itu muncul sendiri di pikiranku ketika melihatmu baby".
Naomi semakin tertawa geli. "Terimakasih".
Shen Xuan berpindah ke tempat tidur dengan bantuan tangannya, ia menggenggam erat tangan Naomi dan mengecupnya. "Aku mencintaimu sayang".
Mata Naomi sedikit memerah melihat tatapan penuh cinta dan tanda keseriusan yang tulus dari mata Shen Xuan, ia merasa bahwa semua penderitaannya sepadan jika itu untuk bertemu dengan suaminya. "Aku juga mencintaimu Xuan".
Wajah keduanya berdekatan dan akhirnya bibir bertemu dengan bibir, Shen Xuan mencium Naomi dengan lembut dan perlahan-lahan menjadi semakin intens. Pada hari itu Shen Xuan baru merasakan buah termanis dalam hidupnya dan menyadari bahwa Naomi adalah tipe yang aktif.
Ia tidak tau apakah sikap aktif tersebut karena kakinya yang belum sembuh atau memang namun apapun itu yang jelas membuatnya semakin gila dan posesif terhadap istrinya.