Devil's Wish

Devil's Wish
1.17 Terlahir kembali di tahun 1980



Shen Xuan dan Naomi pulang ke desa Jiang setelah menyelesaikan urusan mereka masing-masing dan ketika sampai ke rumah sewa, keduanya melihat Shen Jianggou dan Xia Zhiqing menunggu di depan rumah.


Shen Xuan dan Naomi menatap satu sama lain lalu memutuskan untuk mengabaikan pasangan tersebut dan melangkah masuk ke rumah namun di halau oleh pasangan tersebut.


"Ada apa?" Naomi melipat tangannya dan menatap santai pada Shen Jianggou dan Xia Zhiqing.


"Kak, aku telah mendengar apa yang terjadi kemarin. Kenapa kau sangat emosian dan menyetujui perkataan ibu? Kau tau sendiri ibu orangnya sangat mudah emosi dan marah-marah, dia tidak bermaksud memutuskan hubungan ibu dan anak denganmu". Karena perlakuan aneh para warga dan teman satu kampung, Jianggou ingin kakaknya meminta maaf pada ibu agar mengubah kesan buruk orang-orang tentang keluarganya.


Shen Xuan menatap dingin adiknya. "Jianggou, kau tau sendiri bagaimana perlakuan ibu padaku. Dari dulu ibu tidak pernah suka dan membenciku. Pemutusan hubungan ini untuk kebaikan kami berdua".


"Bagaimana mungkin pemutusan hubungan adalah yang terbaik kak. Tidak ada kebencian semalam antara ibu dan kak Xuan. Kau adalah seorang anak jadi kau lah yang harus meminta maaf pada ibu terlebih dahulu. Aku yakin bahwa ibu pasti akan memaafkan mu kalau kau sunguh-sungguh meminta maaf".


Tatapan Shen Xuan semakin dingin dan kelam, sesaat ia tersenyum miring. "Jianggou. Apa kau pernah dipaksa putus sekolah oleh ibu di usia baru 8 tahun? Apa kau pernah dipaksa berburu ke hutan yang penuh dengan bahaya karena ibu ingin makan daging? Apa kau pernah dipaksa keras untuk putus sekolah di kirim ke militer yang tidak ada bedanya menyuruh mu untuk mati di medan perang karena uang bonus?".


Pertanyaan bertubi-tubi itu membuat Shen Jianggou membeku dan menjadi malu.


"Bisa kau jawab apa kau pernah merasakan satu saja yang aku katakan barusan? Tidak Jianggou. Kau tidak pernah merasakan sedikit hal itu, jadi apa hak mu menyuruhku untuk meminta maaf?! Apa hak mu sok menjadi anak yang baik tapi kesan itu di atas penderitaan kakakmu? Aku tanya Jianggou, apa hak mu?!!".


Keadaan menjadi sunyi, para warga yang melihat dari kejauhan juga mendengar perkataan Jianggou dan Shen Xuan dan mereka sadar bahwa Shen Jianggou tidak merasakan apa yang Shen Xuan rasakan dan seenaknya mengatakan untuk meminta maaf.


Sesaat yang lalu mereka juga merasa bahwa Jianggou benar bahwa tidak ada kebencian semalam antara ibu dan anak namun sepertinya itu salah, mereka telah mengetahui perlakuan patriarki Wang Yihua, jika salah satunya tidak berguna dan hanya menyusahkan keluarga mungkin tindakan tersebut masuk akal namun Shen Xuan adalah anak yang dapat diandalkan dan dibanggakan dan tidak layak diperlakukan tidak adil oleh ibu kandungnya sendiri.


Pandangan para ibu yang menonton berubah ketika melihat Jianggou membuat pemuda itu menjadi risih dan tidak nyaman serta semakin membenci Shen Xuan yang tidak mengerti perasaannya.


"Kak Xuan, Jianggou hanya ingin menolong. Dia sangat tidak nyaman melihat keluarganya hancur berantakan, bibi Wang menjadi uring-uringan, paman Shen menjadi lebih pendiam. Bagaimana mungkin dia hanya diam saja melihat itu semua?". Melihat keadaan yang tidak berpihak pada mereka, Xia Zhiqing pun angkat bicara.


Naomi melangkah maju dan menatap datar Xia Zhiqing, anak terpilih atau son of messenger memang manusia yang hipokrit, mereka melakukan pembenaran diri dan merasa pemikiran mereka adalah yang terbaik tanpa memikirkan apa konsekuensi untuk orang lain akibat dari ucapan mereka.


"Hei Xia Zhiqing! Jangan ikut campur dalam permasalahan keluarga Shen karena kau orang yang paling tidak berhak untuk ikut campur. Apa kau tidak sadar bahwa kau lah pemenang dan biang kerok sebenarnya?! Jika kau tidak meminta mahar tinggi bagaimana mungkin bibi Wang melirik uang pengobatan Shen Xuan".


Ekspresi lemah lembut Xia Zhiqing membeku oleh ucapan Naomi, ia memegang rok selutut dan meremasnya. "Kau juga meminta mahar tin...".


"Aku tidak memintanya, Shen Xuan sendiri yang ingin memberikannya dan lagipula aku berniat menggunakan uang itu untuk pengobatan kaki tunangan ku. Ya kan sayang?".


Shen Xuan tersenyum lembut dan memegang tangan hangat Naomi lalu mengangguk. "Kau benar sayang".


"Lalu bagaimana dengan mu? Kau tau bahwa keluarga Shen tidak mampu mengeluarkan uang 800 yuan tapi kau tetap bersikeras meminta mahar setinggi itu, apa tujuanmu sebenarnya Xia Zhiqing? Apa kau ingin bibi Wang memaksa Shen Xuan menyerahkan uang untuk pengobatannya untuk mahar mu?".


"Tentu saja tidak!!!" Xia Zhiqing menjawab histeris namun reaksinya menimbulkan kecurigaan bagi orang-orang yang menonton terkecuali Shen Jianggou yang buta karena bucin.


Naomi meninggalkan Shen Jianggou dan Xia Zhiqing yang mematung di depan rumah sewa.


Naomi memasak makan siang yang dibantu oleh Shen Xuan, keduanya menikmati kesederhanaan dan keharmonisan itu sembari tersenyum satu sama lain dan saling memberi lauk ke piring masing-masing.


"Aku pulang dulu, besok aku akan kembali untuk memasak sarapan".


Shen Xuan menangkap lengan Naomi, menarik dan mencium pipi gadis itu.


"Terimakasih sayang, hati-hati di jalan". Semenjak Naomi mencium pipinya, Shen Xuan memberanikan untuk lebih bersikap intim dengan gadis itu.


Tangan kirinya yang terletak di pemangku kursi mengepal kuat, ia sedikit gugup dan cemas jika Naomi tidak suka dengan apa yang baru saja ia lakukan.


Naomi tersenyum manis dan membalas ciuman di bibir. "Aku pergi".


Mata Shen Xuan melebar, ia mengelus bibirnya lalu terkekeh bodoh. Selama hidupnya baru kali ini ia merasakan kebahagiaan yang tak terkira, ekspresi laki-laki itu kemudian berubah dingin. Oleh sebab itu, siapapun yang ingin memisahkannya dengan Naomi harus di singkirkan!!.


Keesokan harinya, warga desa Jiang dibuat heboh oleh sebuah mobil jeep yang masuk ke desa mereka.


Terlebih ketika melihat laki-laki berpakaian polisi turun dari mobil beserta tiga anak buahnya. Dari zaman dulu, rakyat biasa seperti mereka tidak mau dan takut berhubungan dengan polisi.


"Kenapa polisi datang ke desa kita? Siapa yang membuat masalah?".


"Apa si brengsek Liu? Kenapa dia terus berbuat masalah!!".


"Bagaimana ini, apa polisi akan menangkap kita juga?".


"Aku tidak tau".


Feng Weimin tersenyum puas melihat reaksi para warga, ia sengaja memakai seragam dan menyuruh bawahannya untuk ikut untuk memperlihatkan bahwa Shen Xuan memiliki backing yang cukup besar di mata warga desa Jiang.


Feng Weimin bertanya dimana rumah Shen Xuan dan menjelaskan maksud kedatangannya pada salah satu warga desa.


Mata laki-laki yang ditanyakan membesar. Rupanya polisi ini adalah kolega Shen Xuan!! Dia bahkan pernah ditolong oleh Shen Xuan!!!.


Berita itu membuat warga desa Jiang menjadi heboh.