Devil's Wish

Devil's Wish
1.6 Terlahir kembali di tahun 1980



Baik Shen Xuan maupun Naomi sama-sama merasakan tangan mereka tersengat dan jantung mereka berdegup kencang. Bahkan reaksi Naomi lebih intens karena sesaat ia merasakan kekuatan mental hebat dari tubuh Shen Xuan, ia segera mencengkeram bahu Shen Xuan dan menatap tajam.


"Siapa kau sebenarnya?" Naomi berpikir bahwa laki-laki di hadapannya adalah suruhan Lord God yang sudah mengetahui keberadaannya, ia pun meluncurkan kekuatan mental untuk membunuh Shen Xuan dalam diam namun tidak terjadi reaksi apapun dari laki-laki yang duduk di kursi roda tersebut.


Tidak menyerah, Naomi memegang kedua pipi Shen Xuan dan kembali menyerang pikiran laki-laki itu namun tidak juga mendapat reaksi apapun membuatnya frustasi.


"Kau kenapa Xiao Li?". Shen Xuan merasa bingung dengan reaksi aneh gadis itu.


Naomi tidak menjawab dan memasukkan kekuatan mental ke dalam pikiran Shen Xuan tanpa berniat menyerang dan ia akhirnya berhasil namun sedetik kemudian merasa kecewa dan bertambah bingung oleh struktur pikiran biasa yang ada di kepala laki-laki itu, stuktur tersebut menunjukkan bahwa Shen Xuan hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan mental supernatural apapun.


"Xiao Li, apa kau baik-baik saja?" Shen Xuan memegang dan mengelus pipi Naomi yang membuat gadis itu terkejut hebat dan memundurkan beberapa langkah.


"Ah, maaf. Aku tidak termasuk berbuat tidak sopan dan mengejutkanmu. Aku...aku melihatmu begitu bingung dan ketakutan sehingga melakukan itu untuk menyadarkanmu". Shen Xuan menyadari tindakan yang ia lakukan dan dengan cepat menjelaskan karena tidak ingin membuat Naomi curiga dan menjauhkan diri darinya.


"Aku tidak apa-apa...ah! apinya sudah siap, aku akan segera memanggang ikannya". Jantung Naomi berdegup kencang, ia merasa bingung dan heran karena ia menyadari bahwa ia sama sekali tidak waspada terhadap Shen Xuan.


Hidup dan mati mengenas di setiap dunia karena paksaan sistem yang memanfaatkannya untuk membantu son of messenger dalam mengumpulkan faith membuat Naomi sangat sensitif dan curiga serta waspada pada siapapun ketika menjalani misi hingga sampai ia bisa lepas dari genggaman sistem, kebiasaan itu tidak menghilang dan semakin intens dan itu lah yang membuatnya bingung dan heran ketika ia sama sekali tidak waspada dan was-was terhadap Shen Xuan.


"Biar aku yang memanggang, kau memasak kari saja". Shen Xuan mengambil alih ikan yang telah diberi bumbu oleh Naomi dan mulai memanggang ikan.


Jantung Naomi semakin heran dan ketakutan karena ia kembali membiarkan Shen Xuan berada dekat dengannya tanpa ia sadari namun ia berusaha keras untuk tidak menunjukkan ekspresi apapun karena takut membuat laki-laki yang berusia 24 tahun itu curiga. 


Mereka saling membantu dalam menyiapkan makan malam dan makan bersama di dapur yang seadanya.


"Ini sangat enak, kau pintar memasak rupanya Xiao Li". Shen Xuan berusaha mencairkan suasana yang tegang dengan tersenyum dan memuji masakan enak Naomi.


Naomi melihat senyuman tulus itu dan ikut tersenyum, siapa yang tidak suka dipuji namun sedetik kemudian ia menyadari bahwa ia kembali lengah dan menundukkan wajahnya menghindari tatapan Shen Xuan.


Keduanya menghabiskan makan malam dan Shen Xuan pun pamit ketika hari mulai senja dan matahari yang meredup digantikan oleh cahaya bulan.


&&&


Di sisi lain, Shen Jianggou mengantarkan Xia Zhiqing yang sedih dan semakin marah pada Naomi, jika saja dia bukan perempuan maka ia pasti akan memberi pelajaran karena telah membuat kekasihnya menangis, ia pulang dan membujuk ibunya untuk segera mengantarkan lamaran pada kekasihnya, ia tidak ingin jika Xia Zhiqing berubah pikiran dan tidak lagi mau menjadi istrinya.


"Kau ingin menikah dengan Xia Zhiqing? Gadis kurus kering itu? Dia bukan calon menantu yang baik karena tidak bisa bekerja keras dan membantu di rumah ini. Ibu tidak setuju".


"Ibu, aku menyukai Xia Zhiqing, dia memiliki wawasan yang luas dan berasal dari kota, dia sangat berbeda dan lebih spesial dari gadis desa manapun".


"Tapi itu tidak bisa memberi makan kita Jianggou. Dia tidak bisa membantu di rumah apalagi tidak bisa berladang, untuk apa kau menikahinya?". Wang Yihua tetap tidak setuju.


Shen Jianggou merasa frustasi. "Ibu, tapi aku menyukainya! . Untuk apa aku menikah dengan gadis yang tidak aku sukai?! Aku hanya menyukai Zhiqing ibu!!".


"Namanya Xia Zhiqing ibu".


"Ya ya! Ibu tau". Wang Yihua semakin tidak suka pada Xia Zhiqing yang membuat anaknya menjadi pembangkang bahkan sebelum menikah dengannya.


"Ayo kita makan mala..." Suara Wang Yihua terputus ketika melihat Shen Xuan masuk ke rumah, raut wajanya berubah marah.


"Dari mana saja kau? Kenapa baru pulang sekarang?".


Shen Xuan menjawab tanpa ekspresi. "Dari sungai".


"Enak sekali hidupmu ya bangsat, pergi dan pulang seakan kau lah pemilik rumah ini!!. Jangan harap aku akan memberimu makanan karena aku bukan babu mu!! Dasar anak tidak berguna, sudah cacat bukannya sadar diri tapi malah keluyuran setiap har..."


"Ada ini ribut-ribut? Tidak bisakah rumah ini tenang satu hari saja, aku pulang lelah dari sawah dan menjadi semakin stres dengan keributan yang terjadi setiap hari di rumah ini!! Yihua, siapkan aku makanan". Shen Zhang masuk rumah dengan badmood mendengar suara keras dan nyaring istrinya.


"Kau juga Shen Xuan, jadilah anak penurut dan tidak selalu membuat ibumu marah!!".


Shen Xuan menundukkan pandangannya dan masuk ke kamar tanpa kata, ia memegang jantungnya yang berdenyut tidak sesakit biasanya, sedikit demi sedikit ia mulai terbiasa dengan makian ibunya dan patriarki ayahnya yang selalu membela istrinya.


Shen Xuan menghirup napas panjang dan mengeluarkannya perlahan-lahan seiring dengan keluarnya rasa kekeluargaan di hatinya pada keluarga kandungnya sendiri, ia mengingat Naomi dan bibirnya sedikit menyungging dan tanpa sadar hatinya merasa baikan.


Ia pun tertawa kecil. "Xiao Li, jangan berharap untuk jauh dariku setelah kau membuatku tertarik padamu". Kata-kata posesif bercampur obsesi itu terdengar dingin dalam kamar kecil tersebut.


&&&


Mata Naomi terbuka nyalang dalam kegelapan karena menyadari kehadiran orang asing di luar jendela kamarnya, ia segera menyebarkan kekuatan mentalnya dan melihat Lui Zhen yang sedang mengawasi keadaan sebelum memegang jendela hendak membukanya.


Naomi bangun dari tempat tidur dan bersembunyi di samping lemari yang berada di samping jendela kamar, menunggu sampai Lui Zhen dapat membuka jendela yang kuncinya sudah terlalu tua untuk menahan tarikan kuat laki-laki itu.


Cahaya bulan yang masuk ke dalam membuat kamar sedikit terang membuat Lui Zhen dapat melihat isi dalam kamar dan terkejut melihat tempat tidur yang kosong namun ia sama sekali tidak panik karena berpikir bahwa Naomi tidur di kamar lainnya, ia masuk dan melangkah pelan sampai matanya terbelalak merasakan sakit di tengkuknya lalu penglihatannya menjadi gelap.


Naomi menatap dingin pada tubuh Lui Zhen yang tergeletak tak berdaya, ia seakan melihat sesosok mayat bukanlah orang yang pingsan dan masih hidup. Ia lalu membungkam mulut laki-laki brengsek itu dengan menyumpal kain dan mengikat tangan dan kaki sebelum memasukkannya ke dalam karung gandum.


Naomi mengawasi keadaan sekitar yang sepi dan hanya terdengar suara jangkrik dan burung yang aktif pada malam hari lalu menyeret dengan susah payah karung tersebut menuju bukit sembari tetap waspada terhadap sekelilingnya sampai ia kehabisan napas dan terengah-engah ketika sampai ke kaki gunung.


Ia lalu membuka karung dan menutup mata Lui Zhen sebelum menarik kain yang menyumpal mulut laki-laki itu sebelum membangunkannya.


"Siapa kalian? Dimana aku? Tolo..uh!!" Teriakan Lui Zhen terputus akibat tendangan Naomi.