
"Ibu, nenek adalah ibu mertua yang harus kau hormati juga. Mengapa kau memaki nenek seperti tiu?". Shen berusaha memanasi Wang Yihua, ia melirik Shen Daniu yang hanya diam memberi dukungan pada istrinya walaupun ibunya sendiri dihina, matanya semakin menjadi kelam dan hitam. Jika saja bukan karena tujuannya yang masih belum tercapai maka ia akan mengejek ayahnya yang takut pada istri tidak beradap seperti itu.
"Aku memakinya. Kenapa memangnya? Dia sudah mati dan busuk di liang kubur, kau selalu bilang akan menjadi pilar keluarga dan wanita tua sialan itu semakin menyukaimu dan selalu menghardikku karena tidak becus mendidik Jianggou! Dia pikir dia siapa?!".
Para warga semakin mengetahui bahwa Wang Yihua sangatlah buruk dan jahat, dia tega memaki ibu mertua sendiri dan tidak takut arwah nenek Shen Xuan bangun dari kubur dan mendatanginya. Dalam hati mereka juga mengejek Shen Daniu yang pengecut sehingga dengan istrinya saja takut dan tidak mampu membela ibunya sendiri, nenek Shen begitu malang mendapatkan anak seperti laki-laki itu.
"Ibu, bagaimana pun aku adalah anak kandungmu sendiri. Kenapa kau membenciku hanya karena kau tidak suka dengan nenek? Aku juga sama seperti Jianggou, anakmu. Apa kau tega menghinaku seperti itu?".
"Heh! Aku hanya menganggap Jianggou sebagai anakku. Semenjak kau diasuh oleh wanita yang sudah mati itu, aku tidak pernah lagi menganggapmu sebagai anak". Berkali-kali di provokasi diam-diam oleh Shen Xuan, Wang Yihua kehilangan akal sehatnya dan mengeluarkan apa yang ia simpan dalam hati.
"Ibu, walaupun kau tidak suka padaku tapi kita tetap ibu dan anak. Terkecuali jika kau memutuskan hubungan ibu dan anak denganku, apapun yang kau katakan aku tetap bagian dari keluarga ini walaupun aku diasuh oleh nenek".
Mata Wang Yihua semakin menatap nyalang. Anak sialan!! semakin ia tau ia sangat membenci nenek Shen semakin ia membawa wanita sialan itu ke dalam pembicaraan. Apa dia ingin melihatnya menjadi gila!!!.
"Kau pikir aku enggan memutuskan hubungan denganmu?! Aku katakan padamu brengsek, mulai saat ini kita tidak punya hubungan apapun lagi!! Jangan pernah lagi kau menginjakkan kakimu ke rumah ini, aku tidak sudi punya anak sepertimu!!!". Ekspresi kalap penuh emosi membuat matanya melotot seperti orang tidak waras.
Mulut Shen Xuan ternganga tidak percaya. "Kau...ibu, kau benar-benar ingin memutuskan hubungan ibu dan anak denganku?".
"Ya, kepala desa Jiang. Kau jadi saksinya!! Hari ini aku tidak punya hubungan apapun dengan laki-laki brengsek ini!!".
Mendengar nada yakin ibunya, Shen Xuan memejamkan mata penuh kesedihan, walaupun keduanya tidak dekat namun ia tetap menghormati dan menghargai ibunya. Selama 8 tahun berada di militer, ia sudah mengamalkan ilmu psikologi untuk membuat lawannya dapat berbicara jujur namun ia tidak hanya hari ini ia menggunakan cara kepada ibunya sendiri.
Shen Xuan menghirup napas dalam dan membuka matanya dan menatap datar namun pasrah pada ibunya.
"Kepala desa Jiang, ibuku...ibuku benar-benar ingin memutuskan hubungan denganku, di mata ibuku aku hanyalah laki-laki cacat yang tidak lagi berguna. Jadi kau bisa menulis surat pemutusan hubungan ibu dan anak agar ibuku tidak lagi sakit hati ketika melihatku. Aku..aku juga tidak ingin menjadi beban untuk mereka".
"Ya, kepala desa Jiang, aku tidak ingin dia menjadi anakku lagi. Dia akan berikan 800 yuan itu sebagai balasan untukku yang telah melahirkan dan memeliharanya sampai detik ini, aku tidak minta banyak". Ucapan Wang Yihua seakan dialah yang paling banyak berkorban dalam memelihara Shen Xuan, melupakan jasa ibu mertua dan uang yang telah dikirim anaknya selama 8 tahun terakhir.
Paman Jiang tidak perduli ucapan Wang Yihua dan hanya fokus pada Naomi, dengan pemutusan hubungan ini maka Shen Xuan tidak memiliki uang untuk menikahi keponakannya.
"Kaili! Apa kau masih ingin menikah dengan si brengsek ini? Sekarang dia membangkang dan ingin memutuskan hubungan denganku, dia rela menjadi gelandangan. Apa kau masih ingin menikah dengannya?" Kata Wang Yihua penuh dengan cemooh dan hinaan.
Para warga semakin marah dan jijik pada wanita yang sangat pandai memutarbalikkan fakta. Dia sendiri yang menginginkan pemutusan hubungan dan memaksa meminta uang 800 yuan,
Shen Xuan menoleh dan menatap memelas pada Naomi, selama hidupnya ia belum pernah sangat menginginkan sesuatu yaitu Naomi dan ia sangat berharap bahwa gadis itu memiliki perasaan yang sama dengannya.
Soal uang, ia tidak perlu khawatir karena selama ia bekerja di militer, ia banyak menerima bonus dan uang tunjangan lainnya. Uang 20 yuan yang ia kirim setiap bulan hanya sebagian dari gajinya selama ini karena ia tau persis watak dan karakter ibunya yang selalu akan memeras semua yang ia miliki jika ia memperlihatkannya namun Naomi tidak mengetahui itu semua dan itu membuat Shen Xuan khawatir.
Naomi tersenyum menenangkan dan menatap Wang Yihua yang mengangkat wajah pongah. "Tentu saja, Shen Xuan adalah seorang tentara, dia telah banyak berkorban dan berkontribusi pada kita dan negara ini. Karena Shen Xuan dan koleganya lah kita semua dapat bekerja dengan tenang dan menikmati hidup dalam damai, karena peluh dan darah mereka kita bisa memikirkan masa depan cerah dan menjalani hidup dengan penuh semangat. Bagaimana mungkin aku meninggalkannya hanya karena dia tidak punya uang, aku bisa berburu di hutan dan Shen Xuan juga lulus SMP dan memiliki pengetahuan yang mendalam dan bisa mengajar anak SD. Kalian tau sendiri bahwa Shen Xuan juara pertama di setiap ujian ketika ia masih bersekolah, aku bangga menjadi calon istrinya".
Para warga pun tersadar. Ya, Shen Xuan adalah tentara yang sudah banyak berkorban dan berkontribusi. Karena tentara yang susah payah mempertahankan daerah batasan sehingga tidak ada tentara asing yang bisa masuk ke negara mereka dan membuat kekacauan.
"Wang Yihua benar-benar sangat kejam. Anaknya melakukan hal yang sangat membanggakan tapi dia mengatakan bahwa dia hanya laki-laki tidak berguna".
"Shen Xuan pasti sangat sakit hati sampai menyetujui pemutusan hubungan, kalau semua tentara diperlukan seperti itu apa hati mereka tidak menjadi dingin?".
"Kau benar! Wow, aku baru melihat ibu yang begitu kejam seperti Wang Yihua".
Melihat orang-orang memihak pada Shen Xuan, Naomi menambahkan api agar semakin menyala. "Kalian benar bibi, paman. Jika semua tentara diperlakukan buruk hanya karena mereka terluka walaupun telah melakukan berkorban maka bukan hanya hati tentara yang pensiun saja yang dingin tapi juga tentara yang masih aktif. Mereka tidak akan bersemangat mempertahankan negara karena takut terluka dan berakhir sama seperti Shen Xuan".
Para warga terkesiap karena perkataan Naomi sangat masuk akal, jika mereka tidak bersungguh-sungguh dalam mempertahankan daerah perbatasan maka apa mereka akan kembali dijajah oleh pihak asing?!.
Mata penuh emosi menatap Wang Yihua dan Shen Daniu seakan ingin memakan mereka hidup-hidup. Mereka yang sudah tua sangat tau bagaimana keadaan ketika masih dalam zaman perang melawan penjajah jika kejadian itu kembali berulang hanya karena perlakuan buruk seperti yang Wang Yihua perbuat maka mereka bersumpah akan membunuh wanita itu!!
"Tapi aku yakin keluarga lain tidak akan berbuat hal yang sama seperti bibi Wang, jika bibi Wang masih memperlakukan buruk Shen Xuan setelah pemutusan hubungan ini maka aku sendiri yang akan melaporkannya pada pihak militer agar tentara lain dapat melihat walaupun kolega mereka sudah tidak dapat bekerja di militer tapi mereka masih memiliki orang yang menyayangi dan menjaga mereka".