
Sesampainya di rumah, Naomi membuat pakaian dalam bra dan ****** ***** sebelum membuka buku tentang pengobatan tradisional dan akupuntur.
Ia memang memiliki ilmu tentang medis namun itu tentang ilmu medis modern yang menyangkut obat dan peralatan medis abad 21 sehingga tidak ia gunakan pada Shen Xuan, lagipula dengan buku ini ia dapat memberikan alasan jika sewaktu-waktu laki-laki itu bertanya tentang dari mana datangnya pengetahuan miliknya dan ia juga dapat menambahkan level pengetahuan tentang medis.
Setelah membaca sesaat, Naomi melihat sinar matahari yang mulai meredup dan tau bahwa ini waktu pamannya pulang dari sawah, ia mengambil kotak susu dan pergi ke rumah kepala desa.
"Kaili, ada apa kau kemari?" Paman Jiang menyambut hangat kedatangan keponakannya namun tidak istrinya, Diam-diam Miao Yan menatap waspada dan curiga pada Naomi karena setiap kali kehadiran gadis itu maka bahan-bahan makanan di rumahnya akan berkurang.
"Paman, aku menemukan tanaman obat di pinggir hutan kemarin ketika pergi mencari ayam hutan atau telur dan menjualnya di pasar gelap. Aku mendapatkan tiket susu dan membeli susu untuk sepupuku, aku mendengar bahwa bibi tidak memiliki asi yang cukup jadi susu ini mungkin bisa membantu sepupu agar selalu sehat".
Paman Jiang dan istrinya terkejut. "Tanaman obat apa yang kau temukan?apa kau masuk ke hutan dalam? Kaili, paman sudah bilang kalau itu sangat berbahaya!!".
"Aku tidak masuk ke hutan dalam paman, aku melihat kelinci dan berniat menangkapnya tapi kelinci itu malah berlari sangat cepat masuk ke hutan jadi aku tidak mengejarnya dan menemukan obat untuk ginjal setelah melihat gambarnya di toko barang bekas. Beruntung ada yang ingin membelinya dan dia menyerahkan tiket makanan dan tiket susu untukku sebagai imbalan tanaman obat itu".
Paman Jiang merasa lega mendengar penjelasan Naomi namun tidak mau menerima susu tersebut. "Bawa pulang kembali susu ini, kau lebih membutuhkan susu ini untuk kesehatan mu". Ia masih mengingat bahwa beberapa hari yang lalu Naomi sakit demam.
Miao Yan menarik tangan suaminya dan menyuruh suaminya untuk menerima dengan sinyal matanya, susu bubuk sangat mahal jika dibeli dengan uang namun mendapatkan tiket susu harus melalui orang-orang kota yang bekerja di supermarket, mereka tidak punya kenalan siapapun untuk dapat menukar tiket susu sehingga anak bungsu mereka yang baru berusia 1 tahun harus meminum air gula ketika ia tidak bisa mempromosikan asi.
Naomi tau pamannya merasa tidak enak menerima pemberian dari anak yatim-piatu sepertinya namun ia tetap bersikeras karena memiliki maksud tersembunyi.
"Terimalah paman. Xiaoyuan lebih membutuhkannya daripada aku, terimakasih atas bantuan paman selama ini, aku merasa lega karena akhirnya dapat membantu paman dan tidak hanya meminta saja darimu".
"Apa yang kau katakan, kau juga keluarga ku jadi sudah seharusnya aku membantumu. Jangan katakan itu lagi, paman tidak suka".
"Baik paman".
Naomi puas melihat rasa terimakasih dan syukur dari wajah paman Jiang dan bibi Miao, backing kepala desa sangat bermanfaat selama ia masih berada di desa.
Ketika pulang dari rumah pamannya, Naomi pergi ke sungai untuk memancing ikan dengan peralatan seadanya yaitu tali yang diikat dengan ranting yang ujungnya ia juga ikatkan mata kail biasa namun tidak menyangka akan melihat Shen Xuan duduk di kursi roda yang tidak jauh dari sungai.
"Ahem!" Naomi berdeham memberitahu keberadaannya pada Shen Xuan yang asik termenung lalu menggali tanah basah yang dekat sungai untuk mencari cacing.
"Kau ingin memancing?"
"Hm? Ya, aku tidak punya lauk pauk untuk makan malam".
Shen Xuan menatap gadis yang kembali sibuk mencari cacing tanah, ia pun mendorong kursi roda dengan tangannya dan mendekati Naomi.
"Kau bisa memancing Kaili?"
Alis Naomi terangkat naik oleh panggilan akrab tersebut namun tidak mempermasalahkannya dan malah merasa senang karena laki-laki itu ingin memiliki hubungan dekat dengannya, ia mengangkat wajahnya dan tersenyum manis sembali mengangguk yakin.
"Walaupun tidak ahli tapi aku bisa memancing satu atau dua ikan".
Bibir Shen Xuan ikut tersenyum melihat senyuman cerah yang dapat membuat mood seseorang menjadi baik ketika melihatnya, ia sedang mood yang buruk ketika pulang ke rumah, di sana ia tidak punya tempat karena keluarganya tidak menganggapnya sebagai anak apalagi keluarga.
Sejak kecil, Shen Xuan di rawat oleh nenek ayahnya sehingga tidak dekat dengan ibunya namun ia tidak langsung menyadarinya karena ibunya akan bersikap baik ketika masih ada neneknya. Setelah nenek meninggal baru ia menyadari siatusi yang sebenarnya karena perlakuan tidak suka yang gamblang diperlihatkan oleh ibunya.
Untuk mengisi kekosongan di hati, Wang Yihua melimpahkan semua kasih sayang pada anak keduanya, Shen Jianggou. Ia mencoba memberikan kasih sayang pada Shen Xuan akan tetapi selalu teringat bahwa laki-laki di bawah asuhan ibu mertua yang sangat ia tidak sukai karena selalu menghardiknya dengan berbagai alasan.
Wang Yihua pun menyerah dan memperlihatkan perasaannya yang sesungguhnya pada Shen Xuan dengan cara yang sama seperti ibu mertua lakukan padanya yaitu dengan cara menghardik dan mengumpat dengan kata-kata kasar.
Shen Xuang tersadar dan kembali melihat Naomi yang sudah mulai memancing. "Kaili".
"Apa kau merasa kesepian karena tidak memiliki orang tua?". Walaupun pertanyaan tersebut terdengar tidak sopan namun Shen Xuan sangat ingin menanyakannya pada Naomi.
Naomi diam sesaat lalu mengangguk dan menggeleng. "Aku memang merasa kesepian karena ketidakhadiran orang tuanya membuat kehidupanku sulit dan kekurangan kasih sayang namun aku tidak lagi merasa kesepian karena ada begitu banyak orang yang menyayangi, paman, bibi dan warga desa. Karena mereka aku tidak akan merasa kesepian".
Shen Xuan tertegun, ia mengingat kembali bahwa di dunia ini ia juga tidak sendirian walaupun keluarganya tidak menyukainya namun ia memiliki kolega dan teman yang akan selalu membantunya ketika ia mengalami kesusahan, bibir Shen Xuan mengembang semua mood buruknya menghilang mendengar jawaban Naomi.
"Terimakasih Xiao Li".
Bibir Naomi berdenyut speechless mendengar panggilan yang semakin akrab namun ia memasang senyum cerah pada Shen Xuan lalu perhatiannya teralihkan pada tali yang mulai di tarik oleh ikan.
Dengan lihai, Naomi menggulung tali dan tidak membiarkan ikan terlepas sampai ia berhasil mengangkat sang ikan yang sudah kelelahan dalam memberontak.
"Aku mendapatkan satu ikan!!". Naomi memamerkan ikan mola yang beratnya hampir mencapai satu setengah kilogram pada Shen Xuan dengan bangga.
Shen Xuan tersenyum dan bertepuk tangan tanpa canggung menyemangati Naomi yang menyadari tindakan kekanakannya dan menjadi malu.
"Aku akan menangkap satu lagi untukmu". Naomi mengalihkan pembicaraan dan kembali fokus memancing.
"Untukku?"
"Hm, kau sudah menemaniku memancing dan berhak mendapatkan satu ikan".
Senyum Shen Xuan sedikit menghilang ketika mengingat keadaan rumahnya. "Tidak perlu".
"Hm? Kau tidak mau?" Naomi menjadi bingung.
Shen Xuan tersenyum nanar. "Aku tidak akan bisa memakannya jika membawanya pulang".
Naomi teringat tentang fakta bahwa ibu Shen Xuan tidak suka pada anak pertamanya itu dan merasa bersalah.
"Bagaimana jika kau makan di rumahku?"
Alis Shen Xuan terangkat terkejut oleh tawaran tiba-tiba lalu ia segera mengangguk setuju dan tidak membahas tentang laki-laki tidak boleh berdua dalam rumah dengan seorang perempuan pada Naomi, itu hanya merusak kesenangannya. Ia semakin tertarik dan mulai menatap gadis itu dengan tatapan berbeda dari sebelumnya.
Naomi memancing sekitar 10 menit untuk mendapatkan ikan mola kedua lalu pulang bersama Shen Xuan.
"Biar aku yang membersihkan ikannya". Shen Xuan menawarkan diri karena merasa tidak enak tidak melakukan apapun.
Naomi mengangguk dan mengambil talenan kayu dan pisau lalu meletakkannya di atas meja kemudian menyiapkan seember air untuk Shen Xuan.
Mata Shen Xuan berkilat senyum melihat bahwa Naomi tidak memperlakukannya sebagai orang cacat dan sama sekali tidak menatapnya dengan tatapan kasihan, gadis itu benar-benar membuatnya jatuh hati.
Shen Xuan segera membersihkan ikan mola dengan lihai karena sudah sering melakukannya ketika menjalankan misi yang tidak jauh dari sungai atau danau. Ia memotong empat bagian satu ikan dan membiarkan satunya lagi untuk dipanggang sesuai arahan Naomi dan beberapa menit kemudian, ikan yang sudah bersih dan dapat di masak pun selesai.
"Xiao Li, ikannya sudah selesai".
"Sebentar" Naomi yang sedang mempersiapkan bumbu kari ikan dan menyalakan api pun mengangkat tangannya tanpa berdiri kepada Shen Xuan.
Shen Xuan memberikan baskom ikan dan tidak sengaja bersentuhan tangan dengan Naomi dan sesuatu terjadi membuat mata keduanya membesar karena sama-sama terkejut!.