
Shen Jianggou dan Xia Zhiqing pulang ke desa dengan mengendarai sepeda ontel yang baru saja dibeli.
Dalam hati keduanya menjadi bangga dan menunggu reaksi kagum dan iri dari warga desa, terlebih Xia Zhiqing. Ia berharap teman satu kelompoknya menjadi cemburu dan semakin bertambah iri padanya.
Awalnya ia ingin membeli sepeda ini ketika hampir menikah bersama dengan mesin jahit, kosmetik dan baju baru dari mahar yang Shen Jianggou berikan namun melihat reputasi mereka yang menurun, ia ingin warga dan temannya melupakan kejadian itu ketika melihat sepeda yang Shen Jianggou belikan.
Namun sayangnya, kenyataan tidak sesuai harapan keduanya. Walaupun mereka terkejut melihat Shen Jianggou membonceng Xia Zhiqing dengan sepeda tatapan mereka seperti mengejek, mencemooh dan kasihan membuat pasangan muda itu mengernyit tidak mengerti.
Seorang ibu muda yang suka bergosip pun menjawab kebingungan mereka dan menceritakan apa saja yang terjadi ketika mereka pergi ke kota.
Mata kedua pasangan itu membulat. Mereka tidak tau bahwa Shen Xuan memiliki teman dari polisi dan jabatannya bahkan sangat penting yaitu wakil kepala polsek!!.
Terlebih Xia Zhiqing, ia tidak tau bahwa Shen Xuan mempunyai teman orang penting di kehidupan pertamanya. Ia tau bahwa Feng Weimin memberikan dukungan kepada usaha yang Shen Jianggou lakukan, ia berpikir bahwa dukungan itu murni karena kekasihnya namun ia tidak menyangka bahwa backing itu ada karena Shen Xuan!!.
"Ibu! Apa benar Shen Xuan memiliki teman di kantor polsek?!" Shen Jianggou memilih untuk tidak percaya dan memastikan kembali dari ibunya.
Wang Yihua yang masih takut dengan kejadian yang baru saja terjadi tidak langsung menjawab pertanyaan anaknya, ia termenung merasa menyesal telah memutuskan hubungan dengan Shen Xuan, jika ia tau bahwa laki-laki memiliki teman orang penting seperti Feng Weimin maka ia tidak akan pernah melakukan hal bodoh itu!!.
"Ibu!! Jawab ibu!!" Shen Jianggou menaikkan suaranya. Dua hari ini ia senang karena tidak ada lagi sosok Shen Xuan yang selalu membebani bahunya ketika dibandingkan oleh orang lain namun mulai sekarang beban itu akan semakin berat!!. Kenapa Shen Xuan harus memiliki teman seperti Feng Weimin, tidak bisakah ia bernapas lega dan berharap agar orang-orang tidak lagi membandingkannya dengan kakaknya, sudah baik kakaknya terluka sehingga orang-orang dapat melihat kelebihan yang ia miliki!!
Shen Jianggou merasa hatinya seperti terbakar oleh rasa iri dan dengki yang menyeruak kembali.
Wang Yihua mengangguk lemah. "Jika aku tau dia mempunyai teman hebat maka aku tidak akan memutuskan hubungan dengan si cacat itu. Bagaimana sekarang?".
Shen Jianggou ingin menjawab namun di tahan oleh Xia Zhiqing yang diam menemani kekasihnya.
"Bibi, ini bukan masalah yang serius. Shen Xuan adalah anakmu, walaupun kalian sudah memutuskan hubungan tapi darah lebih kental daripada air. Jika bibi mau meminta maaf pada Shen Xuan maka aku percaya bahwa dia pasti akan memaafkan mu karena jika tidak maka orang-orang pasti akan memanggilnya anak durhaka, Shen Xuan pasti tidak ingin itu terjadi".
Xia Zhiqing tidak melihat ekspresi kelam kekasihnya, yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya agar Feng Weimin tetap menjadi backing untuk Shen Jianggou dan usahanya karena jika tidak maka ia tidak yakin apakah kekasihnya akan kaya raya seperti di kehidupan pertamanya!!.
Shen Daniu yang duduk di kursi sembari merokok rokok linting dengan ekspresi kesal dan menyesal pun bereaksi atas ucapan calon menantunya.
"Kau benar Zhiqing. Yihua, ayo kita ke rumah Shen Xuan. Kau harus meminta maaf dan bila perlu kau harus berlutut supaya Shen Xuan kasihan, dia tidak akan menolak permintaan maaf tulus darimu!!"
Mata Wang Yihua terbelalak. Ia lebih baik mati daripada meminta maaf dan harus merendah di hadapan anak sialan itu!!.
Mata Shen Daniu menjadi dingin, ia tersenyum sinis menunjukkan bahwa perkataan istrinya sangat tidak masuk akal. "Heh! Apa kau pernah bertindak seperti seorang ibu? Kau selalu menghardik dan menyakiti Shen Xuan!!".
Wang Yihua semakin kalap di tuduh oleh suami yang selalu tunduk padanya. "Kau pikir kenapa aku berani melakukannya?! Itu karena kau yang diam mendukungku!! Jangan pikir karena kau diam kau tidak punya andil dalam hal ini Daniu!! Aku melakukan itu semua karena kau tidak pernah melarangku! Kenapa sekarang kau melimpahkan semuanya padaku?!!". Dadanya naik turun menahan emosi yang ingin meledak keluar.
"Itu karena..."
"Sudah cukup!!!" Shen Jianggou berteriak keras.
"Kenapa keluarga kita menjadi berantakan hanya karena kak Xuan?! Apa karena dia memiliki backing dari wakil kepala kapolsek?!" Kepala Shen Jianggou seakan ingin meledak karena pertengkaran kedua orangtuanya. Kenapa kakaknya membiarkan hal ini terjadi? Kenapa dia selalu membuatnya merasa inferior!!.
Xia Zhiqing terkejut oleh teriakan kekasihnya, ia belum pernah melihat wajah kelam dan gelap Shen Jianggou dan hal itu membuatnya sedikit takut namun mengingat masa depan yang sukses laki-laki itu, ia berusaha mengenyahkan rasa takutnya dan memeluk lengan kekasihnya dengan lembut.
"Jangan marah sayang. Paman dan bibi tidak bermaksud bertengkar, mereka hanya panik sesaat" Xia Zhiqing mengelus lengan kekasihnya mencoba menenangkan.
Ia lalu menoleh pada pasangan Shen. "Paman, bibi, tolong kalian pikirkan masa depan Jianggou. Aku mendengar dari orang kota bahwa tidak lama lagi ujian nasional perguruan tinggi akan kembali dibuka, Jianggou pasti akan mencoba masuk ke perguruan tinggi bukan? Aku menyarankan hal itu karena dengan backing Feng Weimin, Shen Xuan mungkin akan menghalang Jianggou untuk mengikuti ujian perguruan tinggi, terlebih paman Jiang Kaili juga seorang kepala desa".
Xia Zhiqing tidak menyianyiakan kesempatan untuk membuat kesan buruk Naomi di mata Shen Jianggou dan kedua orangtuanya. Meskipun ia sudah yakin bahwa gadis itu tidak akan menikah dengan kekasihnya di kehidupan ini namun dalam hati terdalamnya ia merasa takut jika takdir itu kembali berulang dengan hal yang tidak terduga.
Baik Shen Jianggou maupun pasangan Shen tertegun oleh informasi yang baru saja mereka dengar.
Ujian nasional perguruan tinggi?!!.
Shen Jianggou bereaksi lebih intens akan informasi tersebut, ia sudah lama ingin keluar dari desa Jiang karena tidak ingin selalu dibandingkan dengan Shen Xuan oleh para warga dan informasi dari Xia Zhiqing adalah gerbang impiannya!!.
Shen Jianggou menggemgam erat bahu kekasihnya. "Benarkah? Kau yakin akan hal itu?!!".
Xia Zhiqing yang malang, provokasinya tidak masuk ke telinga Shen Jianggou karena fokus pada poin penting lainnya. "Ya Jianggou. Tidak lama lagi informasi tentang dibuka kembali ujian nasional perguruan tinggi akan dibuka".
Xia Zhiqing sedikit menyerngit, ia mengatakan informasi itu bukan untuk membuat Shen Jianggou fokus ke ujian nasional namun sebagai alasan untuk membujuk pasangan Shen agar kembali menjalin hubungan dengan Shen Xuan karena Feng Weimin berperan penting dalam kesuksesan anak mereka namun melihat reaksi kekasihnya membuatnya sedikit khawatir.
Shen Jianggou tersenyum penuh harapan, ia lalu menoleh pada ibunya tidak lagi melarang dan tidak setuju untuk menjalin kembali dengan kakaknya.
Ujian nasional!!! Jika dia lulus ujian perguruan tinggi maka tidak ada lagi orang yang akan membandingkannya dengan Shen Xuan!!!.