
Mak Li tertegun karena baru kali ini ia melihat sendiri perlakuan tidak adil Wang Yihua pada anak pertamanya, sesaat ia tidak tau harus berbuat apa, ia tidak bisa pergi karena Shen Xuan belum membayar biaya comblang yang ia lakukan namun ia juga tidak enak meminta bayarannya setelah mendengar kata Wang Yihua.
Para warga yang ingin melihat reaksi Wang Yihua juga sama terkejutnya, walaupun mereka sudah menyangka bahwa wanita itu tidak akan rela memberikan mahar yang tinggi untuk putra sulungnya namun uang ini adalah uang pribadi Shen Xuan tapi Wang Yihua bersikap seakan uang itu adalah miliknya dari awal.
"Ibu, ini uangku sendiri untuk mengobatan kaki, kenapa kau mengambilnya?" Suara Shen Xuan sedikit bergetar karena begitu sedih oleh perkataan ibu kandungnya sendiri.
"Itu karena kau tidak menggunakan itu untuk pengobatan kakinya, kau pikir kau ini kaya dan masih berguna?! Tidak, kau sudah cacat, jadi lebih baik aku gunakan uang ini untuk mahar Jainggou kepada Xia Zhiqing, dia lebih dan berguna daripada Kaili yang hanya lulus SD!!".
"Ibu!!, ini pernikahanku sekali seumur hidup!, apa kau ingin aku dan Kaili dipermalukan oleh semua orang karena menikah tanpa mahar?" Mata Shen Xuan sengaja ia buat menjadi merah agar terlihat seperti ingin menangis yang akan membuat siapa saja akan merasa iba, terlebih ketika melihat ia duduk di atas kursi roda.
Namun itu tidak dirasakan oleh Wang Yihua, ia bersikeras meminta uang tersebut dan tidak akan membiarkan Shen Xuan menggunakan uang banyak itu hanya untuk mahar semata.
"Ibu! Apa aku benar-benar anak kandungmu? Mengapa kau selalu membedakan aku dengan Jianggou? Apa hanya karena nenek pernah merawatku? Ibu! Aku ini juga anakmu, kenapa kau memperbolehkan Jianggou memakai uangku sedangkan aku sendiri tidak? Apa kau senang melihatku dihina banyak orang karena tidak memiliki mahar untuk menikah?!!". Shen Xuan berteriak histeris, air mata mulai mengenang di pelupuk matanya. Walaupun ia ingin bersandiwara namun hatinya tetap tersakiti oleh perkataan dan perlakuan ibunya.
"Haha! Kau menyamakan dirimu sendiri dengan Jianggou? Apa kau tidak berkaca?! Lihat dirimu sendiri, kau cacat tidak berguna dan hanya menjadi beban saja. Kau seperti parasit yang menghisap darahku!! Kau mendengarnya, kau parasit bangsat!!!".
Para warga terkesiap, bagaimana mungkin seorang ibu tega mengatakan kata-kata menyakitkan itu pada anak kandungnya sendiri?!!, mereka menatap iba dan kasihan pada Shen Xuan, sungguh laki-laki yang malang.
Shen Xuan telah bekerja keras di militer setelah dipaksa putus sekolah oleh ibunya dan setiap bulan selalu mengirimkan uang ke rumah namun ketika melihat bahwa ia sudah tidak berguna lagi, Wang Yihua tidak segan-segan menyuarakan apa yang ia pendam terhadap anaknya, tidak ada yang tau bagaimana cara berpikir wanita itu.
Naomi juga mendatangi rumah keluarga Shen karena tau bahwa keadaan Shen di rumah tersebut, ia ingin membela dan memberi dukungan pada Shen Xuan jika ibunya mengatakan hal yang tidak menyenangkan kepada laki-laki itu. Dan benar, kedatangannya sangat tepat.
Naomi segera melangkah mendekat dan memegangi bahu Shen Xuan berusaha menghibur. "Bibi, kenapa kau berbicara kasar seperti itu? Shen Xuan juga anakmu, kenapa kau selalu memperlakukannya begitu buruk, Shen Xuan yang lebih banyak berkontribusi pada keluarga Shen daripada Jianggou tapi kenapa kau sangat tidak puas dan mal..."
"Diam kau gadis tengik, ini karena dirimu!! Jika kau tidak meminta mahar tinggi, mana mungkin aku bertengkar dengan anakku sendiri!!".
Mata para warga melebar tidak percaya. Mereka sangat tau karakter dan temperamen Wang Yihua, ia hanya mencari alasan agar uang yang dipegang Shen Xuan bisa diambil.
"Ibu... tolong jangan membentak calon istriku. Aku sendiri yang memberikan mahar itu, dia sama sekali tidak tau ibu" Bahu Shen Xuan bergetar bukan karena menangis namun menahan emosi, ia menundukkan kepalanya agar ekspresinya tidak terlihat, hanya Naomi yang merasakan aura marah yang Shen Xuan keluarkan dan itu membuat alisnya terangkat heran.
"Aku tekankan ya Shen Xuan, jika kau tidak menyerahkan uang 800 yuan itu maka aku akan melaporkanmu ke polisi atas dan kepala komuniti karena kau anak durhaka!!".
Bahu Shen Xuan tersentak, ia lalu mengangkat wajahnya yang pasrah dan putus asa membuat orang-orang semakin iba melihatnya.
"Apa kau menginginkan aku mati ibu? Aku sudah cacat tapi kau masih tidak ingin aku menikah dengan gadis baik-baik!! Apa kau benar-benar ingin aku melihatnya mati ibu!!".
Para ibu yang mendengar tidak sanggup mendengarnya dan mencoba membujuk Wang Yihua namun wanita itu sama sekali tidak mendengar dan bahkan memarahi orang yang sok sibuk mengurusi urusan rumah tangga.
Keributan itu membuat paman Jiang dan Shen Daniu yang baru pulang dari sawah segera mendatangi rumah keluarga Shen.
"Apa yang terjadi? kenapa kalian sangat berisik, apa kalian tidak tau ini waktunya makan siang?".
Salah satu ibu menceritakan duduk perkara dengan detil pada paman Jiang membuat laki-laki itu terkejut dan marah. "Wang Yihua, apa kau ingin Shen Xuan menikahi Kaili tanpa mahar?! Jangan mimpi!!".
"Kepala desa Jiang, itu karena Kaili meminta mahar yang sangat tinggi".
"Ibu sudah aku bilang aku sendiri yang memberi..."
"Diam!! Aku tidak butuh penjelasanmu anak sialan!!".
"Kau! Kau pikir kau bisa berbuat apapun hanya karena Shen Xuan darah dagingmu?!". Paman Jiang sangat marah melihat kelicikan dan sangat tidak tau malu wanita itu.
"Ya, dia anakku!! aku berhak berbuat apapun padanya!!, jangan ikut campur pada urusan keluarga kami".
"Shen Daniu, apa kau hanya diam saja melihat anakmu diperlakukan buruk oleh Wang Yihua?".
Shen Daniu hanya diam tidak menjawab menunjukkan bahwa ia tidak masalah melihat anaknya dihina dan dimaki sedemikian rupa.
Shen Xuan tertawa nanar, wajahnya tampak begitu putus asa hingga akhirnya air mata mengalir di pipinya. Ini adalah ibu dan ayahnya namun ia belum pernah sedikitpun merasakan kasih sayang dari keduanya.
"Ayah, ibu. Kadang-kadang aku bertanya apakah aku benar-benar anak kalian? Kalian sama sekali tidak pernah menyukai dan memberikan kasih sayang padaku sedikitpun dari kecil. Jika bukan karena nenek yang membesarkanku, mungkin aku akan mati kelaparan".
Wang Yihua yang tidak suka dengan ibu mertua yang selalu menghardiknya semakin marah ketika mendengar kata Shen Xuan. "Dasar anak durhaka!, aku berusaha keras untuk melahirkanmu tapi kau hanya beryukur pada wanita tua itu. Walaupun kau mati kelaparan itu lebih baik daripada selalu membuatku marah dan sakit hati!!".
Mata Naomi menjadi dingin, ingin rasanya merobek mulut kotor itu agar tidak bisa lagi berkata apapun namun tangan Shen Xuan menahannya, laki-laki itu menatapnya dan menggeleng pelan dengan cepat sehingga orang-orang tidak sadar, barulah Naomi sadar bahwa Shen Xuan berniat ingin memutuskan hubungan dengan keluarga Shen namun tidak ingin mengemban gelar anak durhana.
Ide yang cemerlang!!!