Devil's Wish

Devil's Wish
1.25 Terlahir kembali di tahun 1980



Banyak yang terjadi dalam setahun belakang ini, mulai dari suasana pelajar-pelajar muda yang sibuk membuka kembali buku mereka yang telah mereka buang entah kemana atau tentang perubahan yang terjadi di kota yaitu tentang petugas keamanan yang tidak lagi sering berpatroli mengawasi orang-orang agar tidak melakukan transaksi pribadi, karena hal itu satu persatu kios di pinggiran jalan atau di luar stasiun kereta api mulai bermunculan, fenomena tersebut karena tidak ada pedagang yang ditahan jika ketahun membuat para pedagang kecil semakin berani.


Selain itu, perubahan di desa Jiang juga terjadi karena sedikit demi sedikit pekerja yang bekerja di ladang maupun pekerjaan lainnya tidak lagi dibayar oleh poin melainkan tiket dan uang yuan, Shen Xuan sudah memprediksi hal itu terjadi sehingga ia dan Naomi hanya fokus mengumpulkan modal dari hutan berupa buah-buahan yang ada di hutan yang kemudian diolah menjadi buah kaleng atau kerupuk maupun selai buah.


Shen Xuan meminta bantuan para nenek dan kakek yang sudah tidak mampu bekerja keras untuk memproses buah-buah tersebut menjadi makanan yang siap untuk di jual. Awalnya banyak warga yang sedikit ragu dan mencemooh Shen Xuan yang terlalu percaya diri, buah kaleng, kerupuk ataupun selai buah yang dibungkus rapi dan terkesan mewah di tahun 1980-an dijual dengan harga yang lebih tinggi oleh Shen Xuan dan mereka berpikir bahwa produk tersebut tidak akan ada yang membeli namun ternyata salah.


"Semua habis terjual?!". 


"Bagaimana mungkin?! Siapa yang mau membeli buah kaleng, kerupuk dan selai buah yang dipatok harga setinggi itu?".


"Tapi aku dengar dari nenek Yao, Shen Xuan mampu menjualnya dengan cepat".


Semenjak mengetahui bahwa buah di hutan yang ada di bukit gunung, beberapa orang ingin melakukan yang sama namun mereka tidak tau cara membuatnya sehingga rugi saja jika mereka memetik buah-buahan tersebut.


Hal itu membuat banyak warga terlebih para ibu mengeluh pada kepala desa Jiang bahwa Shen Xuan hanya mau memenuhi perutnya saja, mereka ingin resep yang Shen Xuan dapatkan dari Naomi.


Paman Jiang selaku kepala desa menjadi pusing, di satu sisi yang dikeluhkan adalah suami dari keponakannya namun disisi lain ia juga ingin memberikan kehidupan lebih baik kepada para warga yang ia pimpin.


Paman Jiang akhirnya membicarakan hal tersebut kepada Shen Xuan untuk mencari solusi namun ia tidak menyangka bahwa Shen Xuan tidak hanya memberikan resep tersebut namun juga memberikan saran untuk membangun koperasi pengolahan buah sebagai bagian dari kepimilikan desa.


"Kau yakin Shen Xuan?" Karena terkesan seperti uang yang jatuh dari langit, paman Jiang sedikit tidak percaya dengan apa yang Shen Xuan katakan.


"Benar paman. Aku dan Xiao Li akan pergi ke ibukota untuk membangun akademis dan karir di sana, kami menciptakan usaha ini sebenarnya untuk warga desa tapi orang-orang pasti tidak akan percaya bahwa usaha ini menguntungkan sebelum melihatnya sendiri jadi kami tidak memberitahu dulu tentang rencana kami".


Paman Jiang tertegun dan merasa sedikit malu, walaupun ia mendukung usaha Shen Xuan dan Naomi namun diam-diam ia juga mengeluh karena Shen Xuan tidak membicarakan hal itu kepadanya terlebih dulu, ia telah salah dalam menilai Shen Xuan yang memimpin usaha tersebut.


"Shen Xuan. Paman sebagai kepala desa mengucapkan banyak banyak terimakasih atas kontribusi besar yang telah kau lakukan, paman berjanji akan memastikan bahwa semua warga tau apa yang telah kau lakukan terhadap mereka. Kau adalah laki-laki yang hebat Shen Xuan".


"Aku juga bagian dari desa Jiang paman, jadi sudah seharusnya aku melakukan ini untuk desa Jiang".


Dua bulan setelah Shen Xuan dan Naomi menikah, Shen Jianggou dan Xia Zhiqing juga menikah, berbeda dengan acara yang 'mewah' dan ramai ketika Shen Xuan dan Naomi menikah. Pernikahan Shen Jianggou dan Xia Zhiqing tidak begitu ramai dan terkesan sepi karena makanan yang Wang Yihua dan saudaranya masak tidak banyak dan tidak pantas disebut sebagai sajian perayaan karena bahan-bahan yang kurang menyebabkan rasa makanan yang sedikit hambar.


Wang Yihua sebenarnya ingin memberikan makanan yang enak namun ia dan suaminya tidak memiliki banyak uang karena lebih setengah dari mahar yang Shen Jianggou berikan sudah habis karena membelikan sepeda, mesin jahit ataupun baju dan perhiasan.


Wang Yihua bahkan harus mengambil uang simpanan pribadinya untuk menambahkan dalam membeli furnitur baru untuk Shen Jianggou, karena itu ia semakin mengingat uang 2000 yuan yang ada ditangan Shen Xuan, walaupun banyak yang mengatakan bahwa anaknya tidak lagi mempunyai uang sebanyak itu karena pembelian furnitur atau acara pernikahan dan juga pengobatan kakinya namun ia tidak percaya dan mengatakan bahwa Shen Xuan sangatlah pelit dan tidak peduli lagi kepada keluarganya.


Walaupun Wang Yihua mengeluh dan memfitnah anaknya di hadapan teman-temannya namun ia tidak berani mengatakan apapun di depan wajah Shen Xuan sehingga fitnah dan makian yang ia lakukan tidak berpengaruh apapun pada Shen Xuan dan Naomi yang selalu dipenuhi oleh suasana bulan madu.


Terlebih setelah Shen Xuan menyerahkan resep buah kaleng dan selai buah semua orang yang diam mendengar maupun mendukung ucapan Wang Yihua berbalik menuding dan memarahinya yang membuatnya tidak bisa menyangkal dengan satu mulutnya saja. Pasangan Shen serta Shen Jianggou dan Xia Zhiqing menjadi orang yang tidak disambut ramah oleh para warga karena memiliki masalah dengan Shen Xuan.


Sehingga walaupun para pelajar muda wanita iri melihat Xia Zhiqing dibonceng oleh Shen Jianggou namun mereka dengan cepat dapat mengalihkan pikiran mereka dengan topik lainnya.


Naomi turun dari kereta sapi dibantu oleh Shen Xuan yang kemudian membuka botol minuman untuk istrinya minum.


"Ayo kita pergi, tidak lama lagi gerbang sekolah akan dibuka".


Tak lama mereka sampai, gerbang sekolah dibuka untuk para pelajar muda yang akan mengikuti ujian. 


Shen Xuan merapikan rambut hitam istrinya dan mencium pipi Naomi, tidak peduli suara terkesiap orang-orang yang melihat tindakannya, meskipun di era baru namun perbuatan intim seperti mencium sangat jarang dilakukan oleh pasangan muda mudi karena malu.


"Semangat baby, aku yakin kau pasti bisa menjawab semua soal ujiannya".


Naomi mengangguk yakin, ia lalu membalas ciuman di ujung bibir suaminya sembari mengambil tas dari tangan Shen Xuan dan melambaikan tangan sebelum masuk ke ruang ujian.


Shen Xuan tertegun oleh balasan ciuman Naomi lalu tersenyum sembari menatap lembut punggung istrinya sebelum wajahnya berubah menjadi datar setelah Naomi menghilang di balik pintu, matanya dengan tajam dan dingin menyusuri laki-laki yang menatap terpesona pada Naomi, ia sebenarnya tidak memiliki hobi untuk memamerkan hubungan pasangan suami istri di hadapan publik, ia hanya ingin melihat wajah merona Naomi untuk dirinya sendiri namun lirikan mata dari beberapa laki-laki membuatnya kesal sehingga ia melakukan itu untuk mengklaim bahwa Naomi hanya untukknya semata.Mengingat kembali akan balasan ciuman istrinya, ujung bibir Shen Xuan menyungging lembut.