Devil's Wish

Devil's Wish
1.10 Terlahir kembali di tahun 1980



Wang Yihua tau bahwa Shen Xuan memiliki uang 1.000 yuan untuk mengobati kakinya, uang itu pemberian kompensasi dari pemerintah. Ia sebenarnya juga ingin mengambil uang itu namun Shen Xuan menatap dingin dan mengatakan akan melaporkan pada pihak militer jika ia berani melakukannya.


Hal itu membuka Wang Yihua menjadi takut dan tidak lagi berani menyentuh uang tersebut. Ia melihat Shen Xuan yang masih menatap menunggu jawaban.


"Baiklah kalau kau memakai uangmu sendiri" Wang Yihua akhirnya setuju namun matanya penuh perhitungan.


Naomi memiliki rumah peninggalan orangtuanya serta paman yang seorang kepala desa, tidak hanya itu ia juga rajin sehingga pekerjaan rumah akan ia limpahkan padanya serta ia juga dapat bekerja di ladang tidak seperti Xia Zhiqing, membawa gadis itu ke dalam keluarga akan memberi banyak keuntungan.


Wang Yihua tidak menyadari bahwa apa yang ia pikirkan tergurat jelas di wajahnya membuat Shen Xuan yang masih menatapnya menyadari apa yang ia pikirkan.


Shen Xuan menundukkan pandangannya yang kelam dan dingin, sepertinya ia harus mencari cara untuk terlepas dan tidak berhubungan lagi dengan keluarga ini jika tidak ingin Naomi menderita.


Di sisi lain, Wang Yuze menemui Xia Zhiqing namun gadis itu sudah pergi ke kota bersama dengan warga lain.


Xia Zhiqing begitu panik sampai akhirnya memutuskan untuk menyewa seorang laki-laki yang ia kenal agar menjadi orang yang mengakui memukul Lui Zhen karena beralasan apapun tidak akan membuat warga percaya karena sapu tangannya berada di tangan laki-laki itu.


Jika saja Lui Zhen tidak terluka dan babak belur maka warga tidak akan percaya apa yang ia katakan namun kenyataan bahwa laki-laki itu terluka parah menunjukkan bahwa ia tidak berbohong sehingga Xia Zhiqing terpaksa harus mengikuti jalan permainan laki-laki sialan itu.


"Ming, bisakah kau membantuku? Hiks, ada laki-laki yang memfitnah ku di desa Jiang".


Ming Tao di depan Xia Zhiqing adalah seorang preman pasar yang juga tertarik pada Xia Zhiqing.


"Ada apa? Siapa yang membully mu?". Ia pun memeluk Xia Zhiqing.


Xia Zhiqing terisak sesaat sebelum melepaskan diri setelah memberi umpanĀ  yang cukup.


"Si brengsek Lui mengatakan bahwa aku menyewa seseorang untuk memukulinya sampai babak belur, aku takut itu menjadi masalah. Bisakah kau menjadi seseorang itu?".


Ming Tao diam sesaat mempertimbangkan apakah ia bisa membantu tanpa membuat dirinya terkena masalah.


"Aku akan memberimu 100 yuan".


100 yuan cukup untuk makan enak seminggu dan membeli rokok, mata Ming Tao berkilat.


"Baiklah, aku akan membantumu". Seminggu ini polisi keamanan sering berkeliling kota untuk berjaga sehingga ia dan kelompok kecilnya tidak bisa memalak orang-orang kecil yang ingin pergi ke pasar gelap, ia tidak bisa meminta uang dari orang yang bekerjasama dengan pengelola pasar gelap sehingga ia hanya dapat fokus pada orang-orang kecil yang tidak memiliki background apapun.


Xia Zhiqing berpikir bahwa Ming Tao akan menolak menerima uang, ia lupa akan akting sedihnya dan menatap terkejut pada Ming Tao yang tersenyum padanya.


"Terimakasih Ming Tao, aku tidak tau harus berterimakasih seperti apa padamu". Xia Zhiqing masih berusaha untuk membuat Ming Tao luluh dan tidak mengingat uangnya namun tidak berhasil.


Ming Tao mengelus rambut panjangnya yang dikepang dua.


"Tidak masalah, ayo kita pergi. Aku akan menghajar laki-laki yang berani membully mu".


Mereka pun kembali bersama dengan warga lainnya, dalam kereta sapi Xia Zhiqing berakting sedih dan menangis lalu menjelaskan mengapa ia melakukan itu.


"Bibi, aku terpaksa melakukannya. Aku...takut karena si brengsek Lui akan memperkosa ku karena dia kecewa ketika mendengar aku ingin menikah dengan JJianggo".


Penjelasan itu serta raut wajah sedih dan takut Xia Zhiqing membuat para warga akhirnya mempercayai gadis itu.


"Kau akan menikah?".


Suara rendah Ming Tao membuat Xia Zhiqing sadar bahwa laki-laki itu juga tertarik padanya, sesaat tubuhnya kaku dan ia mengangguk yakin, ia tidak ingin akan ada rumor lainnya yang dapat menghalanginya untuk menikah dengan Jianggou.


"Oh~".


Mereka sampai di desa Jiang, para warga tidak langsung pulang namun mengikuti Xia Zhiqing dan Ming Tao ke rumah keluarga Lui.


"Ada apa ini? Kenapa kalian mendatangi rumahku?" Nenek Lui Zhen bertanya bingung dan khawatir.


Ia telah mendengar berita tentang cucunya yang dipukuli oleh seseorang dan ia tidak mempermasalahkannya karena ia juga muak dengan cucu pembangkang tersebut namun ia tidak menyangka bahwa permasalahannya belum selesai.


Seorang ibu yang berusia 40 tahun menjelaskan duduk perkara kedatangan mereka lalu Xia Zhiqing membungkuk meminta maaf.


"Maaf atas apa yang aku lakukan nenek Lui, aku takut ketika mendengar Lui Zhen ingin meniduri ku secara paksa karena kecewa aku akan menikah dengan Jianggou".


"Apa?! Si brengsek itu ingin memperkosa mu!! Beraninya dia" Nenek Lui mengambil sapu lidi dan masuk ke rumah lalu memukuli cucunya tanpa ampun.


"Nenek, apa yang kau lakukan?!! Kau tidak lihat bahwa aku sedang terluka".


"Persetan dengan semua itu!! Kau berani memikirkan untuk memperkosa seorang gadis, dasar bajingan!! Aku sudah tidak sudi lagi memiliki cucu seperti mu!!".


Lui Zhen pun keluar rumah untuk menghindari pukulan dari neneknya namun ia terkejut melihat Xia Zhiqing.


"Kau!!".


"Aku yang memukuli mu, kau tidak perlu menyalahkan Zhiqing. Kalau kau dendam datang lah padaku". Ming Tao melangkah maju.


Melihat preman pasar yang terkenal di kota, Lui Zhen pun terdiam dan menciut.


"K-kak Ming?".


"Ya, ini aku. Jika kau marah karena aku memukuli mu kau bisa datang ke kota mencari ku. Ayo Zhiqing kita pergi". Ia tidak ingin lagi berlama-lama di sini karena merasa lapar karena belum makan dari kemarin malam.


Xia Zhiqing menghela napas lega dan pergi setelah berterimakasih dan berpamitan pada bibi dan paman yang membantunya.


Keduanya pergi ke rumah perkumpulan pelajar muda, Xia Zhiqing menyuruh Ming Tao untuk menunggu tidak jauh dari tempat tinggalnya lalu mengambil uang dan menyerahkannya pada laki-laki itu. Karena ia belum lama terlahir kembali sehingga konsep modern masih melekat di pikirannya sehingga ia berpikir 100 yuan adalah uang yang sangat sedikit.


"Zhiqing, siapa laki-laki ini?!! Apa kau berselingkuh dariku?!".


Suara Shen Jianggou menghentakkan Xia Zhiqing sedangkan Ming Tao hanya diam menatap lalu tersenyum provokatif membuat urat emosi Shen Jianggou semakin menyembul.


"Jianggou, ini Ming Tao, dialah yang membantuku untuk memukuli si brengsek Lui jadi aku merasa tidak enak dan memberi uang padanya karena tidak ingin berhutang budi".


Penjelasan kekasihnya membuat emosi Jianggou sedikit menurun.


"Terimakasih sudah membantuku Ming Tao, aku pergi dulu".


Xia Zhiqing menarik tangan Shen Jianggou karena tidak ingin membuat kesalahpahaman lainnya, meninggalkan Ming Tao yang tersenyum miring, entah apa yang ia pikirkan.


Mereka pergi tidak jauh dari sana dan Xia Zhiqing mulai menjelaskan perihal kenapa Ming Tao pergi ke desa Jiang.


Shen Jianggou bernapas lega dan memeluk kekasihnya, ia merasa bersalah karena menuduh kekasihnya dan tidak percaya.


Xia Zhiqing menggeleng kepala. "Aku tidak apa-apa. Kau tidak mempercayai ku karena aku belum cukup keras berusaha memberimu kenyamanan sehingga kau belum sepenuhnya mempercayai ku".


Shen Jianggou semakin bersalah. "Aku mencintaimu Zhiqing, aku percaya padamu. Aku hanya cemburu ketika melihatmu dengan laki-laki itu, maaf telah melukai perasaanmu, aku tidak akan mengulangi lagi".


"En" Senyum menang tercipta di bibir gadis cantik itu.