
"Kau benar Kaili, kami juga akan melaporkan pada pihak militer jika wanita ini masih ingin memeras dan menyakiti Shen Xuan". Ibu Miao yang merupakan wanita yang paling tua di kerumunan itu memimpin dalam mendukung perkataan Naomi.
"Kami juga".
"Ya, aku juga akan melaporkannya!!". Warga lainnya turun memberi dukungan dan menatap tidak suka pada Wang Yihua.
Barulah Wang Yihua dan Shen Daniu menyadari hal yang serius. Shen Daniu yang sedari tadi hanya diam saja menampar kuat istrinya. "Itu semua salahmu!! Shen Xuan juga anakmu sendiri, mengapa kau mengatakan hal yang keji dan membuat hati anak kita menjadi dingin? Sekarang, cepat minta maaf!!". Walaupun Shen Daniu baru mendukung Shen Xuan namun semua orang tau bahwa laki-laki itu hanya takut jika dilaporkan karena perbuatan istrinya.
"Jangan memukul ibu ayah. Aku sudah ikhlas dan menerima semua ini, aku akan menulis surat pemutusan hubungan karena aku tidak ingin lagi menyakiti ibu dengan kehadiranku". Shen Xuan masuk ke dalam rumah dengan bantuan Naomi untuk mengambil kertas dan pulpen.
Naomi melihat kamar kecil yang tidak memiliki furnitur lainnya selain tempat tidur dan lemari kecil untuk pakaian, hal itu menunjukkan bahwa Wang Yihua sama sekali tidak peduli akan anaknya.
Shen Xuan menulis dengan cepat namun tetap rapi surat pemutusan hubungan serta memasukkan syarat berupa uang 800 yuan ke dalamnya.
"Kaili".
"Hm?".
Shen Xuan menggenggam tangan Naomi dan menatap dalam gadis yang ia cinta dengan penuh cinta.
"Aku masih memiliki uang simpanan jadi kau tidak perlu khawatir tentang mahar". Walaupun Shen Xuan sangat terharu dengan pembelaan Naomi namun tetap saja ia khawatir jika gadis itu berubah pikiran.
Naomi tertawa lucu. "Aku tidak peduli akan hal itu, tapi itu bagus karena pamanku akan kehilangan muka jika keponakannya menikah tanpa mahar apapun".
"Itu tidak akan terjadi, aku berjanji".
Naomi tersenyum dan mengangguk lalu ia teringat hal lain dan menatap Shen Xuan.
"Ada apa?".
"Itu.. Apa kau sengaja menstimulasi ibumu agar dia yang mengajukan pemutusan hubungan keluarga?".
Senyum Shen Xuan membeku, ia sedikit panik karena Naomi mengetahui triknya dan takut jika gadis ini jijik padanya namun melihat hanya tatapan penasaran dari gadis di hadapannya, Shen Xuan merasa lega dan bertaruh untuk melihat reaksi Naomi ketika ia menjawab jujur.
"Ya. Kau tau sendiri bahwa kata berbakti pada orang tua seperti gunung berat yang menghimpit seorang anak. Seorang ibu boleh memperlakukan anak dengan buruk tapi anak tidak membalas dengan hal yang sama jadi aku tidak ingin lagi kata berbakti itu menekan bahuku dan hanya bisa diam. Aku harap kau mengerti Xiao Li".
Tatapan memelas seperti anak anjing itu membuat Shen Xuan terlihat imut dan menggemaskan walaupun ia adalah seorang laki-laki dewasa.
"Kerja bagus. Jujur saja aku juga khawatir setelah menikah bibi Wang akan memperlakukan ku dengan buruk karena ingin melihatmu menderita tapi sekarang aku bisa menjadi tenang. Kerja bagus sayang". Naomi mencium pipi Shen Xuan dan tersenyum manis.
Ciuman tak terduga itu membuat Shen Xuan mematung, itu adalah ciuman pertamanya, laki-laki virgin dan belum pernah menjalani hubungan menjadi blank sesaat karena tindakan agresif Naomi.
"Ayo kita keluar, semua orang masih menunggumu".
Shen Xuan tersadar dan menoleh ke belakang menatap dalam dan liar pada Naomi membuat gadis itu menjadi gugup dan berpikir apakah dia menggoda secara berlebihan?.
"Kepala desa Jiang, ini surat perjanjian pemutusan hubungan ibu dan anak yang aku tulis. Tolong di periksa dan jika tidak masalah, tolong paman menjadi saksi atas kejadian ini".
Paman Jiang memeriksa dengan teliti dan tidak menemukan keganjalan apapun sebelum ia menempelkan sidik jari, ia kembali melihat keponakannya yang masih berdiri santai lalu menghela napas panjang. Sepertinya Naomi tidak tau kehidupan sulit apa yang akan ia hadapi nantinya, walaupun ia juga merasa kagum pada perjuangan dan pengorbanan seorang tentara yang melindungi tanah negara mereka namun memiliki suami yang terluka dan tidak bisa bekerja serta tidak memiliki uang akan membuat keponakannya ditampar kuat oleh kenyataan dan menyadari menjadi kagum dan bangga tidak dapat memberi mereka makan.
Walaupun demikian, paman Jiang tidak ingin menyiram air dingin kenyataan melihat keponakannya yang bahagia.
"Ibu, setujui perjanjian pemutusan hubungan ini dan aku akan memberikan 800 yuan padamu". Shen Xuan menatap pasrah pada Wang Yihua.
Wanita itu segera merampas kertas dan menempelkan sidik jarinya tanpa membaca apapun karena sudah tidak sabar memiliki uang 800 yuan.
Kertas yang sudah di tempel sidik jari lalu dibagikan pada Wang Yihua, Shen Xuan dan kepala desa Jiang agar menjadi bukti bahwa pemutusan hubungan seorang ibu dan anak benarlah terjadi.
"Karena kau sudah tidak lagi menjadi anakku maka kau tidak boleh tinggal di rumah ini!" Wang Yihua berkacak pinggang dengan wajah pongah yang terangkat naik.
Shen Xuan diam sesaat lalu mengangguk setuju kemudian menoleh pada kepala desa Jiang. "Kepala desa Jiang, aku ingin menyewa rumah kosong yang ada di bagian utara desa".
Di desa Jiang ada beberapa rumah kosong yang sudah lama tidak ditempati, rumah itu rumah orang yang melarikan diri di masa perang dan rumah di bagian utara merupakan rumah kosong bagus yang selalu di bersihkan oleh warga desa ketika bergotong royong.
"Heh~ Kau ingin menyewanya dengan apa? Dengan kata-kata manis?" Wang Yihua mencibir sinis.
Shen Xuan sudah tidak peduli lagi dengan ibunya dan hanya menatap kepala desa Jiang. "Aku akan memberikan uangnya dua hari lagi, aku akan pergi ke kota untuk meminjam sedikit uang pada temanku yang bekerja di kota".
Kepala desa Jiang tertegun lalu mengangguk setuju. Walaupun ia begitu penasaran siapa teman yang laki-laki itu katakan namun ia tidak bisa bertanya begitu saja. Para warga pun ikut membantu Shen Xuan memindahkan sedikit barang yang ia miliki dan kembali memarahi Wang Yihua yang begitu kejam hingga tidak memberikan apapun pada anak laki-laki yang sudah berkontribusi ke dalam keluarga sebelumnya, dalam hati memang berkata bahwa wanita itu akan mendapat karmanya di masa depan kelak karena mereka melihat bahwa Shen Xuan lebih berbakti daripada Shen Jianggou yang belum pernah bekerja.
Rumah bagian utara terdiri dari 3 kamar, satu ruang tamu, satu ruang keluarga dan satu dapur yang cukup luas. Naomi ikut membersihkan rumah tersebut dan merapikan barang-barang yang diletakkan oleh warga.
Shen Xuan memberanikan menggenggam tangan Naomi dan berkata. "Aku akan segera menikahimu bulan depan".
Naomi tertegun dan mengangguk sembari tersenyum. Senyuman itu ikut mempengaruhi Shen Xuan dan keduanya menatap satu sama lain sebelum sadar dan menjadi salah tingkah lalu memalingkan wajah mereka yang memanas, keduanya yang tidak memiliki pengalaman apapun dalam cinta terlihat seperti pasangan anak kecil yang masih begitu naif dan sering salah tingkah pada satu sama lain.
"Besok aku akan pergi ke kota untuk berobat sekalian menemui temanku yang bekerja di kantor polisi". Shen Xuan mengalihkan topik pembicaraan agar tidak merasa canggung.
"Aku akan menemanimu, aku juga harus membeli sesuatu".
Shen Xuan mengangguk senang. "Baiklah".