Devil's Wish

Devil's Wish
1.22 Terlahir kembali di tahun 1980



Pagi ini adalah hari yang menyibukkan bagi beberapa yang membantu acara persiapan pernikahan antara Shen Xuan dan Naomi. Kemarin mereka sudah pergi ke rumah sementara Shen Xuan untuk membantu memasak dan menyiapkan keperluan lainnya.


Awalnya Naomi mengatakan bahwa pesta di adakan di rumahnya saja karena akan merepotkan jika harus memindahkan kembali furnitur, kasur dan lainnya kembali ke rumah karena hanya di pakai untuk acara pernikahan namun Shen Xuan tidak setuju dan menjelaskan bahwa akan sangat canggung di mata masyarakat jika ia menikah di rumah Naomi dan itu pasti akan jadi buah bibir warga desa Jiang.


Akhirnya Naomi setuju untuk pernikahan di laksanakan di rumah sewa Shen Xuan, laki-laki itu menyewa beberapa ibu untuk memasak dan mendekorasi kamar pengantin. Pernikahan tersebut mengundang banyak reaksi dari warga desa karena mereka mengira bahwa Shen Xuan tidak mampu menempati janji lamarannya yaitu memberikan mahar sebesar 800 yuan dan banyak gadis dan wanita menatap iba pada Naomi yang menikah tanpa mahar apapun.


Seperti yang diketahui adalah tradisi melamar harus dengan mahar walaupun itu sedikit karena itu akan menunjukkan betapa berharganya sang gadis dan itu dilihat dari banyaknya mahar yang diberikan oleh sang laki-laki, jika mahar yang diberikan tinggi melebihi standar di tempat tersebut maka sang gadis dan keluarga akan merasa bangga karena nilai anak atau keluarga mereka lebih berharga itu membuat pandangan masyarakat akan sedikit berubah sehingga mahar tinggi menjadi kebanggaan tersendiri.


Mahar itu sendiri diberikan kepada orangtua sang gadis dan setelah menikah sang mempelai wanita akan membawa pulang mahar kawin dari keluarganya untuk membuat kesan baik di mata keluarga sang suami, semakin besar mahar kawin yang dibawa maka kesan sang mertua semakin baik. Kejadian itu disebabkan oleh tradisi masyarakat disana bahwa menantu yang masuk ke dalam keluarga suami akan tetap menjadi orang luar sehingga sang menantu harus memperlihatkan nilai dirinya dengan membawa mahar kawin agar keluarga suami menerima dirinya.


Oleh karena itu Naomi di mata warga desa Jiang khususnya perempuan sangat memprihatinkan dikarenakan tidak menerima mahar dan juga tidak bisa membawa mahar kawin karena tidak memiliki orangtua. Walaupun di satu sisi mereka iba namun di sisi lainnya mereka senang melihat hasil tersebut.


"Kaili. Kau sangat cantik" Bibi Jiang yang menemani Naomi berdandan menatap takjub pada keponakan suaminya. Ia tidak menyangka bahwa gadis di hadapannya adalah gadis dekil dan tidak terlalu terawat satu bulan yang lalu.


Bibi Jiang sebenarnya sedikit kesal karena  Shen Xuan tidak memberikan mahar untuk menikah Naomi karena ia sebagai keluarga yang lebih tua ingin menerima mahar tersebut mewakilkan orangtua Naomi namun ia tidak bisa menyuarakannya ketidakpuasannya karena selama satu bulan ini baik Naomi dan Shen Xuan sudah banyak memberikan tiket atau makanan kepada keluarganya.


Lagipula ia tidak akan bertengkar karena hal itu karena berpikir bahwa Feng Weimin dan Lao Hao Ming yang berhubungan dekat dengan Shen Xuan. Hubungan baik tersebut pasti akan bermanfaat untuk keluarganya karena merekalah satu-satunya saudara Naomi jadi ia tidak bodoh dalam melampiaskan kekesalannya dan membuat hubungan mereka menjadi retak. 


Naomi tersenyum kecil, setelah merawat diri dan tidak lagi berjemur di teriknya matahari kulit asli sang pemilik tubuh menjadi terlihat dan lebih mulus, perubahan signifikan tersebut bahkan terlihat di mata para warga yang bertemu dengannya setiap hari sehingga terlihat jelas bahwa perubahan tersebut tidaklah sedikit. Perubahan kulit dan sikap Naomi yang lebih tentram dan elegan membuatnya terlihat seperti perempuan kota daripada perempuan desa dan mungkin karena hal itu membuat para gadis menjadi iri dan senang ketika mengetahui bahwa bahwa Naomi tidak menerima mahar karena secantik apapun akan terlihat tidak berharga jika menikah tanpa menerima mahar.


Naomi melihat bayangannya di cermin yang memakai pakaian pengantin berwarna merah dengan perhiasan kepala dan merasa puas, ia merias diri sendiri dengan make up gaya sedikit modern yang tidak menor sehingga lebih nyaman di pandangan.


"Mulai hari ini kau sudah memiliki suami, layani suamimu dengan baik dan jagalah hubungan kalian agar tetap harmonis. Bibi tidak akan menasehatimu panjang lebar tapi kau harus ingat yang terpenting dalam suatu hubungan adalah komunikasi dan pengertian".


"Aku mengerti bibi. Terimakasih sudah menemaniku di hari paling penting dalam hidupku". 


"Itu sudah harus dilakukan. Kau adalah keponakanku".


Naomi tersenyum senang. 


"Ayo kita pergi, sudah masuk jam baik dan penuh keberuntungan. Kita tidak boleh melewatkannya". Bibi Jiang menutup kepala Naomi dengan kain merah dan menuntun gadis itu untuk keluar.


Di luar Shen Xuan duduk di atas kereta sapi milik keluarga Li yang sudah dibersihkan dan dihias dengan kain merah khas perayaan, ia menatap Naomi yang baru keluar dengan fokus.


"Jam baik telah tiba!! Mempelai wanita dapat menaiki kereta". Tetua Jiang mengumumkan dengan suara keras walaupun usianya sudah sangat senja.


Shen Xuan yang belum pulih total tidak bisa memeluk calon istrinya untuk duduk di kereta, berkat akupuntur yang akurat oleh Naomi dengan bantuan kekuatan mental, luka di kaki Shen Xuan sembuh lebih cepat daripada yang diprediksi oleh Lao Ming Hao sehingga membuat laki-laki tua itu kembali menjadi takjub oleh keahlian yang diperlihatkan oleh anak muridnya.


Shen Xuan mengulurkan tangannya, membantu Naomi menaiki kereta dan kereta sapi pun berjalan pelan menuju rumah sewa yang tidak jauh dari sana. 


Naomi melihat kepada bibi Jiang dan sang bibi langsung mengerti. Ia menyuruh dua pemuda untuk mengangkut dua buah kota mahar kawin yang telah dipersiapkan oleh Naomi dan paman Jiang untuk di letakkan di samping kotak yang Shen Xuan bawakan.


Pemandangan tersebut membuat para warga yang menonton tertegun. Mereka tidak menyangka bahwa Naomi mampu menyiapkan mahar kawin sebanyak dua buah kotak!!. Seorang ibu yang bermarga sama dengan Naomi menanyakan kepada bibi Jiang tentang mahar kawin tersebut.


"Mahar kawin itu di persiapkan oleh Kaili sendiri dan beberapa dari pamannya" Jawab bibi Jiang dengan nada sedikit pamer dan bangga.


Mata para ibu-ibu melebar, mereka berpikir bahwa mahar kawin tersebut mayoritasnya di siapkan oleh kepala desa Jiang karena Naomi adalah gadis yatim piatu, mereka pun memuji kemurahan hati kepala desa Jiang karena telah menyiapkan mahar kawin untuk keponakannya. Bibi Jiang menolak pujian itu dan mengatakan bahwa suaminya hanya menyiapkan beberapa hal saja namun nada bicaranya yang seakan merendah hati membuat para ibu-ibu tersebut tidak percaya.


Di depan rumah sewa Shen Xuan terdapat banyak meja dan kursi yang sudah dipenuhi oleh para tamu, salah satunya adalah Feng Weimin, Lao Hao Ming, Lao Su dan anaknya yang bekerjasama memperbaiki radio dengan Naomi.


Turun dari kereta, keduanya berdiri berhadapan. Shen Xuan menopang tubuhnya dengan tangan kanan karena belum bisa berdiri lama.


"Memberi hormat kepada langit dan bumi!!". Kedua membungkuk ke arah dan ke arah bumi.


"Memberi hormat kepada para tetua!!". Dikarenakan Shen Xuan sudah memutuskan hubungan dengan orangtuanya dan Naomi tidak lagi memiliki orangtua, para tetua desa memutuskan untuk mewakilkan orangtua keduanya bersama dengan kepala desa Jiang sebagai paman Naomi. Keduanya membungkuk kepada paman Jiang, para tetua klan dan desa.


"Memberi hormat kepada suami dan istri!!". Akhirnya keduanya membungkuk kepada satu sama lain. Setelah itu orang-orang bertepuk tangan dengan gembira pertanda bahwa Shen Xuan dan Naomi sudah sah menjadi suami istri, mereka hanya perlu mendaftarkan diri mereka ke kantor administrasi kota untuk dibuatkan buku nikah.


"Selamat Shen Xuan!!".


"Selamat Shen Xuan!!".