Cinderella Modern

Cinderella Modern
Takut kehilangan



Sudah satu minggu sejak acara kelahiran putra pertama Cinta dan Key. Jennie mulai merasa tidak nyaman dengan perut nya, ia sudah tidak dapat tidur nyenyak.Fero senantiasa memberikan kenyamanan untuk istrinya, seperti saat ini Jennie tidak dapat tidur menghadap kiri salah menghadap ke arah kanan pun tidak enak terlentang tidak boleh.Oleh karena itu Fero memijat kaki Jennie, ia usap punggung istrinya yang mencoba tidur menghadap ke arah kiri.


Jennie merasa nyaman dengan perlakuan manis suaminya.Perlahan Jennie mulai menutup mata nya namun tiba-tiba perut nya merasa sakit. Jennie meringis kesakitan, Fero terkejut ia semakin panik saat melihat sesuatu merembes di pangkal paha Jennie.Fero langsung menggendong Jennie lalu membawa nya keluar kamar.


" Sakiit banget. " rintih Jennie.


Fero berteriak membangun kan para pelayan, Fernando yang baru saja sampai malam itu terbangun oleh suara Fero.Dengan cepat ia turun ke lantai bawah.


" Kenapa Fer? " tanya Nando.


" Jennie mau ngelahirin, supirin kita ke rumah sakit kak. " ucap Fero lalu membawa Jennie menuju mobil, Nando mengikuti mereka setelah mengambil kunci mobil.Salah satu pelayan memasukan perlengkapan bayi ke dalam mobil.Setelah Jennie dan Fero masuk ke dalam mobil Nando mulai menjalankan mobil menuju rumah sakit.


Fero menggenggam erat tangan Jennie, Jennie terus saja merintih kesakitan.Fero merasa tidak tega melihat Jennie seperti itu, ia malah ikut menangis.Seorang Fero McKenzie menitikkan air mata nya untuk pertama kali nya di depan wanita nya.


" Kamu kenapa ikut nangis? " tanya Jennie.


" Aku nggak tega liat kamu kayak gini, kalau boleh biar aku aja yang ngerasain rasa sakit nya. " balas Fero sendu.


Dari depan Fernando melihat adiknya yang kini terlihat rapuh seperti wanita di saat wanita nya akan melahirkan. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit.Jennie di bawa ke ruang bersalin untuk di periksa oleh dokter. Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan.


" Pak Fero, Bu Jennie harus melakukan operasi secara karena posisi bayi tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. " ucap Dokter Ayu.


" Lakukan yang terbaik dok saya mohon. " ucap Fero.


Setelah mendapatkan persetujuan Fero, Jennie pun di bawa ke ruang operasi.Fero terus menerus menangis di depan pintu ruang operasi, ia begitu takut sesuatu terjadi pada Jennie.Ia tidak bisa kehilangan Jennie, Jennie kini separuh nafas nya.


Fernando sudah menghubungi dad Jeremy dan uncle Danu bahwa Jennie akan melahirkan, keduanya kini sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Tak lama kemudian terdengar suara tangis bayi, Feri dan Fernando tersenyum senang mendengar suara tangis bayi itu.Dad Jeremy dan uncle Danu pun sampai di rumah sakit bersamaan dokter keluar dari ruang operasi.


" Selamat bayi nya lahir dengan selamat, bayi nya laki-laki tuan. " ucap dokter Ayu sedikit gugup.


" Istri saya bagaimana dok? " tanya Fero.


" Hmm.. istri anda masih belum siuman tuan. " ucap dokter Ayu ragu.


" Pendarahan nya terlalu banyak mengakibatkan pembuluh darah mengenai Ginjal dan hal itu yang membuat pasien belum sadar kan diri. " jelas dokter Ayu.


Deg!!


" Kami akan pantau lagi kondisi istri anda tuan. " jelas dokter Ayu.


" Apa kami dapat melihat bayi nya? " tanya Dad Jeremy.


" Bayi anda akan kami pindahkan ke ruangan bayi nanti kalian dapat melihat dia di sana. " jawab suster.


Fero hanya terdiam, tubuh nya merosot ke bawah.Jennie masih belum tersadar, Fero semakin merasa takut.


" Siapa nama bayi kalian? " tanya Uncle Danu.


Setelah saat itu Jennie masih belum sadar kan diri, Jennie mengalami koma pasca operasi.Baby Al sudah di bawa pulang ke mansion.Perusahaan McKenzie untuk sementara di handle oleh asisten Fero. Karena kini ketiga pria McKenzie sedang sibuk mengurus baby Al.Papa Danu, Dad Jeremy dan juga Fernandez, bagaimana dengan Fero? ia senantiasa menunggu Jennie kembali membuka mata nya.


Wajah Fero sangat kusut, ia merasa sesuatu yang ada dalam diri nya telah hilang.Walaupun baby Al baik - baik saja namun Fero tetap saja merasa sedih.Ia tidak tega melihat wanita cantik yang menjadi istrinya itu terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.


" Honey, apa kamu akan tertidur seperti ini terus? kamu nggak kasian sama aku? kamu nggak pengen ketemu Al? kami membutuhkan mu sayang.. bangun lah. " ucap Fero sambil menangis.


" Kamu tahu sayang tiga pria tua itu kini sedang kerepotan mengurus anak kita.Apa kamu tidak ingin melihat para pria itu mengurus bayi? Ayo bangun lah sayang, aku merasa bersalah apabila sesuatu terjadi pada mu." racau Fero lagi.


Key dan yang lainnya yang ikut menjenguk Jennie ikut sedih melihat Fero seperti itu.Mereka melihat betapa terpuruk nya Fero saat ini.


" Fer, selama Jennie belum sadar kau bisa titipkan Al sama kami.Di mansion ada mom Alexa dan para ibu peri, mereka pasti senang mengurus baby Al. " ucap Key menyarankan agar Al tinggal sementara bersama nya.


" Iya udah seminggu, perusahaan di handle oleh Gio, Gio sudah kewalahan mengurus perusahaan kalian. " seru Kai.


Fero pun akhirnya setuju baby Al di rawat oleh mereka.Malam hari nya Fero masih setia duduk di samping ranjang Jennie, tidak ada yang menyangka Fero mantan cassanova itu akan mengalami hal seperti ini.


" Honey aku merindukan mu, bangun sayang.. aku mencintaimu Jennifer.Aku tidak sanggup harus kehilangan mu." ucap Fero menangis.


Tiba-tiba jemari Jennie mulai bergerak, manik mata nya menerjap.


" Sayang kamu bangun. " ucap Fero terkejut.Ia menciumi Jennie banyak kecupan.Fero pun dengan cepat menekan tombol emergency di samping ranjang Jennie untuk memanggil dokter.


Dokter pun memeriksa keadaan Jennie mereka senang akhirnya Jennie kembali sadar dari koma nya.Namun Jennie masih harus di rawat insentif selama beberapa hari.


" Bayi kita di mana sayang? " tanya Jennie.


" Mereka ada di mansion Wijaya, di sana banyak yang membantu mengurus baby Al sayang.Kamu kan tahu tiga pria tua di rumah tidak mempunyai pengalaman mengurus bayi. " ucap Fero terkekeh saat mengingat bagaimana tiga pria itu menjaga Al.


" Tapi nanti kita merepotkan mereka. " saut Jennie lemah.


" Selain ada aunty Alexa di sana saat ini ada nyonya Smith, nyonya Adhitama dan Nyonya William yang sangat senang ikut menjaga baby Al.Mereka yang menawarkan yang menginginkan baby Al di sana selama kamu masih dalam perawatan. " jelas Fero.


Jennie kini merasa tenang bayi nya di rawat oleh orang-orang yang baik.Jennie menatap wajah sembab suami nya ia usap wajah itu.


" Kamu pasti nangis terus ya? " tanya Jennie.


" Kenapa kamu jadi cengeng begini sih. " sambung nya lagi.


Fero memeluk Jennie sangat erat, " Aku takut.. aku takut kehilangan kamu. Aku nggak sanggup kalau sampai itu terjadi. " ucap Fero sedih.


Jennie tidak menyangka Fero kini begitu mencintai nya, laki-laki ini bahkan kini kerap kali menunjukkan sisi lemah nya di depan nya.


.........


Jangan lupa tinggalkan jejak bestie