Cinderella Modern

Cinderella Modern
Pregnant?



Yang belum like yang belum komen yang belum vote ayo bantu aku dukung karya aku ini kita like komen dan Vote bestie..


🌺🌺🌺🌺🌺


Happy Reading..


......


Satu bulan sudah berlalu hubungan Key dan Cinta kembali semakin romantis. Seolah membayar waktu tiga tahun yang terbuang mereka selalu menghabiskan waktu mereka untuk bergumul di atas ranjang.Namun hari ini Cinta merasa ada yang tidak beres dengan Key seharian ini Key terus saja bolak balik ke kamar mandi untuk memuntahkan semua yang ada di dalam perut nya. Cinta begitu frustasi apalagi saat dokter mengatakan kalau tidak ada masalah dengan kesehatan Key.Mom Alexa tersenyum lalu memberikan test pack yang tadi sempat ia beli di apotek saat mendengar Key sedang muntah - muntah.Mom Alexa ingat saat ia hamil si Kembar Keenan mengalami morning sickness yang biasa di alami ibu hamil.


Cinta merasa bingung saat mendengar ucapan dokter kalau ia pun harus di periksa.Namun Cinta tidak merasa dirinya mengalami penyakit serius bahkan Cinta merasa dirinya sehat sehat saja.Namun kini ia paham saat mom Alexa memberinya test pack.Dengan cepat Cinta masuk ke dalam kamar mandi.Lima menit semua nya menunggu Cinta keluar dari kamar mandi.Kecuali Key yang saat ini tengah terlelap karena ia kehilangan banyak cairan di tubuhnya.


ceklek!!


Cinta keluar dengan wajah sumringah nya.


" Aku hamil lagi mom. " ucap Cinta dengan suara pelan.


Dad Keenan dan mom Alexa begitu senang mendengar nya mereka semua kini berpelukan.


" Benar apa aku bilang kalau kamu yang bermasalah nya. " ucap dokter.


" Tapi kenapa suami saya yang muntah- muntah dok? " tanya Cinta tidak mengerti.


" Itu namanya kehamilan simpatik atau sering di sebut syndrome couvade di mana suami ikut merasakan morning sickness yang di alami ibu hamil. " jelas dokter tersebut.


" Waktu mom Alexa hamil si kembar daddy juga ngalamin yang sama kayak Key gini. " ucap Dad Keenan mengurai pelukan nya kepada Mom Alexa.


" Selamat ya sayang " ucap mom Alexa lalu memeluk Cinta setelah pelukan Keenan terlepas.


" Wah ini harus di rayakan mommy akan undang para ibu peri dan suami mereka untuk makan malam nanti. " ucap Mom Alexa lalu keluar dari kamar Key dan Cinta diikuti oleh dad Keenan dan juga dokter dari belakang.


Cinta berjalan menghampiri suami nya, ia usah perut nya yang rata.Ia tidak menyangka kini ia dan Key akan menjadi orang tua.Tiba-tiba manik mata Key menerjap, ia terbangun lalu duduk di atas ranjang.


" Kenapa aku diinfus segala? " tanya Key saat melihat jarum infus menacap di lengannya.


" Kamu kehilangan banyak cairan hubby, hari ini jangan ke kantor dulu kamu harus banyak istirahat. " ucap Cinta.


" Aku pengen ke kamar mandi dulu sebentar. " ucap Key lalu berdiri sambil memegangan infusan.


" Hati - hati sayang aku sama anak kamu nungguin di sini. " ucap Cinta lalu tersenyum senang.


" Iya sayang. " jawab Key yang masih belum sadar dengan apa yang cinta katakan.Namun tak lama kemudian Key keluar dengan wajah sumringah nya.Ia berlari kecil menghampiri istrinya sambil membawa infusan yang masih menempel di lengannya.


" Apa tadi kamu bilang baby, anak? kamu hamil sayang? " tanya Key antusias.


Cinta menunjukkan test pack yang terlihat jelas dua garis merah di sana.


Key memeluk Cinta dengan sangat erat, Key merasa sangat bahagia mendapatkan kabar gembira ini.Usaha nya dengan Cinta membuahkan hasil, kini ada janin di dalam rahim Cinta buah cinta mereka.Key terus saja menghujani Cinta banyak kecupan.


" Kamu bukannya mau ke kamar mandi by? " tanya Cinta.


" Oh iya saking lupa nya aku . " ucap Key lalu berjalan menuju kamar mandi dengan infus ditangan nya sambil bersenandung.Cinta terkekeh melihat tingkah suaminya itu sungguh menggemaskan.


Sama halnya dengan Cinta, Gigi pun mendapatkan kabar yang sama ia pun hamil seperti Cinta namun berbeda dengan Cinta yang tidak mengalami morning sickness justru Gigi kini terkulai lemas setelah berkali-kali memuntahkan isi dalam perut nya.


" Sabar ya chagi, kamu mau apa nanti aku beliin. " ucap Suho mengusap lembut puncak kepala Gigi.


" Aku pengen peluk kamu terus kayak gini. " ucap Gigi aroma tubuh Suho sedikit menghilangkan rasa mual yang sedari tadi Gigi rasakan.


Mama Hyeri dan papa Nick begitu antusias mendengar berita kehamilan Gigi dari si penyebar gosip siapa lagi kalau bukan Kang Hyemi yang selalu menginap di rumah Gigi dan Suho semenjak ia kuliah.


" Hyemi tolong belikan pannacota, salad buah dan juga sup ayam di kafe dekat kantor oppa. " ucap Suho sambil memberikan blackcard nya kepada Hyemi.


" Kenapa tidak minta buatkan para pelayan saja. " protes Hyemi yang sedang asyik menonton drama favoritnya.


" Anak kami ingin aunty nya yang membeli di kafe sana. " rengek Suho dengan wajah memelas.


" Sepertinya penderitaan ku akan segera di mulai. " batin Hyemi mencium aroma- aroma modus.


" Kau tidak ingin kan punya keponakan ileran? "tanya Suho lagi.


Oh astaga kenapa kakaknya ini jadi pintar berdrama sekarang.


" Oke baiklah. " jawab Hyemi lalu mengambil blackcard Suho lalu mengambil jaket dan juga tas nya ia pun keluar dari rumah tak lama kemudian.


Berbeda dengan Cinta dan Gigi yang begitu senang dengan kehamilan nya. Jennie justru kini tengah meratapi nasibnya saat ia melihat garis dua di benda pipih tersebut.Ia yang awalnya sudah merasa senang sudah satu bulan ini tidak memiliki tanda- tanda kehamilan.Namun nyata nya hari ini ia begitu cepat lelah ia pun memberanikan diri mencoba alat tes kehamilan.Dan ia begitu terpukul ternyata benih yang ditanamkan oleh Fero membuahkan hasil. Ia tidak mau menikah dengan Fero hanya karena anak ini. Ia ingin Fero mencintai nya ia lebih memilih merawat anak ini sendirian daripada tinggal bersama Fero yang tidak mencintai nya.


Namun hal tersebut ternyata di ketahui oleh Fero saat Jennie keluar dari kamar mandi ia terkejut saat melihat Fero ada di depan pintu kamar mandi ruangannya dan Cinta.Saking terkejut nya ia menjatuhkan alat test kehamilan yang menunjukkan bahwa ia hamil.


" Kau hamil Jennie?" tanya Fero sambil memegang alat tes kehamilan itu.


Jennie tidak menjawab, Fero pun mencari berkas - berkas Jennie yang berada dalam tas nya.


" Apa yang kau lakukan? " sentak Jennie.


" Kita harus segera menikah. " ucap Fero lalu menarik tangan Jennie setelah mendapatkan apa yang ia cari.


" Tidak aku tidak mau. " bentak Jennie.


Fero tidak peduli dengan umpatan dan makian yang Jennie lontarkan, ia terus berjalan menuju lift lalu turun ke parkiran. Fero membawa Jennie masuk ke dalam mobilnya. Tak lama kemudian mobil Fero melesat dengan cepat meninggal kan perusahaan..


........