Cinderella Modern

Cinderella Modern
Tamu tak di undang



Area wajib like komen dan vote bestie.. buat kamu kamu yang selalu dukung karya aku aku ucapin banyak banget makasih.. saranghae sekebon deh pokoknya.


Happy Reading epribadeh..


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Kedua orang tua Gigi masih dalam mode terkejut, mereka masih belum bisa mempercayai ucapan yang sangat mustahil keluar dari mulut pria tampan berwajah Korea di depannya itu.Bagaimana bisa pria tampan yang sangat kaya itu yang dapat dengan mudah mendapatkan gadis yang lebih cantik dari putrinya mengatakan menyukai putrinya.Bahkan saking cintanya pada putrinya pria tampan itu rela merubah keyakinannya mengikuti keyakinan Gigi untuk bisa menikahi Gigi.Namun yang menjadi masalah adalah Brigita putrinya masih belum memahami perhatian yang selama ini Suho berikan adalah bentuk rasa cinta padanya sebagai pria bukan sebagai sahabat.


" Kayak nya gue harus pamit" ucap Suho sambil tersenyum, lalu ia bangkit dari tempat duduk nya. " Ayah ibu Suho pamit ya. " pamit Suho lalu mencium tangan kedua orang tua Gigi bergantian.


" Makasih ya nak Suho " ucap Ibu Gigi lalu tersenyum.


" Iya bu, mari yah. " ucap Suho lalu keluar dari rumah mereka diikuti Gigi dari belakang.


" Makasih ya Suho. " ucap Gigi lalu mengulum senyum saat Suho hendak masuk ke dalam mobil.


" Sampe ketemu besok di sekolah, bye. " pamit Suho lalu masuk ke dalam mobil.


Gigi melambaikan tangannya kepada Suho, dapat ia lihat Suho pun melambaikan tangannya dari dalam mobil.Tak lama kemudian mobil Suho pergi meninggalkan pekarangan rumah Gigi.


Sementara di rumah Cinta kedatangan tamu ibu tiri titisan nenek lampir dan siluman Sekutu nya datang ke mansion Wijaya.


" Udah kaya lupa ya sama kami, " cibir ibu tiri Cinta.


Cinta memutar kedua bola mata nya malas, ia baru sampai ke Penthouse dan yang ia lihat pertama kali adalah dua benalu yang selama ini menyusahkan dirinya dan papa Danu.Sungguh sangat menyebalkan bagi Cinta, kedua tamu ini benar-benar tidak di undang.


" Iya lo enak- enakan keluar negri tapi papa banting tulang cari uang sendiri. " protes Rania kesal sambil bersidekap dada.


Cinta tertawa mengejek, " Gue udah ajak papa tuh, gue juga nggak mau papa terus kerja. Tapi papa kekeh aja mau bekerja buat kalian yang gila shopping. " sarkas Cinta kesal kepada dua benalu tidak tahu diri itu.


Keduanya mengepalkan tangannya sambil menatap tajam ke arah Cinta.Gadis itu sedari dulu sulit untuk mereka tindas, mereka melihat ke sekeliling.Mereka iri Cinta dapat merasakan kemewahan keluarga Wijaya.


" Ke_ kenapa kamu nggak ngajak kami? " ucap Ibu tiri Cinta tidak tahu malu.


Cinta tertawa kecil, " Pffft.. jadi kalian pengen di ajak? tapi aku malu kalau bawa kalian. " ledek Cinta yang membuat mereka berdua semakin geram.


" Pokok nya mama nggak mau tahu kami mau kami juga pindah ke sini. " pinta ibu tiri Cinta memaksa.


" Dari dulu sampai sekarang aku nggak mau tinggal sama kalian, jadi dari pada buang waktu mending kalian pergi. " usir cinta sambil mengibaskan tangannya.


Keduanya bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan keluar, Key yang baru selesai membersihkan diri datang memeluk Cinta dari belakang.


" Kenapa sayang hmm? " tanya Key sambil mengecup mesra pipi Cinta.


Hal tersebut tentu masih di lihat oleh Rania, ia merasa iri dengan kehidupan sempurna milik Cinta saat ini.Suami tampan yang begitu mencintai nya dan juga kekayaan yang sangat berlimpah.Ingin rasanya Rania merebut apa yang di miliki Cinta saat ini.Ia pun keluar bersama ibu nya karena tidak ingin terlalu lama melihat kebahagiaan Cinta.


" Rhea kemana? " tanya Cinta yang menoleh kesana kemari mencari keberadaan Rhea.


" Ke perpus sama Kean. " jawab Gigi. Mereka pun kembali duduk di kursi mereka.


" Mereka sekarang jadi semakin akrab atau jangan - jangan Rhea kembali suka sama Kean? " celetuk Gigi, keduanya tidak menyadari Zayn yang baru saja datang mendengar ucapan Gigi.


" Iya ya Rhea kan dulu nge fans banget sama Kean. " balas Cinta santai.Kini Cinta duduk satu bangku dengan Gigi di depan bangku Rhea dan Zayn.


" Sama kayak elu yang dulu pengen nya Kean yang jadi suami lo. " ucap Gigi menoyor kepala Cinta.


Cinta terkekeh, ia jadi ingat saat dulu ia merengek meminta mengganti pengantin pria nya dengan Kean.


" Terus kalau si Rhea naksir lagi sama Kean gimana Zayn dong? " tanya Cinta.


Cinta menoleh ke belakang, ia terkejut saat melihat Zayn sudah duduk di belakang mereka.Sejak kapan Zayn ada di situ? apa ia mendengar percakapannya dengan Gigi tadi.Oh tidak Cinta memberi kode kepada Gigi namun Gigi tidak menyadari nya.


" Alah biarin aja dia juga nggak suka kan sama istrinya, untuk kali ini gue mendukung Rhea mencintai pria lain selain suaminya. " cibir Gigi yang masih tidak sadar Zayn sedari tadi mendengar obrolan mereka.


" Kalau perlu nih ya, gue yang jadi setannya biar ngegoda mereka biar saling suka cie.. " celetuk Gigi begitu antusias.


Cinta menepuk keningnya ia benar-benar ingin menggetok kepala Gigi dengan apapun saat ini.Gigi yang menyadari keanehan sikap Cinta seketika menoleh ke belakang, Gigi terkejut saat melihat wajah Zayn yang tidak bersahabat.Dengan cepat Gigi kembali menoleh ke depan, ia melirik ke arah Cinta.


" Elu dari tadi udah gue kodein nggak paham juga elah. " bisik Cinta.


" Gue nggak sadar, aduh gimana dong" Gigi merasa frustasi.


Zayn pun keluar dari kelas, Cinta dan Gigi menengok saat Zayn keluar dari kelas.Entah mengapa langkah kaki Zayn tertuju ke perpustakaan.


Sementara di perpustakaan sekolah Kean membantu Rhea mencari buku yang ia cari. Rhea yang kesulitan mengambil buku di rak paling atas terus berjinjit namun masih sulit untuk di gapai.Tiba-tiba sebuah lengan kekar mengambil kan buku itu untuk Rhea.Saat Rhea berbalik ia melihat Kean yang tersenyum manis kepada nya.Seketika Rhea terpana dengan ketampanan Kean sehingga Rhea hendak terjatuh, namun dengan cepat Kean menahan punggung Rhea dengan lengannya.Sehingga jarak kedua nya kini semakin dekat, Zayn yang baru sampai melihat itu semua.


Zayn ingin menghampiri mereka yang sedang beradegan romantis.Namun ia urungkan mengingat mereka sudah berjanji untuk tidak ikut campur urusan masing-masing. Dengan berat hati Zayn keluar dari perpustakaan.


Kean membenarkan posisi mereka, ia pun memberikan buku tersebut kepada Rhea.


" Lain kali hati- hati, kenapa nggak bilang juga mau ngambil buku di atas. " ucap Kean lalu mengacak-acak rambut Rhea.


" Ish.. lo ini rambut gue nanti berantakan. " protes Rhea.


.......


Ayo kuat kan iman mu Rhea..


Jangan lupa tinggalkan jejak epribadeh..