
Cinta mengikuti Key masuk kedalam kamarnya.Ia melihat wajah sendu suaminya.Ia merasa bersalah telah membuat Key harus menerima hukuman dari ibu nya karena kesalahan nya.Padahal sebelum nya Key sudah mengingat kan, andai saja Cinta menurut mungkin ini semua tidak akan terjadi.
Cinta memeluk Key dari belakang, ia hirup aroma maskulin dari tubuh kekar itu. Key yang merasakan pelukan Cinta langsung membalikkan badan nya menghadap kedepan Cinta.
" Kenapa nangis hmm? " tanya Key mengusap air mata Cinta dengan kedua jempol nya.
" Gara-gara gue lo jadi diusir dari sini" ucap Cinta lirih.
" Nggak apa, ini salah gue nggak bisa jagain lo yang bener. " jawab nya sambil mengulum senyum.
" Gue akan ikut kemana pun lo pergi. " ucap Cinta memandang manik mata Key.
" Gue nggak mau lo menderita nanti nya" ucap Key
" Kenapa lo nggak mau liat gue menderita? lo kan biasanya seneng banget ngejajah gue. " ucap Cinta lalu mengusap sisa air matanya.
" Karena gue cinta sama lo Cinta. " ucap Key lalu menangkup kedua pipi Cinta dengan tangannya.
" Gue juga cinta sama lo Key. " balas Cinta lalu mengecup bibir Key.
Key menarik tengkuk Cinta memperdalam ciuman nya.Cinta membuka mulutnya membiarkan Key mengeksplor rongga mulut nya.Mereka bertautan saling bertukar saliva.
Tangan Key mulai meloloskan dress yang Cinta kenakan.Begitu pula Cinta sudah berani membuka kemeja Key.Kini keduanya sudah nampak polos tanpa sehelai benang.
Keduanya melepaskan tautan nya lalu saling menatap, tatapan penuh cinta saling mendamba.
Key mulai mendaratkan bibirnya lagi di bibir manis Cinta meluummat nya menyesap nya.Cinta yang kini sudah mulai bisa berciuman mulai bisa mengimbangi ciuman panas suaminya.
Keduanya sedang berbagi kehangatan di atas ranjang.Entah terbakar oleh api asmara atau karena rasa penasaran yang baru pertama kali mereka rasakan. Kini mereka terbuai dengan hasrat yang menggebu.
Keduanya sama-sama masih amatir karena ini pertama kali bagi mereka.Namun mereka mengikuti insing yang mereka rasakan.
Tanpa menunggu lagi Key akhirnya melakukan yang seharus nya ia lakukan.Kini kedua nya sudah saling menyatu, darah segar mengalir ke pangkal paha Cinta.
" Sakiitt Key, " teriak Cinta.
Key menciumi Cinta mencoba mengalihkan rasa sakit yang Cinta rasakan kini.Rasa sakit itu kini berubah menjadi rasa nikmat bahkan kini mereka melakukan nya berkali-kali.
Kini keduanya sudah terlelap dengan selimut yang menutupi tubuh polos mereka.Seolah mereka melupakan masalah apa yang akan terjadi esok.
Sang mentari mulai menampilkan wujud nya, cahaya nya menerobos masuk kedalam celah jendela kamar. Menyinari kedua insan yang baru saja menikmati indah nya surga dunia.
Manik mata Cinta menerjap ia pandangi wajah tampan suaminya.Terdengar dengkuran halus dari bibir manis yang semalam ia kecup. Wajah nya merona saat mengingat kejadian semalam bersama Key.Ia tidak menyangka akan memberikan sesuatu yang berharga di dirinya kepada pria arogan yang selalu beradu mulut bersama nya.
" Ganteng ya gue. " ucap Key dengan suara serak nya lalu tersenyum dengan mata yang masih terpejam.
Cinta memukul dada bidang suaminya, " Ish sengaja ya ngerjain gue. " cibir Cinta.
Key membuka matanya, ia meregangkan otot nya.Lalu memeluk kembali tubuh polos Cinta, Cinta mendorong dada bidang Key.
" Jangan gerak sayang nanti dia bangun lagi. " ucap Key ambigu.
" Lo lupa sama hukuman mommy? " tanya Cinta sambil menutupi tubuh polosnya.
Key menepuk kening nya, " Oh iya gue lupa, ayo cepet kita harus mandi. "
Key bangkit dari tidur nya lalu memakai celana bokser nya.Cinta pun ikut bangkit dari tempat tidur, namun langkah nya terhenti saat ia merasakan sakit dibawah sana.
Key pun menggendong Cinta ala bridal style, " Sini gue bantu. "
Key pun membawa tubuh polos Cinta ke dalam kamar mandi, ia dudukan Cinta di atas kloset.Key mengisi bathub dengan air hangat lalu menaruh sabun aroma therapy kedalam nya.
Ia membawa Cinta masuk kedalam bathub bersama nya.Awalnya Key benar-benar memijat Cinta membuat nya menjadi rileks.Namun lambat laun mandi yang seharusnya hanya sebentar menjadi sangat lama.Karena kini mereka kembali melakukan penyatuan di dalam kamar mandi.
Seolah tidak mengenal lelah keduanya terus melanjutkan indah nya menuju nirwana hingga berapa kali pelepasan.
Sementara Alexa dan Keenan kini sedari tadi sedang menunggu pasangan itu keluar dari kamarnya.Padahal Alexa sudah berkali-kali mengetuk pintu kamar keduanya namun tidak ada jawaban dari keduanya.
" Kenapa mereka lama sekali? " tanya Alexa sambil memijat pelipisnya yang pusing.
" Kamu kayak nggak tau pengantin baru aja. " ucap Keenan sambil menyesap kopi yang baru saja dibuatkan istrinya di penthouse Key dan Cinta.
" Daddy yakin mereka sudah melakukan itu? " tanya Alexa antusias.
Keenan hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya sambil membaca koran menikmati hari weekend nya seperti biasa.
" Berarti mommy bentar lagi punya cucu dong? " ujar Alexa lagi dengan sumringah.
" Hmm. "
" Mom, kamu yakin sama keputusan kamu ngehukum Key? " tanya Keenan menutup koran yang baru saja ia baca.
" Iya, Key harus belajar menjadi suami yang bertanggung jawab. " ucap Alexa tegas.
" Masa mereka di pisahin mom. " protes Keenan.
" Nggak lama kok sayang. " ucap Alexa lalu mengecup bibir Keenan.
Keduanya kini saling bertukar saliva seolah lupa mereka kini sedang berada di penthouse anak anak mereka.
Kean dan Kavin yang baru sampai auto balik badan saat melihat pasangan usang itu tengah berciuman.
" Oh astaga mata ku ternoda. " protes Kavin sambil menutup mata nya.
" Kita nggak liat kok mom dad. " ucap Kean saat melihat Alexa melepaskan tautan nya.
" Ck.. kalian ganggu aja. " protes Keenan berdecak.
" Lagian mommy sama daddy kalau mau kikuk kikuk di kamar dong jangan disini. " cibir Kavin.
" Iya di sini masih banyak anak di bawah umur. " balas Kean lalu duduk di depan Alexa dan Keenan.
" Kalian tumben ngunjungin Key sepagi ini? " tanya Alexa.
" Kita ada urusan mom. " jawab Kavin santai.
" Soal pergi ke club semalem? " tanya Alexa.
Deg!!
Kean dan Kavin pun terkejut mendengar nya, apalagi saat melihat raut wajah Alexa yang begitu serius.