
Don't forget untuk kasih aku like komen dan vote nya
🌺🌺🌺🌺
Manik mata Rhea mulai menerjap ia terkejut saat melihat siapa yang ia peluk sedari tadi.Bukan Gigi sahabat nya, yang ada suami tidak peka nya yang sedang terlelap.Rhea memukul pelan kepalanya, bisa bisa nya ia tidak sadar kalau yang ia peluk adalah Zayn.Jelas- jelas tubuh Gigi dan Zayn sangat berbeda dan juga harumnya pun berbeda. Oh ya ampun Rhea sangat malu saat ini, rasa nya ia ingin melarikan diri saja. Rhea menengok ke sana kemari dan ia melihat Gigi pun sedang terlelap bersandar di bahu Suho.
Setelah menempuh waktu yang sangat panjang mereka sudah sampai di bandara.Setelah selesai memasukkan barang - barang mereka ke dalam. bagasi mobil mereka pun pulang ke tujuan masing-masing.
" Hubby kamu yakin kita semua akan tinggalin mommy sama daddy buat kuliah di London? " tanya Cinta yang masih belum rela harus berpisah dengan mertua sesempurna mom Alexa.Bagaimana tidak sempurna mom Alexa memperlakukan Cinta seperti putri kandungnya sendiri.Bahkan ibu mertuanya itu satu server dengan nya yang menyukai Kpop dan drakor sangat langka dan ajaib kan mendapatkan mertua seperti mom Alexa.
" Yakin lah kamu emang nggak pengen kembali tinggal di London? " Key berbalik bertanya kepada Cinta.
" Aku nggak bisa jauh dari papa kalau masih di Indonesia kan masih bisa sering berkunjung, kalau di luar negri kan jauh.Belum lagi aku udah betah banget sama mommy. " jelas Cinta.
" Lagian kalian udah kayak bemo aja sih kemana-mana berempat mulu. " sambung nya lagi.
" Kamu lupa kalau kita itu udah temenan dari masih kecil? " tanya Key sambil masih fokus menyetir.
" Iya sih, oke lah aku ikut kamu aja hubby. " jawab Cinta pasrah.
Key menengok ke arah Cinta lalu tersenyum ia usap puncak kepala Cinta dengan lembut.Melihat Cinta penurut seperti kucing yang menggemaskan.
Cinta menyalakan musik di dalam mobil lalu bersenandung bernyanyi bersama Key.Suasana kembali menghangat setelah tragedi kemarin.Bahkan Cinta kini melupakan niatnya yang ingin menagih tiket konser BTS yang pernah Key janjikan tempo hari.
Sementara Rhea dan Zayn saat ini masih saja saling terdiam.Rhea yang merasa malu telah memeluk Zayn tadi di dalam pesawat, Zayn yang bingung harus bagaimana meminta maaf kepada Rhea.
Ehem.!!
" Rhe. " panggil Zayn.
" Hmm. " Rhea hanya menjawab dengan deheman bahkan ia tidak berani untuk menatap Zayn.
" Masih marah sama gue? " tanya Zayn.
" Marah? buat apa? " tanya Rhea tersenyum getir.
" Soal kemarin gu_ " belum sempat Zayn berbicara Rhea sudah memotong terlebih dahulu.
" Nggak usah dipikirin, gue kan cuma istri di atas kertas aja. Jadi nggak usah ngerasa bersalah lagian gue nggak akan berharap sama pernikahan kita. " ucap Rhea tegas.
Deg!!
Entah mengapa Zayn tidak suka mendengar ucapan Rhea, ia merasa sakit saat Rhea berkata seperti itu.
" Kita nggak usah saling ngurusin kehidupan kita masing-masing ,okey" sambung Rhea lagi sambil menatap Zayn dengan sorot mata yang sulit di artikan.Antara cinta, kecewa dan marah itu yang Rhea rasakan saat ini.Rhea kini sudah tidak akan berharap lagi dengan pernikahannya dengan Zayn.Kalaupun ia harus bercerai toh ia tidak rugi menjadi janda masih perawan pikir nya.
" Setelah lulus nanti kita akan kembali ke London, " ujar Zayn dengan pandangan fokus ke depan.
"Iya gue tau dari mommy Jasmine kemarin juga gue sama Cinta udah liat- liat kampus di sana, gue lagi bujukin Gigi ikut juga pindah ke sana tapi susah banget. " jawab Rhea santai.
" Dia ada kendala biaya kali. " balas Zayn.
" Iya gitu, dia nggak mau ngerepotin gue atau pun Suho yang niat mau biayain kuliah dia. " sahut Rhea.
" Gigi nya aja yang nggak peka udah di kodein berapa kali sama Suho masih aja nganggep sahabat.Padahal kalau gue jadi Gigi diperlakuin kayak gitu auto kelepek-klepek deh. " puji Rhea sambil tersenyum.
Mendadak wajah Zayn berubah menjadi masam, ia tidak suka Rhea memuji pria lain di depannya. Rhea menatap aneh Zayn yang mendadak diam lalu ia kembali melihat ke arah jendela.
Sementara Suho baru sampai di depan rumah Gigi, ia yang sudah terbiasa mengantar Gigi disambut sangat baik oleh keluarga Gigi.
" Aduh ada si ujang Korea mari masuk nak. " ujar ibu Gigi ramah.
Suho tersenyum manis membuat ibu Gigi mendadak tidak sadar umur dan menolak tua.Gigi memutar kedua bola matanya saat melihat ibu nya terpesona oleh sahabat nya itu.Gigi pun berjalan menuju dapur untuk membuat kan minuman untuk Suho.
Suho pun duduk di sofa ruang tamu yang ukuran nya tidak seluas ruang tamu di rumahnya.Namun Suho tetap merasa nyaman.Apalagi kini ayah Gigi yang baru pulang bekerja ikut menemani mengobrol.
" Makasih ya nak Suho, udah ajak Gigi jalan - jalan keluar negri.Mana sekarang barang bawaan nya jadi banyak banget gitu. " ucap ayah Gigi sungkan.
" Nggak apa yah, oh iya ini aku juga beliin oleh- oleh buat ibu sama ayah " ucap Suho sambil memberikan dua paper bagian kepada kedua orang tua Gigi.
Suho yang sudah sangat akrab dengan kedua orang tua Gigi pun sudah tidak sungkan ikut memanggilnya ayah dan ibu.
" Aduh nak Suho kita teh jadi malu kamu baik banget sama Gigi. " ujar ibu Gigi malu.
" Nggak apa bu aku seneng kok buat Gigi bahagia. " jawab Suho.
" Oh ya pak Bu bantu aku buat bujuk Gigi biar mau kuliah di Korea bareng aku. " ucap Suho memelankan suaranya bahkan ia sesekali menengok ke arah belakang mengecek kalau tiba-tiba Gigi datang.
" Aduh nak Suho kita mana punya uang buat kuliahin Gigi jauh - jauh " elak ibu Gigi ramah sambil ikut memelankan suara nya meniru kan Suho.
" Aku yang bayarin semua nya bu, ibu bilang aja dia dapet beasiswa.Aku udah nyaman banget deket sama Gigi jadi aku nggak bisa jauh dari dia. " cerocos Suho masih dengan suara pelan.
" Kamu suka ya sama Gigi? " tanya Ayah Gigi.
Suho menyengir kuda menampilkan tentetan gigi putihnya. " Gigi nya nggak peka ayah tiap aku kodein dia selalu ngehindar, ayolah dukung calon menantu ini.Orang tua aku udah suka sama Gigi. " jelas Suho.
" Tapi kita cuma orang miskin nak Suho. " kilah ibu Gigi masih tidak percaya putrinya dicintai oleh orang sekaya dan setampan Suho.
" Kami nggak membandang status yah bu, bagi kami kita semua sama.Bahkan kalau disuruh menikah pun aku siap pindah agama. " ucap Suho.
Kedua orang tua Gigi seketika dibuat terkejut oleh ucapan Suho.Tiba-tiba Gigi datang membawa minuman dan cemilan untuk Suho.
" Ibu mah di rumah nggak ada apa-apa jadi aku ke warung dulu. " protes Gigi lalu menaruh minuman dan cemilan itu di atas meja.
Karena terkejut dengan kedatangan Gigi dengan cepat Suho meminum minumannya hingga tandas.
" Haus banget ya. " pungkas Gigi.
" Hemm. " jawab Suho mulai gugup, khawatir Gigi mendengar pembicaraan nya dengan kedua orang tuanya.Sementara kedua orang tua Gigi masih tercengang mencerna ucapan Suho yang seperti mimpi bagi mereka.
..........
Jangan lupa tinggalkan jejak