Cinderella Modern

Cinderella Modern
Berbelanja pakaian bayi



Tidak terasa usia kehamilan Cinta kini sudah memasuki bulan ke tujuh, Cinta nampak semakin cantik dan berisi dengan perut yang membuncit. Cinta berkaca di depan cermin ia merasa dirinya sekarang menjadi gemuk.Key memelukk Cinta dari belakang, ia letakkan telapak tangannya di atas perut buncit Cinta.


" Morning Lope sayang. " sapa Key sambil mencium ceruk leher istrinya.


Cinta hanya menjawab dengan senyuman.Key pun membalikkan tubuh Cinta lalu ia berjongkok di depan Cinta. Ia usap lembut perut buncit istrinya lalu ia kecup. " Morning baby boy. " sapa Key kepada anak nya yang masih berada di dalam perut ibu nya. Setelah berkali-kali USG bayi Cinta diprediksikan berkelamin laki-laki. Cucu pertama itu sangat di nanti kan oleh dad Keenan dan mom Alexa, Key dan Cinta pun tidak sabar ingin segera menggendong bayi mereka.


Saat ini keduanya tengah bersiap untuk sarapan karena sekitar jam 10 mereka akan mencari perlengkapan bayi bersama dengan Suho dan Gigi. Keduanya bergabung bersama mom Alex dan dad Keenan.Keyzia dan Kai saat ini tengah melakukan baby moon, melakukan honeymoon yang tertunda karena sikap gengsi mereka.


Cinta menyiapkan makanan untuk suaminya, lalu ia pun mengambil makanan untuknya.


" Kalian mau berangkat jam berapa? " tanya mom Alexa.


" Jam 10 mom. " jawab Cinta lalu menuangkan minum untuk Key.


" Hati - hati ya, pulang nya jangan terlalu malem. " mom Alexa mengingat kan Cinta dan Key.Cinta kalau sudah jalan bersama bestie nya Cinta pasti selalu lupa waktu.Dan suami mereka menurut saja apa yang istri nya mau.Bukan mom Alexa melarang, namun ia begitu menyayangi Cinta, ia tidak ingin sesuatu terjadi kepada Cinta.


" Oke siap mommy sayang. " jawab Cinta lalu tersenyum.


" Tapi kan kita mau mengunjungi papa Danu dan uncle Jeremy by? " saut Key.


Cinta memukul pelan keningnya, " Oh Iya mom aku lupa aku mau ketemu papa, boleh mom? " tanya Cinta dengan wajah memohon.


" Iya tentu saja. " jawab mom Alexa sambil mengusap punggung tangan menantu nya.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Singkat waktu Key dan Cinta kini sudah bersama Suho dan Gigi di tempat perlengkapan bayi.Cinta dan Gigi begitu antusias saat memasuki area tersebut.Mereka mulai memilih baju, celana dan perlengkapan bayi lainnya bersama suami mereka.


Tanpa sengaja mereka melihat Jennie dan Fero berada di outlet yang sama.Jennie yang merasa risik karena Fero terus saja memeluknya dari belakang seperti anak kecil yang takut di tinggal pergi oleh ibu nya.Suho dan Key tergelak tawa melihat mantan cassanova yang sangat berwibawa itu bisa sebegitu lebay nya ketika sudah menemukan pawangnya.


" Honey, bisa kah kau pegang tanganku saja? jangan memelukku seperti ini? " protes Jennie kesal.


Fero kini malah bergelayut manja di lengan Jennie, " Begini saja ya Honey? " tawar Fero.


" Orang lain terus memperhatikan kita. " bisik Jennie.


" Kamu terlalu cantik hari ini aku tidak suka, nanti ada yang melirik mu. " cetus Fero.


Oh astaga.. bagaimana bisa laki-laki ini masih saja cemburu.


Tiba-tiba mereka di kejutkan oleh Cinta dan Gigi juga suami mereka menghampiri Jennie dan Fero.Fero auto bersikap tegas lalu memasukkan satu tangannya ke dalam saku dan satu tangan lagi memegang tangan Jennie.Jennie tercengang melihat perubahan sikap Fero, ia pun melirik ke arah Key dan Suho yang berada di dekat Cinta.


" Pantas saja dia bersikap sok cool, ternyata ada mereka. " batin Jennie ingin tertawa tapi takut berdosa.


" Wah kita ketemu di sini, udah lama banget nggak ketemu. " pekik Cinta.


" Iya, kehamilan kamu sekarang berapa bulan? " tanya Jennie yang kini sudah mulai tidak canggung lagi dengan Cinta.


" Tujuh bulan Jen, kamu? " Cinta balik bertanya.


" Enam bulan. " jawab Jennie.


" Oh ya kenalkan ini sahabat ku Brigita menantu uncle Nick. " ucap Cinta memperkenalkan Gigi.


Gigi dan Jennie pun saling berjabat tangan.


" Brigita. "


" Kalian sahabatan bisa kompakan hamilnya. " sahut Jennie.


" Iya hehe. " jawab Gigi sambil mengusap tengkuk nya yang tidak gatal.


Akhirnya ketiga ibu hamil itu pun melanjutkan hunting perlengkapan bayi bersama sementara para pria menunggu di tempat duduk yang di sediakan.


" Ck ck.. seorang Fero Mckenzie mantan cassanova bisa bersikap lebay juga di depan istrinya. " ejek Key kepada pria yang pernah berani mencintai istrinya.


" Lebay gimana? biasa aja. " elak Fero.


" Memangnya tadi kami tidak melihat mu seperti monyet yang bergelayut manja di lengan ibu nya. " ledek Suho ikut bicara.


" Sialan kalian ini. " ketus Fero.


" By the way aku dan Cinta mau ke mansion mu setelah dari sini. " saut Key.


" Kau ikut juga tuan Kang? " tanya Fero.


" Oh tidak!! aku dan istri ku punya kegiatan khusus di sore hari jadi tidak bisa di cancel. " jawab Suho.


Fero mencebik, " Cih bilang saja kau mau bercinta dengan istri mu sepulang dari sini. " celetuk Fero.


Suho hanya menjawab dengan senyuman yang lebar, ia menatap istri nya yang semakin seksi dan semakin agresif.Ia tidak sabar untuk menjenguk baby girl nya sore ini seperti biasa.


Beberapa jam kemudian mereka telah selesai berbelanja, mereka pun pamitan dengan Suho dan Gigi.Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju mansion McKenzie.


Tak butuh waktu lama karena jarak outlet tadi dan mansion tidak terlalu jauh sehingga kini mereka sudah sampai.


Mereka berempat masuk ke dalam mansion, Cinta yang sudah menganggap mansion ini seperti rumahnya sendiri berlari mencari keberadaan papa nya.


" Papa Cinta kangen. " ucap Cinta saat bertemu sang papa lalu memeluk nya.


Papa Danu menyentil kening Cinta, " Kamu ini lagi hamil jangan lari - lari bahaya. " protes papa Danu.


Cinta tersenyum tanpa dosa, " Abis Cinta kangen banget sama papa. "


" Papa juga kangen kamu nak, mana Key? " tanya Papa Danu.


" Di ruang tengah sama Fero dan Jennie, uncle mana pa? " tanya Cinta sambil menoleh ke kiri dan kanan mencari uncle kesayangan nya itu.Tak lama kemudian uncle Jeremy turun dari lantai atas.


Cinta melepaskan pelukannya dari ayahnya lalu memeluk uncle Jeremy.


" Apa kabar uncle? " tanya Cinta lalu melepaskan pelukannya.


" Baik, tentu baik uncle kan mau memiliki banyak cucu. Dari Jennie dan dari kamu. " jawab uncle Jeremy senang.


" Ish uncle bisa aja. " ucap Cinta.


" Ayo kita bergabung sama suami kamu. " ajak papa Danu. Mereka pun berjalan bersama dengan Cinta yang berada di tengah.


" Kamu liat Key dua orang tua itu kalau sudah bertemu istri mu dia pasti akan melupakan aku anak nya. " ucap Fero cemburu karena uncle Jeremy sangat menyayangi Cinta daripada diri nya. Namun Fero pun sadar daddy nya itu belum pernah memiliki anak perempuan oleh karena itu ia begitu menyayangi Cinta.


Key hanya menjawab dengan senyum.


............