CEO Is Obsessed Marry Me

CEO Is Obsessed Marry Me
Part 32



[Don't Copy My Story!]


Real my imagination...


Jangan lupa like dan rate nya guyss....


~ Happy Reading ~


*****


Play list_by :


Hesley - Castle (The Huntsman : Winter’s War Version)


¬


Auditorium Room,


Grand Hotel Sofia, Bulgaria.


Didalam ruang Auditorium saat ini tepatnya jam menunjukan waktunya makan siang, dan didalam ruangan tersebut hanya terdapat 8 orang –Atau lebih tepatnya 8 pria. Dari pihak ‘R Company’ terdapat Rega Morren Rahendra yang hadir sebagai CEO (Chief Executive Officer), Pram Guntara yang merupakan Secretary CEO ‘R Company’. Ditemani dua pria yang juga merupakan tangan kanan Rega, mereka adalah Xian Duan sebagai Company Lawyer dan Mohan Pramudiya seorang Executive Director. Yang mana pertemuan kali ini sudah di rencanakan jauh – jauh hari, sudah sejak lama dan Adam Mahesa seharusnya datang sebagai penanggung jawab pertemuan ini. Namun, semua berakhir tepat di malam pernikahan kali itu. Tanpa sepengetahuan Cyla, Adam sudah bukan lagi bagian dari ‘R Company’ maupun bagian dari persahabatannya. Rega sahabat Adam, sudah tidak akan pernah ada lagi bagi Rega. Dan tempat pertemuan ini awalnya Adam yang mengatur di Vernon, Italy. Tapi, Rega meminta agar Pram mengatur ulang semuanya dalam jangka waktu yang singkat. Dan, berakhirlah di Sofia, Bulgaria. Pertemuan yang juga berganti pembahasaan, tanpa sepengetahuan Adam.


Keempat Pria ‘R Company’ itu duduk tegap dengan wajah datar menatap serius dengan setelan jas mahal melekat sempurna pada tubuh mereka.


Sedangkan pihak lain, mereka dari peruahaan yang juga di hadiri dengan 4 orang pria yang datang atas nama ‘Land Croup’. Yang merupakan perusahaan ternama di Roma, Italy dan menjadi pesaing berat dari ‘Sky Company’. Alucio Nicolo Orlando sang CEO (Chief Executive Officer) dengan Theodor Zhohar sebagai Secretary. Ditemani Axton Dominic yang merupakan Company Lawyer ‘Land Croup’, dan Hans Yerucham sebagai Executive Director.


Ruang auditorium terasa sangan menegang akibat sudah lebih 30 menit berlalu ke –delapan pria tersebut hanya duduk diam dengan saling melempar tatapan tajam.


“Ehemm, We’ve talked about it. And, we agree on the requirements you ask mr. Rahendra.” Ucap Theodor –Secretary CEO ‘Land Croup’ dengan nada tenang namun tegas. Berdeham di awal untuk memecah keheningan.


*[ : Kami sudah membicarakannya. Dan, kami setuju akan persyaratan yang kalian ajukan mr. Rahendra ]


“Are you sure, just wanting one thing as a requirement for this project?” tambah Alucio –CEO ‘Land Croup’ bertanya, tersenyum miring menatap CEO dari ‘R Company’, Rega Rahendra.


*[ : Apa kau yakin, hanya menginginkan satu hal itu sebagai persyaratan untuk proyek ini? ]


“Sure. Because one thing you call ‘just’ it means a lot to me.” Jawab Rega ikut tersenyum miring, tidak mudah terprovokasi.


*[ : Tentu. Sebab satu hal yang kau sebut ‘hanya’ itu berarti banyak untuk ku. ]


“Then this project will start operating more weeks. Our workers, materials, and others are urinarily.” Sambung Hans –Executive Director. Yang mana Hans di tugaskan sebagai penanggung jawab berjalannya proyek ini. Dengan nada suara cepat namun tegas, sangat cirri khasnya.


*[ : Kalau begitu proyek ini akan mulai beroperasi satu pekan lagi. Pekerja, material, dan lainnya kami yang urus. ]


“What about our goods?” Tanya Mohan datar yang juga selaku Executive Director ‘R Company’, namun matanya menatap tajam pada Hans.


“The goods you call it are very difficult to get us. However, we can still give.” Balas Hans tenang.


*[ : Barang yang kau sebut itu sangat sulit untuk kami dapatkan. Namun, tetap bisa kami berikan. ]


“And you do it.” Sahut Mohan cepat, tersenyum mengejek.


*[ : Dan kalian melakukannya. ]


“One day after the project runs, we will provide the document.” Ucap Hans datar. Mengabaikan sikap menyebalkan dari Executive Director ‘R Company’ itu.


*[ : Satu hari setelah proyek berjalan, akan kami berikan dokumennya. ]


“Can we know, will you use for what goods?” Sela Axton –Company Lawyer ‘Land Croup’ bertanya, setelah menatap dokumen yang merupakan proposal pembangunan proyek tersebut.


*[ : Boleh kami tahu, akan kalian gunakan untuk apa barang itu? ]


“That’s our business, up to us...” jawab Xian –Company Lawyer ‘R Company’ terpotong.


*[ : Itu urusan kami, terserah kami...]


“The goods are at the time of being a city. The region of the European section you want is one of the areas that before we get it is part of one of the property of ‘Sky Family’. We sacrifice many things to get it. We want this project to run smoothly and seamlessly. We do not want if this term is later in this project.” Sahut Axton panjang lebar dengan nada serius.


*[ : Barang yang sedari tadi di bicarakan adalah sebuah kota. Wilayah bagian Eropa yang kalian inginkan merupakan salah satu wilayah yang sebelumkami mendapatkannya merupakan bagian dari salah satu property milik ‘Sky Family’. Kami mengorbankan banyak hal untuk mendapatkannya. Kami menginginkan proyek ini bejalan dengan lancar dan mulus. Kami tidak mau jika syarat kalian ini nantinya menjadi penghambat proyek ini. ]


“You quiet. ‘Sky Company’ will never touch this project. Because they can not.” Balas Xian tenang namun meyakinkan.


*[ : Kalian tenang saja. ‘Sky Company’ tidak akan pernah menyentuh proyek ini. Karena mereka tidak bisa. ]


“Then we want the guarantee..” kembali Axton berucap yang langsung disela oleh CEO ‘R Company’.


*[ : Kalau begitu kami menginginkan jaminan..]


“There is no guarantee. My money, his guarantee. I need to remind, i’m investors here and the only one. I hope out a lot of funds for this project. So when i say ‘Sky Company’ will not be able to touch it, then no. Russian government even though. I can make this project instead of illegal projects.” Sahut Rega serius, dengan mata tajamnya.


*[ : Tidak ada jaminan. Uang ku, jaminannya. Perlu ku ingatkan, aku investor di sini dan satu –satunya. Aku mengeluarkan banyak dan untuk proyek ini. Jadi, saat aku bilang ‘Sky Company’ tidak akan bisa menyentuhnya, maka tidak. Bahkan pemerintahan Rusia sekalipun. Sebab sudah ku buat proyek ini bukan proyek illegal. ]


“You mean?” tanya Alucio tidak mengerti.


*[ : Maksud mu? ]


“Which means this project is the official project. Legal project. So you can still run without having to worry. Only, the Russian government filed a requirement instead.” Jawab Xian tenang, berdiri dari duduknya dan berjalan kearah Alucio lalu menyerahkan dokumen resmi yang di buat dua rangkap, tentang penandatanganan ke sah an proyek ini. Lalu kembali ke kursinya.


*[ : Yang artinya proyek ini merupakan proyek resmi. Proyek legal. Jadi, kalian bisa tetap mejalankan tanpa harus khawatir. Hanya saja, pemerintahan Rusia mengajukan satu syarat sebagai gantinya. ]


“What?” tanya Axton cepat. Sungguh dirinya tidak percaya dengan apa yang di tangkap telinganya.


*[ : Apa? ]


“That is you guys must make sure after the construction is complete. You are not banned hard to make the mafia as our consumer. It should not be a weapon supplier for any mafia. All the mafia in the hemisphere.” Jawab Pram tenang menatap ke 4 pria dari ‘Land Croup’ itu yang tengah sibuk menatap dan meneliti dokumen yang diberikan Xian.


*[ : Yaitu kalian harus memastikan setelah pembangunannya selesai. Kalian dilarang keras menjadikan para mafia sebagai konsumen kita. Tidak boleh menjadi pemasok senjata untuk mafia manapun. Seluruh mafia di belahan bumi ini. ]


“That’s it?” tanya Alucio mengernyitkan dahi tidak percaya aatu lebih tepatnya sedikit ragu.


*[ : Hanya itu? ]


“Yeah. The Russian government is working with the FBI and CIA to expose them. Especially those dealing with drugs, the like and trafficking of the human being.” Jawab Rega santai, memutar pen dengan jemarinya.


*[ : Iya. Pemerintahan Rusia sedang bekerja sama dengan FBI dan CIA untuk meringkus mereka. Terutama mereka yang berurusan dengan narkoba, sejenisnya dan perdagangan manusia. ]


“What ‘Sky Company’ knows about this?” tanya Hans penasaran, mengalihkan tatapannya kearah Xian.


*[ : Apa ‘Sky Company’ tahu tentang hal ini? ]


“I worried they are not possible not to know about this issue.” Jawab Xian tenang, namun mengangguk untuk menjawab tatapan penasaran Hans. Membuat Hans menghela nafas.


*[ : Aku khawatir mereka tidak mungkin untuk tidak tahu tentang masalah ini? ]


“They already know.” Ucap Alucio bergumam pada dirinya sendiri.


*[ : Mereka sudah tahu. ]


“And surely.” Tambah Rega, membuat Alucio langsung menatapnya.


*[ : Dan pasti. ]


“How can you do it?” tanya Alucio tajam.


*[ : Bagaimana kalian bisa melakukannya? ]


“Only one of the little things that should do.” Jawab Rega santai mengangkat bahu acuh.


*[ : Hanya satu dari hal kecil yang memang harus dilakukan. ]


“Wow,, who thought the CEO ‘R Company’ Was able to suppress them.” Balas Alucio menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi. Melipat kedua tangannya didepan dadanya, dan melayangkan senyum mengejek.


*[ : Wow,,siapa yang menyangka CEO ‘R Company’ mampu menekan mereka. ]


Namun, ucapan sarkas dari Alucio hanya di tanggapi Rega dengan kekehan geli mengabaikan.


¬


Kediaman ‘Gala Home’.


Cyla mencoba mengabaikan sakit di lukanya dan kegelisahannya untuk lebih memilih keluar. Sempat beradu tanya dengan madam Leura, Gladis, dan bahkan June tentang luka disudut bibir dan jarinya. Saat semua sudah terkendali, akhirnya mereka mengijinkan Cyla untuk pergi jalan –jalan sore dengan syarat mereka akan menemainya. Cyl yang tidak ingin semakin lama berdebat akbhirnya hanya pasrah dan mengiyakannya. Masuk kedalam hutan tepat disebrang ‘Gala Home’. Setidaknya setelan pakaian hangat yang dia gunakan melindungi dirinya dari udara dingin sore hari apalagi setelah hujan baru saja reda. Membuat tanah sedikit basah namun tidak berlumpur. Sangat dingin, terutama dirinya kini tinggal dirumah dengan pepohonan yang menjulang tinggi mengelilinginya membuat udara selalu terasa sejuk dan dingin dimalam hari. Memilih berjalan sore hari dengan menggunakan sweater, lalu Cyla lapisi dengan classic cardigan dan lapisan terluar dengan pea coat yang berwarna cream. Pea coat merupakan model coat wanita yang memiliki panjang kira –kira sebatas lutut dan identik dengan beberapa kancing. Bahan pea coat yang hangat, membantu menghangatkan Cyla dari udara dingin disekitar hutan.


Terus melangkah pelan dan santai yang diikuti madam Leura tepat di belakangnya. Lalu sedikit ke belakang, tidak jauh terdapat June dan Gladis yang juga mengikuti Cyla. Kembali terus melangkah kedepan Cyla dibuat terkejut dengan pemandangan di depannya. Terdapat aliran sungai kecil dengan suara gemericik berirama dan warna airnya yang sangat jernih. Lalu, beralih keseberang sungai kecil tersebut. Banyak kumpulan bunga –bunga indah yang tumbuh liar. Atau mungkin ditanam oleh seseorang, Cyla tidak tahu. Cyla hanya tahu jika pemandangannya sangat menakjubkan. Melangkah yakin, menyeberangi sungai kecil dengan senyum ceria.


“Miss, pelan –pelan anda bisa terjatuh.” Seru madam Leura terkejut melihat nonanya yang setengah berlari melewati sungi kecil menuju hamparan bunga liar di depannya.


Madam Leura tersenyum kecil melihat sang nona mengabaikan seruannya. Menghela nafas pelan, membuat madam Leura iku berjalan menghampiri sang nona.


“Sejak kapan? Maksud ku, aku sudah disini beberapa hari tapi aku baru melihatnya.” Tanya Cyla penasaran, namun matanya tertuju pada kumpulan bunga Aster putih yang menarik perhatian matanya.


“Saya juga tidak tahu miss, ini pertama kalinya saya melihat ini setelah tiga tahun lebih saya bekerja disini.” Jawab madam Leura pelan namun masih dapat di dengar oleh Cyla. Kedua mata madam Leura ikut terpaku akan pesona bunga Aster di depannya itu.


“Bunga Aster di percaya lahir pada bulan September. Memiliki filosofi sebagai keyakinan, kebijaksanaan, dan keberanian.” Tambah madam Leura dengan senyum di wajahnya.


“Simbol bagi cinta, kepercayaan dan warna. Memiliki pesan ‘jaga dirimu untuk ku’ pesan cinta dan kasih yang begitu dalam.” Sambung Cyla berjongkok, menyentuh lembut helaian lembar kelopak bunga.


“Dua gadis yang di ubah menjadi bunga oleh wanita tua di tengah hutan. Salah satunya di ubah menjadi bunga Aster, membuatnya memiliki makna lain sebagai lambing kepolosan.” Ucap madam Leura kembali, masih dengan senyum di wajahnya.


Cyla yang mendengar ucapan itu hanya diam dan menanggapinya dengan senyuman. Berpikir jika bunga Aster yang indah itu sangat tidak cocok dengan dirinya yang sudah tidak memiliki kepolosan dalam hidupnya. Kembali berdiri, dan melangkah menuju kumpulan bunga lainnya yang tepat berada tak jauh agak kebelakan bunga Aster. Bunga Lily oranye.


“Lily, seperti nama Ibu ku.” Gumam Cyla tersenyum, kembali jongkok dan membelai lembut permukaan halus dan basah kelopak bunga lily tersebut. Basah akibat terkena air hujan yang turun beberapa saat yang lalu.


“Melambangkan kesucian, persahabatan, dan kesetiaan.” Ucap Cyla terpesona pada di hadapannya itu.


“Lily yang anda sentuh memiliki arti yang berbeda dengan yang anda ucapkan, miss.” Sahut madam Leura tenang, namun membuat Cyla mengernyit tidak mengerti.


“Arti yang anda ucapkan itu ditunjukan untuk Lily putih. Sedangkan yang anda sentuh memiliki makna lain.” Tambah madam Leura, memetik bunga Lily oranye yang sedang disentuh nonanya dengan agak memanjang ke tangkainya. Membuat sang nona berdiri dan menghadapnya.


“Lalu apa itu?” tanya Cyla penasaran, menatap bingung bunga Lily oranye yang sekarang berada dalam genggaman madam Leura.


“Melambangkan kebencian dan kekecewaan yang mendalam terhadap seseorang.” Jawab madam Leura tersenyum, mengulurkan bunga tersebut pada sang nona.


Sedangkan Cyla dibuat terdiam mendengar ucapan dari madam Leura. Serta menatap penuh arti pada bunga yang di ulurkan kepadanya. Dengan penuh rasa ragu Cyla tetap meraih bunga Lily oranye tersebut.


‘Seperti perasaan ku terhadap Rega saat ini. Hate and disappointed.’ Ucap batin Cyla. Menatap dalam dan menerawang pada bunga yang berada dalam genggamannya.


*[ : Benci dan Kecewa. ]


“Ingin memetiknya, miss?” tanya madam Leura, menyadarkan Cyla dari pikirannya.


“Bolehkah?” tanya Cyla menatap madam Leura tidak yakin.


“Kenapa tidak? Ini masih dalam wilayah mr. Rega Rahendra, miss. Dan anda adalah pasangannya, apa yang anda inginkan apa iya tidak akan di kabulkan oleh tuan?” jawab madam Leura dengan nada bercanda dan senyum ramahnya. Yang langsung dibalas Cyla tersenyum manis dan anggukan kepala.


Disaat madam Leura ingin membantu memetik bunga liar lainnya. Namun, dicegah oleh Cyla. Cyla saat ini hanya ingin memetik bunga Lily oranye saja. Dan Cyla berniat untuk meletakannya diruang kerja Rega sebagai hadiah kepulangan Rega dari Sofia, Bulgaria nanti.


¬


Cyla melangkah dengan anggun menuju dapur dengan vas bunga kaca di tangannya yang berornamen dia ambil dari vas kaca dilemari kamar mandinya. Setelah sampai didapur, disana sudah terdapat beberapa bunga Lily yang Cyla petik bersama madam Leura di meja pantry. Cyla melangkah kearah wastafle dapur untuk membersihkan vas bunga tersebut lalu mengeringkannya dengan lap bersih. Mengisi vas bunga tersebut dengan 1 liter air hangat dan memasukan cuka setelahnya menunggu 1 menit. Selama 1 menit itu, Cyla gunakan waktunya untuk memotong ujung tangkai bunga Lily menggunakan pisau tajam dengan posisi potong miring. Setelah selesai dan setelah 1 menit, Cyla memasukan rangkaian bunga Lily oranye itu kedalam vas bunga kaca yang sudah tercampur air hangat dengan tambahan cuka. Cuka, Cyla gunakan sebagai katalis agar dapat menahan bunga tidak mudah layu dan tahan lama begitupun dengan posisi pemotongan miring pada ujung tangkai bungan Lily guna untuk memperlambat pembusukan bunga. Cuka dapat digunakan untuk merawat bunga potong agar tetap segar didalam vas.


Menghembuskan nafas lega karena akhirnya selesai, Cyla kembali melangkah menuju wastafle untuk mencuci tangannya. Setelah selesai mencuci tangan, Cyla hendak kembali melangkah kearah vas bunga. Namun, langkahnya di buat terhenti akibat telinganya menangkap suara berbisik dari luar tepat dibalik pintu dapur tersebut. Membuka perlahan dan mengintip, mendapati salah satu pelayan wanitanya tengah menelphone dengan sikap yang gelisah.


“Nyonya Debora, saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menerobos masuk kedalam ruang kerja tuan muda Rega. Tapi, saya tidak bisa. Ruangannya hanya bisa di akses menggunakan sidik jari tuan Rega, Nyonya. Maafkan saya.” Ucap pelayan tersebut, membuat Cyla mengernyit dahi bingung ketika nama Nyonya Debora di sebutkan.


Yang Cyla tahu, Nyonya Debora merupakan istri ketiga dari mendiang Jendral Putra Hizam. Salah satu rekan Ayah Cyla ketika masih berada di Angkatan Udara dulu. Yang membuat Cyla tidak mengerti kenapa Nyonya Debora Hizam menghubungi pelayan tersebut dan berbicara mengenai ruang kerja Rega.


Cyla juga mengingat jika mendiang Jendral Putra Hizam memiliki 3 istri. Dengan istri pertama dua anak perempuan semua. Dan istri kedua hanya memiliki satu putra. Lalu istri ketiga, nyonya Debora memiliki dua anak putra dan putri.


‘Sial! Dia penghianat atau mata – mata?’ maki Cyla bertanya dalam hati. Lebih memilih tetap diam dan mendengarkan.


“Jika anda meminta saya melakukan hal tersebut saya tidak berani nyonya. Bagaimana saya mencoba menjebak tuan Rega agar tidur dengan saya, ketika saya sendiri bahkan tidak pernah bertatap muka langsung dengan tuan muda. Disini, para pelayan memiliki aturan kalau kami hanya akan berberes dari pukul 6 pagi hingga pukul 7 pagi ketika tuan Rega dirumah. Saat tuan tidak dirumah kami diberi kelebihan waktu hingga pukul 8 pagi, nyonya. Jika malam pun tidak bisa, saat malam tiba kami dilarang keras menginjakan kaki dirumah utama. Nyonya saya sekarang sudah takut karena beberapa kali mencoba menyelinap masuk kelantai dua. Bagaimana bisa saya punya nyali untuk melakukan rencana Nyonya?” ucap pelayan tersebut panjang lebar, sangat gelisah dan ketakutan.


Berbanding terbalik dengan Cyla yang langsung menutup perlahan pintu tersebut hingga tidak menimbulkan suara sedikit pun. Lalu menyandarkan punggungnya pada daun pintu dengan nafas yang memburu akibat keterkuejutannya mendengar hal itu. Tidak percaya dengan telinganya namun itulah fakta yang Cyla lihat.


“Menjebak Rega? Tapi, kenapa?” gumam Cyla lirih, dengan jantung yang berdegub kencang masih syok akan semuanya.


*****


GRAND HOTEL SOFIA, BULGARIA



¬


AUDITORIUM ROOM



¬


XIAN DUAN



¬


MOHAN PRAMUDIYA



¬


ALUCIO NICOLO ORLANDO



¬


BUNGA ASTER



¬


BUNGA LILY ORANYE




¬


VAS BUNGA LILY ORANYE



...----------------...


To be continue,


See you again ~~~~


Don't forget your vote, like and coment guyss....


WARNING!


FOLLOW MY ACOUNT!