Beloved Sir

Beloved Sir
episode 8



"bagaimana? apa kau suka dengan diriku dalam wujud ini? " tanya wanita itu


zhunchang hanya terdiam tak menjawab.


"hah.... ternyata masih sama seperti dulu. apa kau akan terus menutup mulutmu? " ucap wanita itu


" Shi Nan, aku butuh bantuan mu." ucap zhunchang yang tiba-tiba membuka suaranya


"Shi Nan...? " ucap perempuan itu mengulang perkataan zhunchang.


"hahaha,,,,, sejak kapan kau merubah panggilan mu kepadaku? " tanya nya dengan terkekeh


Zhunchang hanya bertindak acuh tak acuh kepada ucapan Shi Nan.


"hmmm,,, aku juga tak nyaman dengan penampilan ku jika berbicara dengan mu seperti ini" seketika dia merubah dirinya menjadi manusia


" kami butuh pedang " ucap Zhunchang dengan menghiraukan perilaku Shi Nan


"ho.... kalau begitu ambilah " balas Shi Nan sambil menunjuk dengan lirikan mata ke pedang yang tertancap diatas tanah.


zhunchang hanya terdiam. dia dan Shi Nan berjalan melingkari pedang.


"pedang ini ditempa untuk membela kita melawan kebencian manusia " ucap Shi Nan dan terus mengelilingi pedang yang tertancap itu


"orang yang menyiksa kita. orang yang sama, yang menghinamu karena berbeda. dan sekarang kau kesini untuk membantu mereka?! " sambung nya dengan wajah menghina


" Mereka adalah orang baik,


Mereka terpaksa." balas zhunchang. dia tak Terima jika orang yang pernah dipanggilnya ibu itu mengatakan hal buruk kepada orang-orang nya.


" anakku....banyak orang yang datang mencari pedang kita.... tapi tak ada yang kembali dengan selamat. kau menyuruh nya untuk tak menghunus pedang nya. jika dia menghunusnya.... dia dan orangnya akan mati. apa itu sepadan? apa yang kau temukan diluar ....? cinta seorang pria yang takkan pernah bisa kau miliki?! "ucapnya dengan mengernyit dan lirih


" ya" balas zhunchang singkat


" akan ku beritahu kau soal cinta, zhunchang."


zhunchang hanya terdiam dan menyimak perkataannya, alih-alih memperhatikan pedang didepannya.


" cinta satu malam..... yang membawamu kedunia ini. seorang nelayan rusia dan petani" ucapnya dan mulai menceritakan kisah itu kepada zhunchang


"apa kau tahu siapa ibumu? " tanya Shi Nan memastikan


" hm, tidak" balas zhunchang sambil menggeleng kepalanya


" hah... kalau begitu apa kau tahu lien-hua? "


"bunga teratai? " balas zhunchang


" bukan, maksudku kisah lien-hua? " jelas Shi Nan


" owh, tentu aku mengetahuinya. dulu kau sendiri yang menceritakan nya kepadaku. " balas zhunchang


Shi Nan hanya tersenyum kecil mendengar itu


"jadi, ibumu adalah seorang yang diberikan berkah. dia adalah seorang lien-hua "ucap Shi Nan.


" ha, apa?!!! apa kau sedang bercanda! " ucap zhunchang dengan sangat terkejut. karena lien-hua adalah lagenda dimana dahulu kala terdapat seorang laki-laki yang bisa melahirkan.


" aku tau kau tidak akan mempercayainya. tapi itu adalah fakta. fakta bahwa kau dilahirkan oleh seorang laki-laki. dan anehnya, sekarang kau malah menyukai pria"


" jangan berkata yang aneh-aneh. aku tidak akan ragu untuk menyelamatkan orang yang kucintai meski dalam perasaan yang terus kau ubah " tegas zhunchang


" heh... " Shi Nan hanya bisa menyeringai dan menghela nafas kasar


" jika aku tidak salah, seorang lien-hua memiliki tanda teratai di punggung nya bukan? dan kau memiliki itu. " ucap Shi Nan


" a-apa?! tidak, itu tidak mungkin!!!" ucap zhunchang terus meyakini dirinya bahwa dia bukan keturunan lien-hua.


"orang yang mempunyai tanda itu adalah orang yang bisa melahirkan. dan kau mempunyainya. " ucap Shi Nan yang terus memprovokasi


"DIAM KAU!!! "bentak zhunchang kali ini perasaannya benar-benar terguncang.dia menutup telinganya rapat-rapat, agar tak mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Shi nan.


" memangnya kenapa jika aku seorang lien-hua? bukan kah itu bagus?! aku juga semakin bisa bersama dengan mo linyi. ini adalah berkah. aku bisa melahirkan anak untuk nya. " ucap zhunchang dengan membela diri dan senyum menyeramkan diwajahnya


" heh! " ucap Shi Nan dengan seringai dibibirnya


" apa kau yakin?! bukan kah kau lebih tau soal itu daripada aku? kau adalah pelayannya, pasti kau sering melihatnya tanpa pakaian. terlebih saat dia mandi-----"


" tidak! anak ku tersayang,,,,, aku tidak bisa menghentikan mulutku untuk berbicara,aku akan terus mengatakannya. Mo linyi juga memiliki tanda teratai itu. itu artinya dia juga seorang Lien-hua.dan seorang Lien-hua tidak akan bisa menikah dengan sesamanya.....HAHAHAHA" Setelah mengatakan itu, Shi Nan tertawa puas. Namun suara tawanya terdengar sangat mengerikan.


" cukup... aku tak ingin mendengarkannya lagi." ucap zhunchang dengan lirih


" hah.... baik aku juga tak suka mengungkit hal itu. lebih baik aku menceritakan kisah ibumu yang menjadi j*lang si*lan" ucapnya setelah menghela nafas


" ibumu tersayang mencampakkanmu agar mati dihutan ini. seekor monster, darah-campuran." sambungnya


"lalu kami menemukanmu.....menerimamu, melatihmu, kami mengajarimu banyak hal. Tapi kau melarikan diri. Dan berpaling dari karunia-karunia itu."ucap Shi Nan dengan penuh kesombongan dan penekanan


" KARUNIA KEMATIAN?!!! " balas zhunchang dengan penuh amarah


" apapun yang kau lakukan mo linyi takkan pernah jadi milikmu dalam hidup ini"sambung Shi Nan dingin dan menyeramkan


"Maka aku akan mati dan berdoa kutemukan dia dikehidupan ku berikutnya" balasannya dengan lirih


......................


Ruangan Mo ding


"tuan... " panggil wenxi.


tak disangka mereka masuk kedalam gua itu dan memanggil Mo ding yang berdiri membelakangi mereka


"apa yang kalian lakukan disini?! " ucap mo ding dengan ekspresi terkejut sambil membalikkan badan


"kubilang tetap diluar" sambungnya


kekkkkkk.......kekkkkk.....kekkkkk.... ( suara terkorak)


Tiba-tiba semua kepala biksu yang bersujud itu bergerak dan bergetar hebat seolah akan bangun dan bersiap melahap mereka


" tidak, wenxi! "teriak Mo ding saat wenxi melepas pedang itu dari sarungnya.


Terlambat sudah, para biksu telah bangkit dan menyerang mereka.biksu-biksu itu mulai melafalkan mantra dan menyerang menggunakan kain baju nya yang semakin panjang.


kain-kain itu siap melilit para pendekar pedang. para pendekar pedang tetap siaga dan membalas setiap serangan yang dilontarkan biksu itu.


setiap gerakan biksu sangat cepat. membuat para pendekar pedang lainnya kewalahan.Satu persatu pendekar pedang mulai berjatuhan.Bahkan ketika Lao Hou hendak melontarkan anak panah kepada sasarannya, tidak disangka ternyata panah itu malah mengenai Yun.


Mo ding hanya bisa terdiam melihat semua pendekar pedang yang dibabat habis oleh biksu-biksu itu. ia ragu untuk menghunus pedangnya. tetapi suara bisikan itu terus melintas di telinganya


" hunus pedang mu...... selamat kan mereka! "suara itu terus menganggu Mo ding


" hunus pedang mu..... selamat kan mereka! " lagi-lagi suara itu datang dengan tiada henti


sementara disisi lain...


" jangan bicara lagi, maukah kau memberikan apa yang ku minta! " ucap zhunchang


"ambil pedangnya, zhunchang."ucap Shi Nan sambil menunjukan ke arah pedang yang ada didepan mereka


"jika kau bisa meraihnya sebelum aku. " sambung nya


zhunchang dan Shi terus melangkah mendekati pedang. mereka bersiap merebut satu pedang yang tertancap itu


sementara Mo ding terus melihat adegan dimana semua biksu membunuh para pendekar pedang


" selamatkan teman-teman mu. tolong mereka....! " ucap suara yang terus mengacaukan pikiran Mo ding


Dan akhirnya, chixuan(anak Mo ding) pun tertusuk mati.


"CHIXUAN!!!! " seru Mo ding yang melihat anak nya mati didepannya dengan pedang yang terhunus tepat didada Chixuan


zhunchang pun mulai bersaing dengan kecepatan tinggi,seorang pendekar merebut pedang itu. begitu juga dengan Shi Nan yang tak kalah cepat.


Hampir saja pedang itu jatuh ke tangan Shi Nan, zhunchang pun langsung menggunakan kakinya dan menendang pedang itu ke udara.


grap!


dia menangkap pedang nya dan meletakkan pedang itu dileher Shi Nan.


"hadiah yang tak terlupakan! " ucap Shi Nan sambil melirik pedang yang tergeletak dileher nya


Pertarungannya dan Shi Nan pun berakhir.dan disisi lain,untung saja Mo ding tak menghunus pedangnya.kala itu juga ilusi yang diberikan kepada mo ding untuk menguji keteguhannya berakhir bersamaan dengan pedang yang dimenangkan zhunchang.