Beloved Sir

Beloved Sir
prolog



Mo linyi


Seorang pemuda dengan rambut terikat yang berurai panjang, seorang anak pendekar pedang terkuat aliansi Zhixiren. Mata hitam, dengan tinggi badan sekitar 178 membuatnya terlihat lebih imut ketika berdampingan dengan pria lain. Mo linyi biasa dipanggil dengan sebutan " Mo gongzi" atau tuan muda Mo.


Li zuanfeng


Seorang gubernur negara Yuan di provinsi Qunyan. Rambut panjang, mata bewarna hitam terkadang terlihat seperti emas ketika dalam kegelapan.Tinggi badan 190. Bahu lebar, dada bidang, serta otot perut yang membuatnya terlihat gagah sempurna.


π˜Όπ™–π™–π™–π™–π™–π™–!!!


π™†π™šπ™—π™–π™ π™–π™§π™–π™£!!! π™†π™šπ™—π™–π™ π™–π™§π™–π™£!!!


π™π™€π™‘π™€π™£π™œ!!!


Suara hiruk-piruk terdengar membara. Asap bertebaran meliputi gelapnya malam. Suara pedang menghunus bak tarian malam membuat darah berhamburan. Teriakan malam itu bagaikan suara lonceng yang tak henti-henti. Beduk di pukul, membuat gairah darah mengangkat senjata, menyantap musuh dengan ganasnya.


" Tuan muda,,,, Tuan muda!!! " teriak Xintong berlarian menuju kamar tuan muda Mo.


Brak!!! (pintu didobrak).


Xintong berlutut masuk kekamar Mo Linyi yang baru saja dibukanya, dengan sekujur darah yang meliputi tubuhnya.


" Xintong, tenanglah. Katakan dengan perlahan! " ucap Lu Lijing (pelayan/ pengawal sekaligus teman dekat Mo Linyi).


" Benar, katakan dengan tenang! " seru Mo Linyi


" tu,,, tuan muda, kurasa kita akan segera kalah, " balasnya dengan gugup.


" Apa maksudmu Xintong?! apa yang terjadi? " tanya Mo Linyi dengan khawatir.


" Banyak pendekar kita terhunus pedang, dan.... dan.... " ucap Xintong yang tak sanggup meneruskan ucapan nya.


" Dan apa?! katakanlah! " seru Lu Lijing menegaskan.


" Hah,,,,, tu,,, tuan besar, tuan besar seperti nya tidak akan bertahan lama, " balas Xintong sambil gemetar kuat.


" Si*l! andai saja ayah tidak mengurungku, aku pasti akan bergabung dengan mereka," ucap Mo Linyi dengan menggigit bibirnya.


" Lijing, sepertinya aku harus kesana. Aku sudah tak tahan lagi dengan keadaan ini! " sambung Mo Linyi.


" Jangan Linyi! apa kau gila?! jika mereka menangkap mu, siapa yang akan meneruskan klan dan aliansi ini. Susah payah tuan besar bisa menyekatmu disini, " kata Lijing sambil menenangkan.


Tapi hal itu tak berlangsung lama, seketika pengawal lain datang dengan berteriak dan langsung berlutut dihadapan Mo Linyi.


" Tuan muda!!! tuan muda!!! pasukan sudah sangat menipis, kurasa tak ada kesempatan untuk kita,,,,,!!! " ucapnya dengan tubuh yang gemetaran, sekujur tubuhnya disimbahi darah dan air hujan yang membasahinya, membuat ruangan menjadi berair.


" Lihat! Lijing, aku tak akan menahan diriku lagi. Sudah berapa orang yang datang kemari. Aku harus memastikannya sendiri, " ucap Mo Linyi yang langsung pergi.


" Ta,, tapi tuan muda! ah, sudahlah. Aku mengerti. Aku juga akan mengikuti mu!" ucap Lu Lijing dengan pasrah dan segera mengikuti Linyi.


Mo Linyi berjalan dengan cepat dan tergesa-gesa membuat pikiran nya tak terkendali, keringat terus mengalir bercucuran membasahi tubuhnya. Rasa takut yang dikhawatirkan tak bisa ditampakkan karena mengingat dia adalah tuan muda Mo yang harus menjadi penerus keluarga Mk.


Suara panah bertaburan menancap apa yang ada, pedang dan belati menusuk hingga keubun ubun, api yang tak kunjung padam mulai melahap hampir seluruh kediaman Mo.


Seketika Mo Linyi tiba di arena perang utama (tempat ayah linyi).


"Ahhhhkkkkkk!!!" (teriakan hunusan pedang)


" TIDAKKK!!!!!!!!! HENTIKAN!!!! " teriak Linyi.


Li Zuanfeng seketika melihat kearah Linyi dengan darah yang bertaburan ditangan dan pipinya. Kemudian diacmencabut pedang itu dari hunusannya. Membuat tubuh tuan besar Mo terjatuh tersungkur ke tanah.


Mo Linyi berlari menangkap tuan besar Mo. Linyi membalik bandannya dan memegang wajah Mo Ran ( tuan besar Mo) yang dipenuhi dengan darah, seketika itu tangan Linyi dipenuhi darah hangat ayahnya.


Dengan berhamburan air mata menetes mengenai pipi Mo Ran." Linyi apa yang kau tangis kan.... jangan biarkan mereka melihat air matamu! " ucap Mo Ran.


Segera Linyi menghapus air matanya, dengan patuh mendengarkan ucapan Mo Ran. Tentu saja Linyi tau itu adalah perang jebakan sehingga ia tak ingin menampakkan tetesan air matanya kepada musuhnya, Li Zuanfeng.


" Sudah, sudah .... tak perlu ditangisi lagi. Linyi, anakku. Ingat apa yang aku sampaikan padamu. Jangan pernah melupakannya. Kau mengerti?! " ucap Mo Ran yang sudah tak sanggup lagi berbicara.


" Emm-emm. Ya, ya Ayah. Tentu saja aku mengingatnya,"ucap Linyi menenangkan Mo Ran yang sudah tak berdaya.


Seketika itu tangan Mo Ran yang memegang pipi Linyi tergeletak jatuh. Tentu saja Linyi mengerti bahwa ruh sudah keluar dari tubuh, tentu ayahnya sudah meninggal. Linyi tak bisa berkata-kata dan berdiri dengan tubuh lemasnya yang seketika ditarik bangun oleh Li Zuanfeng yang sedari tadi menatap Linyi yang sedang berbicara dengan ayahnya.


Mo Linyi menatap Li zuanfeng dengan tajam seolah menyiratkan kata yang akan segera memotong-motong seluruh bagian tubuh nya. Tatapan tajam membuat Li Zuanfeng yang seorang pembunuh ingin tertawa geli.


"Bagaimana tuan muda Mo? apa kau terkejut dengan perbuatanku? bukankah ini sangat menakjubkan? ! HAHAHAHA!!! " ucap Li Zuanfeng dengan lantang.


bibir Linyi bergetar, dia menggigit nya berpikir sangat ingin membalas perkataan Li Zuanfeng.


" Si*l!!! dasar kau iblis, Li zuanfeng!" ucapnya.


Li Zuanfeng mendengar itu dan mendorong Linyi dengan kuat sehingga terjatuh ke tanah. Li Zuanfeng berjalan kearah kudanya dan menaikinya. Tatapan Linyi tertuju tajam kearah Li zuanfeng. dengan lantang Li zuanfeng berkata dan membuat seluruh orang mendengar perkataannya.


" Mo linyi dari keluarga Mo, kau akan masuk ke kediaman ku dan menikah denganku yang merupakan seorang gubernur Qunyan dan ini adalah dekrit dari Kaisar, " ucap Li Zuanfeng tegas dan langsung berbalik meninggalkan area itu dengan kudanya dan diikuti beberapa pengawal.


" AAPAAA!!! "


"YANG BENAR SAJA!!! "


" LI ZUANFENG MENIKAHI TUAN MUDA


KITA??? "


" Apa dia gila!!!! "


" Benar-benar seorang b*jingan gila. "


" Dia menikahi laki-laki, bahkan meminta dekrit kaisar untuk itu. "


" Dasar iblis pembunuh! "


Suara gemuruh dan teriakan semua pendekar yang merasa terhina.


Tentu saja itu membuat mereka terkejut. Yang dilakukan Li Zuanfeng tidak lain hanya untuk menghina dan merendahkan keluarga Mo sejadi-jadinya.


Hal ini tentu membuat Mo Linyi semakin tersentak dan ingin membalaskan dendamnya terhadap Li zuanfeng.


" Li Zuanfeng si*lan, dia tak cukup hanya dengan membunuh ayahku, bahkan juga menikahiku. Benar benar seorang rendahan," oceh Mo linyi.


" Seret tuan muda Mo! " ucap Pei Heng (tangan kanan Li Zuanfeng).


Pasukan Li Zuanfeng pun menyeret Mo Linyi menuju kekediaman Li Zuanfeng di Qunyan.


Malam itu juga kediaman Mo yang merupakan aliansi Zhixiren lenyap dalam semalam.