
" kita bisa pergi ke Jinan. mereka akan memberi kita senjata. "ucap mo ding tiba-tiba menghampiri zhunchang
" kau tak akan dapat apa-apa di Jinan. Anak buah Li zuanfeng sudah menguasai seluruh wilayah ini."
ucapan zhunchang membuat mo ding pasrah
" tapi,,,, ada cara lain." ucap zhunchang dan seketika mo ding melihat kearah zhunchang, menunggu zhunchang mengatakan ide nya.
" kau akan dapat pedang di lautan pepohonan....hutan zhuzi. "
" itu hanya mitos. "balas mo ding tak percaya
"aku pernah melihat mereka."
mendengar itu, mo ding memberi isyarat dan memasuki ruangan. zhunchang pun mengikuti langkah mo ding. kemudian dia menutup pintu rumah. mo ding langsung memulai pembicaraan yang serius.
" bagaimana kau tahu soal ? "ucap mo ding sambil melipat tangannya.
" aku dibesarkan disana sebelum kabur ke A-ming"
" luka di kepalamu... mereka yang menandai mu?. "
"ya"balas zhunchang singkat
" dan mengajarkan mu cara bertarung? "
" untuk membunuh." tegas zhunchang
"mereka punya cara aneh dan ajaib untuk melindungi diri dan keyakinan mereka" sambung zhunchang
"hmm"
" mereka ingin menunjukkan padaku bahwa hidup ini hanyalah kematian. mereka ingin aku jadi seperti mereka dan meninggalkan dunia. aku bersumpah takkan menggunakan kekuatan sihir yang mereka ajarkan. meski masih anak anak, aku tau tempat ku bersama manusiamanusia. "
"sungguh gila, aku tak percaya bahwa kau dibesarkan oleh iblis itu. "ucap mo ding sungguh gak percaya
"menurutmu mereka akan memberi kita senjata? "sambungnya
"mereka akan menguji kehendak kita"balas zhunchang meyakinkan
......................
citttt,,,, citttt,,,,,,
phak... pahkkkk
( suara burung yang terus berkicau bagai alun-alun dan terus mengepakkan sayapnya)
pagi hari yang cerah tanpa menunggu hari berakhir, semua pendekar pedang dibawah kepemimpinan mo ding menyiapkan semua barang mereka. Krusak-krusukkk menggema diseluruh ruangan. setiap pendekar membawa barang mereka ke halaman yang akan segera berangkat menuju Zhuzi.
" hei, cepatlah! "
" baik-baik,,, ini sudah mau keluar "
" masih banyak lagi yang harus dibawak! "
(semua ribut mengeluarkan barang)
...****************...
kediaman Li
paviliun Feng (ruang Li zuanfeng)
" tuan, tuan muda mo memohon masuk"
" a-apa?!" kejut Li zuanfeng tak menyangka
" heh, tumben anak itu.... " gumamnya
" persilahkan kekasihku masuk" seru Li zuanfeng
tak lama sesudah pelayan itu kembali dan menyampaikan pesan kepada linyi, dengan segera linyi berlari kecil sambil melompat memasuki ruangan Li zuanfeng
Mo linyi memandang keseluruh ruangan. ruangan itu terasa begitu besar dan bersih. dia tak tau dimana Li zuanfeng. seketika bola matanya memutar kesegala arah dan tiba kearah meja tempatnya Li zuanfeng.
" ekhh,, eh! " ucap linyi tertegun
" ada apa kekasihku? sangat buru-buru mendatangi ruangan ku...? mungkinkah ingin melakukan 'itu'? tapi kau salah jika ingin melakukannya seharusnya datang saat aku dikamar bukan di... "
" CUKUP!!! diam!" ucap linyi menghentikan ucapan gila Li zuanfeng
" b*jing*n gila. tau tempat lah!" sambungnya kesal
bukannya kesal, Li zuanfeng malah semakin senyam senyum melihat linyi kesal hingga merah. menurut Li zuanfeng tingkahnya itu sangat menggemaskan
"huhh... " linyi menghela nafasnya
Mo linyi//batin
sudah lah daripada membuatnya marah, lebih baik aku diam. aku membutuhkan izin b*jing*n ini untuk ke Xi xue lan.
" aku ingin pergi ke Xi xue lan" ucap linyi
"ho... "
" kau tak berhak menahanku. bahkan jika kau bilang tidak pun aku akan tetap pergi"
" aku tidak bilang tidak. tuan muda mo, apa kau tau tempat apa itu? "ucap Li zuanfeng
" tentu aku tau bodoh! "
" kalau begitu... " ucap Li zuanfeng dengan berjalan terus maju kedepan hingga membuat linyi terpojok di salah satu meja.
" heh" seringai Li zuanfeng
" kalau begitu bagaimana jika aku yang memuaskanmu tuan muda mo! "ucap Li zuanfeng menggoda linyi
tak terima dengan ucapan Li zuanfeng, lantas melemparkan barang terdekat di area tangannya ke tubuh Li zuanfeng dan tepat mengenai dadanya.
" Li zuanfeng... B*jing*n,Bodoh,Si*lan!!! jika aku ke sana hanya untuk melakukan hal kotor lebih baik aku melakukannya dengan anjing! " ucap linyi yang semakin kesal lalu meninggalkan ruangan Li zuanfeng
"tunggu! " ucap Li zuanfeng
Mo linyi tak peduli dan terus melangkahkan kakinya
" jika kau kesana bukan untuk 'itu', lalu untuk apa kau pergi ketempat seperti itu?! "
deg!
( ucapan Li zuanfeng membuat linyi terkejut)
dia menghentikan langkahnya. dia tak tahu harus mengatakan apa. tempat itu adalah rumah bordil. jika kesana bukan untuk melakukan hal tercela, pasti akan membuat orang curiga.
"a-aku... " ucap linyi terbata
" hmmm? "
glekkk (linyi menelan kasar salivanya)
" Li zuanfeng, apa kau lupa! Xi xue lan bukan hanya tempat untuk bermain wanita. "ucap linyi setelah memikirkan alasan dengan cepat
" ho... jadi?! "
" bukankah akhir-akhir ini Xi xue lan telah dibuka untuk tempat perjudian, laga dan hiburan lain.? jadi... aku kesana... "
" kenapa?" ucap Li zuanfeng semakin penasaran dengan jawaban linyi
" aku... aku muak melihat mukamu! aku harus pergi dan mencari hiburan " jawabnya asal
" dan lagi.. lebih baik aku melihat wanita cantik dirumah bordil daripada melihat pria bejat yang hanya memikirkan tubuhku" sambung linyi ketus
ucapannya menembus jantung Li zuanfeng. Li zuanfeng kesal, merasa tersaingi dengan wanita-wanita pelacur itu.
karena tak ingin berbicara lagi dengan b*jing*n yang dibencinya, Mo linyi pun meninggalkan ruangan Li zuanfeng. Li zuanfeng masih berdiri kesal sambil mengepalkan tangannya di meja.
(kamar Mo linyi)
" kau pulang! " ucap lijing. dia duduk sambil menyilangkan kakinya di atas meja kamar linyi
" emmm" balas linyi mengisyaratkan anggukan
"bagaimana? apa dia memberikan izin? " tanya lijing
linyi tampak tak peduli dengan pertanyaan lijing. dia menuju kursi sambil menuangkan air kedalam gelasnya
glukk ( meneguk air)
"ha... " ucap linyi lega setelah meneguk air
"ada apa? dia tidak mengizinkan mu yaaaa" balas lijing menggoda
" apa kau pikir dia berani! "balas linyi semakin kesal
" hmm,, jadi kenapa wajahmu menunjukkan ekspresi sebaliknya? "
" aku kesal, ****** itu terus menggodaku! " balas linyi
" a-apa? 'j*lang' ?!! " ucap lijing pelan. suaranya nyaris tak terdengar. dia benar-benar kebingungan melihat tuan mudanya itu mengucapkan kata j*lang kepada Li zuanfeng.
" kenapa anda malah mengatakan j*lang kepadanya? pffftt." ucap lijing terkekeh.
" lalu harus mengatakan apa?! P*LACUR??! " tanya nya kesal
" yaampun tuan muda... dia itu pria! pria!!! " ucap lijing mempertegas
" lalu,,,? " balas linyi dengan wajah tak bersalah
" bukankah kata b*jingan lebih cocok untuknya? " balas lijing meluruskan.
" tidak itu tak tepat untuk dia yang memang seorang b*jingan. untuk ba*jingan perayu memang harus memanggilnya j*lang! " balas linyi tak terima ucapan lijing
" huh.... terserah denganmu sajalah tuan muda" ucapan lijing menghela nafas kasar.
" oh iya, bagaimana? apa kita jadi pergi besok? " tanya lijing
" hmmm,,, tentu mana bisa dia melarangku! " balas linyi bangga
" baguslah kalau begitu. " ucap lijing lega. "ini sudah malam, cepatlah anda tidur. jika tidak kau akan terkena flu"
" eh, lijing. sejak kapan kau menjadi mulai cerewet. huh dasar!."
" bukan aku yang cerewet. kau saja yang semakin tidak tahu waktu. " balasnya
" lihatkan,,, kau semakin banyak mamakiku. "ucap linyi sambil menunjuk ke arah lijing
"terserah kau,cepatlah tidur. aku tak ingin bersamamu. aku juga ingin cepat-cepat tidur. "
" niatmu dari tadi memang ingin segera tidur kan... " pegok linyi yang memang sedari tadi lijing sudah sangat mengantuk
" iya-iya,,, aku memang sudah sangat mengantuk! cepatlah tidur " ucap lijing menghela nafas kasar. Dia tak ingin lagi melanjutkan perdebatan dengan tuan mudanya itu karena sudah sangat mengingat kasur nya yang menggoda.
"nah kan. mengaku juga kau! " ucap linyi dan langsung naik keranjangnya setelah mengganti baju. lijing pun segera menyelimuti tuan mudanya itu.