
" hah, gawat-gawat! kalau begitu Li zuanfeng pasti akan melakukan hal yang tidak-tidak kepada Linyi" ucap Lijing yang semakin panik
" sudahlah Lijing, lagipula apa yang ingin dilakukan Li zuanfeng adalah haknya . kau diam saja disini. mereka pergi berdua, bukankah sangat manis,,, mungkin saja ada hal tak terduga yang akan terjadi " ucap Gu Wuchi dengan senyum liciknya
" Dasar kau rubah! Gua Wuchi, sebenarnya kau ada dipihak siapa! bisa bisanya kau membiarkan tuan muda masuk kejurang buaya! " ucap Lijing yang semakin kesal mendengar ucapan Gu Wuchi.Dan lagi dirinya tak bisa berbuat apapun untuk saat ini dan hanya bisa menunggu Mo Linyi kembali. terlebih, percuma dikejar karena mereka sudah jauh. kali ini ia hanya bisa menuruti perkataan menjengkel kan Gu Wuchi.
" daripada kau marah-marah tak jelas lebih baik kita minum arak sambil menikmati tarian para bidadari itu" ucap Lijing yang kemudian pergi mencari tempat duduk
" memang rubah gila. apa kau tak bisa melihat seberapa kacau tempat ini! bahkan para wanitanya saja sudah bubar dan berpencar. menurutmu siapa yang akan menikmati keadaan seperti ini?! "
" siapa? " tanya Gu Wuchi dengan polosnya
" tentu kau rubah si*alan" balas Lijing kesal. dia hanya bisa bermain mulut dengan Gu Wuchi. Menang dari dulu Gu Wuchi terkenal menjengkelkan.
" oh benar juga. karena kau berkata seperti itu.... bagaimana kalau kau saja yang melayaniku? "
" ha! kenapa harus aku? apa kau pikir aku pembantumu" tanya Lijing
"aku tak berpikir kau pembantuku. tapi kau kan sedang memakai pakaian wanita, bagaimana jika kau melayani ku sekarang, tenang saja aku pasti akan memberikanmu uang" goda Gu Wuchi
" Kau!!! Gu Wuchi memangnya siapa yang mau melayani orang mesum seperti mu. terlebih aku adalah lelaki" bentak Lijing yang tak terima dengan permintaan aneh Gu Wuchi
" he... " gu Wuchi menyodorkan sekantong uang logam diiringi dengan smirk
melihat uang mata Lijing langsung membelalak
grep!
Lijing langsung menarik paksa sekantong uang itu
"kemarilah! "ucap Gu Wuchi sambil menepuk salah satu kursi untuk mengisyaratkan agar Lijing segera duduk. senyum bangga terukir diwajahnya karena berhasil menjadikan Lijing pelayannya saat ini.
Setelah menerima sogokan dari Gu Wuchi, si pedagang kaya itu, Lijing hanya bisa pasrah dan menemani Gu Wuchi minum. padahal dirinya kurang nyaman minum minuman keras itu, apalagi harus berpakaian seperti wanita.
...----------------...
"ah, tuan muda.lepakan aku! " ucap Mo Linyi yang terus memberontak.dirinya tetap kukuh tak ingin penyamarannya terbongkar.dia terus memanggil Li Zuanfeng dengan sebutan tuan muda. tangannya ditarik paksa oleh Li Zuanfeng. dia tak berbohong tentang pergelangan tangannya yang cukup kesakitan.
Li Zuanfeng terus membawa Mo Linyi berlari dengan diikuti oleh para pembunuh. Mo Linyi masih berpura-pura tak mengenal Li Zuanfeng.
' ini sangat memalukan. aku malah memakai pakaian wanita di hadapan marga Li si*lan ini' batin Linyi. batinnya tak berhenti berdecak kesal dengan perbuatan Li Zuanfeng. meski begitu dia juga tak dapat berbuat apa-apa dan hanya bisa mengikuti langkah Li Zuanfeng
Meski sedikit panik dia berusaha tenang agar Li Zuanfeng tak mengenalinya. sangat aneh karena Li Zuanfeng membawanya pergi.
" tuan, ku mohon lepaskan aku. ini sangat menyakitkan !" ucap Linyi yang lagi- lagi meminta Li Zuanfeng melepaskannya
Li Zuanfeng mengabaikan ocehan Mo Linyi. telinganya sakit setiap kali ocehan itu keluar dari mulut Mo Linyi.
" tuan, mengapa kau malah menarik paksa aku, apakah aku melakukan kesalahan, tuan? "
lagi-lagi Li Zuanfeng hanya diam mendengar obrolan Linyi. Dia terus memasang wajah dingin dan waspada.
" tuan, aku sangat takut dengan pembunuh. mereka itu mengejarmu. jika kau menarik ku seperti ini bukankah kau juga ingin aku mati. "
'Li Zuanfeng gila. kenapa aku harus ikut sial bersamanya' ketus Linyi dalam hati
" tuan,,, aku sangat takut kepada pembunuh. kumohon lepaskan aku tuan~~~" karena tak mendapat respon dari Li Zuanfeng, Mo Linyi malah menggunakan nada wanita Xi Xue lan kepada Li Zuanfeng
Li Zuanfeng terus berlari dan memasuki salah satu kamar Xi Xue Lan yang menurutnya aman. dia segera menarik Mo Linyi kedalam nya dan menutup rapat pintu.
kini Li Zuanfeng menyadarkan Mo Linyi ke sudut dinding hingga membuat dirinya terpojok.
" tuan..." ucap Linyi yang terlihat gugup
" hmmp" Li Zuanfeng menyumpal mulut linyi dengan tangannya
" jangan berisik atau mereka akan mendengar kita" ucap Li Zuanfeng dengan nada kecil
suasana kamar itu kemudian menjadi sangat hening. Meski terhalang oleh penutup wajah, ******* nafas mo linyi terdengar jelas .dirinya tersengal-sengal akibat lari.Li Zuanfeng menatap dalam Mo linyi. jantung nya berdetak kencang.dia diam membeku ketika dirinya dan Li Zuanfeng melakukan kontak mata seolah Li Zuanfeng bisa menebak isi pikirannya.sangat aneh bagi Mo Linyi menggunakan pakaian wanita di hadapan Li Zuanfeng meski bagi Mo Linyi, Li Zuanfeng tak akan mengenalinya. Alis Mo Linyi terukir indah layaknya seorang perempuan tulen.
brak!
Tiba-tiba suara kegaduhan terdengar jelas dibalik ruangan mereka
" kita harus memeriksa semua kamar yang ada disini. cepat periksa! " ucap seorang pembunuh yang memerintah anak buahnya
mendengar perkataan si pembunuh Li Zuanfeng langsung menggendong Mo Linyi membawanya ke tempat tidur
" akh,, tuan! apa yang kau lakukan, lepaskan aku!!! " bentak Mo Linyi. dirinya benar-benar terkejut atau perbuatan li zuanfeng. dia memukul-mukul punggung Li zuanfeng ketika menggendongnya.
Li zuanfeng mengabaikan Mo linyi dan melemparkannya keatas kasur
" ah, apa yang kau lakukan, menyingkir! " ucap Mo linyi yang berusaha bangun dari kasur.
tapi Li zuanfeng malah menekan tubuh mo linyi dan memdekap tangan Mo linyi keatas kepalanya agar tak bisa memberontak
" apa yang kau lakukan dasar b*jijngan! lepaskan aku" Mo linyi berusaha sekuat tenaga untuk mencegah hal yang tak diinginkan nya.dia terus memberontak.dirinya benar-benar terkejut akibat perbuatan tak senonoh Li Zuanfeng. tak hanya disitu, Li zuanfeng malah mencium paksa leher Mo linyi. membuat linyi mendesah kesal
" ahh, lepaskan! "
Li zuanfeng tak memperdulikan perkataan mo linyi dia terus menciumi dan menjilati leher mo linyi
" si*lan apa kau anjing! lepaskan aku! " ucap linyi kesal
li zuanfeng tampaknya tak ingin melakukan hal yang lebih dalam.
" teruslah memdesah! " bisiknya
" ha? apa! " Mo linyi bingung dengan perkataan Li zuanfeng
li zuanfeng memberikan kode seseorang menuju kearah mereka.
" oh, aku tahu! " Linyi tampak mengerti dengan perkataan Li zuanfeng dan terus mendesah dengan kencang walaupun saat ini Li zuanfeng tidak melakukan apapun. ternyata Li zuanfeng melakukan semua itu agar si pembunuh tidak memeriksa kamar mereka.