
"Linyi, sebentar lagi kita akan berhadapan dengan gubernur Qunyan, Li Zuanfeng. Dia akan menguasai provinsi A-ming. Ini adalah jebakan, dia pasti akan membantai Zhixiren.Seharusnya, sekarang dia pasti sudah mempersiapkan segalanya," ucap Mo Ran
" Bagaimana bisa b*debah itu melakukan hal keji! " ucap Linyi tegas.
" Linyi dengarkan aku, kau adalah penerus aliansi Zhixiren keluarga Mo. Jangan biarkan dirimu jatuh ke tangan Li Zuanfeng. jika itu terjadi, aku sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Larilah jika saat itu tiba. Kau harus menjauh sejauh-jauhnya dari Li Zuanfeng. Dia itu benar-benar iblis berjalan. Ingat, jangan pernah jatuh ke dalam genggaman nya!" ucap Mo Ran menegaskan perkataannya.
" Hahhh!!! " ******* Linyi yang terbangun dari mimpinya.
" Huh, ayah ... dia malah mengingatkan ku hal yang terjadi. Maaf ayah, jangankan untuk berpikir menjauh sekarang saja aku mungkin tidak akan bisa terlepas darinya lagi. Aku benar-benar sudah jatuh ke dalam tangannya."
Mo linyi terbangun di tempat tidur yang sudah disiapkan Li Zuanfeng.
Malam itu.. .
" Antar tamu ku kekamar! " seru Li zuanfeng.
" Li Zuanfeng b*jingan! jangankan masuk kekamar kediaman Li, untuk menginjak tanah Qunyan kediaman Li saja aku sudah tak sudi," ucap Mo linyi sambil meludah.
" Tak usah banyak mengoceh. Apa kau tau semakin kau banyak bicara semakin kau menunjukkan betapa imutnya dirimu! " balas Li Zuanfeng.
" B*jingan gila!!!! apa kau sudah tidak waras lagi?!" bentak Mo Linyi.
" Hah,,, aku salah. Kau memang sudah tidak waras semenjak kau membantai Zhixiren. Bukan, lebih tepatnya kau sudah tidak waras sejak lahir! " sambung Linyi dengan senyuman sinis diwajahnya.
" Silahkan anggap saja begitu. cepatlah antarkan tuan muda Mo kekamar!" seru Li Zanfeng.
......................
" Huh,,,, benar-benar menyebalkan, " ucap Linyi dengan menghela nafas kasar.
Linyi merasa pusing dengan semua yang terjadi. Sudah 1 tahun berlalu semenjak kejadian itu.
" tuan muda, anda sudah bangun? " ucap Lijing yang ingin membersihkan wajah Linyi.
" hm, sejak kapan kau memanggilku tuan muda, Lijing?"
" Yang benar saja, ini kediaman Li bagaimana mungkin kupanggil nama. "
" Sudahlah, cepat bersihkan aku! "
Dengan segera Lijing membasuh wajah Linyi dengan menggunakan air hangat dan membawanya mandi.
.....................
" Rambut anda semakin panjang saja. Masa berkabung anda sebentar lagi akan berakhir, " ucap Lijing.
" Ya aku tau. dia pasti sudah sangat tidak sabar dengan pesta pernikahan. "
Selama 1 tahun Li Zuanfeng membiarkan Linyi berdiam di paviliunnya untuk masa berkabung yang diberikan selama 1 tahun. Kemudian baru menggelar pernikahan dengannya.
Setelah selesai bersiap-siap, Linyi dan Lijing menuju ruang makan. Setelah tiba Linyi melihat Li Zuanfeng yang telah menunggunya untuk makan bersama. Mau tidak mau Linyi dan Li Zuanfeng makan bersama selama setahun atas perintah Li Zuanfeng. Hal itu membuat Linyi semakin jijik melihat Li Zuanfeng. Linyi sadar pernikahan nya dengan Li Zuanfeng tak akan lama lagi.
" Kau telat tuan muda Mo," ucap Li zuanfeng datar.
" P*rsetan. Aku tak peduli, " ucap linyi dan langsung duduk dihadapan Li Zuanfeng sambil menyilang tangan di depan dada.
Linyi segera menyantap makanan nya dengan terburu-buru karena tidak ingin melihat wajah menjijikkan Li Zuanfeng.
" Masa berkabung sudah hampir selesai. Kau seharusnya tau akan hal itu bukan, tuan muda Mo? " tanya Li Zuanfeng.
" Ehk! " Linyi tersedak mendengar ucapan Li Zuanfeng. Dia pun segera menuangkan air kedalam gelasnya. Dengan cepat linyi meminum air dan membuatnya lega.
" Heh, tak perlu mengingatkan pun aku memang sudah ingat," balas Linyi sambil tersenyum sinis.
Mereka pun mengakhiri sarapan mereka. Linyi yang sudah tak sabar menuju kamar nya, menarik Lijing dengan segera meninggal kan ruang makan.
...****************...
Disisi lain....
Mo Ding (tangan kanan Mo Ran) mempersiapkan pemberontakan terhadap Li Zuanfeng. Selama setengah tahun dia dipenjarakan oleh Li Zuanfeng karena Li Zuanfeng khawatir akan kesetian Mo Ding terhadap tuannya. Kemudian Li Zuanfeng membebaskan Mo Ding. Para pengawal menyeret Mo Ding hingga ke tengah-tengah perkampungan dengan guyuran hujan yang cukup lebat pada malam hari, sambil memukulinya yang sudah tak berdaya. Mingnan ( istri mo ding) dan anaknya Chixuan segera membopong Mo Ding dari gelap nya malam dan hujan yang membujur membasahi tubuh.
Dalam rumah...
Mingnan membuat makanan, kemudian mereka menyantap nasi yang sudah masak. Setelah stabil kembali, Mo Ding menanyakan beberapa pertanyaan kepada istri dan anaknya.
" Dimana Orang-orang ku? " tanya Mo Ding sambil melihat ke arah Mingnan.
" Mereka yang selamat seharusnya berada di hutan Long. "
" Begitukah, lalu dimana tuan muda Mo?"
" Dia di bawa ke Qunyan untuk melaksanakan pernikahan dengan Li Zuanfeng."
" Benar saja, masa berkabung hampir satu tahun. Aku harus segera bereaksi ... " ucap Mo Ding lirih.
" Chixuan, lalu bagaimana keadaan Zhunchang? " tanya mo ding.
* Zhunchang\= sahabat dekat Mo Linyi. Dia tumbuh besar bersama Mo Linyi, hanya saja mereka tak mengakuinya walaupun kekuatan Zhunchang sangat besar. Karena Zhunchang pernah mempelajari ilmu iblis dan dia berdarah campuran china dan Eropa.
" Zhunchang di jual ke pulau Su No sebagai budak," ucap Chixuan.
" Mereka benar-benar memecah belahkan kita agar tak mampu melakukan pemberontakan."
Mo Ding yang diselimuti emosi bangkit dari duduknya.
" Chixuan, kita butuh 3 kuda. "
Chixuan menatap ayahnya.
" Sekarang! " tegas Mo Ding.
Chixuan pun segera bergerak dan pergi mencarik kuda. Istri Mo Dung berjalan mendekatinya dan memegang pipi Mo Ding.
" Apa kau benar-benar akan melakukan ini tuan? ! " tanya nya yang tak tega
" Emm, ya. " balas Mo Ding
" Mingnan, kau harus membuat seluruh dunia percaya bahwa kau telah menceraikanku. Hanya ini cara melindungimu dari apa yang harus kulakukan. Tak ada yang tahu selain aku dan kau .... bahwa kau .... akan selalu jadi kebahagiaan hidupku," sambung Mo Ding.
" Aku ini istri seorang pendekar pedang. Apapun tugasmu, itu juga tugas ku," ucap Mingnan. Air mata tak berhenti terus mengalir membasahi pipi Mingnan. Mo Ding pun langsung menarik Mingnan dalam pelukannya. Keduanya berpelukan erat sebelum hal berbahaya yang akan dilakukan Mo Ding.
Mo Ding keluar dari rumahnya. Melihat Chixuan yang sudah menunggu nya dengan kuda yang didapatkannya. Mo Ding mengeluarkan sebuah belati dari bajunya.
" Bawa ini kehutan long dan bilang aku akan segera menemui mereka " ucapnya
C hixuan mematuhi ayahnya dan menaiki kudanya. begitu juga dengan Mo Ding. mereka menaiki kuda dan berjalan kearah yang berlawanan. Mo Ding pun segera menuju pulau Su Mo untuk membawa kembali Zhunchang.
......................
Kediaman Li
" Huh! menyebalkan sekali. Kenapa aku harus melihat si b*jingan Li ini berlatih pedang?!" ucap Mo Linyi kesal.
Linyi disuruh Li Zuanfeng untuk melihat nya berlatih pedang. Tentu itu membuatnya kesal. Dia merasa bosan karena terus melihat Li Zuanfeng yang terus mengayunkan pedang nya kesana kesini. Mau bagaimana lagi Li Zuanfeng adalah pemilik kediaman tentu dia harus menuruti Li Zuanfeng agar tak ada kesempatan Li Zuanfeng untuk mengganggu nya.