Beloved Sir

Beloved Sir
episode 7



HUTAN ZHUZi.....


phaakkkk,,,,, phakkk,,,,,


ngggggrrrrrr,,,,nggrrrrrrrr


sssss.....


sswwwhhhhh,,,,


" si*l, mengapa tempat ini membuat bulu kuduk ku merinding,,, " umpat wenxi


" yang benar saja bau-bau tempat ini sangat menyengat, bau amis apa ini! "ucap Yun dengan wajah tak terima


"diamlah, kita harus cepat mendapatkan senjatanya. aku tak ingin lama-lama berada ditempat terkutuk ini! " balas mereka


" apa kau yakin ini tempatnya, zhunchang? " tanya mo ding


" hmm" ucap nya singkat dengan anggukan kecil


Tempat itu benar-benar menyeramkan, hutan itu penuh dengan desis ular dan raungan dan lolongan binatang buas dan bayak binatang kecil yang melata melintas.setiap sudut dan sisi hanya ada pohon bambu, suasana malam membuat banyak kabut asap. setiap kabut seperti bentuk yang terus mengikuti mereka. tak jarang bau-bau aneh terus melekat ditubuh mereka.hawa dingin menusuk setiap leher pendekar pedang itu. ...


" e,, zhunchang... tidakkah kau merasa sesuatu memperhatikan kita?!! " ucap salah seorang mereka dengan sangat ketakutan.


" zhunchang... zhunchang...! " diaa terus memanggil zhunchang yang tak kunjung menjawab


" ada apa zhunchang?? " tanya mo ding ketika melihat zhunchang yang seketika membisu


Phak!


zhunchang memukul salah satu bambu untuk menopang tubuh nya.dia merasakan sakit dan mencoba memegang Kepalanya. sebuah suara melintasi pikirannya.


" kau sudah kembali... " ucap suara itu


suara itu membuat zhunchang terbayang akan ingatan masa lalu nya dihutan


" kita tersesat? " tanya mo ding gusar. seketika semua bayangan masa lalu nya hilang.


" tidak, mereka tau kita disini" balas zhunchang


mereka terus melanjutkan perjalanan


ggggggrrrrr,,,, swusshhhh...


"suara apa itu? " tanya mereka ketakutan


" Hantu. roh tua dan lemah yang masih tersisa disini untuk mati dan juga anak-anak yang tak diinginkan" balas zhunchang


kabut kabut asap itu terus mengawasi dan mengikuti mereka, semua berbentuk seperti benda-benda gaib yang menakutkan dan terus membuat suara-suara aneh.


tap... tap... tap...


akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan seperti goa. dan bangunan itu cukup megah dan seram dengan di iringi berbagai ilalang disekitar nya..


" hanya kau yang boleh masuk! " ucap zhunchang menunjuk ke mo ding


pendekar pedang lainnya yang mendengar itu semakin tidak tenang dan menawarkan diri untuk mengikuti mo ding


" aku ikut dengan mu, mo ding! " ucap lao hou


" tidak" ucap mo ding menghentikan langkahnya


" turuti perkataannya, tetaplah disini. " balas mo ding tegas mereka pun mengangguk pelan.


Mo ding dan zhunchang berjalan memasuki gua itu. didalam gua hanya terdiri satu jalan lurus dengan dinding besar dikedua sisi.dinding itu di penuhi berbagai batang yang saling bertaut.setiap sisi dingin lembab dan licin.


Banyak hewan melata bergantung disana. tak hanya itu, berbagai jenis siput yang menjijikkan bertaburan mengeluarkan ludah nya. lorong jalan itu terasa sunyi dan gelap kecuali suara hewan-hewan kecil yang terus menggema menelusuri jalan.


"apa pun yang terjadi disana, apapun yang kau liat.... jangan hunus pedang mu! " ucap zhunchang. dia ingin memperingati mo ding. karena ilusi yang diberikan penguasa hutan tak kalah hebat, yang kapan saja bisa membuat mo ding menghunus pedangnya


" hmm" balas Mo ding dengan anggukan kecil


akhirnya mereka sampai di ruang utama...


" ini... kenapa banyak sekali? " tanya mo ding merasa keheranan ketika melihat banyak biksu yang bersujud.


" tunggu disini! " ucap zhunchang,dia meninggalkan mo ding sendirian di ruang itu tanpa berkata apapun lagi.


" dan ingat apa yang kukatakan tadi! " tegasnya.


Bagi zhunchang ruangan itu aman, tapi bagaimana dengan mo ding? tentu dia merasa gusar dan gelisah. dengan pemandangan yang hanya dirinya tinggal sendiri diruangan yang dipenuhi oleh para biksu yang bersujud. mereka bahkan tak kunjung berbicara maupun bergerak.


Mau tak mau mo ding hanya bisa menuruti perkataan zhunchang dan menunggu nya.


................


Luar gua....


" bagaimana kita tahu si darah-campuran tak menjebaknya? " ucap salah satu pendekar pedang


"mo ding mempercayai nya." ucap mereka


Tentu, ia tak punya pilihan. Kita memerlukan senjata. " balas yang lain


"jika ia tak kunjung kembali, aku akan menyusulnya. " sambung nya


salah satu mereka tiba-tiba mengeluarkan pedang dari sarung nya


" hei, apa yang kau lakukan? " tanya mereka kebingungan


"aku sudah tak tahan lagi, aku harus menyusul nya" ucap yun


kemudian huiqu menarik tangan Yun yang hendak pergi.


" apa kau gila?! bukankah mo ding sudah memperingati kita untuk menuruti kata-kata zhunchang? "


"benar, tapi aku-----"


" hm, sudahlah. tenangkan dirimu. apa yang ada dipikranmu itu tak jauh berbeda dari kami. bersabar lah. ini baru beberapa menit" ucapnya menenangkan Yun


" benar Yun, jika mereka tak kunjung kembali kita akan langsung menerobos. untuk sekarang kita memang harus bersabar menunggu mereka. agar tidak mengganggu kegiatan didalam" balas yang lainnya.


Mendengar ucapan teman-temannya, Yun pasrah dan menyarungkan kembali pedangnya.


Mereka semua tak mempercayai zhunchang bahkan menganggap remeh dirinya. Akan tetapi mereka memerlukan senjata, mau tidak mau mereka harus bertaruh dengan mempercayai nya.


Dalam ruangan.....


zhunchang menuju ke sebelah utara. dia memasuki salah satu ruangan yang ada disana. ruangan yang sangat besar,suara gemerisik kelelawar menghiasi ruangan.


Ruangan itu dingin,hampa, dan kosong. ditengah tengah itu hanya terdapat satu pedang yang tertancap diatas permukaan tanah. zhunchang berjalan melingkarinya untuk waspada apa yang akan terjadi selanjutnya.


Dia terus menunggu dan berpikir pemilik nya akan segera keluar.


tap....tap.... tap.....


suara langkah kaki itu diiringi dengan kelelawar yang tak kunjung berhenti memekik


benar, orang itu adalah penguasa hutan zhuzi.seorang wanita keluar dari arah lorong yang terdapat senteran cahaya. cahaya itu menerangi tubuhnya yang berjalan kearah zhunchang.


penampilannya mengerikan. dia sama sekali tak mirip dengan biksu biksu yang ada diluar sana. Rambut nya panjang menjulur ke udara. sama sekali tak terikat. membuatnya terlihat seperti siluman laba-laba yang memiliki banyak kaki. dia memakai hanfu yang memanjang kebelakang seperti ekor. begitu pula dengan kukunya yang panjang dan hitam. hanya saja wajahnya sangat cantik begitu pula tubuhnya yang seperti wanita muda pada umumnya.


" jadi, anak penakut itu sudah kembali sebagai pria dewasa... "ucap nya


" hmm,, sudah berapa tahun yaaa... "


Zhunchang langsung menunduk memberi hormat kepada wanita itu


"hah.... apa yang kau lakukan?! sejak kapan kau memberi hormat kepada ibumu sendiri" ucap wanita itu.


Sssss.... sss....


Kemudian, tiba-tiba saja wanita itu merubah bentuknya menjadi setengah hewan. kakinya yang sedari tadi merupakan kaki manusia, kini telah menjadi ekor ular yang sangat besar bahkan hampir memenuhi ruangan itu.



rambut yang tadinya hitam biasa kini juga menjadi ular yang berurai keudara.kedua mata nya bewarna kuning dan tajam seperti mata burung. hidung dan mulutnya tiba-tiba berubah menjadi paruh. kini keadaan nya seperti hewan yang tercampur menjadi satu kedalam tubuhnya.


" bagaimana? apa kau lebih suka penampilan ku yang seperti ini? " tanya nya dengan bangga memperlihatkan tubuh aslinya.