Beloved Sir

Beloved Sir
episode 3



" akhhhh!!! " linyi berteriak kecil. batinnya tak bisa menerima pernikahannya dengan li zuanfeng yang akan diadakan tak lama lagi.


" jangan terus mengacak ngacak rambutmu. " ucap lijing berjalan mendekati linyi. lijing duduk dibelakang linyi yang sedang duduk di ranjangnya dan menyisir rambutnya.


" oi lijing. aku sebenarnya tak percaya li zuanfeng nekat menikah dengan seorang laki-laki hanya untuk menghina keluarga mo. seharusnya membantai keluarga kita saja sudah cukup bukan?! " ucap linyi dengan menempu tangan diatas pahanya.


" entahlah, sampai saat ini dia belum juga berbuat macam macam dengan mu bukan? seharusnya dia juga merasa jijik dengan anda"


" bahkan dia juga tak pernah mengunjungi ku dan tak pernah melakukan hal yang membuat ku kesal. mungkinkah selama ini dia hanya mempermainkanku? "


" hal itu aku juga sadar. dia memang tak pernah menginjakan kaki di kamar anda. seharusnya dia tak ingin melihat anda bahkan hanya untuk sekilas juga. sudah tentu dia hanya akan memenjarakan anda di kediaman ini seumur hidup anda. "


" haaa..??? bukankah itu terlalu keterlaluan. mana mungkin aku mau terkurung disangkarnya hingga tua" ucapnya


Tiba-tiba seseorang datang


brakk! membuka pintu


" siapa anda, apa yang anda lakukan di kamar tuan muda mo? " ucap lijing bersiaga


" saya bernama shu zao,maafkan saya atas ke lancang datang kesini. saya disuruh tuan Li untuk mengukur baju anda" ucap


" A-apa?!! " kejut linyi. " si marga Li si*alan itu" sambung linyi membentak Li zuanfeng.


" pfffttt" tawa kecil lijing yang sudah tak sanggup ditahannya.


" li-ji-ng!!! kau masih sempat menertawai ku?!! dasar! kau juga berpihak pada marga Li itu"ucap linyi kesal


" sudah-sudah, cepat sanaa. lakukan pengukuranmu" seru lijing sambil mendorong linyi kearah si pengukur.


shu zao pun langsung mengukur linyi. setelah selasai dia berpamit. walaupun selama pengukuran sedikit membuat nya kesulitan karena linyi bergerak secara acak.


" kalau begitu saya permisi tuan muda mo" ucap pengukur


" iya iya! langsung pergi dan katakan pada Li zuanfeng aku tak akan memakai pakaian itu" bentak linyi


pengukur pun pergi dan mematuhinya


" anda ini benar-benar aneh sekali yaaa tuan muda mo. " ucap lijing


" apa maksudmu lijing!! " ucap linyi yang tambah kesal mendengar ucapan lijing.dia pun menarik kerah baju lijing.


lijing menepis tangan linyi dari kerahnya dan berkata " kau membiarkannya mengukur baju mu tapi malah mengatakan tak akan memakai baju itu. apakah itu adil?! "


" i- itu..huh! biarkan saja. lagian aku juga tak peduli. sudahlah lijing daripada beradu mulut dengan mu lebih baik kau memijat pelipis ku" seru linyi dan langsung duduk di kasurnya. lijing mengikuti linyi dan memijatnya


ruang Li zuanfeng


" apa kau sudah mengukur tunangnku? " tanya Li zuanfeng yang membelakangi shu zao


" sudah tuan. tapii.... "


sebelum melanjutkan kata, Li zuanfeng berbalik mengahadap shu zao


" hmm? "


" tetapi,, tuan muda mo mengatakan bahwa dia tidak akan memakai pakaian ini"


" pfffft" tawa kecil pei heng yang mendengar hal konyol itu. dia tidak sabar ingin melihat ekspresi Li zuanfeng


Li zuanfeng melirik kearah pei heng. karena takut akan tatapan Li zuanfeng, pei heng segera diam membisu. Li zuanfeng tampak kesal. tapi kekesalannya itu bukan karena linyi melainkan karena pei heng yang menertawakannya.


" tenang sajaaa. anak itu pasti akan memakainya. " ucap li zuanfeng kepada si pengukur


" A-heng, bagaimana dengan persiapan? " ucap Li zuanfeng.


" ah, anda tenang saja persiapan berjalan lancar. "


" aku ingin pesta ini menjadi pesta yang sangat besar didunia dan tak ada bangsawan yang tidak mengetahui pernikahanku. karena itu persiapan harus dilakukan dengan sesempurna mungkin. "


" a-apa?! menjadi termegah didunia? itu pasti membutuhkan anggaran yang cukup besar.anda tidak mungkin melakukan hal sia-sia begini hanya karena.... oh! bukan, mungkinkah,,,,, anda sebenarnya memiliki rasa terhadap tuan muda mo!? "


" jangan bicara Sembarangan. mana mungkin aku memiliki rasa terhadap anak yang bahkan kencingnya saja belum lurus" ucap Li zuanfeng membantah


" be- belum lurus?!, haha be- begitu ya tuan Li. kata kata Anda itu cukup bermakna yaaaa"


ucap pei heng sambil tertawa kaku.


"sudahlah, kau sudah boleh pergi" ucap Li zuanfeng sambil memijit pelipisnya.


...----------------...


hutan long


mo ding dan para pendekar mulai menyusun rencana untuk membunuh li zuanfeng.


" istana li zuanfeng sangat di jaga ketat, hanya ada dua pintu masuk. gerbang utama dan dibawah dinding timur. keduanya juga dijaga ketat.kesempatan kita hanya ketika dia keluar dari kediamannya." ucap mo ding


" benar, kita harus tau kapan dia keluar " ucap chu yao ( tangan kanan mo ding)


" seharusnya para bangsawan akan mengunjungi kuil nenek moyangnya sebelum menikah bukan? seharusnya itu menjadi kesempatan kita. " balas para pendekar pedang lain


" benar, tapi,,,, apakah selama ini dia belum mengunjungi kuil nenek moyangnya? kalau sudah, ini sangat gawat karena kita tidak tau kapan dia akan meninggalkan istananya.terlebih, mungkin dia akan keluar saat sudah menikah.tapi, kalau belum ini pasti menjadi kesempatan emas kita" ucap para pendekar lain.


" hmmm,,, benar. oleh sebab itu kita harus mendapatkan informasi. chu yao, pergilah ke rumah bordil untk mendapatkan informasi. para bangsawan itu suka bergosip di rumah bordil. kita harus segera mengetahuinya. " ucap mo ding yang memerintahkan chu yao


" baik tuan. tetapi kita juga membutuhkan lebih banyak para pendekar pedang lainnya. dengan jumlah kita yang hanya segini tak akan mungkin untuk melawan li zuanfeng si b*jingan itu. dan juga kita harus memiliki pedang yang baru. jika berperang dengan menggunakan pedang ini, kurasa kita hanya akan membuang buang nyawa untuk melawannya. ucap chu yao


"benar. kalau begitu, yang bin, luo zai, Ming ah kumpulkanlah mantan pendekar pedang kita sebanyak-banyaknya. kemudian berkumpul di rumah petani bagian timur perdesaan. Dan masalah pedang...... " ucap mo ding


" aku mengerti. pedang ini memang sudah usang dan kita membutuhkan pedang yang baru" sambung mo ding


" jadi, harus bagaimana? dimana kita bisa mendapatkan pedang? "


" benar tuan, kemana kita harus mencari pedang?!"


tanya para pendekar pedang yang mulai ribut karena tak bisa mendapatkan pedang yang baik


" tenanglah aku tau kemana kita bisa mendapatkan pedang. " ucap mo ding


" ha? benarkah? ini sungguh ide yang bagus"


" ya, kalau begitu sisa yang lainnya ikut aku. kita akan pergi ke que.pembuat pedang terbaik ada disana.balas mo ding.


" tapi, kenapa si iblis ini harus ikut dengan kita? " tanya seorang pedekar pedang yang menunjuk ke arah Zhunchang


" diamlah, kita juga sedang kekurangan orang, apa kau ingin ayahmu yang sudah tua untuk ikut bertarung! " balas mo ding.


ucapan mo ding terkena padanya dan membuatnya dan yang lain tak lagi membantah.


mereka pun segera menuju ke desa que untuk mendapatkan pedang.


* desa chu \= desa pembuat pedang


sesampainya disana.....