Beloved Sir

Beloved Sir
episode 17



"uhuk-uhuk! " seketika Mo linyi tersadar. bibirnya masih pucat dengan matanya yang sayu.walupun terlihat lemah, dia berusaha untuk bangkit


"hah tuan muda, kau sudah sadar! " ucap Lijing yang membantu Mo linyi bangun dari tidurnya.


"apa yang terjadi? " tanya Linyi


"kau pingsan barusan. tapi tabib sudah memeriksamu. untung lah tidak ada masalah yang serius" ucap Lijing lega


"Benarkah?! kalau begitu aku tidak perlu membuang tenaga untuk melihatmu"ucap Li zuanfeng yang tiba-tiba datang mengunjungi Mo linyi. lantas mereka terdiam dan melihat kearah Li zuanfeng yang datang bersama pei heng.


" k-kau! "ucap Mo linyi. dia masih tak kuasa menahan amarah terhadap Li zuanfeng, mengingat kejadian yang baru saja menimoanya.Untuk apa si b"*jingan itu tiba-tiba datang kekamarnya. apalagi saat ini keadannya baru tersadar dari pingsan, malah mengotori pandangannya


" untuk apa kau kesini, b*jingan?! "ucap Linyi. padahal keadaan fisiknya masih tergolong lemah setelah baru saja tersadar tapi dia berpura-pura kuat didepan Li zuanfeng agar tak menujukan kelemahannya


" begitu lemah, sedikit saja sudah membuat diri menderita. apa yang kau dapat dari pingsanmu itu" tanya Li zuanfeng dengan tatapan mencemooh


"kalau kau kesini hanya untuk merusak ketenanganku lebih baik kau segera pergi" balas Linyi risih


"kalian pergilah! " ucap Li zuanfeng menyuruh para bawahan yang ada diruangan itu pergi. Linyi memandang Li zuanfeng sinis, apalagi yang ingin di perbuatanya.


mereka sempat terdiam sebentar. rasanya mereka tak ingin meninggalkan Li zuanfeng dan Mo linyi diruangan itu. mau bagaimna lagi, pemilik kediaman sudah memerintah. dengan berat hati, mereka keluar dari kamar Mo linyi.


"tuan,,, ini buburnya" ucap seorang pelayan yang baru saja datang setelah memasak kan bubur untuk mo linyi


"letakkan saja disana " ucap Mo linyi sambil menunjukkan ke arah meja dekat ranjangnya.


"iya" pelayan itu pun segera meletakkan bubur dan ketika hendak melangkah pergi...


"tunggu dulu, sekalian bawa semua makanan yang sudah tak bisa dimakan ini! " seru Li zuanfeng. dia menyuruh pelayanannya membawa kembali makanan yang sama sekali tak terjamah oleh Mo linyi.


Kemudian dia pun beranjak meninggalkan Li zuanfeng dan Mo linyi. tak lupa dia juga menutup rapat pintu ruangan itu.


"Bagimana keadaanmu? " tanya Li zuanfeng


"untuk apa kau bertanya. kau kan sudah dengar dari perkataan mereka tadi. " ucap Mo linyi dengan membuang muka


"jangan terburu-buru, aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa besok adalah hari pemburuan. keadaanmu cukup sehat bukan, untuk hadir?!" ucap Li zuanfeng. kemudian Linyi menoleh kearahmya


"tenang saja aku akan menghadiri pemburuan itu. dan memperlihatkan kepada semua orang bahwa Li zuanfeng, gubernur Qunyan, seorang pria akan melakukan pernikahan yang abnormal denganku! " ucap Linyi sinis. ucapannya semakin pedas, dia merasa sangat jijik bila berkaitan dengan pernikahan "


"ho,,, ternyata kau sudah yakin akan melakukan pernikahan denganku ya... padahal aku telah yakin bahwa kau tak akan menyerah untuk menghentikan pernikahan kita bagaimanapun caranya meski zhixiren taruhannya" ucap Li zuanfeng. makna dalam perkataannya sangat dalam, dia ingin mengatakan bahwa yang membunuh zhixiren adalah Mo linyi sendiri. sontak amarah Mo linyi memuncak. orang ini tak ada habis-habisnya menyulut api


"Li zuanfeng, aku peringatkan padamu untuk segera pergi! kurasa aku ingin muntah melihat wajahmu yang licik itu. " dia masih berusaha menahan amarahnya


"aku adalah pemilik kediaman,bagaimana jika aku tidak mau? " balasannya dengan angkuh


" kau! "bentak Mo linyi. dia benar-benar kehabisan kata untuk bersilat lidah dengan Li zuanfeng


" hah... sudahlah. aku juga tak ingin bertengkar dengan mu"ucapnya dengan helaan nafas kasar. kemudian dia mengambil bubur yang ada diatas meja yang terletak disamping kasur Mo linyi.


"makalah! " ucap Li zuanfeng sambil menyerahkan semangkok bubur hangat itu kepada Mo linyi.


"aku tidak mau" balas Mo linyi dengan membuang muka. dia sama sekali tak ingin melakukan kontak mata dengan Li zuanfeng


"heh, aku tak peduli bagaimana kau menanggapiku. yang jelas untuk bertahan hidup kau harus memakan bubur ini."ucapnya.


melihat Mo linyi yang tidak ada respon....


"ada apa, mungkinkah... tuan muda Mo ingin aku yang menyuapimu? " goda Li zuanfeng.


lagi -lagi emosi Mo linyi dibuat naik oleh Li zuanfeng. bisa-biaanya dia mengatakan hal konyol begitu setelah dia berulah


"br*ngsek! manusia mana yang ingin disuapi oleh b*jingan!!! " ucap Linyi yang kemudian merebut mangkok yang berada ditangan Li zuanfeng. meski dia tak ingin makan, dia menarik mangkok itu agar tak membuat Li zuanfeng semakin percaya diri dengan ucapannya. tentu Linyi merasa jijik dengan omong kosong Li zuanfeng


Li zuanfeng tersenyum tipis. kata-katanya berhasil memengaruhi Mo linyi untuk mengambil bubur dari tangannya.


"sudahlah... karena kau sudah mengambil bubur itu, aku akan segera pergi. oh iya, di pemburuan biasanya para nona-nona bangsawan akan memberikan sapu tangan kepada bangsawan pria yang berhasil menangkap buruan. kau juga... jangan lupa memberikanku sapu tangan" ucap Li zuanfeng


"sapu tangan itukan diberikan kepada orang yang mereka sukai, memangnya aku menyukaimu. terlebih, mungkin saja dia tak dapat membawakan satupun hasil buruan" cibir Linyi dengan suara kecil.


"apa?! " tanya Li zuanfeng. dia bermaksud untuk membuat Mo linyi mengulang perkataannya


"tidak ada apa-apa" jawab Linyi spontan


"kau tenang saja, aku pasti akan membawakan banyak hewan hasil buruan dan akan menjadi juara satu di pemburuan" ucap Li zuanfeng. dia menjawab cibiran Mo linyi kepadanya. padahal nyaris saja suara Mo linyi tak terdengar.


'dasar telinga kelelawar'batin Mo linyi setelah melihat Li zuanfeng beranjak pergi dari kamarnya.


luar kamar.....


"Lijing, awasi dia untuk memakan buburnya. " ucap Li zuanfeng


"baik, tuan tenang saja" balas Lijing


"tuan, apakah tuan Mo.....? "


"tenang saja. aku tidak akan menggangu kenyamanannya. cepat, lihat dia untuk segera memakan buburnya" ucap Li zuanfeng


"oh, baik" ucap Lijing mematuhi


ketika Li zuanfeng hendak melangkah untuk pergi


"oh satu lagi. pastikan dia meminum obatnya" ucap Li zuanfeng yang lagi-lagi menghentikan langkahnya dan memperingati Lijing untuk menjaga Mo linyi dengan baik


"baik, tuan tak perlu khawatir. dia tuan muda hamba, hamba pasti akan merawatnya dengan baik"balas Lijing dan diikuti dengan memberikan hormat kepada kepergian Li zuanfeng begitu juga dengan pengawal yang lain.


" lihat, padahal tuan Li tadi bertengkar hebat dengan tuan muda Mo. sekarang malah mengkhawatirkannya tanpa henti"


"hahaha"rayu pengawal yang geli melihat tindakan Li zuanfeng


" menurut ku ya... Si Li bajingan itu hanya sedang berpura-pura. siapa tau sifat aslinya begitu buruk! "maki Lijing


" ah, tuan Lijing,,, kau ini berpikir terlau berlebihan"ucap pengawal yang masih tertawa dengan tingkah para tuannya