Beloved Sir

Beloved Sir
episode 14



Rumah petani


"tuan, informasinya sudah diterima! " ucap seorang pendekar pedang yang melapor kepada Mo ding


"oh, dimana orangnya! " tanya Mo ding untuk segera menyuruh masuk mata-matanya.


"tapi dia adalah utusan tuan Gu" balasnya dengan ragu-ragu


" Gu wuchi kah? " tanya Mo ding memastikan.


"benar tuan" jawabnya


" oh iya, aku lupa. aku juga meminta tolong Gu wuchi untuk menyelidiki ini" ucap Mo ding dan segera menyuruh utusan itu masuk


"salam tuan" ucapnya menghormat kepada Mo ding


" katakan apa yang disampaikan Gu wuchi! "seru Mo ding tanpa berbasa-basi


" Tuan Gu bilang, kediaman Li akan mengadakan pemburuan sekitar 3 hari lagi. pemburuan itu diadakan sebagai adat pernikahan. dan akan ada banyak para bangsawan yang hadir. itu adalah waktu dimana Li zuanfeng akan keluar dari kediamannya."ucap si utusan


Li zuanfeng padahal sering keluar dari kediamannya, hanya saja mereka menutup rapat setiap kunjungan Li zuanfeng ketempat lain


"oh begitu. tapi... bukankah sebagai adat pernikahan Li zuanfeng harusnya berdoa di kuil leluhur? " ucap Mo ding dengan ragu. dia tak yakin jika Li zuanfeng akan mengadakan pemburuan untuk adat pernikahannya dengan Mo linyi


"aku tidak tau tuan. hanya itu yang disampaikan oleh tuan Gu" ucap si utusan.


"baiklah.kau boleh pergi" seru Mo ding. dan pelayan itu pun langsung mohon undur diri.


"Zhunchang, apa menurutmu Li zuanfeng akan mengadakan pemburuan ini? atau itu hanya jebakan? " tanya Mo ding dengan gelisah. hatinya masih tidak tenang dengan informasi yang diberikan utusan Gu wuchi


"aku tidak tahu. lebih baik tunggu saja bawahanmu" ucap zhunchang yang bersandar di salah satu tiang rumah


lapor!


seseorang berteriak dengan tergesa-gesa menuju Mo ding. pandangan Zhunchang da Mo ding pun tertuju padanya


" ada apa katakanlah! "ucap Mo ding dengan penasaran


" tuan, aku telah mendapatkannya. aku telah mendapat informasi yang kau minta " ucap si pendekar pedang yang diutus untuk mencari informasi. ucapan dan ekspresinya terlihat meyakinkan


"ho? katakanlah. aku berpikir apakah ini sama dengan apa yang dikatakan Gu wuchi" ucap Mo ding


"tuan,sangat sulit untuk mendapatkan informasi.tak ada yang tau kapan tuan Li zuanfeng meningggalkan


kediamannya...bahkan pengawalnya sendiri.dia akan kembali sebelum yang lain bangun. untung saja aku bertemu dengan seorang gadis pelacur. Tampaknya dia adalah pekerja dikediaman Li. menurut yang kudengar darinya , Li zuanfeng akan berdoa ke kuil leluhur tiga hari lagi. "ucap si pendekar. Lantas Mo ding dan zhunchang sontak kaget dengan apa yang dikatakan oleh utusannya. bagaimana mungkin ada dua informasi bertentangan yang diterimanya hari ini.


" tunggu, lebih tepatnya kapan?! "tanya zhunchang memastikan. apakah siang, malam, atau sore


" hmm, sepertinya malam hari tuan" ucapnya


" kalau begitu tidak ada yang cacat dari informasi ini. Aku yakin Li zuanfeng pasti akan ke kuil pada malam sebelum acara pemburuan itu. biasanya mereka akan berdoa malam hari. tapi anehnya,bagaimana bisa Li zuanfeng mengadakan acara syukuran dua kali. " ucap Mo ding


"kau juga memikirkan hal yang sama bukan, zhunchang? " tanya Mo ding


"hm" Mo ding hanya mendapat anggukan kecil dari zhunchang.


"lupakan itu. kalau begitu, siapkan pasukan! " seru Mo ding


"baik tuan" balasnya


...----------------...


2 hari sudah berlalu semenjak persiapan panjang yang dilakukan para pendekar pedang zhixiren. Mereka akan bersiap-siap untuk berangkat setelah mendapat kabar yang meyakinkan bahwa Li zuanfeng benar akan pergi ke kuil malam ini.


"apakah kudanya sudah siap semua?" tanya Mo ding


"sudah tuan"


"bagus"


"ayah, izinkan aku ikut denganmu" ucap Chixuan menghampiri Mo ding


"tidak. Dayang,tetaplah bersamanya" ucap Mo ding yang menyuruh anak buahnya untuk tinggal bersama Chixuan.


Chixuan hanya bisa patuh mendengar ayahnya. dia sangat khawatir bila sesuatu terjadi pada ayahnya dan pendekar pedang. walaupun dia bersikukuh untuk ikut bertarung, apalah daya nya ketika Mo ding melarang Chixuan untuk melakukan tindakan mengerikan itu.


Mo ding dan para pendekar pedang lainnya pun bergegas menuju kuil leluhur Li zuanfeng. kepergiannya itu hanya bisa diratapi oleh Chixuan dan Dayang.


kediaman Li


Mo linyi yang hanya diruangannya hari ini keluar berkeliling halaman kediaman Li. tak menyangka dia melihat Li zuanfeng sedang versiap-siap. Mo linyi menghampirinya atas perintah Li zuanfeng


" aku akan pergi ke kuil leluhurku untuk bersyukur atas pernikahan kita, kau mau titip doa? " tanya Li zuanfeng yang berada diatas kuda


"heh, kau tidak akan suka jawabnku Li zuanfeng! " ucap Linyi datar


"mungkin kau meremehkanku,tuan muda Mo. tapi, kita akan segera menikah " ucap Li zuanfeng dan langsung meninggalkan Mo linyi


'tunggu, kenapa Li zuanfeng berdoa ke kuil leluhur nya hari ini? jika aku tau aku pasti akan mengatakan kepada Gu wuchi bahwa Li zuanfeng meninggalkan kediamannya hari ini. si*l, menyuruh seseorang untuk menyampaikan pesankupun tak ada gunanya. ini sudah terlambat. ' batin linyi.


hatinya dongkol karena tak dapat memberitahu Mo ding bahwa Li zuanfeng keluar dari kediamannya. padahal tanpa diketahui Mo linyi, para pendekar pedang aliansi zhixiren itu sudah menyiapkan rencana mereka untuk membunuh Li zuanfeng hari ini.


...----------------...


kuil leluhur....


hari semakin gelap, semua pendekar pedang itu siaga untuk menyerang kuil. anehnya kuil itu tampak terang, tapi tak ada satupun orang disana melainkan hanya ada Li zuanfeng yang sedang berdoa di Altar kuil


Mo ding dan pasukannya mendekati Li zuanfeng dengan berhati-hati. Ketika orang yang mereka kira Li zuanfeng itu berbalik, ternyata asumsi mereka salah, itu bukanlah Li zuanfeng.


𝙨𝙝𝙧𝙖𝙥!


satu anak panah mengenai Yu Min yang ada didepan Mo ding. dan Li zuanfeng yang berada diatas altar itu hanya seorang pasukan yang dimintanya untuk menggantikan dirinya berdoa.


"akh! "rintihnya kesakitan. kakinya tak kuat menahan getaran akibat panah itu dan membuatnya tersungkur ketanah


" ha! Yu Min!!! "teriak Mo ding terkejut.


Disaat ajalnya, Yu Min si pemberi informasi itu malah mengucapkan kata maaf. ternyata dia sudah dipengaruhi untuk memberikan informasi palsu kepada zhixiren oleh gadis cantik yang ditemuinya di Xi Xue lan. tentu gadis itu adalah bawahan Li zuanfeng.


'bodoh sekali! mengapa aku tak bisa menebaknya'batin Mo ding


Mo ding benar-benar kesal dengan kejadian yang sudah terlanjur itu, dapat diambil kesimpulan bahwa semua ini adalah jebakan Li zuanfeng


Mo ding segera memperingati pendekar pedang lainnya


" 𝙞𝙣𝙞 𝙟𝙚𝙗𝙖𝙠𝙖𝙣! 𝙥𝙚𝙧𝙜𝙞! 𝙥𝙚𝙧𝙜𝙞!!! " teriakan Mo ding menggema ditengah gelapnya malam