
hari pemburuan....
"tuan muda~ bangunlah! " ucap Lijing
"lihat, ini sudah jam berapa,,, apa kau ingin terus tidur?! aku tau demammu sudah turun. cepat bangun!" ucap Lijing yang tak berhenti mengomel.
bukannya langsung bangun mendengar omelan Lijing, Mo linyi malah menarik selimutnya hingga menutupi kepala.
"Tuan muda!!! apa anda ingin ku siram dengan air?! " ucap Lijing yang tak tahan dengan sikap tuan mudanya itu.
"ah, Lijing. ini masih terlalu awal. lima menit saja" ucap Linyi dengan mata yang masih terpejam
"baik. Jika kau tak mau bangun aku, benar-benar akan menyiram air" entah apa yang merasuki Lijing hingga jadi begitu galak
Karena kesal Lijing langsung menarik selimut tuan mudanya itu
"ahk Lijing! " kejut Linyi dan langsung duduk.
"kembalikan selimutku"pintanya
" aku tidak mau. kau harus segera bangun. hari ini hari pemburuan, apa kau mau telat hah! "ucap Lijing yang tak mau mengalah. pokoknya mau bagaimanapun tuan mudanya itu harus bangun dan segera bersiap-siap
" iya-iya, dasar bawel! "pekik Linyi
karena tak dapat mengalahkan kehebatan mulut Lijing yang seperti wanita itu, Linyi beranjak turun dari ranjangnya dan segera mandi untuk bersiap-siap.
" dasar tuan muda, aku harus mengancamnya dengan air baru mau bangun"ucap Lijing dengan senyum hangat ketika melihat sosok Linyi perlahan menuju kamar mandi
...----------------...
"pakai tusuk rambut ini saja! " ucap Linyi yang menunjuk kesebuah tusuk rambut diatas meja riasnya
"tidak boleh, anda harus memakai yang ini agar terlihat lebih elegan! " ucap Lijing dengan tusuk rambut yang ada di tangannya. dia menata rambut Mo Linyi setelah selesai memakaikannya pakaian
"hah, terserah kau saja! " ucap Linyi karena tak ingin berdebat dengan Lijing
"kau lihat! tampak lebih indahkan?!" ucap Lijing setelah memasangkan tusuk rambut dikepala Mo Linyi
"tidak tuh, tampak biasa saja! " balas Linyi dengan nada datar
"huh,,,, " Lijing hanya bisa menghela nafas kasar
"tuan, tuan Li sudah menunggu anda" ucap seorang pengawal yang datang menyampaikan pesan
"oh, baik. kami akan segera kesana" balas Lijing
setelah si pengawal menyampaikan pesan, Lijing dan Mo linyi pun segera ke halaman utama, dimana tempat Li zuanfeng dan kereta kudanya sudah menunggu Mo linyi.
"kenapa harus pergi dengannya?! mendengar namanya saja sudah membuatku muak. Apalagi harus melihat wajah piciknya itu! " maki Mo linyi
"sudahlah.Lagipula akan aneh jika kalian tidak pergi bersama " ucap Lijing
"aneh apanya! lebih aneh lagi jika pria dan pria pergi bersama!!! " ucap Linyi tak terima
"a-haha... " tawa Lijing dengan cengengesan sambil menggaruk kuduknya yang tak gatal.
"sudah-sudah, itu Li zuanfeng sudah menunggunu" ucap Lijing setelah melihat Li zuanfeng yang sudah menunggu di halaman dengan kereta kuda, tentu disana juga ada Pei heng dan pak kusir.
"sangat lambat" ucap Li zuanfeng dingin dan langsung masuk ke kereta kuda.
"Apa-apan sikapnya itu! memangnya siapa yang ingin pergi bersamanya. dasar Li si*l*n" maki Linyi tak terima dengan sikap Li zuanfeng
"kalau kau tidak masuk lagi, aku benar-benar akan meninggalkanmu! " ucap Li zuanfeng dari dalam kereta kuda
"ck" ucap Linyi jengkel sambil berjalan memasuki kereta kuda.
Tanpa melihat Li zuanfeng, Mo linyi langsung masuk dan duduk di kursi kereta kuda. kusir pun langsung menjalankan kudanya.
Di sepanjang perjalanan, Mo linyi dan Li zuanfeng tak mengeluarkan sepatah katapun. suasana ruangan itu kini sangat hening. Tampaknya Mo linyi masih kesal dengan berita aliansinya yang dibantai oleh Li zuanfeng. bagaimana tidak, akan lebih aneh jika dia tidak marah ketika aliansinya dihancurkan oleh Li zuanfeng. hingga tak lama kemudian....
"tuan, sudah sampai" ucap kusir
"oh, baik" balas Li zuanfeng dan langsung turun dari kereta kudanya dan disusul Mo linyi.
Akhirnya mereka sampai di area pemburuan milik Li zuanfeng.
"hmm,,, hutannya cukup besar yaaa" ucap Lijing
"sama sekali tidak menarik" ketus Linyi.
"cepatlah, jangan banyak mengomel lagi, para bangsawan itu pasti sudah sampai! " seru Li zuanfeng dan langsung beranjak ketempat utama pemburuan.Dimana para bangsawan dan yang lainnya sudah menunggu mereka.Mo linyi dan Lijing pun bergegas mengikutinya.
setelah sampai,,,
"tuan Li, akhirnya anda sampai. yaampun, benar-benar tidak menyangka bisa melihat anda di sini " ucap para bangsawan yang terus berkerumun mendekati Li zuanfeng
satu-persatu orang besar itu berjabat tangan dengannya.
'dasar penjilat' maki Linyi melihat rubah-ruabh tua itu terus mendekati Li zuanfeng. tentu saja orang itu tak ada habis-habisnya mendekati Li zuanfeng yang baru saja sampai dan terus-tetusan memberikan pujian
"oh iya, Lijing! 4 aliansi itu benar-benar hadir yaaa" ucap Linyi setelah melihat para peminpin aliansi itu hadir.Mereka semua duduk sambil menikmati jamuan yang sudah disiapkan di area pemburuan itu.
"hm, apa tuan muda ingin bertemu mereka? " tanya Lijing. dia tahu betul bagaimana persaan Linyi saat ini.
"lupakan, menurutku tidak usah. para b*jingan tua itu juga tidak berbuat apa-apa ketika zhixiren di musnahkan. padahal ikatan lima aliansi sangat kuat" ketus Linyi.
Linyi pun berjalan mencari tempat duduk di perjamuan pemburuan itu.Dia tak ingin lama-lama didekat tamu yang terus mengerumuni Li zuanfeng. tentu saja semua perhatian tertuju kepada Li zuanfeng bukan kepadanya.
"hmmm,,, arak nya cukup enak" ucap Linyi. yang dilihat nya hanyalah arak dan makanan
"apa kau mau Lijing, ini cukup enak lho~~" goda Linyi.
"kau tau aku sedang bertugas, bagaimana bisa ada seorang pelayan yang memakan makanan tuan mudanya. aku juga tidak tertarik dengan makananmu" ucap Lijing yang berdiri disisi Mo linyi layaknya seorang pelayan yang melayani tuannya. Suasana tampak tenang sebentar, hingga tiba-tiba...
"ho! bukankah ini adalah tuan muda Mo?! " ucap seseorang yang sengaja menarik perhatian
Mo linyi dan Lijing menoleh kearahnya
"benarkan,,, dia tuan muda dari kediaman Mo yang sudah dimusnahkan itukan,,, hahaha" tawa mereka yang sengaja mencari ribut. tentunya mereka adalah segerombolan anak muda yang suka mencari masalah
"tak hanya itu, katanya dia sekarang menjadi tunangannya Li zuanfeng lhoo~~"
"hahaha,,,, yaampun benar-benar menjijikkan. bagaimana bisa dia menjual tubuhnya hanya agar Li zuanfeng tak membunuhnya" mereka terus-menerus membicarakan Mo linyi dengan tak henti-hentinya. semua makian itu tampak membuat Mo linyi seperti seorang pelacur. Mo linyi bergeming mendengar semua cacian yang mereka lontarkan kepada dirinya.