Beloved Sir

Beloved Sir
episode 5



"aku akan mengadakan pemburuan untuk menyambut pernikahan kita. bagaimana menurutmu? "


" ha? pemburuan?!"


mo linyi//batin


li zuanfeng ini,,,, apa lagi yang direncanakan nya.....


" li zuanfeng.apa otakmu menjadi bodoh sekarang?! penyambutan pernikahan itu kan seharusnya berdoa di kuil leluhur.tapi,mengapa kau malah...!" balas linyi


" heh! " seringai li zuanfen


"kenapa?! sejak kapan kau mulai memperhatikan hal seperti itu. aku tidak tau kalau kau selama ini cukup perhatian pada pernikahan kita" ucap li zuanfeng tegas


mo linyi//batin


ekh, aku lupa. sejak kapan aku mulai terfokus pada pernikahan ini. ah, sudahlah biarkan dia berbuat semaunya saja. dan lagi... mungkin saja mereka akan datang bukan...? "


" jadi, bagaimana menurutmu?! tanya li Zuanfeng


" mau bertanya kepadaku?! kalaupun aku bilang tidak kau tetap akan melakukannya bukan?! jadi, menurutmu apakah pendapat ku penting,kau lebih tau bukan?!! "


" ternyata kau cukup tahu diri juga ya, tuan muda mo. kalau begitu aku akan segera mengadakan pemburuan ini. " balas li Zuanfeng angkuh


" sudah ku bilang bukan, kalau itu keinginanmu. bukankah aku tak bisa melarangmu melakukannya.dan lagi, cepatlah keluar dari wilayahku. aku tidak suka jika ada anjing liar di sini! " balas linyi


" baik, kalau begitu aku akan menyiapkan pemburuan ini.dan.... kuharap kau juga berpartisipasi dalam kegiatan ini" balas li zuanfeng dan langsung meninggalkan mo linyi.


karena penasaran mo linyi terpaksa menghentikan langkah li zuanfeng


" tunggu! " seru linyi


" hm? " li zuanfeng menghentikan langkah nya


" apa... kau akan mengundang lima sekte besar? " tanya linyi dengan ragu dan mengerutkan dahinya


" mungkin iya, mungkin saja tidak. dan lagi aku harus meluruskan ucapanmu! sekarang tidak ada lagi lima sekte. yang tersisa hanya 4 sekte" ucap li zuanfeng


mo linyi//batin


ups,,dia benar. sekteku sudah dihancurkan. tapi, bisa-bisanya dia dengan mudah nya mengatakan hal itu. dasar bajingan gila!


" kuharap kau menjaga kesehatanmu sampai saat itu tiba! " seru li zuanfeng


" dengar, meski tidak kau suruh pun aku akan selalu menjaga kesehatanku agar bisa membalas dendam sekteku yang kau hancurkan keparat.!!! " ucap mo linyi kesal. saat ini wajah mo linyi hanya disertai ekspresi kebencian dengan kerutan di dahinya. matanya menatap tegas ke arah li zuanfeng


" mo linyi,,, bukankah ucapanmu itu terlalu menyakitkan untuk calon suamimu?! " balas li zuanfeng dengan wajah serius


" apa kau bodoh li zuanfeng?! ternyata bukan hanya sikapmu yang bermasalah tetapi otakmu pun tidak lebih dari itu. mana ada orang yang mau menikah dengan bajingan yang sudah membantai habis seluruh keluarga dan orang - orang yang dicintainya. dan lagi, jangan seenaknya memanggil namaku. "


" tsk! " karena tak ingin mendengarkan ocehan mo linyi, li zuanfeng beranjak pergi dari tempatnya.


" tunggu! li zuanfeng. kuharap kau ingat, bahwa kebencianku tidak akan pernah pudar terhadap manusia bejat sepertimu! " ucap linyi menghentikan langkah li zuanfeng


" tuan muda mo, aku sangat ingat apa yang kau katakan. tapi takutnya... kau tidak akan bisa mempertahankan apa yang kau ucapkan"


balas li zuanfeng kembali menatap linyi


mo linyi dan li zuanfeng berdebat tidak ingin mengalah satu sama lain. hanya suasana dingin dan kekosongan yang terasa diantara mereka. wajah serius dan dan dahi yang dikerutkan terpampang jelas di wajah keduanya. suasana pun bagaikan kobaran api yang tak akan padam.


tiba-tiba...


brakk! ( buka pintu)


" tuan muda,, tuan muda! aku pulang " ucap lijing yang baru saja kembali dengan wajah ceria


seketika lijing kembali, ia hanya melihat li zuanfeng dan mo linyi saling membuang wajah.sangat terasa api diantara mereka berkobar. suasana hening membuat tubuh lijing menjadi berkeringat dingin.


mo linyi tersentak sadar bahwa lijing sudah berada di tengah tengah mereka.


" akh, lijing. kau sudah kembali! mengapa kau hanya diam, ke sinilah! dan, segera suruh orang ini keluar dari tempat kita! " ucap mo linyi yang menyeringai.


li zuanfeng kesal karena perkataan linyi


" tidak perlu, aku bisa berjalan sendiri dengan kemauan ku" ucap li zuanfeng dan membalikkan badan


li zuanfeng tak tinggal lama, dia pun segera pergi dari paviliun


setelah li zuanfeng pergi....


" tuan muda kau tak apa?" tanya lijing


" em, ya" balasnya singkat


" oh ya, lijing. apa kau masih tidak ingin memberiku penjelasan?! "


" ha? apa maksudmu? " tanya lijing yang kebingungan


" kau sudah meninggalkan ku seharian penuh, jika kau masih tak ingin memberikan penjelasan aku akan.... " sebelum linyi melanjutkan perkataannya, lijing segera menghentikan dan memotong ucapan linyi


" ah, iya iya. maaf tuan muda. kau juga tidak perlu semarah itukan."


" lijing! kubilang apa?! jangan banyak basa basi cepat katakan! " ucap linyi


" tuan muda mo,aku hari ini mendapatkan kabar yang sangat baik. kau tebak! "ucap lijing mengangkuh


" apa lagi?! jika yang kau katakan tidak sebagus yang kukira sebaiknya simpan saja bualanmu itu" balas linyi melipat tangannya didepan dada


" iya-iya.tadi, aku pergi ke rumah bordil Xi xue lan dan aku bertemu dengan salah satu pendekar sekte kita yang pernah diusir oleh li zuanfeng. dan kau tahu apa yang dikatakannya?! " ucap lijing membuat linyi penasaran


" aku tidak tau"


" yang dia katakan..... bahwa mo ding dan Zhunchan masih hidup dan mereka sedang bersama sekarang! " ucap lijing dengan sangat senang.


berita yang disampaikan lijing membuat mata linyi terbuka membelalak membuat linyi sangat terkejut.rasa terkejut itu diiringi perasaan yang amat senang. linyi merasa sangat tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


dengan cepat linyi menarik kerah baju lijing


" lijing! kau tidak membohongikukan?!! " ucapnya


" mana mungkin aku membohongimu. tenangkan dirimu. awalnya aku juga sama sepertimu. jadi aku tau bagaimana perasaanmu saat ini. sudah lah lepaskan aku. kau membuat ku kesakitan mo linyi! " ucap lijing berusaha melepaskan tangan linyi dari kerahnya


linyi melepaskan cengkramannya


" sangat bagus, lijing kau tahu betapa ini sangat bagus! "


" em tentu. " balas nya dengan bangga


lijing mengambil cerek yang terletak diatas meja dan menuangkan air kedalam gelas.


" minumlah! kau akan mati kesenangan jika seperti itu" ucap lijing menyodorkan tangan kanannya


" em" linyi segera mengambil air dan meminumnya. perkataan lijing benar benar


membuat linyi merasa seperti hidup kembali.


Rumah petani .....


hujan lebat mengguyur membasahi tanah. suasana malam hari yang yang tampak mendung disertai hujan membuat kegelapan terasa sangat dingin. angin masuk menembus ke ruas ruas tulang.


Mo ding, Zhunchang dan para pendekar pedang lainnya berteduh di rumah petani...


saat itu,Zhunchang berdiri di teras rumah di salah satu pilar kayu sambil melipat tangannya dan memiringkan kaki