Beloved Sir

Beloved Sir
episode 9



Diruangan Mo ding......


"kau lulus ujian mereka! " ucap zhunchang yang menghampiri Mo ding. zhunchang melihat nya masih tak stabil


"huh.... huh..... " nafas Mo ding masih tersengal-sengal akibat ilusi yang diciptakan Shi Nan.


"tenanglah,orang-orangmu aman. kau dapat pedangnya. " ucap zhunchang.


Mo ding kemudian melihat sekitarnya.semua biksu yang tadinya menyerang dirinya dalam ilusi ternyata saat ini masih bersujud dan tak bergerak sama sekali. Itu persis dengan posisi awal mereka datang.Semua tanah itu kini dibarisi oleh pedang yang tertancap diatasnya.


...****************...


"kau sudah kembali! " seru salah satu pendekar pedang dengan semangat.


" hmmm" angguk Mo ding singkat


mereka semua sangat senang ketika Mo ding dan zhunchang kembali dengan wajah damai. itu pertanda bahwa pedang berhasil didapatkan.


setelah mereka mengambil semua pedangnya, mereka pun melanjutkan perjalanan untuk kembali.


...----------------...


" apa keistimewaan pedang ini, apa kelebihannya?" tanya lao huo


"tergantung" balas zhunchang singkat


" tergantung apa?! " tanyanya dengan penuh penasaran


"penggunanya" lagi-lagi zhunchang hanya menjawab singkat dengan wajah dinginnya


"maksudmu... kalau orang tinggi, kuat dan... pemberani sepertiku? " ucapnya dengan sangat bangga


zhunchang berhenti sejenak setelah mendengar perkataan bodoh lao huo. kemudian dia melepaskan pedang itu dari sarungnya. mereka semua memperhatikan apa yang akan dilakukan zhunchang.


swuushh......


zhunchang memotong cabang pohon yang cukup besar dengan sekali gerakan. seni memotong nya lumayan indah hingga tak mengeluarkan sedikitpun suara. sehingga cabang pohon itu langsung jatuh tergeletak di tanah.


" bisa memotong! " sambung zhunchang


kemudian mereka melanjutkan perjalanannya


lao huo yang melihat itu, merasa hebat dengan gerakan zhunchang dan memutuskan untuk mencoba.


srekkk.. srekkk!!


"apa-apaan ini! sama sekali tak bisa memotong. " ucap lao huo kesal setelah mencoba memotong salah satu cabang pohon yang ada di dekat nya. tapi sayang, kenyataan yang diterimanya malah berbanding terbalik dengan kehebatan dan keteguhan hati zhunchang.


...----------------...


Gunung Yu Kun......


Tahun xxxx musim salju mulai melanda daerah qunyan hingga sekitaran.semua pendekar pedang harus melewati yu kun untuk tiba di qunyan.


Gunung gundul nan dingin itu semakin membekukan setiap inci tulang orang yang melewatinya. tumpukan salju menumpuk dimana-mana melingkari yu kun.


Meski hawa dingin menembus hingga keubun- ubun disertai badai yang melanda, para pendekar pedang bertema aliansi zhixiren itu tak akan patah semangat untuk meraih kemenangan memperebutkan tuan muda mereka .


𝙍𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙗𝙤𝙧𝙙𝙞𝙡 𝙓𝙞 𝙓𝙪𝙚 𝙇𝙖𝙣


"yaampun kau seksi sekali sayaang..."


" ahh,, tuan muda kau sudah lama tidak mengunjungiku"


" yaampun menggemaskan "


" hahaha,,, kau semakin pandai menggombal saja


Lengkingan tawa wanita Xi Xue Lan membuat orang tak dapat menahan diri untuk menutup telinga. rumah bordil Xi Xue Lan menjadi tempat yang sangat ramai di qunyan. tak heran jika tuan muda dari setiap kediaman akan menghabiskan waktu mereka di Xi Xue Lan. bahkan banyak yang sudah mempunyai istri dan anak juga akan ketagihan untuk terus melangkah ke Xi Xue Lan.


" tuan, kenapa kita memakai baju wanita? " tanya lijing yang kebingungan karena mereka mengunjungi Xi Xue Lan dengan memakai pakaian wanita. terlebih itu adalah pakaian penghibur


" kau tidak mengerti! " balas Linyi spontan


" karena aku tidak mengerti makanya aku bertanya kepada mu"jawab Lijing kesal dengan perkataan ngawur Mo linyi


" ah, sudahlah . ikuti saja nanti kau juga akan tau"


Mo linyi terus berjalan dengan diikuti lijing. berkat izin yang diberikan li zuanfeng, mo Linyi dan Lijing akhirnya bisa mengunjungi Xi Xue Lan. tentu saja mereka mempunyai maksud tersendiri untuk pergi ke sarang dosa itu.


" tuan seseorang sudah menunggu anda dikamar atas lantai 2" ucap seorang pelayan yang menghampiri mo linyi. tampaknya linyi dan pelayan itu saling kenal


" ah begitu ya. baiklah terima kasih" setelah mendengar ucapan dari sang pelayan, linyi segera menuju ruangan yang diarah kan sang pelayan. dia sudah menebak siapa orang itu.


brak! linyi membuka pintu


" kau datang " ucap linyi dengan nafas lega melihat orang yang mempunyai janji temu dengannya itu kini duduk di hadapan nya sambil memakan kue lotus putih.


ternyata orang itu adalah Gu Wuchi yang merupakan seorang anak buah terdekat kediaman Mo dan sekarang dia berhasil melarikan diri dari kejadian pembataian zhixiren kala itu dan menjadi pedagang kain terkaya di qunyan.


" kenapa, apa kau menyangka bahwa aku tak akan datang "


" tidak, aku tau itu. kau pasti datang, Wuchi. "ucap linyi yang terus berjalan masuk


" lijing, tutup pintunya! " seru linyi agar tak ada yang tau tindakan yang sedang dilakukan linyi sekarang


Linyi menarik kursi untuk duduk " sudah lama sekali aku tak melihatmu, bagaimana kabarmu sekarang? "


"aku baik, tak ada yang perlu kau khwatir kan" balas linyi


" tapi kau pergi kesini dengan diam diam bukan, permaisuri Li? "ucap gu wuchi


" si*lan, jangan memanggilku dengan marga si bajingan itu" ucap linyi kesal karena gu wuchi menyebut dirinya sebagai kekasih orang yang sangat dibencinya


" kalau tidak untuk apa kau memakai pakaian wanita jika bertemu dengan ku.bahkan Lijing juga kau suruh menggunakan pakaian merepotkan itu. untung saja pelayan yang membawa mu kesini masih dapat mengenali mu. " ucap Gu Wuchi menjaili Linyi. perkataan nya itu benar-benar menambah kekesalan linyi


" diam! sekarang bicara yang penting. "sentak linyi kesal


" hah, baiklah. kau sudah tau kan mo ding, zhunchang dan pasukan lainnya sudah bersatu. kini mereka sedang mempersiapkan remcana untuk menyerang li zuanfeng si b*jingan rendahan itu"ucap Gu Wuchi menjelaskan.


Mo linyi berpikir sejenak dengan perkataan Wuchi. dia takut jika rencana mereka malah akan membalikkan keadaan.


Tuan muda mo!


tuan muda!


𝙈𝙤 𝙇𝙞𝙣𝙮𝙞!!!


keajut gu wuchi. sudah sedari tadi dia memanggil nama Linyi tapi tak mendapatkan respon apapun darinya


seketika Linyi tersadatersadar


" hah,,,, gu wuchi! bisa tidak kau tidak usah teriak-teriak begitu" ucap linyi cuek setelah terbangun dari lamunannya.


" aku juga tak punya pilihan lain. sedari tadi aku memanggilmu. tapi kau hanya diam tak merespon" balas Gu Wuchi kesal dan tak merasa bersalah atas tindakannya. memang ini adalah kesalahan Linyi yang terdiaam di tengah pembicaraan


" ada apa?! mengapa mau melamun? " tanya Gu Wuchi


"benar, tak biasa tuan muda terdiam " ucap Lijiing yang menimpal rasa penasaran Gu Wuchi


" sekarang ini bukan masalah bagaimana mereka menyerang li zuanfeng. tapi yang aku takutkan adalah li zuanfeng bukan lah orang biasa. dia sangat berhati-hati dalam setiap tindakan dan gerakannya " ucao Mo Linyi ragu


" kau ragu? "balas Gu Wuchi meyakini perasaan Linyi saat ini


"bagaimana pun li zuanfeng bukanlah lawan yang mudah bisa saja perencanaan ini menjadi pedang untuk melawan kita sendiri"balas linyi yang tak yakin. dia semakin gelisah memikirkan pergerakan yang akan dilakukan aliansi zhixiren yang tersisa itu. walaupun setiap tujuan zhixiren adalah untuk membalas kembali kekejaman yang telah dilakukan Li zuanfeng serta membatalkan pernikahan abnormal Li zuanfeng dengan Mo linyi.