Beloved Sir

Beloved Sir
episode 12



"ahhh,,,,, yaampun! tuan muda nikmat sekali,,,,, hmmm,,,,, aghhh,,,, " ucap Linyi yang semakin memperjelas desahannya


"begitukah? "bisik Linyi setelah meracau


diluar.....


deg!


' suara apa itu? gila, bisa-bisanya ada orang yang melakukan hal aneh ditempat ini. tidak salah juga karena ini memang Xi Xue Lan' batin si pembunuh yang hendak membuka pintu ruangan Li zuanfeng dan Mo linyi


"ada apa, mengapa tak membuka pintunya? "ucap salah satu temannya ketika melihat si pembunuh tak jadi membuka pintu itu. terlihat si pembunuh sudah tegang dan telinganya tanpak memerah.


" hushh... kau akan mendengarnya jika kau diam"balasnya


" akhh,,,, tuan muda lebih cepat.....ohh tuhan nikmat sekali~~~" racau linyi. suaranya terdengar sangat jelas dari dalam


seketika 2 telinga pembunuh itu merah padam ketika mendengar ******* mo linyi begitu juga pipi mereka. terlebih mo linyi menggunakan suara alunan perempuan. laki-laki mana yang tak akan tersipu mendengar suaranya. karena terlalu malu untuk melihat dan mendengar adegan dewasa itu, 2 pembunuh itu memutuskan untuk pergi melepaskan kamar dimana Li Zuanfeng dan Mo linyi berada. Alhasil 2 pria yang sedang dimadu kasih itu lolos dari pembunuh


" sudah cukup, mereka sudah pergi! " ucap Li Zuanfeng menghentikan erangan Mo linyi. dia pun segera bangkit dari atas tubuh Linyi


"o-oh" balas singkat Mo linyi. Mo Linyi pun segera berdiri setelah Li zuanfeng bangkit dari atas tubuhnya. Mo linyi dan Li zuanfeng merapikan pakaian mereka yang sedikit berantakan.


" mohon maaf atas perlakuanku yang tadi nona.sedikit menyinggung anda, kalau boleh tau siapa nama anda? " tanya Li zuanfeng yang berpura-pura tidak tahu. padahal dirinya tahu betul kalau yang didepannya adalah Mo Linyi


" kau tidak perlu tahu namaku. tindakan lancang mu tadi juga sudah kumaafkan" balas Linyi


" kalau memang begitu bagaimana jika aku melihat wajah mu" Li zuanfeng langsung menarik penutup wajah mo linyi


grep!


menyadari tindakan Li zuanfeng mo linyi segera menangkap tangannya yang hendak membuka penutup wajah Mo linyi


" langcang! apa kau tidak tahu, tindakan lancang terhadap seorang nona seperti itu akan dianggap tidak sopan" ketus linyi


' huh.... hampir saja. Li zuanfeng ini, apa dia benar-benar curiga' batin Linyi yang cukup lega karena dapat menghentikan tangan Li zuanfeng


" ah, baiklah. kalau begitu bagaimana jika aku mentraktir mu makan? juga sebagai permintaan maafku" ucap Li zuanfeng


" tidak perlu, aku tidak mempermasalahkannya. kau pergi dari hadapanku saja sudah cukup " ucap Mo Linyi dingin.


" hah.... baiklah kalau begitu. meskipun anda tidak ingin, jika bertemu lagi aku pasti akan mentraktirmu" balas Li zuanfeng dengan wajah ramah


"nona.... sebenarnya kau bukan wanita rumah bordil kan?! " ucap Li zuanfeng


deg!


bagai petir disiang bolong. Li zuanfeng menebak indentitas Mo Linyi.


" k-kau, bagaimana mungkin. tentu saja aku adalah orang Xi Xue Lan" balas Linyi dengan terbata-bata. tentu dirinya terkejut mendengar lontaran pertanyaan dari Li Zuanfeng itu


" benarkah, tapi.... gaya bicara dan tingkahmu lebih seperti nona bangsawan " ucap Li zuanfeng. dia menarik ulur perkataannya agar tak membuat Mo linyi terlalu khawatir dan curiga.


" tidak perlu. meski tuan bisa menebak bahwa aku bukan orang Xi Xue Lan, tuan juga tidak perlu terang-terangan mengantar seorang nona muda. bagaimana jika ada gosip yang menyebar? " ucap Mo Linyi. dia berusaha menghindari setiap ucapan dan tindakan Li zuanfeng


"hah... sayang sekali. baiklah kalau begitu sampai disini saja nona muda. aku permisi dulu, selamat tinggal. " ucap Li zuanfeng pamit sambil memberi salam hormat kepada Mo Linyi


" tunggu! sebenarnya daritadi aku ingin bertanya. kenapa kau menarikku dalam pelarianmu? " ucap Mo linyi yang menghentikan langkah Li zuanfeng. dia masih penasaran dengan tindakan Li Zuanfeng


" menarik anda? " tanya Li zuanfeng


" jelas-jelas aku berdiri sangat jauh darimu. tapi, mengapa kau malah menyeret ku kedalam masalahmu? " ucap Linyi


" ah, begitu. itu karena... Kau sangat cantik Nona! " ucap Li zuanfeng menggoda. padahal dirinya secara acak menjawab agar Mo linyi tak tahu bahwa Li zuanfeng sudah sedari tadi mengetahi identitasnya


blushhh!


" a-apa! " linyi sedikit tercengang mendengar ucapan ngelantur Li zuanfeng.dia tak menyangka jawaban yang keluar dari mulut Li zuanfeng membuatnya tersipu diam


"baiklah, kalau begitu sampai jumpa! " ucap Li zuanfeng sambil melambaikan tangan dan kemudian melocat ke arah jendela. setelah itu dia pergi menemui antek-anteknya


...----------------...


" ekhhh,,,,, ah, sakit-sakit. lepaskan aku! " erang Lijing yang kesakitan akibat telinganya ditarik oleh Mo linyi. Di menoleh kebelakang, melihat siapa gerangan yang menarik paksa telinganya.ternyata itu adalah Mo Linyi yang muncul secara tiba-tiba


" bagus kau Lijing! karena sudah ada uang dan arak kau malah melupakan tuanmu! " ucap Linyi kesal.


"ekh! " Gu Wuchi tersedak ketika sedang maminum arak. dia tak menyangka Mo Linyi akan datang secepat itu


" kenapa kau cepat sekali kembali?! " tanya Gu Wuchi


" kenapa ! apa kau berharap aku dan pria itu akan bersama hingga malam?! " ucapnya kesal ditambah dengan nada seperti ibu tiri yang ingin membunuh anaknya. matanya penuh dengan aura ingin menerkam Gu Wuchi.


" bukankah itu lebih baik daripada kau terus mengganggu kesenanganku" umpat Gu Wuchi. suaranya nyaris tak terdengar


" Apa kau bilang!!! katakan sekali lagi aku akan memukulmu! " telinga Mo Linyi tajam untuk mendengar umpatan kecil Gu Wuchi.kini Mo linyi menggupal tangganya dan hendak memukul Gu Wuchi


"ah sudah-sudah! jangan bertengkar lagi atau tempat ini akan semakin berantakan" ucap Lijing yang berusaha menahan tubuh Mo Linyi yang hendak memukul keras Gu Wuchi


Mo Linyi kemudian menarik kencang penutup wajah nya. dia kemudian meletakkan cadar itu dengan hentakn keatas meja. tampaknya kekesalannya masih belum berkurang. dengan suasana hati panas, dia beranjak duduk dan menarik arak yang sedang hendak di minum Gu Wuchi


" kau! " sentak Gu Wuchi


Mo linyi mengabaikan Gu Wuchi, tanpa tahu malu dia langsung meminum arak yang direbutnya


"dibawa kemana kau oleh si Li si*lan itu?" tanya Lijing yang mulai membuka percakapan


" ekh! " Linyi tersedak mendengar pertanyaan Lijing.seketika kejadian intim Li zuanfeng dengannya terlintas dipikiran Mo linyi. Arak yang sedang di minumnya pun tumpah dan sedikit membasahi baju Mo linyi.


"ah.... itu,,, Li zuanfeng hanya memberiku banyak masalah. Lagi pula tak ada yang perlu dipikirkan karena dia juga tak mengenaliku." ucap Mo linyi yang sengaja mengalihkan pertanyaan dan rasa penasaran Lijing dan Gu Wuchi.