Beloved Sir

Beloved Sir
episode 16



Li zuanfeng menyentuh bagian bibirnya yang terkena pukulan. tampak sedikit luka disudut bibir itu, akibat tonjokan keras dari mo linyi


"heh, tuan muda Mo sangat menarik ya,,,, apakah kau tidak tau kondisimu saat ini!!! "ucap Li zuanfeng dingin dan diakhiri dengan nada tinggi. amarahnya meluap, berani sekali seorang anak muda yang tak lebih dari sekedar tawanan itu meninggikan suara dihadapannya bahkan sampai melayangkan pukulan.


" Tuan muda Mo sakit, bawa dia kekamarnya. tanpa izin dariku, tak ada yang boleh membiarkan dia keluar! meskipun satu langkah. "seru Li zuanfeng.


" baik, tuan"ucap pengawal


Mo linyi mengangkat kepalanya, melihat Li zuanfeng dengan tatapan tajam.matanya merah dengan linangan air mata.seakan jika ada kesempatan dia akan mencabik-cabik seluruh daging b*jingan itu.


"bagaimana bisa kau sekeji itu, b*jing*n?!!! " ucap Mo linyi dengan bibir yang bergetar karena menahan tangis dan amarah. tentu Li zuanfeng hanya menatap dingin dan tak menanggapinya


para pengawal pun membawa Mo linyi kembali ke paviliunnya


"lepaskan aku! aku bisa jalan sendiri. kalian tak perlu menyentuhku!!! " ucap Mo linyi sambil menepis tangan para pengawal yang membawanya.


mau tidak mau para pengawal melepaskan tangannya dari Mo linyi. emosi Mo linyi sangat meledak, mana berani mereka mengabaikan ucapannya. Kini Mo linyi berjalan dengan mandiri ke paviliun, sambil diikuti para pengawal.


...----------------...


"e, eh?! apa yang kalian lakukan!!! " ucap Lijing yang seketika panik ketika para pengawal mengunci pintu kamar Mo linyi tepat setelah Mo linyi memasukinya.


"maaf tuan, kami hanya diperintahkan oleh tuan Li" ucap si pengawal sesudah mengunci pintu itu. kemudian mereka menjaga kamar Mo linyi layaknya menjaga kriminal penjara.


Lijing merasa bingung dan gelisah dengan tingkah Mo Linyi yang tiba-tiba pulang dengan tangisan bahkan dikawal oleh pengawal Li zuanfeng. bukannya membujuk Mo linyi agar berhenti menangis dari luar, Lijing malah bergosip dengan pengawal yang sedang berjaga. dia mencari tau apa yang terjadi pada Mo linyi, tentunya Lijing belum tau kalau Mo linyi mendapat kabar bahwa zhixiren dibantai satu malam oleh Li zuanfeng.


"apa! benarkah seperti itu?! tidak mungkinkan... tidak mungkin Li zuanfeng membantai zhixiren. jelas-jelas dia pergi ke kuil tadi malam" ucap Lijing dengan sangat terkejut. padahal mereka sedari tadi mereka berbisik-bisik bercerita, kini Lijing malah meninggikan suaranya.


"justru karena itu, kami mendengar para pendekar pedang zhixiren juga ada disana." jawabnya dengan pelan


"iya tuan, itu benar" balas pengawal yang terus bersambut-sambutan


"a-apa! bagaimana bisa para pendekar pedang zhixiren juga ada disana. tapi dari siapa tuan muda Mo mengetahuinya? "tanya Lijing penasaran. dia merasa tak percaya dengan berita itu dan terus mencari informasi yang benar.


'aneh, jelas-jelas beberapa hari yang lalu kami mengatakan kepada Gu wuchi kalau Li zuanfeng akan keluar hari pemburuan dan juga itu adalah saat yang bagus untuk mereka menyerang Li zuanfeng. sekarang bagaimana bisa mereka melakukannya lebih awal. apakah Gu wuchi.... ah, tidak-tidak. Mana mungkin' batin Lijing yang terus menerka-nerka


"kakak besar, apakah kalian bisa membuka pintu itu sebentar? aku ingin menenangkan tuan muda Mo. aku takut dia akan kenapa-napa" ucap Lijing dengan cengar-cengir canggung


"ini..... bukannya kami tidak mau,,,, tapi.... "


"tidak perlu khawatir! dia tidak akan melakukan hal yang membahayakan dirinya. karena dia tau betul apa yang diinginkan, membalas dendam padaku" ucap Li zuanfeng yang tiba-tiba datang tanpa suara kaki.


sontak Lijing dan para pengawal kaget atas kedatangan Li zuanfeng apa lagi sampai mendengarkan percakapan mereka yang ingin membuka pintu


"itu.... tuan Li, apakah benar anda melakukan pembantaian di kuil tadi malam? " ucap Lijing yang memberanikan diri mempertanyakan hal itu.Jujur saja dia cukup takut untuk menanyakannya.apalagi sebelumnya Linyi sudah menangis seperti janda mati suami. dia takut kalau kata yang dikeluarkan dari mulut Li zuanfeng menyatakan fakta bahwa zhixiren sudah lenyap


"menurut mu?! " balas Li zuanfeng dengan santai


"a-apa? ! " Lijing tak mengerti maksud tuan Li itu


"a-apa dia waras?! aku bertanya kepadanya karena zhixiren adalah aliansiku bagaimana bisa itu bukan urusanku! " ucap Lijing yang kesal setelah Li zuanfeng pergi. tentunya dia tak dapat mengambil kesimpulan dari jawaban yang tak pasti diberikan Li zuanfeng itu.


"sudah-sudah tuan Lijing. kau tenang dulu" ucap para pengawal menenangkan Lijing yang sudah seperti teman mereka


Malam hari....


krekk,,,,


Lijing membuka pintu kamar Mo linyi sambil membawakannya makanan setelah para pengawal membukakan gembok yang lumayan besar untuk mengurung Mo linyi


Lijing melirik ke sekitaran ruangan, mencari Mo linyi yang tak kunjung muncul dimatanya. hingga tersorot pada suatu titik.


deg!


Lijing melihat Mo linyi terbaring di sudut dinding. berapa takut dan khawatirnya dia melihat tuan mudanya itu terbaring di lantai. dengan cepat Lijing membopong Mo linyi yang sudah tak sadarkan diri ke kasur. dia segera berteriak meminta bantuan kepada para pengawal.


"cepat carikan tabib!!! " ucap Lijing dengan sangat panik. wajah Mo linyi sangat pucat. matanya sembab karena tak berhenti menangis, tubuhnya sangat dingin seperti terserang demam tinggi.


Lijing melihat ke sekitar, ternyata sesuai prediksinya. Mo linyi tak menyentuh sedikit pun makan siang yang dibawakan pelayan.


tak lama kemudian, tabib pun datang.


"cepat periksa dia! " ucap Lijing.


tabib pun segera mengeluarkan barangnya dan memerikaa denyut nadi Mo linyi. suasana sempat hening disaat tabib memerikaa Mo linyi


"bagaimana?! apa yang terjadi dengan tuan muda Mo ?! " tanya Lijing yang tak Berhenti-hentinya khawatir


"tidak ada masalah besar. tuan muda Mo hanya pingsan karena kehabisan tenaga. seharusnya dia melewatkan makan siangnya tadi bukan? " tebak tabib


"hmm" angguk Lijing


"kalau begitu, setelah tuan muda Mo sadar tolong jangan berikan nasi dulu, lebih baik tuan muda Mo memakan bubur" lanjutnya


"baik, terimakasih tabib" balas Lijing sambil memberi hormat


"kalau begitu aku pamit dulu, jangan lupa untuk mengingatkan tuan muda Mo meminum obatnya tepat waktu" ucap tabib dan kemudian pamit meninggalkan paviliun


"huh,,,, untungnya tuan muda tidak kenapa-napa" ucap Lijing dengan helaan nafas lega. kemudian dia duduk pinggir tempat tidur linyi


"sekarang kau sudah bisa lega kan, tuan Lijing?! " ucap pengawal yang juga berada di tempat


"hmm, kalau saja dia kenapa-napa aku pasti tak akan melepaskan Li zuanfeng si b*jingan itu" Lijing merasa sangat kesal dengan Li zuanfeng yang mengurung tuannya ditengah keadaan Mo linyi yang tak stabil. karena terlalu kesal dia berani untuk mengumpat Li zuanfeng di depan pengawalnya.


"a-ahaha,,, jangan terlalu dipikirkan, tuan Lijing" ucap para pengawal dengan tawa canggung.