
para bangsawan itu tak ada habis-habisnya mencela
"Dia pasti sengaja meringkuk dengan tubuh telanjang kehadapan Li zuanfeng dan memohon agar Li zuanfeng meminta dekrit pernikahan kepada kaisar,,, yaampun benar-benar seorang pelacur ya! "ucap mereka yang lagi-lagi menghina
Lijing benar-benar tak tahan dengan hinaan mereka yang kian menjadi-jadi, telinganya panas dan ingin segera memukul rahang beberapa anak muda yang sengaja mencari masalah itu.
"Dasar para bajingan itu! bagaimana bisa mereka menghina orang secara terang-terangan!!! " tangannya terkepal kuat. Dia benar-benar tak tahan melihat sikap kurang ajar dari para bangsawan itu
"sudahlah Lijing, tak perlu mendengarkan ocehan mereka"ucap Linyi meredakan amarah Lijing dan memegang tangannya agar tak kelepasan melayangkan pukulan kepada mereka. tapi tiba-tiba....
" Siapa yang berani mengatakan kepada tuan muda Mo hal yang hina seperti itu? aku akan merobek mulutnya!!!" ucap seorang pria paruh baya yang tiba-tiba datang menghampiri mereka, sontak mereka semua menoleh kearahnya
"hah, paman chen?! " kejut Linyi dan langsung bangun dari duduknya, dia tak menyangka paman chen yang merupakan pemimpin aliansi zhimingren itu akan mendatanginya
"ah, tuan besar chen! " ucap para berandalan itu memberi hormat dengan sangat ketakutan dan gugup. mereka bisa menebak apa yang akan terjadi kepada mereka setelah itu.
Bagaimana mereka tidak takut, ketika seorang tuan besar aliansi mengangkat suara.
"kenapa! apa kalian tidak mendengar perkataan ku tadi? jika kalian ingin aku merobek mulut kalian silahkan saja untuk mengulangi perkataan kalian?! " gertaknya sekali lagi.
Gertakan chen cangbao ini benar-benar membuat orang ketar-ketir.Meskipun bangsawan merupakan orang terhormat, tapi bagi mereka, para pemimpin aliansi adalah orang-orang suci yang sangat dihormati dan ditakuti. Bangsawan itu akan langsung tunduk bila berhadapan dengan mereka.
"ti-tidak tuan besar chen,,, kami hanya sedang bermain-main" balas mereka gugup
"bermain-main?! hah,,, kulihat kalian itu hanya senang memaki kesalahan yang tak diperbuat orang!" ucapnya sinis
"sudahlah paman chen, tidak apa, anggap saja mereka sedang membicarakan omong kosong. Aku tidak akan memperhitungkannya. biarkan saja mereka pergi" ucap Linyi. dia merasa sangat tidak enak bila keributan terus berlanjut. apalagi disini sangat banyak bangsawan dan para pendekar pedang dari berbagai aliansi.
"be-benar tuan besar chen, biarkan kami pergi..." ucap mereka ketakutan. mereka benar-benar gugup dan takut jika chen cangbao memperbesar malah ini dan menghukum mereka ditengah khalayak ramai.
"sudahlah, karena tuan muda Mo berbaik hati tidak mempermasalahkannya, hari ini aku juga akan melepaskan kalian. Tapi jika ada lain kali, jangan harap kalian bisa lolos dengan mudah! " ucap chen cangbao
"b-baik tuan besar chen. tidak akan ada lain kali" ucap mereka dengan gugup dan langsung terburu-buru melarikan diri bagaikan dikejar harimau.
Chen Cangbao menghampiri Mo linyi dan Lijing
"ah paman chen! " ucap Linyi yang seketika menunduk memberi hormat kepada chen cangbao dan diikuti dengan Lijing
"jangan sungkan, bagaimana kabarmu? " ucap Chen Cangbao menyuruh Linyi bangkit dari hormatnya
"saya baik-baik saja paman, dan terima kasih atas bantuan paman tadi" ucap Linyi
"tidak masalah, aku hanya sekedar mengusir semut-semut itu pergi" balasanya
"aku tidak apa paman. lagipula...dari awal aku sudah tahu niat Li zuanfeng yang hanya ingin menginjak-nginjak martabak keluarga Mo. pergi tidak pergi ke pemburuan ini, akan sama saja bagiku" ucap Linyi
"paman tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja" sambung Linyi
"benar tuan besar chen, kau tenang saja. kalau tuan muda kenapa-napa, aku pasti akan pasang badan untuk nya. " ucap Lijing
"ah begitu.... mendengar kalian berbicara begitu,,,, sudah membuat ku sedikit tenang" ucap nya lega
"hm" angguk Linyi
"oh iya, daritadi aku tidak melihat paman Tian, kemana dia? " tanya Linyi karena sedari tadi dia melihat kursi keempat pemimpin aliansi itu sepertinya kekurangan satu orang.
"oh Tian weining ya... dia tidak bisa hadir karena penyakit lamanya kambuh. Tapi dia mengutus beberapa muridnya untuk menghadiri acara ini. " ucap Chen Cangbao
"Ooo ternyata begitu" balas Linyi setelah rasa penasarannya terjawab
Kemudian para pemimpin aliansi yang duduk diseberang sana melirik kearah Mo linyi yang sedang bersama chen cangbao. Mo Linyi pun segera memberi hormat dan senyum sapaan kepada mereka dari kejauhan. begitu juga para pemimpin aliansi yang membalas hormat dan senyum Mo Linyi
"Linyi.... kami tahu Li zuanfeng telah melakukan hal keji itu,,, tapi kami malah diam tak melakukan apa-apa. nak, maafkan kami yang hanya bisa melihat. bukan kami tak mau membantu, hanya saja jika kami melakukannya,akan menimbulkan konflik yang lebih berbahaya dan parahnya lagi, akan mengorbankan lebih banyak darah tak bersalah.kau tahu itukan... Li zuanfeng juga adalah seorang pengusaha kota yang tak mungkin untuk dilawan" ucap chen cangbao dengan nada lembut dengan penuh penyesalan
"tidak apa paman, aku tahu kondisi kalian. wajar saja jika kalian tak membantu kami dan melakukan tindakan apapun, atau masalahnya akan semakin melebar" ucap Linyi
"baiklah, karena aku tau kondisimu sudah lebih baik, kalau begitu....aku akan kembali dulu. Linyi jaga dirimu baik-baik."ucap Chen cangbao yang pergi setelah lega mendengar perkataan Mo Linyi
"ah iya paman. silahkan" ucap Linyi mempersilahkan chen cangbao untuk kembali duduk bersama para pemimpin aliansi yang lain.
Chen cangbao pun segera kembali ketempat duduknya. begitu juga Mo linyi yang kembali meminum dan memakan kue nya dengan lega.
"tuan muda,,, menurut ku si " tua chen" itu hanya berpura-pura . tampak sekali dia hanya sedang berusaha menunjukkan mukannya "maki Lijing
" sudahlah Lijing, jangan memakinya begitu. Tetapi.... entah kenapa menurutku paman chen memang terlihat tulus. mau bagaimanapun... dia dan paman Tian adalah teman terdekat ayah, wajar saja jika dia berbicara begitu pada anak temannya. menurutku, kematian ayah juga merupakan pukulan berat baginya dan paman Tian."ucap Linyi
"hah... terserah padamu tuan muda" balas Lijing yang pasrah mendengar perkataan Mo linyi
"oh iya, apakah acara tak akan dimulai!?! lihat sudah jam berapa ini! "hardik Lijing
"huh... bukankah itu semua karena Li zuanfeng. dia dan para penjilat itu pasti sedang bercengkrama yang tak ada habis-habisnya hingga lupa melihat waktu"balas Linyi
Benar-benar si Li zuanfeng itu, sekarang sudah mau siang dia malah keenakan dengan para bangsawan lain. entah apa yang dibicarakannya hingga acara belum juga dimulai.