
Pagi hari•
Alexsa yang berada di dalam kamarnya sudah rapih, ia ingin pergi menemui wanita si pemilik buku Novel yang di berikan padanya. Entah berapa lama, karna Alexsa hanya koma selama satu minggu, sedangkan dia merasa sudah menjalani hari di dalam Novel selama berbulan bulan.
Alexsa juga ingin tau dan meminta cara bagaimana agar dia bisa kembali untuk menemui Jun nya. Ada rasa penyesalan tersendiri karna dia tidak bisa melihat suaminya untuk yang terakhir kali.
Alexsa keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga, namun langkah nya terhenti saat mendengar sang Ibu memanggil. ''Kau mau kemana, sayang?''
Alexsa menoleh. ''Ada urusan sebentar Mom, nanti aku pulang sebelum tamu datang.''
''Benar yaaa?''
Alexsa mengangguk lalu pergi dengan motor kesayangan nya yang sudah lama tidak dia pakai menuju alamat tujuan. Hingga setengah jam berlalu, Alexsa sudah sampai di perumahan elit di sisi kota London.
Alexsa turun dari motornya, lalu melihat kertas yang ada di tangan nya dan mencocokan alamat rumah yang ada di depannya. Setelah semuanya sama, Alexsa melangkah ke arah pintu dan menekan Bell beberapa kali.
Cukup lama nunggu, akhirnya pintu itu terbuka bersamaan dengan seseorang yang Alexsa cari. Wanita paruh baya itu tersenyum menyambut kedatangan Alexsa di rumahnya.
''Aku ingin berbicara dengan mu, apa kau masih ingat aku?'' tanya Alexsa.
Wanita paruh baya itu tersenyum dan membuka pintu dengan lebar, membiarkan Alexsa masuk untuk melihat lihat ruangan yang nampak aneh menurut Alexsa.
Bagaimana tidak. Semua isi di seluruh ruangan yang dia lihat adalah sebuah buku layaknya perpustakaan. ''Ini ...''
''Yaa... aku sangat menyukai buku, terutama sebuah Novel. Bahkan aku sudah menulis beberapa karya yang sangat indah.'' tuturnya.
Alexsa duduk di sofa berhadapan dengan wanita paruh baya itu, lalu Alexsa mengeluarkan buku yang pernah di berikan padanya. ''Apa anda tidak ingin menjelaskan sesuatu?'' tanya Alexsa penuh dengan selidik.
Wanita paruh baya itu tersenyum lalu mengambil buku yang di sodorkan oleh Alexsa dan merabanya. ''Dulu ini adalah buku yang gagal, tapi berkat dirimu ... kini Novel ini sudah mempunyai ujung dan jalan cerita yang berbeda.''
''Bagaimana bisa kau membawaku kedalam Novel itu? itu tidak masuk dalam logika ku.''
Wanita paruh baya itu menyunggingkan bibirnya, "Tidak perlu tau ... yang terpenting kau sudah menyelesaikan misi mu menggantikan tokoh yang lemah dan kembali ke dunia mu.''
Alexsa tidak mengerti dan bertanya. ''Apa maksudmu.''
''Kau sudah menyelesaikan misinya, kau juga sudah memberikan pelajaran pada setiap orang yang salah dan jahat. Maka dari itu, kau sudah tidak di butuhkan lagi.''
Alexsa mendecih, segampang itukah wanita ini berbicara.
''Aku memang sudah menyelesaikan semuanya, tapi bagaimana dengan perasaanku? perasaan yang perlahan tumbuh menjadi cinta untuk seorang suami. Dan sekarang Anda sudah memisahkan kami berdua.''
Wanita paruh baya itu menoleh ke belakang dan menatap Alexsa. ''Bukan 'kah itu resiko mu? kenapa kau bermain hati jika sudah tau kau tidak akan tinggal selamanya di dalam Novel.''
''Kau!''
''Pulang'lah, sepertinya di rumah mu sebentar lagi akan ada tamu yang berkunjung.''
''Aku tidak akan pulang sebelum mengetahui bagaimana akhir kisah Jun ku! Kau yang memulai semuanya, dan kau juga yang harus mengakhiri dan menjelaskan semua itu padaku!'' Teriak Alexsa.
Wanita paruh baya itu menghela nafasnya, lalu mengambil sebuah buku dari dalam lemari dan memberikan nya pada Alexsa
''Ini ... ini adalah kisah keseluruhan Novelnya. Jangan banyak bertanya, karna itu tidak akan baik untuk kesehatan mental mu.''
Alexsa dengan perlahan menerima itu dan melihat judulnya. ''Becoming Empress.''
''Yaa ... itu sudah tamat, dan aku memberikan buku ini padamu sebagai rasa bersalahku telah menyeret mu kedalam dunia lain.''
''Kau menggunakan sihir?''
Wanita paruh baya keturunan China itu membalik'kan tubuhnya dan pura pura sibuk. ''Sudah aku bilang jangan terlalu banyak tanya.'' ucapnya tanpa melihat ke arah lawan bicara.
''Banyak tanya? Tentu saja aku berhak bertanya, kau membawa jiwa ku dan memasukkan ku dalam dunia yang penuh akan bahaya!''
Wanita paruh baya itu menoleh dan menatap Alexsa hingga kedua mata itu saling menatap, lalu Alexsa membuang muka nya terlebih dahulu.
''Jika aku disini ... siapa yang bersama Jun?''
''Dia ... ha haha tentu saja dia bersama orang yang dia cintai.''
''Dia bersama An Xia?''
Wanita paruh baya itu tak menjawab, namun terus berpura pura sibuk hingga Alexsa kesal dengan prangai nya. Alexsa pergi dan membanting pintu dengan kasar, ia kesal karna tidak punya titik terang bagaimana cara agar dia bisa kembali dan menemui Kaisar Jun untuk terakhir kalinya.
•
•
•
Cafe•
''Hufftt.''
Alexsa membuang nafas dengan kasar, lalu mengambil Buku yang di berikan oleh wanita menyebalkan itu.
Alexsa meraba dan mulai membacanya dari satu bab ke bab yang lain nya, semakin dalam ia membaca novel ini ... kening Alexsa semakin mengkerut bingung. Alexsa sangat heran ... bagaimana bisa apa yang sudah dia lalui dari hari ke hari bisa tertulis secara detail di buku ini.
''Wanita itu benar-benar penyihir? di jaman modern seperti ini masih ada penyihir?'' gumam Alexsa dalam hati, dan merasa percaya dan tidak percaya.
Tak berapa lama ponsel berdering. Dilihatnya ternyata sang Ibu yang menelpon dan menyuruh Alexsa pulang karna tamu yang berkunjung sudah datang.
Alexsa menutup buku yang sedang dia baca, lalu berdiri dari kursinya dan bergegas pulang ke rumah karna tamu spesial sang Ibu sudah datang.
Hanya butuh sepuluh menit untuk Alexsa sampai di depan rumahnya, ia melihat jika ada dua mobil mewah terparkir di halaman rumahnya. Alexsa pun turun dari motor dan bergegas masuk kedalam rumah.
''Tamu dari mana sih, kok sepertinya penting banget.'' gerutu Alexsa, ''Mom.'' Panggil Alexsa.
''Kami di sini sayang ...'' Teriak sang Ibu, yang berada di halaman belakang.
Alexsa pun melangkah dengan perlahan ke area belakang, dan dari arahnya dia bisa melihat tamu sang Ibu. Ketika Ibu Alexsa melihat putrinya datang, ia segera menunjuk ke arah Alexsa dan tamu itu pun semua berdiri untuk menyambut Alexsa.
Namun dari arah Alexsa ia bisa melihat jika ada seseorang bertubuh tegap menggunakan pakaian rapih membelakanginya.
Dengan perlahan tubuh tegap dan tinggi itu menoleh kebelakang dengan gaya slowmotion dimana Alexsa sedang melangkah ke arahnya dan dia menoleh kebelakang.
Alexsa menghentikan langkah kakinya, ketika netra matanya melihat sosok pria yang tidak asing baginya ... bibirnya bergetar ketika melihat sosok yang sudah mengambil hatinya.
''Junda.'' lirih Alexsa, dengan tatapan tak percaya.
Sang Ibu menyeret Alexsa untuk berkenalan, dan membawanya kehadapan tamu spesial yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.
''Lyfia, ini akanku Alexsa.''
''Sayang ... kenalkan ini Aunty dan Uncle dan ini anak mereka yang bernama Juna.''
''Juna.'' Pria itu mengulurkan tangan nya untuk berkenalan. Namun Alexsa masih terpaku tak percaya, hingga lamunan nya tersadar karna sang ibu menyikutnya.
''Ah, hah? oohh ... Alexsa.'' Alexsa membalas jabatan tangan Juna dengan ramah.
Kedua keluarga itu mengobrol dengan santai, bertukar cerita satu sama lain. begitu pun dengan Alexsa dan Juna yang tengah mencuri curi pandang satu sama lain, kedua nya memiliki ketertarikan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata kata.
Dalam pandangan yang terurai ini ... semua kata-kata cinta di penuhi oleh dirimu. Bunga bunga dalam jarak 10mil mekar dengan anggun untuk mu, aku menampilkan kecapi dan berkhayal jika kau berada di belakang ku dan memeluk tubuhku.
Hujan turun dengan lebat dan bodohnya aku di sini menanti mu. Dalam jarak jauh, dekat, dangkal, menanti dirimu. Pertemuan takdir kita yang bertalian pahit, manis, seperti mimpi dan seperti fantasi ini ... walau kita berpisah sejauh apapun, jika kita berjodoh pasti akan di pertemukan bagaimana pun caranya.
•
•
Di sisi lain•
Wanita paruh baya itu melangkah turun dari kereta api, tiba tiba dari arah samping ada dua orang yang menarik tas nya dengan paksa.
''Help ... Help ...''
“What is it?” tanya seorang gadis perwira polisi, yang berhenti di depan wanita paruh baya itu.
“The Man took my bag.” Tunjuk wanita itu, pada dua orang penjahat yang mengambil tasnya yang tengah berlari kencang.
Gadis itu melihatnya dan langsung berlari untuk menangkap dua pencopet yang kabur. Sedangkan Wanita paruh baya itu tersenyum penuh makna akan sesuatu yang sudah di rancang olehnya.
•
...THE END...
...••••...
***Hallo guys ... makasih yaaa udah mau sabar nungguin up, dan akhirnya ini karya tamat. Makasih yaa untuk All dukungan nya..🙏🙏
Othor nyadar kalau karya Othor tidak sebagai karya orang lain yang mempunyai bab sampai beratus ratus. tapi jujur Othor nggak terlalu suka yang berbelit belit.
Karena Othor pun menyamakan karya ini sama yang di kerangka yang Othor berikan pada Editor NT. Segini mungkin cukup dan nanti bikin karya yang lain, karna othor cepat bosan orang nya heheheh... sekali lagi terima kasih yaaa untuk semuanya
With love.
...❤❤...
...Aryani_aza***...