
Malam hari di kediaman Naga ... kedua insan tengah terlelap tidur dengan nyenyak, keduanya terlelap tidur akibat rasa lelah karna sudah berolahraga malam yang sangat menguras tenaga.
Tak tanggung tanggung, Kaisar Jun yang perkasa meminta tiga ronde dalam satu kali permainan, membuat Alexsa merasa jika tubuhnya remuk sampai ke tulang.
Namun ... tidak ia tampik, jika Alexsa juga sangat menikmati permainan yang baru saja ia rasakan di seumur hidupnya, dan nikmat itu tidak bisa ia dapatkan di dunianya.
"Hmm."
Alexsa membuka kedua matanya dan melihat ke atas langit langit kamarnya, lalu Alexsa melihat ke arah kiri dimana Kaisar Jun masih terlelap tidur dengan nyenyak.
"Ck, dasar monster ranjang!" cetus Alexsa dengan nada pelan, lalu ia bangun dari tidurnya dengan perlahan agar tidak membuat suara.
Membersihkan tubuhnya, lalu memakai hanfu yang sudah ia siapkan sejak tadi siang.
Sebelum pergi ... Alexsa melihat Kaisar Jun dan memastikan jika suaminya masih tertidur lelap, lalu ia melesat pergi dari arah jendela dengan sangat cepat. Tanpa Alexsa ketahui, jika Kaisar Jun sebenarnya sudah bangun dan melihat kepergian sang Permaisuri.
''Ulah apa yang akan dia buat." Gumam Kaisar Jun, lalu terbangun dari tidurnya untuk menyusul Alexsa dari arah belakang.
Namun, saat Kaisar Jun akan melangkah ke arah jendela, ia menepuk jidatnya karna lupa menggunakan hanfu. ''Ya Dewa, lagi dan lagi aku melupakan pakaian ku." Gumam Kaisar Jun.
Ia dengan cepat memakai hanfu, lalu menyusul Permaisuri kesayangan nya. Ia tidak mau jika wanita yang dia sayang terjadi sesuatu hal yang tidak dia inginkan, walau ia sendiri tengah mengalami masalah di Istana akibat musuh bergerak dengan cepat.
•
Kediaman Jendral An•
Tap.
...Tap....
Tap.
...Tap....
Alexsa melangkah di atas atap rumah, menuju kediaman An Rumi tanpa suara dan pergerak'kan yang akan membuat penjaga curiga.
Alexsa masuk kedalam kamar An Rumi yang tengah terlelap tidur dengan nyenyak, lalu ia memandang sang adik dengan bibir menyungging. ''Lihatlah wajah malang ini, yang mendambakan menjadi seorang Selir. Kasihan sekali kau harus mati di tanganku.''
Alexsa pun mengeluarkan satu jarum, lalu melemparkan jarum itu tepat di atas dada An Rumi hingga An Rumi tertidur semakin lelap.
Alexsa lalu menggendong An Rumi dan membawanya ke ruang bawah tanah milik keluarga An yang kedap suara. Membuat Kaisar Jun mengerutkan keningnya di atas pohon.
''Mau di bawa kemana dia?''
•
Sesampainya di ruang bawah tanah, Alexsa menjatuhkan tubuh An Rumi dengan kasar. ''Sialan! Kau berat juga.'' dumel Alexsa, lalu mengikat tangan dan kaki An Rumi dengan kencang.
Kaki Alexsa melangkah untuk menyalakan api, dan memanaskan besi yang biasa di gunakan untuk mencap kerbau dan kuda. Setelah api menyala dengan besar, Alexsa mengambil air dan menyiram An Rumi dengan kasar.
Byuuurrr!!
"Ahhkk ... uhuk uhuk. Hah! Siapa? Mana Kaisar Jun.'' teriaknya terkejut, karna separuh nyawa An Rumi belum kembali dari alam mimpi.
Plaaakk!!!
Alexsa menampar pipi An Rumi dengan kencang, yang mana membuat nyawa An Rumi terkumpul sepenuhnya. ''Kau! berani sekali kau menamparku!'' Teriak An Rumi dengan penuh amarah, menatap Kakak nya dengan kesal.
''Tentu saja aku berani.''
Plaaakk!!
Plaaakk!!
''Aww ... sakit! An Xia, apa kamu sudah gila!''
''Yaa ... aku memang sudah gila! Gila karna memiliki sodara sampah seperti mu!''
''Kau! Akan aku adukan perbuatan mu pada Ayah!'' teriak An Rumi menggebu.
''Adu'kan saja sana, jika kau selamat malam ini.'' Ucap Alexsa dengan mimik muka menjengkelkan.
An Rumi begitu kesal dan memberontak serta berteriak, namun usahanya gagal karna ruang bawah tanah ini kedap suara. ''Dasar kau wanita sialan!''
An Xia menggidik'kan bahunya, An Rumi melihat apa yang sedang di lakukan oleh Alexsa. "Ap-apa yang mau kau lakukan?'' tanya An Rumi dengan nada panik.
Alexsa menoleh dan tersenyum mengerikan. ''Aku tidak melakukan apapun.'' Ucap Alexsa, namun tangannya mengambil besi itu dan.
CESSSS..
Alexsa menempelkan besi itu ke pipi kanan An Rumi, yang mana membuat An Rumi menjerit karna panas dan perih secara bersamaan.
''AHHHKKKK ... PANASSS." teriaknya memberontak, namun Alexsa memegangi tubuh An Rumi dengan kencang.
''Lihat ... jangan berteriak adik, aku akan membuat mu cantik saat bertemu Kaisar besok pagi.''
CEESSS ...
Lagi dan lagi Alexsa menempelkan besi panas itu di pipi kiri An Rumi, hingga kedua pipinya memerah. Tidak sampai di situ ... Alexsa menyiksa dan menempelkan besi panas itu di beberapa tempat di tubuh An Rumi, hingga sang empu merasa lemas tak berdaya.
Alexsa menjambak rambut An Rumi dengan kencang, "Coba kau katakan padaku, jika kau ingin menjadi Selir Kaisar!''
''A-am-ampun An Xia.'' Lirihnya yang sudah tidak memiliki tenaga. ''Ayah ... tolong aku.'' Ucap An Rumi dalam hati.
''Apaa ... apa kamu bilang? aku tidak mendengarnya.''
CEESSS ...
...Ahhhkk......
Hiks ... Hisk ... "Ampun.''
An Rumi, benar-benar tidak menyangka jika An Xia yang dulu di juluki gadis sampah dan mudah untuk ia gertak, kini menjelma menjadi iblis yang mengerikan.
''Bu-bunuh saja aku An Xia, aku tidak sanggup kau siksa seperti ini.'' Lirih An Rumi memohon.
''Bunuh? jika aku membunuh mu, maka kau tidak akan merasakan sakit lagi, karna yang aku inginkan ialah ... membuat mu sakit dan merasakan perihnya di siksa.''
''Aku mohon lepaskan aku ...''
''Yaaa memohonlah padaku! memohonlah seperti pengemis! Karna aku sangat menyukainya.''
Sedangkan di sisi lain, Kaisar Jun yang tengah menyaksikan istrinya menyiksa orang hanya diam saja tak mau menolong, ia cukup bangga dengan apa yang di lakukan sang istri.
''Permaisuri ku memang hebat.'' Ucap Kaisar Jun, yang sama gilanya dengan Alexsa.
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...