Becoming Empress

Becoming Empress
BECOMING EMPRESS BAB 24. Tidak Tau Malu



Nona, Ning Niamei berlari menyusul Kaisar Jun yang sudah masuk kedalam kereta kuda. Ia melihat tidak ada celah karna sangat jauh untuk menyusul, ia pun melihat jalan pintas di mana kereta kuda Kaisar Jun akan melewatinya.


Ning Niamei langsung berlari, ia tidak perduli akan rasa sakit di kakinya karna tidak menggunakan alas kaki. Yang terpenting saat ini dia harus lebih cepat di bandingkan kereta kuda itu.


Sementara Kaisar Jun tengah mengkhawatirkan keadaan An Xia, yang di kabarin menghilang setelah penyerangan yang di lakukan oleh musuh-musuhnya.


''Apa pengawal yang mengantarkan Permaisuriku sudah tertangkap?'' tanya Kaisar Jun dengan nada dingin.


Yue mengangguk, "Mereka berada di dalam penjara, dan mendapatkan hukuman atas pengkhianat mereka.''


Kaisar Jun terdiam, pancaran matanya mengisyaratkan api yang berkobar ingin membakar seseorang. "Seharusnya aku tidak membiarkan dia pergi.''


''Nona An Xia pasti baik baik saja Yang Mulia, dia adalah wanita hebat dan bisa menyelesaikan masalah dengan terampil.''


Kaisar Jun memejamkan kedua matanya, lalu menyuruh Yue untuk pulang ke Istana dan menyamar sebagai dirinya. Tidak baik meninggalkan Istana tanpa ada yang memantau pergerakkan para pengkhianat, terlebih Kaisar Jun memerintahkan untuk Yue menyelidiki khasus para musuhnya agar segera memenggal kepala mereka beserta keluarganya.


Yue pun mengangguk setuju, lalu kereta kuda berhenti saat Nona Ning Niamei menghalang di depan dengan nafas yang memburu.


''Yang Mulia ... Yang Mulia.''


Yue turun untuk melihat kekacauan yang terjadi di luar. ''Nona, apa kau ingin mati? berani sekali menghalangi jalan bagi Yang Mulia Kaisar!'' Sentak Yue.


Ning Niamei yang tidak memiliki malu, ia langsung membuka tirai kereta kuda di mana Kaisar Jun berada. ''Yang Mulia, izinkan hamba ikut dengan mu dan menjadi Selir di harem mu.''


''LANCANG!'' teriak Yue.


''Aku tidak lancang! aku yakin jika Yang Mulia Kaisar juga menyukai ku.'' Ucap Ning Niamei penuh percaya diri.


''Ka-.''


''Yue.''


''Saya Yang Mulia.''


''Biarkan dia masuk.'' ucap Kaisar Jun, yang mana membuat Ning Niamei besar kelapa dan sombong. Mentap Yue dengan tatapan meremeh, karna berani menghalanginya.


Dalam hati Ning Niamei sangat yakin ... jika Kaisar Jun juga memiliki rasa yang sama dengannya, terbukti sekarang dirinya di suruh kedalam kereta yang sama denga Kaisar Jun.


''Yang Mulia.'' Ucap Ning Niamei dengan lembut, menunduk seperti bunga yang indah dan tidak berdaya.


Kaisar Jun melihatnya lalu menunduk dan mendekatkan wajahnya ke wajah Ning Niamei. Jari jemarinya terlentur mengangkat dagu Ning Niamei hingga pandangan mereka bertemu.


Kaisar Jun menyunggingkan sudut bibinya, lalu bersender dan menyuruh Ning Niamei duduk di pahanya.


Tentu saja respon itu di sambut baik oleh Ning Niamei, dengan segera dan malu malu ... Ning Niamei bersiap duduk di pangkuan Kaisar Jun.


''Itu adalah hukuman untuk orang yang terlalu percaya diri!'' ucap Kaisar Jun turun dari Kereta kuda.


''Yang Mulia.''


''Yue, kau kembali lah ke Istana, aku akan mencari Permaisuriku sendiri.''


''Tapi Yang Mulia.''


Kaisar Jun naik ke atas kuda, lalu menunggangi kudanya dengan kecepatan tinggi ... ia ingin segera bertemu dan memastikan jika An Xia miliknya baik-baik saja.





Sedangkan di sisi lain•


Alexsa yang tengah berleha leha di depan jendela kediamannya, ia tengah memikirkan sesuatu di benaknya mengenai pembicaraan tadi siang dengan kedua orang tua Fang Mee.


Dimana dirinya besok akan bertentangan dengan Tuan muda dari kediaman Li.


''Kalau aku bertunangan dengan Tuan muda Li ... apa Kaisar itu akan menghukum ku? menggantung ku? atau mencambukku? Oh yaa ampun ... mengerikan sekali jika di bayangkan! Pokonya aku harus menggagalkan pertunangan itu bagaimana pun caranya." Gumam Alexsa dalam hati.


"Lagian aku tidak mau hanya menjadi Nyonya Li, lebih baik menjadi Permaisuri dan menjadi istri dari Kaisar aneh. Mungkin itu lebih baik sepertinya ... dan yang pasti menjadi Permaisuri itu bergelimang harta bukan?''


Lagi dan lagi Alexsa bergumam sendiri.


''Nona.''


''Hah, apa?'' tanya Alexsa.


''Ini sudah larut malam Nona, lebih baik Nona segera tidur karna besok harus bersiap untuk pergi berkunjung ke kediaman Li.


''Hufth ... baiklah aku akan tidur.''


Alexsa kali ini menurut, dan merebahkan tubuhnya di atas peraduan yang nyaman dan wangi.



...•••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...