
Alexsa melihat kanan kiri dengan ekor matanya, melihat beberapa dokter dan suster yang tengah memandangi dirinya. ''Hah, dokter? apa yang terjadi padaku ...'' Gumam Alexsa dalam hati, ia tidak bisa menggerak'kan anggota tubuhnya.
''Anda sudah bangun?''Tanya Dokter yang ada di sisi kanan, lalu memeriksa keadaan Alexsa yang sudah sadar.
Dokter itu bernafas lega, lalu melihat laporan di tangan nya dan tersenyum. ''Syukurlah Anda hanya mengalami koma selama satu minggu.''
''Hah, koma? jadi selama ini aku hanya koma? jika aku sudah kembali, lalu Jun ku ... Jun ku bagaimana? Aaahhh tidak! aku ingin kembali.'' Teriak Alexsa namun teriakan itu menyangkut di tenggorokan nya.
Para Suster mengabari keluarga Alexsa dan mengatakan jika Alexsa sudah siuman dari koma nya, sedangkan Alexsa ... ia terdiam memikirkan bahwa ini hanya 'lah mimpi, tidak mungkin dia bisa kembali secepat itu ke dunianya ... bagaimana dengan Jun miliknya?
Alexsa dengan perlahan menggerak'kan tubuhnya yang kaku, bagaimana pun caranya nya ia harus kembali ke dunia itu dan menemui Jun nya.
Alexsa terdiam memikirkan solusi, yaa ... Alexsa memang ingin kembali ke dunianya, namun tidak dengan cara seperti ini ... bahkan untuk terakhir kalinya ia tidak sempat melihat atau berpamitan dengan orang yang sudah mengambil hatinya.
Ketika dia sedang melamun, ia teringat dengan wanita paruh baya yang memberikan buku novel itu padanya.
''Yaa ... dia orang nya, dia yang membawaku ke dunia itu, dia juga yang menarikku kembali.'' gumam Alexsa, bertekad untuk menemukan wanita paruh baya itu.
Namun pertama tama ... Alexsa harus keluar dari rumah sakit terlebih dahulu, lalu mencari wanita itu sampai ketemu dan meminta pertanggung jawaban darinya.
•
•
Dua hari kemudian•
Sudah dua hari Alexsa masih berada di rumah sakit, hari ini dia di perboleh 'kan pulang oleh para Dokter. Alexsa begitu senang karna di sisinya sudah ada sang Ibu yang selalu dia rindukan.
Namun Alexsa tidak bisa membohingi diri sendiri, bahwa dia sangat merindukan Jun nya, Jun yang selalu menggangu dan menghukumnya dengan cara nya sendiri. Alexsa merindukan saat-saat dirinya berdua dengan Jun dan bertengkar karna hal sepele.
''Nak, ayo kita pulang.'' panggil sang Ibu.
Diam? Yaa ... Semenjak Alexsa keluar dari rumah sakit, dia menjadi pendiam dan jarang berkominikasi dengan siapapun dan sibuk mengurung diri di kamar.
Sang Ibu sudah berdiri di depan kamarnya dan mengetuk pintu lalu masuk kedalam membawa tas Alexsa. ''Nak.''
''Yaa, Mom?''
''Ini tas mu bukan?''
''Ouhh ... dari mana Mama menemukan tas ini.'' Alexsa mengambil tasnya.
''Dari tempat latihan mu, anak anak baru tadi mengantarkan nya kesini ... mungkin mereka lupa saking panik nya melihat mu tergeletak di lantai tak berdaya.''
''Ouh iyaa ... besok bakal ada yang datang ke sini, cepat tidur dan minum obatnya.''
Alexsa mengagguk patuh, lalu sang Ibu pergi dari kamarnya meninggalkan Alexsa yang tengah memeriksa tas miliknya. Alexsa yang tengah mengeluarkan isi dalam tas itu terkejut seketika, saat ia melihat jika buku novel yang membawanya masih ada di tangan nya.
''Buku ini ...'' Alexsa memeriksa buku Novel itu satu persatu, namun tulisan di buku yang dia pegang nampak kosong seperti kertas bersih belum terkena tinta.
''Hah kenapa kosong! No, No, Non ... ini adalah cara satu satunya kembali untuk menemui Jun ku.'' teriak Alexsa prustasi.
Ia terus membalik'kan buku itu hingga dia menemukan alamat di balik kertas terakhir. Dengan segera Alexsa memeriksanya dan mencatat alamat itu di ponselnya, ia takut jika tulisan yang berisikan alamat ini akan hilang dengan sendirinya.
''Kau berhutag penjelasan padaku, Nenek!''
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE...