
Kediaman Fang•
Setelah mengobrol dengan Nyonya dan Tuan Fang. Alexsa di bawa ke kediamannya oleh sang Kakak, yang sejak tadi menaruh curiga pada Alexsa.
Entah apa yang di pikirkan Nona pertama Fang Lu, hingga menatap Alexsa sebegitu rumit penuh dendam ... apa tatapan itu tertuju padanya? atau apa Fang Mee?
Entahlah Alexsa tidak terlalu perduli, yang penting saat ini dia tinggal di sini dengan aman dan nyaman.
“Ini hanya rintangan pertama, mungkin tidak sulit untuk aku beradaptasi dengan lingkungan baru. Aku hanya perlu bersembunyi di sini beberapa saat saja, aku yakin jika Kaisar Jun akan datang menjemputku.”
Setelah sampai di depan kediaman Fang Mee. Alexsa melihat kanan kiri lalu mengangguk, “Cukup nyaman.” Gumam Alexsa dalam hati.
“Tinggal di sini dengan nyaman, lagu pula aku belum yakin kau adalah adikku.” Cetus Fang Lu.
Alexsa hanya diam tak mau membalas, namun Lieyu'er memutar matanya dengan malas. “Nona Fang Mee, pasti tinggal dengan nyaman di sini ... ini kan kamarnya.”
“Diamlah!” Bentak Fang Lu melorot.
“Dasar tidak tau malu.” Gumam Lieyu'er, namun masih terdengar oleh Fang Lu.
“Lieyu'er, diamlah.” bisik Alexsa.
“Kau! coba kau katakan sekali lagi!” Bentak Fang Lu.
“Kakak maafkan Lieyu'er, adik tidak mendidiknya dengan baik.” Ucap Alexsa lembut.
“Ish.” Fang Lu melengos pergi, ia tidak akan percaya bahwa itu adalah adiknya. Dia akan memastikannya sendiri.
Sedangkan Alexsa yang melihat kepergian Fang Lu, langsung menatap Lieyu'er. “Kau itu nakal sekali.” Alexsa terkekeh, lalu menyuruh Lieyu'er untuk menyiapkan dirinya air untuk membersihkan dirinya.
Setelah beberapa saat air mandi sudah Lieyu'er siapkan, kini Alexsa tengah berendam sambil membaca sebuah buku yang di tulis oleh Fang Mee. (Seperti Dairy)
Thak!
Alexsa menaruh buku itu di samping pemandian lalu menatap langit langit di atasnya, Alexsa masih bingung misteri apa yang harus dia pecahkan hingga dia bisa masuk kedalam sebuah Novel?
“Apa si penulis Novel mempunyai sihir? sehingga aku bisa masuk kedalam buku yang dia berikan?” tanya Alexsa pada dirinya sendiri.
Ketika Alexsa masih melamun, Lieyu'er memanggilnya, “Nona, pelayan memberi tahu jika sebentar lagi makan malam.”
“Baik, persiapkan pakaian ku.”
Alexsa turun dari pemandian memakai kain untuk mengeringkan air di tubuhnya, berjalan dan memakai hanfu dan perhiasan yang sudah di siapkan.
•
•
•
Di sisi lain•
Kaisar Jun dan semua bawahannya, tengah menikmati jamuan dari rakyat Shaoxing yang tengah gembira karna masalah di desa mereka, Kaisar sendiri yang turun tangan.
Semua penari tengah gemulai mempertontonkan kemolekan tubuh mereka, agar sang Kaisar melirik mereka dan menjadikan Selir di haremnya.
Pikirannya kini tengah berkelana memikirkan sang pujaan hati, yang jauh dari pengawasan dirinya ... Ia juga sudah meminta salah satu pengawal bayangan untuk mencari tau apakah sang pujaan hati sudah berada di Perguruan Wuzeng atau belum.
Namun anehnya sampai saat ini pengawalnya belum juga datang, membuat ia resah dan gelisah tak menentu.
“Yang Mulia ... perkenalkan nama hamba Ning Niamei, putri dari kediaman Ning ingin memperlihatkan bakat Hamba. Hamba di kenal memiliki bakat bernyayi dan menari.” Ucapnya penuh bangga dengan nada lembut dan gemulai.
Jika suara itu bisa menghipnotis semua kaum hawa, namun tidak bagi Kaisar Jun yang sudah terpatri nama An Xia di hati dan pikirannya.
Sedangkan para gadis lain mencibir kesombongan Nona dari kediaman Ning itu.
“Hm ...” Hanya deheman yang keluar dari dalam mulut Kaisar Jun, tidak ada tatap menatap lawan bicaranya.
Ning Niamei tersenyum malu-malu, namun dengan mata berbinar nan menggoda.
Kini ... suara musik sitar mengalun indah untuk di dengar, Nona Ning Niamei menggeliatkan tubuhnya dengan lihai dan indah seiringnya musik di mainkan.
Semua pemuda sangat mengagumi Nona Ning Niamei yang sangat cantik, namun sang Nona hanya melirik pada Kaisar Jun.
Dalam hatinya berkata dan bergumam, andai saja Kaisar Jun melirik ku ... andai saja aku bersanding dengannya dan menjadi Permaisuri di hatinya, aku akan menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini.
''Oh ... Kaisar Jun."
Ketika pertunjukan masih berlangsung, tiba-tiba dari arah samping ada pengawal yang membisikkan sesuatu pada Kaisar Jun.
Entah apa yang di bisikan pengawal itu, hingga Kaisar Jun langsung berdiri hingga membuat semua orang berhenti bergerak dan bersuara.
“Bagaimana itu bisa terjadi!” Bentaj Kaisar Jun, membuat pengawal itu langsung berlutut.
“Hamba pantas mati Yang Mulia.” Ucap sang pengawal langsung bersujud.
“Yue, ikut Zhèn mencari Permaisuri.”
“Baik yang Mulia.”
Kaisar Jun dan Yue pun bergegas pergi, meninggalkan semua orang yang bingung.
“Kemana Kaisar akan pergi?”
“Entahlah, sepertinya sangat penting.”
“Apa kalian tidak dengar, jika Yang Mulia bilang Permaisuri.”
“Apakah Yang Mulia sudah memiliki istri?”
Itulah bisik bisik semua orang yang ada di Aula perjamuan, sementara Ning Niamei langsung berlari untuk menyusul Kaisar Jun.
Ia tidak perduli seberapa gentingnya urusan sang Kaisar, yang pasti dirinya harus memiliki Kaisar Jun dengan cara apapun.
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...